MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH
MATA PELAJARAN : AL-QUR'AN HADITS
BAB 2 : KEBENARAN PENURUNAN AL-QUR’AN
INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul
Nama Madrasah : MA MUHAMMADIYAH
BLABAK
Nama Penyusun : KUNI HIRIYANTI, S.Pd
Mata Pelajaran : Al-Qur'an Hadits
Kelas / Fase Semester :
X/ E / 1
Elemen : Kebenaran Penurunan Al-Qur’an
Alokasi waktu : 2 x 45 Menit
Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase E, pada elemen Ilmu
Al-Qur'an, Peserta didik dapat menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an tentang
pengertian Al-Quran menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan
kodifikasinya, bukti-bukti keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan,
dan struktur Al-Qur’an, untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan
pesan Al-Qur'an dalam konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Pada elemen Ilmu Hadis, peserta didik mampu menganalisis hal ihwal tentang ilmu
hadis yang meliputi; perbedaan hadis, sunah, khabar, dan asar, sejarah
kodifikasi dan perkembangan hadis, unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi
hadis terhadap ayat Al-Qur’an, pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis
untuk meyakini kebenaran hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw.,
baik secara sanad dan matan maupun kualitas kesahihannya serta mengamalkan ilmu
hadis agar lebih kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam
konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Ilmu Al-Qur'an |
Peserta didik dapat
menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an yang meliputi; pengertian Al-Quran menurut
pendapat para ulama', sejarah turun dan kodifikasinya, bukti-bukti
keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan, dan struktur Al-Qur'an,
untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan pesan Al-Qur'an dalam
konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. |
|
Ilmu Hadis |
Peserta didik mampu
menganalisis hal ihwal tentang ilmu hadis yang meliputi; perbedaan hadis,
sunah, khabar, dan asar, sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis,
unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi hadis terhadap ayat Al-Quran,
pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis untuk meyakini kebenaran
hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw., baik secara sanad dan
matan maupun kualitas kesahihannya serta menggunakan ilmu hadis agar selektif
terhadap hadis yang dijadikan dasar beramal, sebagai sarana menanamkan sikap
kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam konteks
kehidupan berbangsa dan bernegara. |
B Kompetensi Awal
Turunnya al-Qur’an merupakan suatu
kejadian yang sangat mengagetkan sekaligus menggembirakan hati Rasulullah saw..
Proses penurunan wahyu sangatlah berat karena diturunkan melalui perantara
malaikat Jibril. Saat malaikat jibril menyampaikan wahyu tersebut, Rasullullah
merasa berat karena tidak bisa melaksanakan perintah malaikat Jibril. Tetapi
setelah berkali-kali malaikat Jibril mengulang akhirnya Rasullah saw. dapat
menerimanya.
C. Profil Pelajar Pancasila
(PPP) dan Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRA)
§ Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai
adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis
dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.
§ Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.
D. Sarana dan Prasarana
Media : LCD proyektor,
komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain
Sumber
Belajar : LKPD, Buku Teks, laman
E-learning, E-book, dan lain-lain
E. Target Peserta Didik
Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular
F. Model DAN METODE Pembelajaran
Discovery
learning, Diskusi, Tanya jawab dan
games
KOMPETENSI INTI
A. Tujuan Pembelajaran
§ Menghayati kebenaran penurunan al-Qur’an.
§ Memahami penurunan dan penulisan al-Qur’an
secara bertahap.
§ Menganalisis sejarah penurunan
al-Qur’an
B. Pemahaman Bermakna
§ Menganalisis sejarah penurunan dan penulisan
al-Qur’an.
§ Menyajikan hasil analisis
sejarah penurunan dan penulisan al-Qur’an.
C. Pertanyaan Pemantik
Guru menanyakan kepada peserta didik seputar materi
Kebenaran
Penurunan Al-Qur’an
D. Kegiatan Pembelajaran
PERTEMUAN KE-1
Tahap
Penurunan Al-Qur’an Dan Hikmah Al-Quran Diturunkan Secara Berangsur-Angsur
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Tahap Penurunan Al-Qur’an Dan Hikmah
Al-Quran Diturunkan Secara Berangsur-Angsur |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Tahap Penurunan Al-Qur’an Dan Hikmah
Al-Quran Diturunkan Secara Berangsur-Angsur |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Tahap Penurunan Al-Qur’an Dan Hikmah
Al-Quran Diturunkan Secara Berangsur-Angsur |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Tahap Penurunan
Al-Qur’an Dan Hikmah Al-Quran Diturunkan Secara Berangsur-Angsur § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-2
Sebab atau
faktor diturunkannya Al-Qur’an
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Sebab atau faktor diturunkannya Al-Qur’an |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Sebab atau faktor diturunkannya Al-Qur’an |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Sebab atau faktor diturunkannya Al-Qur’an |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok
atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang
dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Sebab atau faktor
diturunkannya Al-Qur’an § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-3
Sejarah
Penulisan Al-Qur’an
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Sejarah Penulisan Al-Qur’an |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Sejarah Penulisan Al-Qur’an |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Sejarah Penulisan Al-Qur’an |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Sejarah Penulisan
Al-Qur’an § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
E. Pembelajaran Diferensiasi
§ Untuk siswa yang sudah memahami materi ini
sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh,
disarankan untuk membaca materi Kebenaran Penurunan Al-Qur’an dari berbagai referensi yang relevan.
§ Guru dapat menggunakan alternatif metode dan
media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan
pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
§ Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini,
disarankan untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau
di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan
untuk belajar kepada teman sebaya.
E. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran)
a. Asesmen
awal
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam
memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
|
Ya |
Tidak |
||
|
1 |
Apakah
pernah membaca buku terkait ? |
|
|
|
2 |
Apakah
kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik ? |
|
|
|
3 |
Apakah
kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode inquiry learning,
diskusi ? |
|
|
b. Asesmen
selama proses pembelajaran
Asesmen ini dilakukan guru selama
pembelajaran, khususnya saat peserta didik melakukan kegiatan diskusi,
presentasi dan refleksi tertulis. Asesmen saat inquiry learning (ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar
dengan metode inquiry learning)
Lembar kerja
pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade
inquiry learning
|
No |
Nama Siswa |
Arpak yang diamati |
Skor |
|||||
|
Gagasan |
Aktif |
Kerjasama |
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Nilai akhir x 25 |
||||||||
2. Asesmen Sumatif
a. Asesmen
Pengetahuan
Soal Asesmen Pengetahuan
Jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar!
1. Kapankah wahyu
pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.?
2. Jelaskan proses
turunnya al-Qur’an secara berangsur-angsur.!
3. Jelaskan kenapa
Sahabat Abu Bakar menolak usulan Sahabat Umar untuk mengumpulkan dan menuliskan
catatan wahyu.?
4. Apa yang
dilakukan Khalifah Usman ketika selesai menuliskan al-Qur’an secara utuh di
dalam satu mushaf?
b. Asesmen
keterampilan
1) Peserta
didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis
Contoh rubrik
penilaian praktek:
Nama : …………………………………..
Kelas :
…………………………………..
|
No |
Aspek Penilaian |
Skor |
|
1 |
Kelancaran
(kompetensi gramatikal di aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
2 |
Ketepatan
(kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf) |
20 |
|
3 |
Isi
(kompetensi wacana dan sosiolinguistik) |
20 |
|
4 |
Ucapan/pelafalan
(kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
5 |
Gestur
(kompetensi strategi) |
20 |
|
Total |
100 |
|
Indikator
Penilaian aspek kelancaran (fluency)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
15 - 20 |
|
2 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
10 - 14 |
|
3 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
5 - 9 |
|
4 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
0 - 4 |
Indikator penilaian
aspek ketepatan (accuracy)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
15 - 20 |
|
2 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
10 - 14 |
|
3 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
5 - 9 |
|
4 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek isi
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi detail |
25 -30 |
|
2 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi kurang detail |
20 - 24 |
|
3 |
Memiliki
struktur teks deskriptif tidak lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari
klasifikasi kurang detail |
15 - 19 |
|
4 |
Memiliki
struktur teks deskriptif kurang lengkap (deskripsi umum dan deskripsi
khusus), deskripsi umum meliputi definisi, dan deskripsi khusus kurang sesuai |
10 - 14 |
|
5 |
Tidak ada
komponen struktur deskriptif |
1 - 9 |
Petunjuk penskoran:
Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:
Skor Perolehan x 10 = ….
2) Peserta
didik membuat kartu nama
Contoh rubrik
penilaian produk kartu nama
|
No |
Nama Siswa |
Perencanaan Bahan |
Aspek Yang Dinilai |
Jml |
|||
|
Proses Pembuatan |
Hasil Produk |
||||||
|
Langkah pembuatan |
Teknik pembuatan |
Bentuk fisik |
Inovasi |
||||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Skor antara 1 – 5
Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas
yang diberikan
F. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
§ Pengayaan diberikan kepada
peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.
§ Guru memberikan
pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan
kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
§ Program pengayaan dilakukan di luar
jam belajar efektif.
Remedial
§ Remedial diberikan kepada peserta didik yang
belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran
§ Guru melakukan pembahasan ulang terhadap
materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan
pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan
menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
§ Program remedial dilakukan di luar jam
belajar efektif.
G. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan
kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:
§ Apakah semua peserta didik terlibat aktif
dalam pembelajaran iniv ?
§ Apakah ada kesulitan yang dialami peserta
didik?
§ Apakah semua peserta didik sudah dapat
melampaui target pembelajaran?
§ Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan
profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?
§ Apa langkah yang perlu dilakukan untuk
memperbaiki proses belajar?
Refleksi Peserta Didik:
|
No |
Pertanyaan Refleksi |
Jawaban Refleksi |
|
1 |
Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari
pelajaran ini? |
|
|
2 |
Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil
belajarmu? |
|
|
3 |
Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami
pelajaran ini? |
|
|
4 |
Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5,
berapa bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan |
|
|
Kepala Sekolah LUFIANA, S.S NBM. 1024550 |
MAGELANG,
......JULI
2025 Guru
Mata Pelajaran KUNI HIRIYANTI, S.Pd NIP. - |
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK (LKPD)
Nama : …………………………………..
Kelas : …………………………………..
Penerapan
Tulislah
wahyu yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. di gua Hira
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
Lampiran 2
MATERI
BAHAN AJAR
1. PENGERTIAN TURUNNYA AL QUR’AN
Secara
majazi turunnya al-Qur’an diartikan sebagai pemberitahuan dengan cara dan
sarana yang dikehendaki Allah swt.. sehingga dapat diketahui oleh para malaikat
di lauh mahfuz dan oleh nabi Muhammad saw. di dalam hatinya yang suci.
Adapun
tentang kaifiyat turunnya al-Qur’an itu terjadi perbedaan antara para ulama. Dalam
hal ini ada tiga pendapat :
a. Al-Qur’an itu
diturunkan ke langit dunia pada malam al-qadr sekaligus lengkap dari awal
sampai akhir. Kemudian diturunkan berangsur-angsur sesudah itu dalam tempo 20
tahun atau 23 tahun atau 25 tahun berdasarkan pada perbedaan yang terjadi
tentang berapa lama nabi bermukim di Mekkah sesudah beliau di angkat menjadi
rasul. Pendapat ini berpegang pada riwayat At- Tabary dari Ibnu ‘Abbas beliau
berkata ‚diturunkan al-Qur’an dalam lailatul qadr dalam bulan Ramadan ke langit
dunia sekaligus, kemudian dari sana (langit) diturunkan berangsur-angsur ke
dunia‛.
b. Al-Qur’an itu di
turunkan ke langit dunia sebanyak 20 kali lailatul qadr dalam 20 tahun atau 23
kali lailatul qadr dalam 23 tahun atau 25 kali lailatul qadr dalam 25 tahun.
Pada tiap-tiap malam diturunkan ke langit dunia tersebut, sekedar yang hendak
di turunkan dalam tahun itu kepada Nabi Muhammad saw. dengan cara
berangsur-angsur.
c. Al-Qur’an itu
permulaan turunnya ialah di malam al-qadr, kemudian diturunkan setelah itu
dengan berangsur-angsur dalam berbagai waktu.
Adapula
pendapat bahwa al-Qur’an di turunkan tiga kali dalam tiga tingkat:
1. Di turunkan ke
Lauh Mahfuz.
2. Di turunkan ke
Baitul ‘Izzah di langit dunia.
3. Di turunkan berangsur-angsur
ke dunia.
Meski
sanadnya sahih, Dr. Subkhi Saleh menolak pendapat di atas tersebut karena
turunnya al-Qur’an yang demikian itu termasuk bidang yang gaib dan juga berlawanan
dengan zahir al-Qur’an.
Al-Qur’an
diturunkan dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari, yaitu mulai dari malam 17
Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi sampai 9 Zulhijjah haji wada’ tahun 63
dari kelahiran Nabi atau tahun 10 H. Permulaan turunnya al-Qur’an ketika Nabi
saw.. bertahannus| (beribadah) di Gua Hira. Pada saat itu turunlah wahyu dengan
perantara Jibril al-Amin dengan membawa beberapa ayat al-Qur’an. Surat yang
pertama kali turun adalah surat al-‘Alaq ayat 1-5. Sebelum wahyu diturunkan telah
turun sebagian irhas (tanda dan dalil) sebagaimana hadis yang diriwayatkan Imam
Bukhari dengan sanad dari Aisyah yang menunjukkan akan datangnya wahyu dan
bukti nubuwwah bagi Rasul saw. yang mulia. Diantara tanda-tanda tersebut adalah
mimpi yang benar di kala beliau tidur dan kecintaan beliau untuk menyendiri dan
berkhalwat di Gua Hira untuk beribadah kepada Tuhannya.
2. PENGERTIAN PENULISAN AL-QUR’AN
Penulisan
al-Qur’an adalah proses penulisan al-Qur’an dari wahyu yang diterima Nabi
Muhammad saw. hingga selesai dikumpulkan dalam sebuah tulisan berupa mushaf
(kitab berjilid) pada zaman Khalifah Usman bin Affan. Penulisan dan pengumpulan
al-Qur’an ini melewati tiga fase.
a. Zaman Nabi
Tahap
pertama adalah zaman Nabi Muhammad saw. di mana pada tahap ini hafalan para
sahabat lebih banyak berperan daripada tulisan-tulisan yang masih terpisah-pisah.
Siapa saja di antara para sahabat yang mendengar satu ayat, maka akan langsung
menghafalnya atau menuliskannya dengan sarana seadanya di pelepah kurma,
potongan kulit, permukaan batu cadas atau tulang belikat unta. Jumlah para penghafal
al-Qur’an sangat banyak.
b. Zaman Sahabat
Abu Bakar
Pada
zaman ini terjadi banyak peperangan yang mengakibatkan banyak para sahabat
penghafal al-Qur’an meninggal dunia. Di antara para sahabat pilihan penghafal
al-Qur’an yang meninggal pada perang Yamamah adalah Salim bekas budak Abu
Hudzaifah di mana Rasulullah saw. pernah memerintahkan para sahabat untuk
mengambil pelajaran al-Qur’an darinya. Maka Abu Bakar r.a. memerintahkan untuk
mengumpulkan al-Qur’an agar tidak hilang.
Seusai
perang Yamamah, sahabat Umar Ibn Khattab menyampaikan pendapat kepada Abu Bakar
untuk menulis ulang dan mengumpulkan catatan-catatan al- Qur’an yang masih
terpisah-pisah. Namun Abu Bakar menolaknya, ia tidak ingin melakukannya karena
takut dosa, sehingga Umar terus-menerus mengemukakan pandangannya. Akhirnya
Allah sswt. membukakan pintu hati Abu Bakar untuk hal itu, dia lalu memanggil
Zaid Ibn Tsabit dan memerintahkannya untuk menuliskan ulang catatan-catatan
al-Qur’an dalam sebuah mushaf.
Mushaf
tersebut berada di tangan Abu Bakar hingga dia wafat, kemudian dipegang oleh
Umar hingga wafatnya, dan kemudian di pegang oleh Hafsah Binti Umar.
c. Zaman Usman
Periode
ini adalah periode ketiga proses pengumpulan dan penulisan al- Qur’an. Banyak
catatan dan kumpulan-kumpulan catatan al-Qur’an yang berbedabeda di antara para
sahabat. Hal itu dikhawatirkan akan menjadi fitnah, maka Khalifah Usman bin
Affan memerintahkan untuk mengumpulkan mushaf-mushaf tersebut menjadi satu
mushaf sehingga kaum muslimin tidak berbeda bacaannya yang bisa menyebabkan
pertengkaran dan perpecahan.
Kemudian
Usman memerintahkan Zaid Ibn Tsabit, Abdullah Ibn Az-Zubair, Sa’id Ibn al-‘Ash
dan Abdurrahman Ibnul Harits Ibn Hisyam r.a. untuk menuliskannya kembali dan
memperbanyaknya. Zaid Ibn Tsabit berasal dari kaum Anshar sementara tiga orang
yang lain berasal dari Quraisy.
Usman
mengatakan kepada ketiganya : ‚Jika kalian berbeda bacaan dengan Zaid Ibn
Tsabit pada sebagian ayat al-Qur’an, maka tuliskanlah dengan dialek Quraisy,
karena al-Qur’an diturunkan dengan dialek tersebut!‛, merekapun lalu mengerjakannya
dan setelah selesai, Usman mengembalikan mushaf itu kepada Hafshah dan
mengirimkan hasil pekerjaan tersebut ke seluruh penjuru negeri Islam serta
memerintahkan untuk membakar naskah mushaf al-Qur’an selainnya.
Sahabat
Mush’ab bin Sa’ad mengatakan : ‚Aku melihat orang banyak ketika Usman membakar
mushaf-mushaf yang ada, merekapun keheranan melihatnya‛, atau dia katakan :
‚Tidak ada seorangpun dari mereka yang mengingkarinya, hal itu adalah termasuk
nilai positif bagi Amirul Mukminin Usman Ibn ‘Affan r.a. yang disepakati oleh
kaum muslimin seluruhnya.‛ Hal itu adalah penyempurnaan dari pengumpulan yang
dilakukan Khalifah Rasulullah saw. Abu Bakar As-Siddiq r.a..
Perbedaan
antara pengumpulan yang dilakukan Usman bin ‘Affan dan pengumpulan yang dilakukan Abu Bakar
As-Siddiq adalah : Tujuan dari pengumpulan al-Qur’an di zaman Abu Bakar adalah
menuliskan dan mengumpulkan keseluruhan ayat-ayat al-Qur’an dalam satu mushaf
agar tidak tercecer dan tidak hilang tanpa membawa kaum muslimin untuk bersatu
pada satu mushaf; hal itu dikarenakan lebih terlihat pengaruh dari perbedaan
dialek bacaan yang mengharuskannya membawa mereka untuk bersatu pada satu
mushaf al-Qur’an saja. Sedangkan tujuan dari pengumpulan al-Qur’an di zaman
Khalifah Usman r.a. adalah : Mengumpulkan dan menuliskan al-Qur’an dalam satu
mushaf dengan satu dialek bacaan dan membawa kaum muslimin untuk bersatu pada
satu mushaf al- Qur’an karena timbulnya pengaruh yang mengkhawatirkan pada
perbedaan dialek bacaan al-Qur’an.
Hasil
yang didapatkan dari pengumpulan ini terlihat dengan timbulnya kemaslahatan
yang besar di tengah-tengah kaum muslimin, di antaranya : Persatuan dan
kesatuan, kesepakatan bersama dan saling berkasih sayang. Kemudian mudarat yang
besarpun bisa dihindari yang di antaranya adalah : Perpecahan umat, perbedaan keyakinan,
tersebar luasnya kebencian dan permusuhan.
Mushaf
al-Qur’an tetap seperti itu sampai sekarang dan disepakati oleh seluruh kaum
muslimin serta diriwayatkan secara mutawatir. Dipelajari oleh anakanak dari
orang dewasa, tidak bisa dipermainkan oleh tangan-tangan kotor para perusak dan
tidak sampai tersentuh oleh hawa nafsu orang-orang yang menyeleweng.
Lampiran 3
GLOSARIUM
Ijmal : ringkasan, secara umum ikhtisar, tidak terinci
Maknawi : tentang makna, berkaitan dengan makna, yang
tersirat, inti, penting
Masdar : bentuk asli, bentuk asal, verbal
Mukjizat : kejadian luar biasa yang dialami nabi yang di
luar jangkauan akal manusia
Rida : rela, suka, senag hati
Risalah : ringkasan yang dikirimkan, surat edaran,
notulensi rapat, keterangan ringkas tentang suatu bahasan ilmu pengetahuan
Tarikh : Penanggalan, perhitungan tantang tanggal,
penanda waktu
Tasrif : Sistem perubahan bentuk kata dalam bahasa arab
yang menandakan waktu, pelaku dan, pekerjaan, benda atau keterangan
Lampiran 4
DAFTAR
PUSTAKA
Abdul Wahid Ramli. Ulumul Qur’an, Raja Grafindo Persada,
Jakarta, 2002
Ahad Syadali,. Ahmad Rofi’i, Ulumul Qur’an 1, CV Pustaka
setia abadi, Bandung, 1997
Ahmad Syadali. ‘Ulumul Qur’an I. Cet. I; Bandung: Pustaka
Setia, 1997.
Al-Alwi Sayyid Muhammad Ibn Sayyid Abbas, Faidl
Al-Khobir, Al-Hidayah, Surabaya
Al-Qattan, Manna’ Khalil. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Litera
Antar Nusa, Jakarta, 2000
Al-Shalih, Shubhi, Mabahits fi ‘Ulum al-Quran, Dar al
‘Ilm Li al-Malayin, Beirut, 1977
Al-Shobuny, Mohammad Aly, at-Tibyan fi Ulumil Qur’an,
Alam al-Kitab, Beirut
al-Suyuti, Jalaluddin, al-Itqan fi Ulum al-Qur’an, Cet.I;
Beirut: Muassasah al-Risalah, 2008
Al-Salih, Subhi, Membahas Ilmu – Ilmu Hadis. Pustaka
Firdaus: Jakarta, 2000.
Al-Zarqany, Muhammad Abd al-Azhim, Manahil al-Irfan fi
Ulum al-Qur’an, Juz I, Isa al-Baby al-Halaby wa Syirkah, Mesir
Factur Rahman. Ikhtisar Musthalahul Hadis. Al-Ma’rif,
Bandung, 1985
Hasbi ash-Shidiqi, Tengku Muhammad, Sejarah dan Pengantar
Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 2009
Hudhari Bik, Tarikh At-Tasyri’ Al-Islami, (Terj. Mohammad
Zuhri, Rajamurah Al-Qanaah), 1980,
Ismail, Muhammad Bakri, Dirasat fi Ulum al-Qur’an, Cet.
II; Kairo: Dar al-Manar, 1999
Jalal al-Din ‘Abd al- Rahman ibn Abi bakr al-Suyuthi,
Tadrib al-RAwi fi Syarh Taqrib an- Nawawi, jilid 1, Beirut: Dar al-Fikr
Kahar Masyur, Pokok-pokok Ulumul Qur’an,Rineka Cipta,
Jakarta, 1992
Kamaluddin Marzuki, Ulumul Quran, PT Remaja Rosda Karya,
Bandung, 1994
Khatib, Al.M. Ajjaj. Al Sunah Qobla Al Tadwin.Dar Al
Fikr: Beirut, 1997
Mana’ul Quthan, Pembahasan ilmu Al-Qur’an, PT Rineka
cipta, Jakarta, 1993
M. Hasbi Ashshiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu
alqur’an dan Tafsir, PT Bulan Bintang, Jakarta, 1992
Muhammad Chirzin, Al-Qur’an dan Ulumul Qur’an, Dana Bakti
Primayasa, Yogyakarta, 1998
M. Quraish Shihab, ‚Membumikan‛ Al-Qur’an: Fungsi dan
Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Cet. XIX; Bandung: Mizan, 1999)
Muhammad Ahmad &
M. Mudzakir, Ilmu Hadis (Cet – 10), Pustaka Setia, Bandung, 2000
Muhammad Ahmad. Ulumul Hadis. Pustaka Setia, Bandung,
2004
Nawir Yuslem. MA, ulumul Hadis, Mutiara sumber widya,
Jakarta 2001
Rofi’i, Ahmad & Ahmad Syadali. Ulumul Quran Pustaka
Setia, Bandung 1997.
Subhi Ash-Shalih, Membahas ilmu-ilmu Al-quran, terjemah
Nur Rakhim, Pustaka Firdaus Jakarta, 1993
Suparta, Munzier. Ilmu Hadis, Raja Grapindo: Jakarta,
2002
Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy Sejarah dan
Pengantar Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 1998
Zarkasih, M.Ag.,
Pengantar Studi Hadis, Aswaja Presindo, Yogyakarta, 2012
|
Mengetahui, Kepala
Sekolah LUFIANA, S.S NBM.
1024550 |
MAGELANG, ......JULI
2025 Guru Mata Pelajaran KUNI HIRIYANTI, S.Pd NIP. - |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar