Jumat, 02 Januari 2026

MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH MATA PELAJARAN : AL-QUR'AN HADITS BAB 1 : AL-QUR’AN ADALAH WAHYU ALLAH

 

MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH

MATA PELAJARAN : AL-QUR'AN HADITS

BAB 1 : AL-QUR’AN ADALAH WAHYU ALLAH

 

INFORMASI UMUM

 

A.   Identitas Modul

Nama Madrasah              :    MA Muhammadiyah Blabak

Nama Penyusun               :    Kuni Hiriyanti, S.Pd

Mata Pelajaran                :    Al-Qur'an Hadits

Kelas / Fase Semester      :    X/ E / 1

Elemen                              :    Al-Qur’an Adalah Wahyu Allah

Alokasi waktu                  :    2 x 45 Menit

 

Capaian Pembelajaran

Pada akhir Fase E, pada elemen Ilmu Al-Qur'an, Peserta didik dapat menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an tentang pengertian Al-Quran menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan kodifikasinya, bukti-bukti keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan, dan struktur Al-Qur’an, untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan pesan Al-Qur'an dalam konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Pada elemen Ilmu Hadis, peserta didik mampu menganalisis hal ihwal tentang ilmu hadis yang meliputi; perbedaan hadis, sunah, khabar, dan asar, sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis, unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi hadis terhadap ayat Al-Qur’an, pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis untuk meyakini kebenaran hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw., baik secara sanad dan matan maupun kualitas kesahihannya serta mengamalkan ilmu hadis agar lebih kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

Elemen

Capaian Pembelajaran

Ilmu Al-Qur'an

Peserta didik dapat menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an yang meliputi; pengertian Al-Quran menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan kodifikasinya, bukti-bukti keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan, dan struktur Al-Qur'an, untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan pesan Al-Qur'an dalam konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Ilmu Hadis

Peserta didik mampu menganalisis hal ihwal tentang ilmu hadis yang meliputi; perbedaan hadis, sunah, khabar, dan asar, sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis, unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi hadis terhadap ayat Al-Quran, pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis untuk meyakini kebenaran hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw., baik secara sanad dan matan maupun kualitas kesahihannya serta menggunakan ilmu hadis agar selektif terhadap hadis yang dijadikan dasar beramal, sebagai sarana menanamkan sikap kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

B    Kompetensi Awal

Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir yang diturunan oleh Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. Allah swt. juga menurunkan kitab-kitab suci kepada para nabi sebelum Nabi Muhammad saw.. Kitab-kitab suci yang wajib diimani oleh umat Islam sebelum al-Qur’an adalah Zabur, Taurat dan Injil.

Umat Islam harus mengenal al-Qur’an sebagai pedoman hidup (way of life). Oleh karena itu umat islam harus memahami pengertian dan hal-hal yang terkait dengan al- Qur’an. Paling penting adalah memahami isi al-Qur’an dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

C.   Profil Pelajar Pancasila (PPP) dan Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRA)

§  Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.

§  Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.

 

D.   Sarana dan Prasarana

Media                    :    LCD proyektor, komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain

Sumber Belajar    :    LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain

 

E.   Target Peserta Didik

Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular

 

F.    Model DAN METODE Pembelajaran

Discovery learning, Diskusi, Tanya jawab dan games


 

KOMPETENSI INTI

 

A.   Tujuan Pembelajaran

§  Menjelaskan pengertian al-Qur’an menurut para ulama.

§  Menjelaskan nama-nama al-Qur’an.

§  Menunjukkan perilaku orang yang berpegang teguh kepada al-Qur’an.

 

B.   Pemahaman Bermakna

§  Menganalisis pengertian al-Qur’an dan wahyu menurut para ulama.

§  Menyajikan hasil analisis pengertian al-Qur’an dan wahyu dari para ulama.

 

C.   Pertanyaan Pemantik

Guru menanyakan kepada peserta didik seputar materi Al-Qur’an Adalah Wahyu Allah

 

D.   Kegiatan Pembelajaran

PERTEMUAN KE-1

Pengertian Al-qur’an menurut para ulama, dan nama-nama Al-qur’an

KEGIATAN PENDAHULUAN

§  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.

§  Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.

§  Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan diajarkan.

§  Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

§ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Pengertian Al-qur’an menurut para ulama, dan nama-nama Al-qur’an

Critical Thinking

§ Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Pengertian Al-qur’an menurut para ulama, dan nama-nama Al-qur’an

Collaboration

§ Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Pengertian Al-qur’an menurut para ulama, dan nama-nama Al-qur’an

Communication

§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan.

Creativity

§ Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait : Pengertian Al-qur’an menurut para ulama, dan nama-nama Al-qur’an

§ Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami

KEGIATAN PENUTUP

§  Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan

§  Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

§  Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

PERTEMUAN KE-2

Perngertian dan Perbedaan Wahyu, Ilham, serta Ta’lim

KEGIATAN PENDAHULUAN

§  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.

§  Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.

§  Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan diajarkan.

§  Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

§ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Perngertian dan Perbedaan Wahyu, Ilham, serta Ta’lim

Critical Thinking

§ Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Perngertian dan Perbedaan Wahyu, Ilham, serta Ta’lim

Collaboration

§ Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Perngertian dan Perbedaan Wahyu, Ilham, serta Ta’lim

Communication

§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan.

Creativity

§ Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait : Perngertian dan Perbedaan Wahyu, Ilham, serta Ta’lim

§ Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami

KEGIATAN PENUTUP

§  Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan

§  Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

§  Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

E.   Pembelajaran Diferensiasi

§  Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi Al-Qur’an Adalah Wahyu Allah dari berbagai referensi yang relevan.

§  Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.

§  Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.

 

E.   ASESMEN / PENILAIAN

1.    Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran)

a.    Asesmen awal

Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:

No

Pertanyaan

Jawaban

Ya

Tidak

1

Apakah pernah membaca buku terkait ?

 

 

2

Apakah kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik ?

 

 

3

Apakah kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode inquiry learning, diskusi ?

 

 

 

b.    Asesmen selama proses pembelajaran

Asesmen ini dilakukan guru selama pembelajaran, khususnya saat peserta didik melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis. Asesmen saat inquiry learning (ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar dengan metode inquiry learning)

 

Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade inquiry learning

No

Nama Siswa

Arpak yang diamati

Skor

Gagasan

Aktif

Kerjasama

1

2

3

4

1

Sultan Haykal

 

 

 

 

 

 

 

2

Aisy Anindya

 

 

 

 

 

 

 

3

Dias Abdalla

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

 

Nilai akhir x 25

 

2.    Asesmen Sumatif

a.    Asesmen Pengetahuan

Soal Asesmen Pengetahuan

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar!

1. Jelaskan tentang definisi al-Qur’an yang anda pahami dalam pembahasan di atas!

2. Mengapa al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup setiap muslim?

3. Bagaimana menurut anda, supaya mendapatkan petunjuk dari al-Qur’an?

4. Tulislah pendapatmu tentang nama-nama al-Qur’an !

 

b.    Asesmen keterampilan

1)    Peserta didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis

 

Contoh rubrik penilaian praktek:

 

Nama       :    …………………………………..

Kelas        :    …………………………………..

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Kelancaran (kompetensi gramatikal di aspek bunyi bahasa)

20

2

Ketepatan (kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf)

20

3

Isi (kompetensi wacana dan sosiolinguistik)

20

4

Ucapan/pelafalan (kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa)

20

5

Gestur (kompetensi strategi)

20

Total

100

 

Indikator Penilaian aspek kelancaran (fluency)

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Tidak ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif

15 - 20

2

Ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif

10 - 14

3

Tidak ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif

5 - 9

4

Ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif

0 - 4

 

Indikator penilaian aspek ketepatan (accuracy)

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Tidak ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat

15 - 20

2

Tidak ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat

10 - 14

3

Ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat

5 - 9

4

Ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat

0 - 4

 

Indikator penilaian aspek isi

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Memiliki struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi detail

25 -30

2

Memiliki struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi kurang detail

20 - 24

3

Memiliki struktur teks deskriptif tidak lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi kurang detail

15 - 19

4

Memiliki struktur teks deskriptif kurang lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, dan deskripsi khusus kurang sesuai

10 - 14

5

Tidak ada komponen struktur deskriptif

1 - 9

Petunjuk penskoran:

Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:

Skor Perolehan x 10 = ….

 

2)    Peserta didik membuat kartu nama

Contoh rubrik penilaian produk kartu nama

No

Nama Siswa

Perencanaan Bahan

Aspek Yang Dinilai

Jml

Proses Pembuatan

Hasil Produk

Langkah pembuatan

Teknik pembuatan

Bentuk fisik

Inovasi

1

Sultan Haykal

 

 

 

 

 

 

2

Aisy Anindya

 

 

 

 

 

 

3

Dias Abdalla

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

Skor antara 1 – 5

Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas yang diberikan

 

F.    PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Pengayaan

§  Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.

§  Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high order thinking

§  Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.

 

Remedial

§  Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran

§  Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.

§  Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.

 

G.   REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK

Refleksi Guru:

Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:

§  Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran ini ?

§  Apakah ada kesulitan yang dialami peserta didik?

§  Apakah semua peserta didik sudah dapat melampaui target pembelajaran?

§  Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?

§  Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?

 

Refleksi Peserta Didik:

No

Pertanyaan Refleksi

Jawaban Refleksi

1

Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari pelajaran ini?

 

2

Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?

 

3

Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?

 

4

Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5, berapa bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan

 

 

 

Mengetahui,

 

Kepala Sekolah

 

 

 

LUFIANA, S.S

NBM. 1024550

MAGELANG, ...... JULI  2025

 

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

KUNI HIRIYANTI, S.Pd

NIP. -

 

 


 

LAMPIRAN- LAMPIRAN

 

Lampiran 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama       :    …………………………………..

Kelas        :    …………………………………..

 

1. Penerapan

Bacalah dengan seksama pengertian dan nama-nama al-Qur’an di atas dengan baik, kemudian tulis penjelasan anda dalam kolom di bawah ini.

Ada beberapa nama yang dimiliki oleh al-Qur’an, jelaskan!

 

Ada pernyataan bahwa bagi pembaca al-Qur’an akan mendapatkan pahala. Jelaskan pernyataan ini!

 

 

2. Tugas

Amatilah orang-orang di sekitar tempat tinggalmu. Tuliskan contoh tindakan mereka di kolom sebelah kiri dan tuliskan tanggapanmu di sebelah kanan, apakah tindakan itu sudah sesuai tuntunan al-Qur’an dan sebutkan dalilnya.

Perilaku yang diamati

Tanggapan dan dalil

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 2

MATERI BAHAN AJAR

1. Pengertian Al-Qur’an

Para ulama ahli al-Qur’an memiliki beberapa definisi dan pemahaman tentang al-Qur’an, baik dari segi etimologi maupun terminologi.

Beberapa pendapat tentang nama Al-Qur’an secara kebahasaan antara lain adalah:

a. Menurut al-Lihyany (w.215)

Qur’an adalah bentuk kata benda/inti (masdar) dari kata kerja  yang artinya membaca. Dari kata ini al-Qur’an bisa diartikan sebagai bacaan atau sesuatu yang dibaca. Adapun potongan perubahan-perubahan (tasrifnya) adalah sebagai berikut:   Kata al-Qur’an selanjutnya digunakan untuk menamai kitab suci yang diturunkan Allah swt... kepada Nabi Muhammad saw.. Beberapa ulama juga mengikuti pendapat ini.

Dalil dari pendapat ini adalah QS al-Qiyamah ayat 17-18.

Artinya: Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya.

Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.

b. Menurut al-Asy’ari (w. 324 H)

Kata Qur’an berasal dari lafaz  artinya menggabungkan sesuatu dengan yang lain. Kata ini lalu dijadikan sebagai nama kumpulan wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. pendapat ini juga didasarkan pada kenyataan bahwa surat-surat, ayat-ayat dan huruf-huruf al-Qur’an saling beriringan dan saling digabungkan. Pendapat ini pun memiliki banyak pengikut.

c. Menurut al-Farra’ (w. 207 H)

Asal kata al-Qur’an adalah lafadz  yang merupakan bentuk jama’ dari Kata  yang berarti petunjuk atau indikator. Pendapat ini didasarkan pada kenyataan bahwa ayat-ayat al-Qur’an saling membenarkan antara yang satu dengan yang lainnya.

d. Menurut az-Zujaj (w.331 H)

Kata al-Qur’an berasal dari kata  yang mengikuti susunan pola (wazan)  yang artinya  (kumpulan). Argumen pendapat ini adalah karena al- Qur’an terdiri dari kumpulan surat-surat dan ayat-ayat yang memuat kisah-kisah, perintah dan larangan. Pendapat ini juga didasarkan karena al-Qur’an mengumpulkan inti sari dari kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi sebelum Nabi Muhammad saw.

e. Menurut Asy-Syafi’i (w. 204 H)

Imam Syafi’i berpendapat bahwa kata al-Qur’an adalah isim alam (nama) asli. Al-Qur’an menurut imam Syafi’i tidaklah berasal dari kata apa pun. Al- Qur’an memang sejak awal digunakan sebagai nama Kitab suci yang diturunkan Allah swt... kepada Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an memang nama khusus yang diberikan oleh Allah, seperti juga nama-nama kitab suci terdahulu, Zabur, Taurat dan Injil.

Abu Syuhbah menganggap bahwa pendapat al-Lihyany adalah pendapat paling tepat. Memang pendapat al-Lihyany adalah pendapat yang paling masyhur.

Sedangkan perbedaan pendapat tentang definisi al-Qur’an disebabkan adanya perbedaan sudut pandang dan perbedaan dalam menyebutkan unsur-unsur, sifatsifat atau aspek-aspek yang terkandung di dalam al-Qur’an. Perbedaan-perbedaan ini muncul karena kandungan al-Qur’an yang sangat luas dan komprehensif.

Semakin banyak unsur dan sifat dalam mendefinisikan al-Qur’an, maka semakin panjang pengertian dan pemahamannya.

Karenanya, perbedaan pendapat ini justru bisa saling melengkapi. Bila digabungkan, pemahaman terhadap pengertian al-Qur’an akan lebih luas dan komprehensif. Beberapa pendapat ulama mengenai definisi al-Qur’an secara terminologi di antaranya adalah:

a. Syeikh Muhammad Khudari Beik

Dalam kitab Tarikh at-Tasyri’ al-Islam, Syeikh Muhammad Khudari Beik mendefinisikan Al-Qur’an sebagai :

Artinya: Al-Qur’an ialah lafaz (firman Allah) yang berbahasa Arab, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. untuk dipahami isinya dan selalu diingat, yang disampaikan dengan cara mutawatir, yang ditulis dalam mushaf, yang dimulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Nas.

b. Subkhi Saleh

Subkhi Saleh mendefinisi al-Qur’an sebagai berikut :

Artinya: Al-Qur’an adalah kitab (Allah) yang mengandung mukjizat, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., yang ditulis dalam mushaf-mushaf, yang disampaikan secara mutawatir, dan bernilai ibadah membacanya.

c. Muhammad Abduh

Muhammad Abduh mendefinisikan al-Qur’an dengan pengertian sebagai berikut :

Artinya: Kitab (al-Qur’an) adalah bacaan yang tertulis dalam mushaf-mushaf, yang terpelihara di dalam dada (hati) orang-orang yang menjaganya dengan menghafalnya (yakni) orang-orang Islam.

Dari ketiga pendapat di atas, dapat disimpulkan beberapa unsur dalam pengertian al-Qur’an sebagai berikut :

a. Al-Qur’an adalah firman atau kalam Allah swt.

b. Al-Qur’an terdiri dari lafaz berbahasa Arab

c. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.

d. Al-Qur’an merupakan kitab Allah swt. yang mengandung mukjizat bagi Nabi Muhammad saw. yang diturunkan melalui perantara malaikat Jibril.

e. Al-Qur’an disampaikan dengan cara mutawatir (berkesinambungan).

f.   Al-Qur’an merupakan bacaan mulia dan membacanya merupakan ibadah.

g. Al-Qur’an ditulis dalam mushaf-mushaf, yang diawali dengan surah al- Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Nas

h. Al-Qur’an senantiasa terjaga/terpelihara kemurniannya dengan adanya sebagian orang Islam yang menjaganya dengan menghafal al-Qur’an.

 

2. Nama-nama Al-Qur’an

Al-Qur’an sebagai kitabullah memiliki banyak nama. Kitab al-Itqan karya Imam Suyuti menyebutkan bahwa al-Qur’an memiliki 55 nama. Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Az-Zarkasyi. Pendapat lain menyatakan ada 78 nama.

Beberapa nama al-Qur’an yang paling populer adalah :

a. Al-Qur’an

Nama al-Qur’an adalah paling populer dan paling sering dilekatkan. Kita tentu masih ingat bahwa al-Qur’an artinya bacaan atau yang dibaca. Adapun beberapa ayat yang di dalamnya terdapat istilah al-Qur’an adalah sebagai berikut:

QS al-Baqarah [2]: 185

Terjemahnya : Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).

QS al-A’raf [7]: 204

Terjemahnya : Dan apabila dibacakan al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.

QS Taha/20: 2

 

Terjemahnya : Kami tidak menurunkan al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah.

Di samping nama al-Qur’an yang telah disebut dalam ayat-ayat di atas masih banyak lagi ayat-ayat al-Qur’an yang di dalamnya terdapat nama al- Qur’an, seperti : QS Yunus [10]: 37, QS al-Hijr [15]: 87, QS an-Nahl [16]: 97, QS al-Hijr [17]: 9, QS al-Hasyr [59]: 21, dan QS al-Buruj [85]: 21.

b. Al-Kitab

Al-Qur’an sering disebut sebagai al-Kitab atau Kitabullah artinya kitab suci Allah. Al-Kitab juga bisa diartikan yang ditulis.

Dalil dari penamaan ini antara lain terdapat pada surat al-Baqarah ayat 2 :

Terjemahnya : Kitab (al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.

Dan surat Ali ‘Imran ayat 3

Terjemahnya : Dia menurunkan Kitab (al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil.

c. Al-Furqan

Al-Furqan artinya pembeda, maksudnya yang membedakan antara yang hak dan yang batil. Al-Furqan merupakan salah satu nama al-Qur’an. Penyebutan al-Furqan terdapat dalam surat al-furqan ayat 1

Terjemahnya: Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (al-Qur’an) kepada hamba- Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia)

d. Az- Zikr

Az-Zikr artinya pemberi peringatan. Melalui al-Qur’an Allah swt.. memberi peringatan kepada manusia. Penyebutan Az-Zikr terdapat dalam Surat al-Hijr ayat 9

Terjemahnya : Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.

e. At-Tanzil

At-Tanzil artinya yang diturunkan. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. melalui perantaraan malaikat Jibril a.s. untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia.

Penyebutan Tanzil ini antara lain terdapat dalam Surat Asy-Syu’ara ayat 192

Terjemahnya: Sesungguhnya (al-Qur’an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam.

Sedangkan nama-nama lain yang jumlahnya sangat banyak itu lebih merupakan keterangan sifat, fungsi atau indikator al-Qur’an.

 

Lampiran 3

GLOSARIUM

Ijmal            : ringkasan, secara umum ikhtisar, tidak terinci

Maknawi     : tentang makna, berkaitan dengan makna, yang tersirat, inti, penting

Masdar        : bentuk asli, bentuk asal, verbal

Mukjizat      : kejadian luar biasa yang dialami nabi yang di luar jangkauan akal manusia

Rida             : rela, suka, senag hati

Risalah        : ringkasan yang dikirimkan, surat edaran, notulensi rapat, keterangan ringkas tentang suatu bahasan ilmu pengetahuan

Tarikh         : Penanggalan, perhitungan tantang tanggal, penanda waktu

Tasrif           : Sistem perubahan bentuk kata dalam bahasa arab yang menandakan waktu, pelaku dan, pekerjaan, benda atau keterangan

 

Lampiran 4

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Wahid Ramli. Ulumul Qur’an, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002

Ahad Syadali,. Ahmad Rofi’i, Ulumul Qur’an 1, CV Pustaka setia abadi, Bandung, 1997

Ahmad Syadali. ‘Ulumul Qur’an I. Cet. I; Bandung: Pustaka Setia, 1997.

Al-Alwi Sayyid Muhammad Ibn Sayyid Abbas, Faidl Al-Khobir, Al-Hidayah, Surabaya

Al-Qattan, Manna’ Khalil. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Litera Antar Nusa, Jakarta, 2000

Al-Shalih, Shubhi, Mabahits fi ‘Ulum al-Quran, Dar al ‘Ilm Li al-Malayin, Beirut, 1977

Al-Shobuny, Mohammad Aly, at-Tibyan fi Ulumil Qur’an, Alam al-Kitab, Beirut

al-Suyuti, Jalaluddin, al-Itqan fi Ulum al-Qur’an, Cet.I; Beirut: Muassasah al-Risalah, 2008

Al-Salih, Subhi, Membahas Ilmu – Ilmu Hadis. Pustaka Firdaus: Jakarta, 2000.

Al-Zarqany, Muhammad Abd al-Azhim, Manahil al-Irfan fi Ulum al-Qur’an, Juz I, Isa al-Baby al-Halaby wa Syirkah, Mesir

Factur Rahman. Ikhtisar Musthalahul Hadis. Al-Ma’rif, Bandung, 1985

Hasbi ash-Shidiqi, Tengku Muhammad, Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 2009

Hudhari Bik, Tarikh At-Tasyri’ Al-Islami, (Terj. Mohammad Zuhri, Rajamurah Al-Qanaah), 1980,

Ismail, Muhammad Bakri, Dirasat fi Ulum al-Qur’an, Cet. II; Kairo: Dar al-Manar, 1999

Jalal al-Din ‘Abd al- Rahman ibn Abi bakr al-Suyuthi, Tadrib al-RAwi fi Syarh Taqrib an- Nawawi, jilid 1, Beirut: Dar al-Fikr

Kahar Masyur, Pokok-pokok Ulumul Qur’an,Rineka Cipta, Jakarta, 1992

Kamaluddin Marzuki, Ulumul Quran, PT Remaja Rosda Karya, Bandung, 1994

Khatib, Al.M. Ajjaj. Al Sunah Qobla Al Tadwin.Dar Al Fikr: Beirut, 1997

Mana’ul Quthan, Pembahasan ilmu Al-Qur’an, PT Rineka cipta, Jakarta, 1993

M. Hasbi Ashshiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu alqur’an dan Tafsir, PT Bulan Bintang, Jakarta, 1992

Muhammad Chirzin, Al-Qur’an dan Ulumul Qur’an, Dana Bakti Primayasa, Yogyakarta, 1998

M. Quraish Shihab, ‚Membumikan‛ Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Cet. XIX; Bandung: Mizan, 1999)

Muhammad Ahmad & M. Mudzakir, Ilmu Hadis (Cet – 10), Pustaka Setia, Bandung, 2000

Muhammad Ahmad. Ulumul Hadis. Pustaka Setia, Bandung, 2004

Nawir Yuslem. MA, ulumul Hadis, Mutiara sumber widya, Jakarta 2001

Rofi’i, Ahmad & Ahmad Syadali. Ulumul Quran Pustaka Setia, Bandung 1997.

Subhi Ash-Shalih, Membahas ilmu-ilmu Al-quran, terjemah Nur Rakhim, Pustaka Firdaus Jakarta, 1993

Suparta, Munzier. Ilmu Hadis, Raja Grapindo: Jakarta, 2002

Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 1998

Zarkasih, M.Ag., Pengantar Studi Hadis, Aswaja Presindo, Yogyakarta, 2012

 

Mengetahui,

 

Kepala Sekolah

 

 

LUFIANA, S.S

NBM. 1024550

MAGELANG, ...... JULI  2025

 

Guru Mata Pelajaran

 

 

KUNI HIRIYANTI, S.Pd

NIP. -

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar