MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH
MATA PELAJARAN : AL-QUR'AN HADITS
BAB 1 : AL-QUR’AN ADALAH WAHYU ALLAH
INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul
Nama Madrasah : MA Muhammadiyah Blabak
Nama Penyusun : Kuni
Hiriyanti, S.Pd
Mata Pelajaran : Al-Qur'an Hadits
Kelas / Fase Semester :
X/ E / 1
Elemen : Al-Qur’an Adalah Wahyu Allah
Alokasi waktu : 2 x 45 Menit
Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase E, pada elemen Ilmu
Al-Qur'an, Peserta didik dapat menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an tentang
pengertian Al-Quran menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan
kodifikasinya, bukti-bukti keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan,
dan struktur Al-Qur’an, untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan
pesan Al-Qur'an dalam konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Pada elemen Ilmu Hadis, peserta didik mampu menganalisis hal ihwal tentang ilmu
hadis yang meliputi; perbedaan hadis, sunah, khabar, dan asar, sejarah kodifikasi
dan perkembangan hadis, unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi hadis terhadap
ayat Al-Qur’an, pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis untuk meyakini
kebenaran hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw., baik secara
sanad dan matan maupun kualitas kesahihannya serta mengamalkan ilmu hadis agar
lebih kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam konteks
kehidupan berbangsa dan bernegara.
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Ilmu Al-Qur'an |
Peserta didik dapat
menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an yang meliputi; pengertian Al-Quran
menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan kodifikasinya, bukti-bukti
keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan, dan struktur Al-Qur'an,
untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan pesan Al-Qur'an dalam
konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. |
|
Ilmu Hadis |
Peserta didik mampu
menganalisis hal ihwal tentang ilmu hadis yang meliputi; perbedaan hadis,
sunah, khabar, dan asar, sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis,
unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi hadis terhadap ayat Al-Quran,
pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis untuk meyakini kebenaran
hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw., baik secara sanad dan
matan maupun kualitas kesahihannya serta menggunakan ilmu hadis agar selektif
terhadap hadis yang dijadikan dasar beramal, sebagai sarana menanamkan sikap
kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam konteks
kehidupan berbangsa dan bernegara. |
B Kompetensi Awal
Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir yang
diturunan oleh Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. Allah swt. juga menurunkan
kitab-kitab suci kepada para nabi sebelum Nabi Muhammad saw.. Kitab-kitab suci
yang wajib diimani oleh umat Islam sebelum al-Qur’an adalah Zabur, Taurat dan
Injil.
Umat Islam harus mengenal al-Qur’an sebagai
pedoman hidup (way of life). Oleh karena itu umat islam harus memahami
pengertian dan hal-hal yang terkait dengan al- Qur’an. Paling penting adalah
memahami isi al-Qur’an dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
C. Profil Pelajar Pancasila
(PPP) dan Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRA)
§ Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai
adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis
dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.
§ Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.
D. Sarana dan Prasarana
Media : LCD proyektor,
komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain
Sumber
Belajar : LKPD, Buku Teks, laman
E-learning, E-book, dan lain-lain
E. Target Peserta Didik
Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular
F. Model DAN METODE Pembelajaran
Discovery
learning, Diskusi, Tanya jawab dan
games
KOMPETENSI INTI
A. Tujuan Pembelajaran
§ Menjelaskan pengertian al-Qur’an
menurut para ulama.
§ Menjelaskan nama-nama al-Qur’an.
§ Menunjukkan perilaku orang yang berpegang
teguh kepada al-Qur’an.
B. Pemahaman Bermakna
§ Menganalisis
pengertian al-Qur’an dan wahyu menurut para
ulama.
§ Menyajikan hasil analisis
pengertian al-Qur’an dan wahyu dari para ulama.
C. Pertanyaan Pemantik
Guru menanyakan kepada peserta didik seputar
materi Al-Qur’an Adalah Wahyu Allah
D. Kegiatan Pembelajaran
PERTEMUAN KE-1
Pengertian
Al-qur’an menurut para ulama, dan nama-nama Al-qur’an
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Pengertian Al-qur’an menurut para ulama,
dan nama-nama Al-qur’an |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Pengertian Al-qur’an menurut para ulama,
dan nama-nama Al-qur’an |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Pengertian Al-qur’an menurut para ulama,
dan nama-nama Al-qur’an |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Pengertian
Al-qur’an menurut para ulama, dan nama-nama Al-qur’an § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-2
Perngertian
dan Perbedaan Wahyu, Ilham, serta Ta’lim
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth,
tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Perngertian dan Perbedaan Wahyu, Ilham,
serta Ta’lim |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Perngertian dan Perbedaan Wahyu, Ilham,
serta Ta’lim |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Perngertian dan Perbedaan Wahyu, Ilham,
serta Ta’lim |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Perngertian dan
Perbedaan Wahyu, Ilham, serta Ta’lim § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
E. Pembelajaran Diferensiasi
§ Untuk siswa yang sudah memahami materi ini
sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh,
disarankan untuk membaca materi Al-Qur’an Adalah Wahyu Allah dari berbagai referensi yang relevan.
§ Guru dapat menggunakan alternatif metode dan
media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan
pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
§ Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini,
disarankan untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau
di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan
untuk belajar kepada teman sebaya.
E. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran)
a. Asesmen
awal
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam
memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
|
Ya |
Tidak |
||
|
1 |
Apakah
pernah membaca buku terkait ? |
|
|
|
2 |
Apakah
kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik ? |
|
|
|
3 |
Apakah
kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode inquiry learning,
diskusi ? |
|
|
b. Asesmen
selama proses pembelajaran
Asesmen ini dilakukan guru selama
pembelajaran, khususnya saat peserta didik melakukan kegiatan diskusi,
presentasi dan refleksi tertulis. Asesmen saat inquiry learning (ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar
dengan metode inquiry learning)
Lembar kerja
pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade
inquiry learning
|
No |
Nama Siswa |
Arpak yang diamati |
Skor |
|||||
|
Gagasan |
Aktif |
Kerjasama |
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Nilai akhir x 25 |
||||||||
2. Asesmen Sumatif
a. Asesmen
Pengetahuan
Soal Asesmen Pengetahuan
Jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar!
1. Jelaskan tentang
definisi al-Qur’an yang anda pahami dalam pembahasan di atas!
2. Mengapa al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup
setiap muslim?
3. Bagaimana
menurut anda, supaya mendapatkan petunjuk dari al-Qur’an?
4. Tulislah
pendapatmu tentang nama-nama al-Qur’an !
b. Asesmen
keterampilan
1) Peserta
didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis
Contoh rubrik
penilaian praktek:
Nama : …………………………………..
Kelas :
…………………………………..
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Kelancaran
(kompetensi gramatikal di aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
2 |
Ketepatan
(kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf) |
20 |
|
3 |
Isi
(kompetensi wacana dan sosiolinguistik) |
20 |
|
4 |
Ucapan/pelafalan
(kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
5 |
Gestur
(kompetensi strategi) |
20 |
|
Total |
100 |
|
Indikator
Penilaian aspek kelancaran (fluency)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
15 - 20 |
|
2 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
10 - 14 |
|
3 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
5 - 9 |
|
4 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek ketepatan (accuracy)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
15 - 20 |
|
2 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
10 - 14 |
|
3 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
5 - 9 |
|
4 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek isi
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi detail |
25 -30 |
|
2 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi kurang detail |
20 - 24 |
|
3 |
Memiliki
struktur teks deskriptif tidak lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari
klasifikasi kurang detail |
15 - 19 |
|
4 |
Memiliki
struktur teks deskriptif kurang lengkap (deskripsi umum dan deskripsi
khusus), deskripsi umum meliputi definisi, dan deskripsi khusus kurang sesuai |
10 - 14 |
|
5 |
Tidak ada
komponen struktur deskriptif |
1 - 9 |
Petunjuk penskoran:
Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:
Skor Perolehan x 10 = ….
2) Peserta
didik membuat kartu nama
Contoh rubrik
penilaian produk kartu nama
|
No |
Nama Siswa |
Perencanaan Bahan |
Aspek Yang Dinilai |
Jml |
|||
|
Proses Pembuatan |
Hasil Produk |
||||||
|
Langkah pembuatan |
Teknik pembuatan |
Bentuk fisik |
Inovasi |
||||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Skor antara 1 – 5
Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas
yang diberikan
F. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
§ Pengayaan diberikan kepada
peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.
§ Guru memberikan
pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan
kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
§ Program pengayaan dilakukan di luar
jam belajar efektif.
Remedial
§ Remedial diberikan kepada peserta didik yang
belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran
§ Guru melakukan pembahasan ulang terhadap
materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan
pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan
menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
§ Program remedial dilakukan di luar jam
belajar efektif.
G. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan
kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:
§ Apakah semua peserta didik terlibat aktif
dalam pembelajaran ini ?
§ Apakah ada kesulitan yang dialami peserta
didik?
§ Apakah semua peserta didik sudah dapat
melampaui target pembelajaran?
§ Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan
profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?
§ Apa langkah yang perlu dilakukan untuk
memperbaiki proses belajar?
Refleksi Peserta Didik:
|
No |
Pertanyaan Refleksi |
Jawaban Refleksi |
|
1 |
Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari
pelajaran ini? |
|
|
2 |
Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil
belajarmu? |
|
|
3 |
Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami
pelajaran ini? |
|
|
4 |
Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5,
berapa bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan |
|
|
|
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK (LKPD)
Nama : …………………………………..
Kelas : …………………………………..
1. Penerapan
Bacalah
dengan seksama pengertian dan nama-nama al-Qur’an di atas dengan baik, kemudian
tulis penjelasan anda dalam kolom di bawah ini.
|
Ada beberapa nama yang dimiliki oleh al-Qur’an,
jelaskan! |
|
|
|
Ada
pernyataan bahwa bagi pembaca al-Qur’an akan mendapatkan pahala. Jelaskan pernyataan
ini! |
|
|
2. Tugas
Amatilah
orang-orang di sekitar tempat tinggalmu. Tuliskan contoh tindakan mereka di
kolom sebelah kiri dan tuliskan tanggapanmu di sebelah kanan, apakah tindakan itu
sudah sesuai tuntunan al-Qur’an dan sebutkan dalilnya.
|
Perilaku yang diamati |
Tanggapan dan dalil |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Lampiran 2
MATERI
BAHAN AJAR
1. Pengertian Al-Qur’an
Para
ulama ahli al-Qur’an memiliki beberapa definisi dan pemahaman tentang al-Qur’an,
baik dari segi etimologi maupun terminologi.
Beberapa
pendapat tentang nama Al-Qur’an secara kebahasaan antara lain adalah:
a. Menurut
al-Lihyany (w.215)
Qur’an
adalah bentuk kata benda/inti (masdar) dari kata kerja
Dalil
dari pendapat ini adalah QS al-Qiyamah ayat 17-18.
Artinya:
Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya.
Apabila
Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.
b. Menurut al-Asy’ari
(w. 324 H)
Kata
Qur’an berasal dari lafaz
c. Menurut al-Farra’
(w. 207 H)
Asal
kata al-Qur’an adalah lafadz
d. Menurut az-Zujaj
(w.331 H)
Kata
al-Qur’an berasal dari kata
e. Menurut
Asy-Syafi’i (w. 204 H)
Imam
Syafi’i berpendapat bahwa kata al-Qur’an adalah isim alam (nama) asli.
Al-Qur’an menurut imam Syafi’i tidaklah berasal dari kata apa pun. Al- Qur’an
memang sejak awal digunakan sebagai nama Kitab suci yang diturunkan Allah
swt... kepada Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an memang nama khusus yang diberikan
oleh Allah, seperti juga nama-nama kitab suci terdahulu, Zabur, Taurat dan
Injil.
Abu
Syuhbah menganggap bahwa pendapat al-Lihyany adalah pendapat paling tepat.
Memang pendapat al-Lihyany adalah pendapat yang paling masyhur.
Sedangkan
perbedaan pendapat tentang definisi al-Qur’an disebabkan adanya perbedaan sudut
pandang dan perbedaan dalam menyebutkan unsur-unsur, sifatsifat atau
aspek-aspek yang terkandung di dalam al-Qur’an. Perbedaan-perbedaan ini muncul
karena kandungan al-Qur’an yang sangat luas dan komprehensif.
Semakin
banyak unsur dan sifat dalam mendefinisikan al-Qur’an, maka semakin panjang
pengertian dan pemahamannya.
Karenanya,
perbedaan pendapat ini justru bisa saling melengkapi. Bila digabungkan,
pemahaman terhadap pengertian al-Qur’an akan lebih luas dan komprehensif.
Beberapa pendapat ulama mengenai definisi al-Qur’an secara terminologi di
antaranya adalah:
a. Syeikh Muhammad
Khudari Beik
Dalam
kitab Tarikh at-Tasyri’ al-Islam, Syeikh Muhammad Khudari Beik mendefinisikan
Al-Qur’an sebagai :
Artinya:
Al-Qur’an ialah lafaz (firman Allah) yang berbahasa Arab, yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad saw. untuk dipahami isinya dan selalu diingat, yang disampaikan
dengan cara mutawatir, yang ditulis dalam mushaf, yang dimulai dengan surat
al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Nas.
b. Subkhi Saleh
Subkhi
Saleh mendefinisi al-Qur’an sebagai berikut :
Artinya:
Al-Qur’an adalah kitab (Allah) yang mengandung mukjizat, yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad saw., yang ditulis dalam mushaf-mushaf, yang disampaikan secara
mutawatir, dan bernilai ibadah membacanya.
c. Muhammad Abduh
Muhammad
Abduh mendefinisikan al-Qur’an dengan pengertian sebagai berikut :
Artinya:
Kitab (al-Qur’an) adalah bacaan yang tertulis dalam mushaf-mushaf, yang terpelihara
di dalam dada (hati) orang-orang yang menjaganya dengan menghafalnya (yakni)
orang-orang Islam.
Dari
ketiga pendapat di atas, dapat disimpulkan beberapa unsur dalam pengertian
al-Qur’an sebagai berikut :
a. Al-Qur’an adalah
firman atau kalam Allah swt.
b. Al-Qur’an
terdiri dari lafaz berbahasa Arab
c. Al-Qur’an
diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.
d. Al-Qur’an
merupakan kitab Allah swt. yang mengandung mukjizat bagi Nabi Muhammad saw.
yang diturunkan melalui perantara malaikat Jibril.
e. Al-Qur’an
disampaikan dengan cara mutawatir (berkesinambungan).
f. Al-Qur’an
merupakan bacaan mulia dan membacanya merupakan ibadah.
g. Al-Qur’an
ditulis dalam mushaf-mushaf, yang diawali dengan surah al- Fatihah dan diakhiri
dengan surah an-Nas
h. Al-Qur’an
senantiasa terjaga/terpelihara kemurniannya dengan adanya sebagian orang Islam
yang menjaganya dengan menghafal al-Qur’an.
2. Nama-nama Al-Qur’an
Al-Qur’an
sebagai kitabullah memiliki banyak nama. Kitab al-Itqan karya Imam Suyuti
menyebutkan bahwa al-Qur’an memiliki 55 nama. Pendapat yang sama juga
disampaikan oleh Az-Zarkasyi. Pendapat lain menyatakan ada 78 nama.
Beberapa
nama al-Qur’an yang paling populer adalah :
a. Al-Qur’an
Nama
al-Qur’an adalah paling populer dan paling sering dilekatkan. Kita tentu masih
ingat bahwa al-Qur’an artinya bacaan atau yang dibaca. Adapun beberapa ayat
yang di dalamnya terdapat istilah al-Qur’an adalah sebagai berikut:
QS
al-Baqarah [2]: 185
Terjemahnya
: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an, sebagai
petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan
pembeda (antara yang benar dan yang batil).
QS
al-A’raf [7]: 204
Terjemahnya
: Dan apabila dibacakan al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat
rahmat.
QS
Taha/20: 2
Terjemahnya
: Kami tidak menurunkan al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi
susah.
Di
samping nama al-Qur’an yang telah disebut dalam ayat-ayat di atas masih banyak
lagi ayat-ayat al-Qur’an yang di dalamnya terdapat nama al- Qur’an, seperti :
QS Yunus [10]: 37, QS al-Hijr [15]: 87, QS an-Nahl [16]: 97, QS al-Hijr [17]:
9, QS al-Hasyr [59]: 21, dan QS al-Buruj [85]: 21.
b. Al-Kitab
Al-Qur’an
sering disebut sebagai al-Kitab atau Kitabullah artinya kitab suci Allah.
Al-Kitab juga bisa diartikan yang ditulis.
Dalil
dari penamaan ini antara lain terdapat pada surat al-Baqarah ayat 2 :
Terjemahnya
: Kitab (al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.
Dan
surat Ali ‘Imran ayat 3
Terjemahnya
: Dia menurunkan Kitab (al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung
kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan
Injil.
c. Al-Furqan
Al-Furqan
artinya pembeda, maksudnya yang membedakan antara yang hak dan yang batil.
Al-Furqan merupakan salah satu nama al-Qur’an. Penyebutan al-Furqan terdapat
dalam surat al-furqan ayat 1
Terjemahnya:
Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (al-Qur’an) kepada hamba- Nya
(Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan
manusia)
d. Az- Zikr
Az-Zikr
artinya pemberi peringatan. Melalui al-Qur’an Allah swt.. memberi peringatan
kepada manusia. Penyebutan Az-Zikr terdapat dalam Surat al-Hijr ayat 9
Terjemahnya
: Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang
memeliharanya.
e. At-Tanzil
At-Tanzil
artinya yang diturunkan. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah swt. kepada Nabi
Muhammad saw. melalui perantaraan malaikat Jibril a.s. untuk disampaikan kepada
seluruh umat manusia.
Penyebutan
Tanzil ini antara lain terdapat dalam Surat Asy-Syu’ara ayat 192
Terjemahnya:
Sesungguhnya (al-Qur’an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam.
Sedangkan
nama-nama lain yang jumlahnya sangat banyak itu lebih merupakan keterangan
sifat, fungsi atau indikator al-Qur’an.
Lampiran 3
GLOSARIUM
Ijmal : ringkasan, secara umum ikhtisar, tidak terinci
Maknawi : tentang makna, berkaitan dengan makna, yang
tersirat, inti, penting
Masdar : bentuk asli, bentuk asal, verbal
Mukjizat : kejadian luar biasa yang dialami nabi yang di
luar jangkauan akal manusia
Rida : rela, suka, senag hati
Risalah : ringkasan yang dikirimkan, surat edaran,
notulensi rapat, keterangan ringkas tentang suatu bahasan ilmu pengetahuan
Tarikh : Penanggalan, perhitungan tantang tanggal,
penanda waktu
Tasrif : Sistem perubahan bentuk kata dalam bahasa arab
yang menandakan waktu, pelaku dan, pekerjaan, benda atau keterangan
Lampiran 4
DAFTAR
PUSTAKA
Abdul Wahid Ramli. Ulumul Qur’an, Raja Grafindo Persada,
Jakarta, 2002
Ahad Syadali,. Ahmad Rofi’i, Ulumul Qur’an 1, CV Pustaka
setia abadi, Bandung, 1997
Ahmad Syadali. ‘Ulumul Qur’an I. Cet. I; Bandung: Pustaka
Setia, 1997.
Al-Alwi Sayyid Muhammad Ibn Sayyid Abbas, Faidl
Al-Khobir, Al-Hidayah, Surabaya
Al-Qattan, Manna’ Khalil. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Litera
Antar Nusa, Jakarta, 2000
Al-Shalih, Shubhi, Mabahits fi ‘Ulum al-Quran, Dar al
‘Ilm Li al-Malayin, Beirut, 1977
Al-Shobuny, Mohammad Aly, at-Tibyan fi Ulumil Qur’an,
Alam al-Kitab, Beirut
al-Suyuti, Jalaluddin, al-Itqan fi Ulum al-Qur’an, Cet.I;
Beirut: Muassasah al-Risalah, 2008
Al-Salih, Subhi, Membahas Ilmu – Ilmu Hadis. Pustaka
Firdaus: Jakarta, 2000.
Al-Zarqany, Muhammad Abd al-Azhim, Manahil al-Irfan fi
Ulum al-Qur’an, Juz I, Isa al-Baby al-Halaby wa Syirkah, Mesir
Factur Rahman. Ikhtisar Musthalahul Hadis. Al-Ma’rif,
Bandung, 1985
Hasbi ash-Shidiqi, Tengku Muhammad, Sejarah dan Pengantar
Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 2009
Hudhari Bik, Tarikh At-Tasyri’ Al-Islami, (Terj. Mohammad
Zuhri, Rajamurah Al-Qanaah), 1980,
Ismail, Muhammad Bakri, Dirasat fi Ulum al-Qur’an, Cet.
II; Kairo: Dar al-Manar, 1999
Jalal al-Din ‘Abd al- Rahman ibn Abi bakr al-Suyuthi,
Tadrib al-RAwi fi Syarh Taqrib an- Nawawi, jilid 1, Beirut: Dar al-Fikr
Kahar Masyur, Pokok-pokok Ulumul Qur’an,Rineka Cipta,
Jakarta, 1992
Kamaluddin Marzuki, Ulumul Quran, PT Remaja Rosda Karya,
Bandung, 1994
Khatib, Al.M. Ajjaj. Al Sunah Qobla Al Tadwin.Dar Al
Fikr: Beirut, 1997
Mana’ul Quthan, Pembahasan ilmu Al-Qur’an, PT Rineka
cipta, Jakarta, 1993
M. Hasbi Ashshiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu
alqur’an dan Tafsir, PT Bulan Bintang, Jakarta, 1992
Muhammad Chirzin, Al-Qur’an dan Ulumul Qur’an, Dana Bakti
Primayasa, Yogyakarta, 1998
M. Quraish Shihab, ‚Membumikan‛ Al-Qur’an: Fungsi dan
Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Cet. XIX; Bandung: Mizan, 1999)
Muhammad Ahmad &
M. Mudzakir, Ilmu Hadis (Cet – 10), Pustaka Setia, Bandung, 2000
Muhammad Ahmad. Ulumul Hadis. Pustaka Setia, Bandung,
2004
Nawir Yuslem. MA, ulumul Hadis, Mutiara sumber widya,
Jakarta 2001
Rofi’i, Ahmad & Ahmad Syadali. Ulumul Quran Pustaka
Setia, Bandung 1997.
Subhi Ash-Shalih, Membahas ilmu-ilmu Al-quran, terjemah
Nur Rakhim, Pustaka Firdaus Jakarta, 1993
Suparta, Munzier. Ilmu Hadis, Raja Grapindo: Jakarta,
2002
Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy Sejarah dan
Pengantar Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 1998
Zarkasih, M.Ag.,
Pengantar Studi Hadis, Aswaja Presindo, Yogyakarta, 2012
|
Mengetahui, Kepala
Sekolah LUFIANA, S.S NBM.
1024550 |
MAGELANG, ...... JULI
2025 Guru Mata Pelajaran KUNI HIRIYANTI, S.Pd NIP. - |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar