MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH
MATA PELAJARAN : AL-QUR'AN HADITS
BAB 5 : KEBENARAN AL-QUR’AN PADA SEMUA ASPEK
KEHIDUPAN
INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul
Nama Madrasah : MA Muhammadiyah Blabak
Nama Penyusun : Kuni Hiriyanti, S.Pd
Mata Pelajaran : Al-Qur'an Hadits
Kelas / Fase Semester :
X/ E / 1
Elemen : Kebenaran Al-Qur’an pada Semua Aspek
Kehidupan
Alokasi waktu : 2 x 45 Menit
Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase E, pada elemen Ilmu
Al-Qur'an, Peserta didik dapat menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an tentang
pengertian Al-Quran menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan
kodifikasinya, bukti-bukti keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan,
dan struktur Al-Qur’an, untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan
pesan Al-Qur'an dalam konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Pada elemen Ilmu Hadis, peserta didik mampu menganalisis hal ihwal tentang ilmu
hadis yang meliputi; perbedaan hadis, sunah, khabar, dan asar, sejarah
kodifikasi dan perkembangan hadis, unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi
hadis terhadap ayat Al-Qur’an, pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis
untuk meyakini kebenaran hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw.,
baik secara sanad dan matan maupun kualitas kesahihannya serta mengamalkan ilmu
hadis agar lebih kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam
konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Ilmu Al-Qur'an |
Peserta didik dapat
menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an yang meliputi; pengertian Al-Quran
menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan kodifikasinya, bukti-bukti
keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan, dan struktur Al-Qur'an,
untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan pesan Al-Qur'an dalam
konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. |
|
Ilmu Hadis |
Peserta didik mampu
menganalisis hal ihwal tentang ilmu hadis yang meliputi; perbedaan hadis,
sunah, khabar, dan asar, sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis, unsur-unsur
hadis, kedudukan dan fungsi hadis terhadap ayat Al-Quran, pembagian hadis,
serta tokoh-tokoh ulama hadis untuk meyakini kebenaran hadis-hadis tersebut
bersumber dari Rasulullah saw., baik secara sanad dan matan maupun kualitas
kesahihannya serta menggunakan ilmu hadis agar selektif terhadap hadis yang
dijadikan dasar beramal, sebagai sarana menanamkan sikap kritis dalam
menerima dan merespon berita di masyarakat dalam konteks kehidupan berbangsa
dan bernegara. |
B Kompetensi Awal
Al-Qur’an terdiri dari 30 juz, 114 surat dan 6.325 ayat.
Beberapa ulama menyebutkan 6.666 ayat. Kesemua bagian tersebut adalah
kalamullah yang dapat dijadikan rujukan oleh umat Islam dalam kehidupan
keseharian mereka. Dari sanalah hukum, ajaran dan pokok-pokok keimanan serta
pengetahuan umat Islam berasal dan dikembangkan.
Isi dan kandungan al-Qur’an yang
sangat luas dapat mencakup seluruh aspek kehidupan umat Islam yang meliputi
akidah, ibadah dan muamalah, akhlak, hukum, sejarah dan dasar-dasar ilmu
pengetahuan (sains) serta teknlogi.
C. Profil Pelajar Pancasila
(PPP) dan Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRA)
§ Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai
adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis
dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.
§ Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.
D. Sarana dan Prasarana
Media : LCD proyektor,
komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain
Sumber
Belajar : LKPD, Buku Teks, laman
E-learning, E-book, dan lain-lain
E. Target Peserta Didik
Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular
F. Model DAN METODE Pembelajaran
Discovery
learning, Diskusi, Tanya jawab dan games
KOMPETENSI INTI
A. Tujuan Pembelajaran
§ Menghayati
kebenaran al-Qur’an dalam setiap aspek
kehidupan;
§ Mengidentifikasi pokok-pokok isi al-Qur’an;
§ Menunjukkan ayat terkait dengan pokok isi
al-Qur’an;
§ Menjelaskan kandungan ayat yang
terkait dengan isi pokok ajaran al-Qur’an.
B. Pemahaman Bermakna
§ Menganalisis
pokok-pokok isi al-Qur’an;
§ Mengomunikasikan pokok-pokok ajaran
al-Qur’an dan contoh ayatnya.
C. Pertanyaan Pemantik
Guru menanyakan kepada peserta didik seputar
materi Kebenaran Al-Qur’an pada Semua Aspek Kehidupan
D. Kegiatan Pembelajaran
PERTEMUAN KE-1
Al-Qur’an
Mengajarkan Akidah
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Al-Qur’an Mengajarkan Akidah |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Al-Qur’an Mengajarkan Akidah |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Al-Qur’an Mengajarkan Akidah |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Al-Qur’an
Mengajarkan Akidah § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-2
Al-Qur’an
Mengajarkan Ibadah dan Muamalah
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Al-Qur’an Mengajarkan Ibadah dan Muamalah |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Al-Qur’an Mengajarkan Ibadah dan Muamalah |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Al-Qur’an Mengajarkan Ibadah dan Muamalah |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Al-Qur’an
Mengajarkan Ibadah dan Muamalah § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-3
Al-Qur’an
Mengajarkan Akhlak
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Al-Qur’an Mengajarkan Akhlak |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Al-Qur’an Mengajarkan Akhlak |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Al-Qur’an Mengajarkan Akhlak |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Al-Qur’an
Mengajarkan Akhlak § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-4
Al-Qur’an
Mengajarkan Hukum
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Al-Qur’an Mengajarkan Hukum |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Al-Qur’an Mengajarkan Hukum |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Al-Qur’an Mengajarkan Hukum |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Al-Qur’an
Mengajarkan Hukum § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-5
Al-Qur’an
Menceritakan Sejarah/ Kisah Umat Masa Lalu
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Al-Qur’an Menceritakan Sejarah/ Kisah Umat
Masa Lalu |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Al-Qur’an Menceritakan Sejarah/ Kisah Umat
Masa Lalu |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Al-Qur’an Menceritakan Sejarah/ Kisah Umat
Masa Lalu |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Al-Qur’an
Menceritakan Sejarah/ Kisah Umat Masa Lalu § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-6
Al-Qur’an
mengisyaratkan Dasar-dasar Ilmu Pengetahuan (Sains) Dan Teknologi
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Al-Qur’an mengisyaratkan Dasar-dasar Ilmu
Pengetahuan (Sains) Dan Teknologi |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Al-Qur’an mengisyaratkan Dasar-dasar Ilmu
Pengetahuan (Sains) Dan Teknologi |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Al-Qur’an mengisyaratkan Dasar-dasar Ilmu
Pengetahuan (Sains) Dan Teknologi |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Al-Qur’an
mengisyaratkan Dasar-dasar Ilmu Pengetahuan (Sains) Dan Teknologi § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
E. Pembelajaran Diferensiasi
§ Untuk siswa yang sudah memahami materi ini
sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh,
disarankan untuk membaca materi Kebenaran Al-Qur’an pada Semua Aspek Kehidupan dari berbagai referensi yang relevan.
§ Guru dapat menggunakan alternatif metode dan
media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan
pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
§ Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini,
disarankan untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau
di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan
untuk belajar kepada teman sebaya.
E. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran)
a. Asesmen
awal
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam
memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
|
Ya |
Tidak |
||
|
1 |
Apakah
pernah membaca buku terkait ? |
|
|
|
2 |
Apakah
kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik ? |
|
|
|
3 |
Apakah
kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode inquiry learning,
diskusi ? |
|
|
b. Asesmen
selama proses pembelajaran
Asesmen ini dilakukan guru selama
pembelajaran, khususnya saat peserta didik melakukan kegiatan diskusi,
presentasi dan refleksi tertulis. Asesmen saat inquiry learning (ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar
dengan metode inquiry learning)
Lembar kerja
pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade
inquiry learning
|
No |
Nama Siswa |
Arpak yang diamati |
Skor |
|||||
|
Gagasan |
Aktif |
Kerjasama |
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Nilai akhir x 25 |
||||||||
2. Asesmen Sumatif
a. Asesmen
Pengetahuan
Soal Asesmen Pengetahuan
Jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar!
1. Sebutkan isi
pokok kandungan al-Qur’an !
2. Jelaskan
pengertian ibadah !
3. Bagaimana
analisis saudara tentang ayat-ayat saintifik dalam al-Qur’an? Jelaskan.!
4. Jelaskan maksud
hukum Islam bersumber dari al-Qur’an. !
b. Asesmen
keterampilan
1) Peserta
didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis
Contoh rubrik penilaian
praktek:
Nama : …………………………………..
Kelas :
…………………………………..
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Kelancaran
(kompetensi gramatikal di aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
2 |
Ketepatan
(kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf) |
20 |
|
3 |
Isi
(kompetensi wacana dan sosiolinguistik) |
20 |
|
4 |
Ucapan/pelafalan
(kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
5 |
Gestur
(kompetensi strategi) |
20 |
|
Total |
100 |
|
Indikator
Penilaian aspek kelancaran (fluency)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
15 - 20 |
|
2 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
10 - 14 |
|
3 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
5 - 9 |
|
4 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek ketepatan (accuracy)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
15 - 20 |
|
2 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
10 - 14 |
|
3 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
5 - 9 |
|
4 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek isi
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Memiliki struktur
teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum
meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari
klasifikasi detail |
25 -30 |
|
2 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi kurang detail |
20 - 24 |
|
3 |
Memiliki
struktur teks deskriptif tidak lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari
klasifikasi kurang detail |
15 - 19 |
|
4 |
Memiliki
struktur teks deskriptif kurang lengkap (deskripsi umum dan deskripsi
khusus), deskripsi umum meliputi definisi, dan deskripsi khusus kurang sesuai |
10 - 14 |
|
5 |
Tidak ada
komponen struktur deskriptif |
1 - 9 |
Petunjuk penskoran:
Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:
Skor Perolehan x 10 = ….
2) Peserta
didik membuat kartu nama
Contoh rubrik
penilaian produk kartu nama
|
No |
Nama Siswa |
Perencanaan Bahan |
Aspek Yang Dinilai |
Jml |
|||
|
Proses Pembuatan |
Hasil Produk |
||||||
|
Langkah pembuatan |
Teknik pembuatan |
Bentuk fisik |
Inovasi |
||||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Skor antara 1 – 5
Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas
yang diberikan
F. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
§ Pengayaan diberikan kepada
peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.
§ Guru memberikan
pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan
kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
§ Program pengayaan dilakukan di luar
jam belajar efektif.
Remedial
§ Remedial diberikan kepada peserta didik yang
belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran
§ Guru melakukan pembahasan ulang terhadap
materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan
pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan
menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
§ Program remedial dilakukan di luar jam
belajar efektif.
G. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan
kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:
§ Apakah semua peserta didik terlibat aktif
dalam pembelajaran iniv ?
§ Apakah ada kesulitan yang dialami peserta
didik?
§ Apakah semua peserta didik sudah dapat
melampaui target pembelajaran?
§ Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan
profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?
§ Apa langkah yang perlu dilakukan untuk
memperbaiki proses belajar?
Refleksi Peserta Didik:
|
No |
Pertanyaan Refleksi |
Jawaban Refleksi |
|
1 |
Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari
pelajaran ini? |
|
|
2 |
Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil
belajarmu? |
|
|
3 |
Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami
pelajaran ini? |
|
|
4 |
Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5,
berapa bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan |
|
|
Mengetahui, Kepala
Sekolah LUFIANA, S.S NBM.
1024550 |
MAGELANG, ......JULI
2025 Guru Mata Pelajaran KUNI HIRIYANTI, S.Pd NIP. - |
|
|
|
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK (LKPD)
Nama : …………………………………..
Kelas : …………………………………..
1. Penerapan
Bacalah
ayat al-Qur’an di bawah ini dan sebutkan kandungan pokoknya
2. Tugas
Amati
perilaku orang di sekitarmu yang berpegang teguh kepada al-Qur’an. Berikan tanggapanmu
terkait dengan pengetahuan dari al-Qur’an
|
Perilaku yang diamati |
Tanggapan dan dalil |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Lampiran 2
MATERI
BAHAN AJAR
Isi
kandungan al-Qur’an digali dan dikembangkan ke dalam berbagai bidang disiplin
keilmuan. Isi kandungan al-Qur’an secara garis besar meliputi :
1. Akidah
Secara
etimologi akidah artinya kepercayaan atau keyakinan. Bentuk jamak Akidah
(‘aqidah) adalah ‘aqa’id. Akidah juga disebut dengan istilah keimanan. Orang
yang berakidah berarti orang yang beriman (mukmin).
Sedangkan
secara terminologi akidah diartikan sebagai suatu kepercayaan yang harus
diyakini dengan sepenuh hati, dinyatakan dengan lisan dan dimanifestasikan
dalam bentuk amal perbuatan.
Akidah
Islam adalah keyakinan berdasarkan ajaran Islam yang bersumber dari al-Qur’an
dan hadis. Seseorang yang menyatakan diri berakidah Islam tidak cukup hanya
mempercayai dan meyakini keyakinan dalam hatinya, tetapi harus menyatakannya
dengan lisan dan harus mewujudkannya dalam bentuk amal perbuatan (amal saleh)
dalam kehidupannya sehari-hari.
Inti
pokok ajaran akidah adalah masalah tauhid, yakni keyakinan bahwa Allah Maha
Esa. Setiap muslim wajib meyakini ke-Maha Esa-an Allah swt.. Orang yang tidak
meyakini ke-Maha Esa-an Allah berarti ia kafir, dan apabila meyakini adanya Tuhan
selain Allah dinamakan musyrik.
Dalam
akidah Islam, di samping kewajiban untuk meyakini bahwa Allah itu Esa, juga ada
kewajiban untuk meyakini rukun-rukun iman yang lain. Adalah tidak benar bila
ada seseorang mengaku berakidah/beriman, tetapi hanya beriman kepada Allah saja
atau ia hanya mengimani Allah saja, atau meyakini sebagian dari rukun iman
saja. Melainkan seorang mukmin wajib meyakini keenam rukun iman, yakni iman
kepada Allah swt., iman kepada malaikat-malaikat Allah, iman kepada kitabkitab Allah,
iman kepada rasul-rasul Allah, iman kepada hari akhir, dan iman kepada qada’
dan qadar.
Penjelasan
al-Qur’an tentang pokok-pokok ajaran akidah yang wajib diyakini oleh umat Islam
di antaranya adalah sebagai berikut :
a. QS al-Ikhlas
[112]: 1-4
Terjemahnya:
Katakanlah (Muhammad), ‛Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala
sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu
yang setara dengan Dia.
b. QS al-Baqarah
[2]: 163
Terjemahnya:
Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha
Pengasih, Maha Penyayang.
c. QS al-Baqarah
[2]: 285
Terjemahnya:
‚Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an) dari
Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata),
‛Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.‛ Dan mereka
berkata, ‛Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu
tempat (kami) kembali.
2. Ibadah dan Muamalah
Secara
bahasa, ibadah berasal dari kata
Al-Qur’an
menegaskan bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia hanyalah untuk beribadah
kepada Allah swt. sebagaimana tersurat dalam firman Allah swt. QS az- Zariyat
[51] : 56
Terjemahnya:
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada- Ku.
Manusia
beribadah hanya kepada Allah swt. karena meyakini bahwa seluruh alam adalah
ciptaan Allah swt.. Karenanya, manusia sepenuhnya sadar bahwa seluruh alam
membutuhkan Allah swt.. Kesadaran pada kebutuhannya pada Sang Pencipta inilah
yang kemudian mewujud dalam ibadah dan ketaatan kepada Allah swt.. Terutama
sekali karena memang Allah memerintahkan kepada seluruh manusia untuk beribadah
hanya kepada-Nya. Karena manusia hanya menyembah dan meminta pertolongan
kepaada Allah swt., bukan selainnya sebagaimana firman Allah swt. dalam QS
al-Fatihah [1]: 5
Terjemahnya:
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon
pertolongan.
3. Macam-macam Sifat Ibadah
Dari
sisi tata caranya, ibadah dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
a. Ibadah mahdah,
yaitu ibadah yang tata cara dan tekniknya telah ditentukan secara jelas dalam
syariat seperti salat, puasa, zakat dan haji.
b. Ibadah gairu
mahdah, artinya ibadah yang bersifat umum, tata caranya tidak ditentukan secara
khusus. Ibadah gairu mahdah ada yang memang bentuknya adalah ibadah seperti
membaca al-Qur’an atau bersedekah. Selain itu ibadah gairu mahdah juga bisa
berupa kegiatan umum tetapi menjadi bernilai ibadah karena diniatkan untuk
mencari rida Allah swt., seperti bekerja mencari rezeki nafkah yang halal diniatkan
sebagai ibadah.
Untuk
mengatur dinamika kehidupan manusia sebagai makhluk sosial, al- Qur’an
mengajarkan tata cara berinteraksi dengan sesama manusia yang biasa disebut
sebagai habl min an-nas
Kegiatan
dalam hubungan antar manusia juga biasa disebut dengan muamalah. Kita dapat
menemukan banya sekali tuntunan al-Qur’an tentang tata cara bermuamalah, antara
lain dalam QS al-Baqarah [2]: 282
Terjemahnya:
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu
yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di
antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk
menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia
menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah
dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun
daripadanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah
(keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya
mendiktekannya dengan benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki
di antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang
laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari
para saksi (yang ada), agar jika yang seorang lupa, maka yang seorang lagi mengingatkannya.
Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan janganlah kamu
bosan menuliskannya, untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil maupun besar.
Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian,
dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan
perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi
kamu jika kamu tidak menuliskannya. Dan ambillah saksi apabila kamu berjual
beli, dan janganlah penulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan
(yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah
kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu.
4. Akhlak
Secara
etimologi, akhlak
Dalam
konsep bahasa Indonesia, akhlak biasa diartikan sebagai etika atau moral.
Akhlak merupakan satu fundamen penting dalam ajaran Islam. Rasulullah saw.
bahkan menegaskan bahwa tujuan diutusnya beliau adalah untuk memperbaiki dan
menyempurnakan akhlak mulia.
Artinya:
Dari Abu Hurairah r.a. berkata; Rasulullah saw. bersabda: "Bahwasanya aku
diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.‛ (HR. Ahmad)
Al-Qur’an
adalah sumber pokok ajaran Isam tentang akhlak mulia, di mana Nabi Muhammad
saw. adalah model dan suri tauladan pelaksanaanya. Nabi Muhammad saw. adalah
manusia yang mencerminkan ajaran al-Qur’an sebagai perilakunya. Sehingga ketika
Aisyah r.a. ditanya oleh seorang sahabat tentang akhlak rasul, maka Aisyah r.a.
menjawab dengan menyatakan
Adapun
di antara ayat-ayat al-Qur’an yang menyatakan tentang ajaran akhlak Nabi
Muhammad saw. antara lain adalah :
a. QS al-Qalam
[68]: 4
Terjemahnya:
Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.
b. QS al-Ahzab
[33]: 21
Terjemahnya:
Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu)
bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang
banyak mengingat Allah.
5. Hukum
Dalam
masalah hukum, al-Qur’an memuat kaidah-kaidah dan ketentuan dasar bagi umat
manusia. Salah satu isi pokok ajaran al-Qur’an ini bertujuan untuk memberikan pedoman
kepada umat manusia agar kehidupannya menjadi adil, aman, tenteram, teratur,
sejahtera, bahagia, dan selamat di dunia maupun di akhirat. Kandungan-kandungan
hukum yang terdapat di dalam al-Qur’an ada yang bersifat global (garis besar/mujmal)
dan ada yang bersifat rincian (tafsil).
Beberapa
ayat-ayat al-Qur’an yang berisi ketentuan hukum antara lain adalah :
a. QS an-Nisa’ [4]: 105
Terjemahnya:
Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) membawa
kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan
Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak
bersalah), karena (membela) orang yang berkhianat
b. QS al-Maidah
[5]: 90
Terjemahnya:
Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban
untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan
termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.
Ketentuan-ketentuan
hukum lain yang dijelaskan dalam ayat-ayat al-Qur’an antara lain adalah:
a. Hukum
perkawinan, antara lain dijelaskan dalam QS al-Baqarah: 221; QS al- Maidah: 5;
QS an-Nisa’: 22-24; QS an-Nur: 2; QS al-Mumtahanah: 10-11.
b. Hukum waris,
antara lain dijelaskan dalam QS an-Nisa’: 7-12 dan 176, QS al- Baqarah:180; QS
al-Maidah:106.
c. Hukum
perjanjian, antara lain dijelaskan dalam QS al-Baqarah: 279, 280 dan 282; QS
al-Anfal: 56 dan 58; QS at-Taubah: 4.
d. Hukum pidana,
antara lain dijelaskan dalam QS al-Baqarah: 178; QS an-Nisa’: 92 dan 93; QS
al-Maidah: 38; QS Yunus: 27; QS al-Isra’: 33; QS asy-Syu’ara: 40.
e. Hukum perang,
antara lain dijelaskan dalam QS al-Baqarah: 190-193; QS al- Anfal: 39 dan 41;
QS at-Taubah: 5,29 dan 123, QS al-Hajj: 39 dan 40.
f. Hukum
antarbangsa, antara lain dijelaskan dalam QS al-Hujurat: 13
g. Dan lain-lain
6. Sejarah / Kisah Umat Masa Lalu
Seperti
telah kita ketahui pada pembahasan sebelumnya, al-Qur’an banyak menjelaskan
tentang sejarah atau kisah umat pada masa lalu. Sejarah atau kisahkisah tersebut
bukan hanya sekedar cerita atau dongeng semata, tetapi dimaksudkan untuk
menjadi ‘ibrah (pelajaran) bagi umat Islam. Dengan berkaca dari kisah-kisah terdahulu,
umat Islam bisa menjalani kehidupan agar sesuai dengan petunjuk yang diberikan
al-Qur’an. Hal ini ditegaskan Allah swt. dalam firman-Nya QS Yusuf [12]: 111
Terjemahnhya:
Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai
akal. (al-Qur’an) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan
(kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai)
petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Dengan
banyaknya kisah-kisah umat terdahulu di dalam al-Qur’an diharapkan umat Islam
bisa mencontoh umat-umat yang taat kepada Allah swt. dan menghindari perbuatan
maksiat kepada-Nya sebagaimana dilakukan oleh sebagaian umat terdahulu.
Ayat-ayat
al-Qur’an yang menjelaskan tentang sejarah atau kisah umat terdahulu antara
lain terdapat dalam QS al-Furqan [25]: 37-39
Terjemahnya
: Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh ketika mereka mendustakan para rasul.
Kami tenggelamkam mereka dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi
manusia. Dan Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih. Dan
(telah Kami binasakan) kaum ‘Ad dan Samud dan penduduk Rass serta banyak (lagi)
generasi di antara (kaum-kaum) itu. Dan masing-masing telah Kami jadikan
perumpamaan dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya.
7. Dasar-dasar Ilmu Pengetahuan (Sains) Dan
Teknologi
Al-Qur’an
menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah hal yang
sangat penting dalam meningkatkan peradaban manusia. Sebagai kalamullah,
al-Qur’an banyak mengandung ayat-ayat yang memuat pengetahuan dan teknologi.
Karenanya al-Qur’an adalah kitab suci yang ilmiah. Pengetahuan dan teknologi
yang tersirat dalam kandungan al-Qur’an dapat dikembangkan guna kemaslahatan
dan kesejahteraan hidup manusia.
Hal
itu diisyaratkan pada saat ayat al-Qur’an untuk pertama kalinya diturunkan
kepada Nabi Muhammad saw. yaitu QS al-‘Alaq [96]: 1-5
Terjemahnya:
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan
manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang
mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak
diketahuinya.
Membaca
adalah satu faktor terpenting dalam proses belajar untuk menguasai suatu ilmu
pengetahuan. Ayat yang pertama kali diturunkan tersebut diawali dengan perintah
untuk membaca. Ini mengindikasikan bahwa al-Qur’an menekankan betapa pentingnya
membaca dalam upaya mencari dan menguasai ilmu pengetahuan.
Ayat
lain yang berisi dorongan untuk menguasai ilmu pengetahuan juga dijelaskan
dalam QS al-Mujadilah [58]: 11
Terjemahnya:
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, ‚Berilah kelapangan
di dalam majelis-majelis,‛ maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan
untukmu. Dan apabila dikatakan, ‚Berdirilah kamu,‛ maka berdirilah, niscaya
Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
Al-Qur’an
banyak mendorong umat manusia untuk menggali, meneliti dan mengembangkan
isyarat-isyarat ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan dan
kesejahteraan hidupnya. Isyarat-isyarat ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut
diantaranya berkenaan dengan ilmu kedokteran, farmasi, pertanian, matematika, fisika,
kimia, biologi, ilmu anatomi tubuh, teknologi perkepalan, teknologi pesawat terbang,
dan lain sebagainya.
Di
mana dalam sejarah perkembangan peradabannya, umat Islam telah melahirkan
banyak cendekiawan muslim yang telah berhasil membuahkan penemuan-penemuan
bersejarah dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Di antara
cendekiawan-cendekiawan muslim tersebut ialah: Ibnu Rusyd, al-Farabi, Ibnu
Sina, Ibnu Maskawaih, al-Khawarizmi, dan lain-lain. Penemuanpenemuan ini
kemudian dikembangkan lagi oleh para ilmuwan barat ketika peradaban mereka
meningkat.
Lampiran 3
GLOSARIUM
Ijmal : ringkasan, secara umum ikhtisar, tidak terinci
Maknawi : tentang makna, berkaitan dengan makna, yang
tersirat, inti, penting
Masdar : bentuk asli, bentuk asal, verbal
Mukjizat : kejadian luar biasa yang dialami nabi yang di
luar jangkauan akal manusia
Rida : rela, suka, senag hati
Risalah : ringkasan yang dikirimkan, surat edaran,
notulensi rapat, keterangan ringkas tentang suatu bahasan ilmu pengetahuan
Tarikh : Penanggalan, perhitungan tantang tanggal,
penanda waktu
Tasrif : Sistem perubahan bentuk kata dalam bahasa arab
yang menandakan waktu, pelaku dan, pekerjaan, benda atau keterangan
Lampiran 4
DAFTAR
PUSTAKA
Abdul Wahid Ramli. Ulumul Qur’an, Raja Grafindo Persada,
Jakarta, 2002
Ahad Syadali,. Ahmad Rofi’i, Ulumul Qur’an 1, CV Pustaka
setia abadi, Bandung, 1997
Ahmad Syadali. ‘Ulumul Qur’an I. Cet. I; Bandung: Pustaka
Setia, 1997.
Al-Alwi Sayyid Muhammad Ibn Sayyid Abbas, Faidl
Al-Khobir, Al-Hidayah, Surabaya
Al-Qattan, Manna’ Khalil. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Litera
Antar Nusa, Jakarta, 2000
Al-Shalih, Shubhi, Mabahits fi ‘Ulum al-Quran, Dar al
‘Ilm Li al-Malayin, Beirut, 1977
Al-Shobuny, Mohammad Aly, at-Tibyan fi Ulumil Qur’an,
Alam al-Kitab, Beirut
al-Suyuti, Jalaluddin, al-Itqan fi Ulum al-Qur’an, Cet.I;
Beirut: Muassasah al-Risalah, 2008
Al-Salih, Subhi, Membahas Ilmu – Ilmu Hadis. Pustaka
Firdaus: Jakarta, 2000.
Al-Zarqany, Muhammad Abd al-Azhim, Manahil al-Irfan fi
Ulum al-Qur’an, Juz I, Isa al-Baby al-Halaby wa Syirkah, Mesir
Factur Rahman. Ikhtisar Musthalahul Hadis. Al-Ma’rif,
Bandung, 1985
Hasbi ash-Shidiqi, Tengku Muhammad, Sejarah dan Pengantar
Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 2009
Hudhari Bik, Tarikh At-Tasyri’ Al-Islami, (Terj. Mohammad
Zuhri, Rajamurah Al-Qanaah), 1980,
Ismail, Muhammad Bakri, Dirasat fi Ulum al-Qur’an, Cet.
II; Kairo: Dar al-Manar, 1999
Jalal al-Din ‘Abd al- Rahman ibn Abi bakr al-Suyuthi,
Tadrib al-RAwi fi Syarh Taqrib an- Nawawi, jilid 1, Beirut: Dar al-Fikr
Kahar Masyur, Pokok-pokok Ulumul Qur’an,Rineka Cipta,
Jakarta, 1992
Kamaluddin Marzuki, Ulumul Quran, PT Remaja Rosda Karya,
Bandung, 1994
Khatib, Al.M. Ajjaj. Al Sunah Qobla Al Tadwin.Dar Al
Fikr: Beirut, 1997
Mana’ul Quthan, Pembahasan ilmu Al-Qur’an, PT Rineka
cipta, Jakarta, 1993
M. Hasbi Ashshiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu
alqur’an dan Tafsir, PT Bulan Bintang, Jakarta, 1992
Muhammad Chirzin, Al-Qur’an dan Ulumul Qur’an, Dana Bakti
Primayasa, Yogyakarta, 1998
M. Quraish Shihab, ‚Membumikan‛ Al-Qur’an: Fungsi dan
Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Cet. XIX; Bandung: Mizan, 1999)
Muhammad Ahmad &
M. Mudzakir, Ilmu Hadis (Cet – 10), Pustaka Setia, Bandung, 2000
Muhammad Ahmad. Ulumul Hadis. Pustaka Setia, Bandung,
2004
Nawir Yuslem. MA, ulumul Hadis, Mutiara sumber widya,
Jakarta 2001
Rofi’i, Ahmad & Ahmad Syadali. Ulumul Quran Pustaka
Setia, Bandung 1997.
Subhi Ash-Shalih, Membahas ilmu-ilmu Al-quran, terjemah
Nur Rakhim, Pustaka Firdaus Jakarta, 1993
Suparta, Munzier. Ilmu Hadis, Raja Grapindo: Jakarta,
2002
Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy Sejarah dan
Pengantar Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 1998
Zarkasih, M.Ag.,
Pengantar Studi Hadis, Aswaja Presindo, Yogyakarta, 2012
|
Mengetahui, Kepala
Sekolah LUFIANA, S.S NBM.
1024550 |
MAGELANG, ......JULI
2025 Guru Mata Pelajaran KUNI HIRIYANTI, S.Pd NIP. - |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar