MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH
MATA PELAJARAN : AKIDAH AKHLAK
BAB 4 : HIDUP MULIA DENGAN MENGHORMATI ORANG
TUA DAN GURU
INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul
Nama Madrasah : MA Muhammadiyah Blabak
Nama Penyusun : Kuni Hiriyanti, S. Pd
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas / Fase Semester :
X/ E / 1
Elemen : Hidup Mulia Dengan Menghormati Orang Tua Dan
Guru
Alokasi waktu : 4 X pertemuan ( 1 x 45 menit )
Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase E, dalam elemen akidah,
peserta didik mampu menganalisis sifat wajib dan mustahil bagi Allah Swt. (nafsiyah, salbiyah, ma'ani, dan ma'nawiyah) dan sifat-sifat jaiz Allah
Swt., asma' al-Husna, Islam wasathiyah (moderat) dan Islam radikal.
Pada elemen akhlak, peserta didik membiasakan akhlak terpuji (taubat, hikmah, iffah, syaja 'ah dan 'adalah);dan menghindari akhlak tercela
(hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya' dan sifat-sifat turunannya, nafsu
syahwat, licik, tamak, zhalim, dan
diskriminatif, għadlab); serta cara
menundukkannya melalui mujahadah, riyadlah, dan tazkiyatun nufus. Pada
elemen adab peserta didik mampu menganalisis dan membiasakan adab mengunjungi
orang sakit, berbakti kepada orang tua dan guru berdasarkan dalil dan pendapat
ulama. Dalam elemen kisah teladan, peserta didik mampu menganalisis dan
mengambil ibrah dari kisah Nabi Luth a.s. dalam kehidupan sehari-hari.
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Akidah |
Peserta didik mampu
menganalisis sifat wajib, mustahil Allah Swt. (nafsiyah, salbiyah, ma'ani, dan ma'nawiyah) dan sifat jaiz Allah Swt., asma' al-husna (al-Karim, al-Mu'min, al-Wakiil, al- Matiin, al-Jaami,
al-Hafiz, al-Rafi', al-Wahhab, al-Rakib, al-Mubdi, al-Muhyi, al-Hayyu,
al-Qoyyum, al-Akhir, al-Mujib, dan al-Awwal,
dan nama lainnya), serta pemahaman Islam wasathiyah (moderat) sebagai upaya membentuk sikap moderasi
beragama dalam akidah dan muamalah untuk mewujudkan harmoni kehidupan
berbangsa dan bernegara yang berkebinekaan. |
|
Akhlak |
Peserta didik mampu
menganalisis akhlak terpuji-hikmah,
iffah, syaja 'ah, dan 'adalah; menghindari akhlak tercela hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya, dan sifat-sifat turunannya,
serta syahwat, ghadlab, licik,
tamak, dzalim, dan diskriminatif, melalui tazkiyatun
nufus dengan cara mujahadah dan
riyadlah, sehingga terbentuk
pribadi yang memiliki kesalehan individual dan sosial dalam menjalankan
kehidupan berbangsa dan bernegara. |
|
Adab |
Peserta didik mampu
membiasakan dan mengevaluasi adab berbakti kepada orang tua dan guru,
mengunjungi orang sakit berdasarkan dalil dalam konteks kehidupan global
sehingga terbentuk pribadi yang peduli dan santun dalam kehidupan
sehari-hari. |
|
Kisah Keteladanan |
Peserta didik mampu
meneladani kisah Nabi Luth a.s. dalam kesabaran, ketangguhan dan ke beranian
dalam menegakkan amar ma'ruf dan nahi munkar, sehingga dapat diambil
inspirasi dalam menghadapi tantangan kehidupan yang hedonis, materialistis
dan sekuler di era global. |
B Kompetensi Awal
Dalam kehidupan, setiap manusia tidak bisa lepas dari peran
dan jasa orang tua. Kehadirannya merupakan sosok yang sangat penting dalam
kehidupan kita. Tanpa kasih sayang orang tua, kita tidak akan hidup dan menjadi
besar. Orang tua dengan sekuat tenaga menghidupi kita sampai dewasa, bahkan tak
jarang orang tua yang masih selalu memikirkan kehidupan kita sampai kita
dewasa.
Tidak ada orang di sekitar kita yang
paling berjasa melebihi kedua orang tua kita. Ibu dengan penuh kesabaran dan
pengorbanan, mengandung kita selama sembilan bulan. Setelah itu, beliau masih
melahirkan kita dengan mempertaruhkan nyawa. Darahpun mengalir deras, tubuhpun
terkuras sangat lemas. Kuluman doa tak pernah henti sembari terus meregang
nafas, demi kelahiran kita di dunia. Kemudian apakah sudah selesai? Tidak.
Beliau masih menyusui kita dengan penuh kasih sayang, merawat kita dengan
selaksa cinta.
Mengutamakan kita dengan mengalahkan
kepentingan pribadinya. Begitu juga ayah, beliaulah yang menjadi perantara
sehingga kita ada, beliau telah mencurahkan segala perhatian, kasih sayang,
tenaga, jiwa dan raga untuk kepentingan keluarga termasuk kita.
Betapa mulianya jasa orang tua kepada
kita, sehingga Allah memerintah kita untuk berbuat baik kepadanya. Nabi Saw.
pernah ditanya:“Apakah amal perbuatan yang paling utama?” Beliau
menjawab:
“Shalat pada waktunya, kemudian
berbuat baik kepada dua orang tua, kemudian berjuang pada jalan Allah.”
Di samping memiliki orang tua, kita
juga memiliki guru. Guru adalah orang yang mengajarkan kepada kita tentang
berbagai macam ilmu pengetahuan, membimbing kita dari yang belum tahu menjadi
tahu. Yang belum bisa menjadi bisa. Guru mendidik anak bangsa menjadi insan
yang cemerlang, berwibawa dan mampu berkarya. Adanya presiden, menteri,
jendral, gubernur, semua berkat jasa guru. Tak heran apabila Kaisar Jepang
ketika negaranya di Bom atom oleh Amerika tidak bertanya pada menterinya
tentang berapa jumlah tentaranya yang masih ada, tetapi justru menanyakan
berapa jumlah guru yang selamat, karena Kaisar Jepang sadar bahwa yang mampu
membangkitkan kehancuran bangsa bukan tentara, tetapi gurulah yang mampu mewujudkannya.
Itulah sebabnya kita diwajibkan menghormati dan memuliakan guru sepanjang masa,
sebagaimana sabda Rasul:
“Tawadu’lah kalian
pada orang yang mengajari kalian “ (HR. Imam Baihaqi).
Orang tua dan guru merupakan dua sosok
besar yang sangat berjasa dalam kehidupan kita. Adanya orang yang hebat dan
bermartabat, karena adanya orang tua dan guru yang hebat dan bermartabat pula.
Kita tidak bisa hidup tanpa kasih sayang orang tua, tidak bisa belajar tanpa
biaya dari orang tua dan tidak bisa berilmu tanpa adanya guru. Semoga kita
termasuk orang-orang yang mau berbakti kepada orang tua dan guru sehingga hidup
kita akan mulia dunia akhirat.
C. Profil Pelajar Pancasila
(PPP) dan Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRA)
§ Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai
adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis
dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.
§ Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.
D. Sarana dan Prasarana
Media : LCD proyektor,
komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain
Sumber
Belajar : LKPD, Buku Teks, laman
E-learning, E-book, dan lain-lain
E. Target Peserta Didik
Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular
F. Model DAN METODE
Pembelajaran
Model
Pembelajaran : Discovery learning
Metode
Pembelajaran : Karya kunjung, market of place, demonstrasi
KOMPETENSI INTI
A. Tujuan Pembelajaran
§ Menelaah dalil tentang Perintah berbakti
kepada orang tua dan guru
§ Memerinci adab berbakti kepada orang tua dan guru
§ Menguraikan keutamaan berbakti pada orang tua
dan guru
§ Mendiskusikan hasil analisis tentang
keutamaan dan adab berbakti kepada orang tua dan guru berdasarkan dalil dan
pendapat ulama
B. Pemahaman Bermakna
§ Menganalisis keutamaan dan adab berbakti
kepada orang tua dan guru berdasarkan dalil dan pendapat ulama
§ Mengomunikasikan hasil analisis tentang
keutamaan dan adab berbakti kepada orang tua dan guru berdasarkan dalil dan
pendapat ulama.
C. Pertanyaan Pemantik
Guru menanyakan kepada peserta didik seputar
materi Hidup Mulia Dengan Menghormati Orang Tua Dan Guru
D. Kegiatan Pembelajaran
PERTEMUAN KE-1
Memahami Adab Terhadap Orang Tua
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Memahami
Adab Terhadap Orang Tua |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Memahami Adab Terhadap Orang Tua |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Memahami Adab Terhadap Orang Tua |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Memahami Adab Terhadap Orang Tua |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-2
Memahami Adab terhadap Guru
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Memahami
Adab terhadap Guru |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Memahami Adab terhadap Guru |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Memahami Adab terhadap Guru |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Memahami Adab terhadap Guru |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
E. Pembelajaran Diferensiasi
§ Untuk siswa yang sudah memahami materi ini
sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan
untuk membaca materi Hidup Mulia Dengan Menghormati Orang Tua Dan Guru dari berbagai referensi yang relevan.
§ Guru dapat menggunakan alternatif metode dan
media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan
pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
§ Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini,
disarankan untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau
di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan
untuk belajar kepada teman sebaya.
F. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran)
a. Asesmen
awal
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam
memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
|
Ya |
Tidak |
||
|
1 |
Apakah
pernah membaca buku terkait ? |
|
|
|
2 |
Apakah
kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik ? |
|
|
|
3 |
Apakah
kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode inquiry learning,
diskusi ? |
|
|
b. Asesmen
selama proses pembelajaran
Asesmen ini dilakukan guru selama
pembelajaran, khususnya saat peserta didik melakukan kegiatan diskusi,
presentasi dan refleksi tertulis. Asesmen saat inquiry learning (ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar
dengan metode inquiry learning)
Lembar kerja
pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade
inquiry learning
|
No |
Nama Siswa |
Arpak yang diamati |
Skor |
|||||
|
Gagasan |
Aktif |
Kerjasama |
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Nilai akhir x 25 |
||||||||
2. Asesmen Sumatif
a. Asesmen
Pengetahuan
Soal Asesmen Pengetahuan
A) Jawablah
pertanyaan berikut ini!
1. Mengapa kita
harus hormat dan patuh kepada bapak dan ibu guru?
2. Betapa
pentingnya kita menghormati orang tua, sehingga Allah mensejajarkan perintah
ini dengan perintah sholat dan jihad, maka tentu Allah akan melaknat bagi siapa
yang berani menyakitinya. Jelaskan apa yang melatar belakangi Allah mesejajarkan
perintah berbakti kepada orang tua dengan perintah sholat dan jihad!
3. Bagaimanakah
kita harus bersikap, ketika menemui salah satu dari orang tua kita sakit,
sedangkan saudara-saudara kita yang lain tidak mau merawatnya?
4. Berikan contoh
perilaku yang menunjukkan sikap mulia seorang siswa kepada guru, ketika sedang
mengikuti pelajaran di dalam kelas!
5. Tuliskan contoh
perbuatan seseorang, yang syukurnya kepada Allah tidak diterima karena dia
tidak bersyukur pada kedua orang tuanya !
B) Portofolio
dan Penilaian Sikap
1. Carilah beberapa
ayat dan hadis yang berhubungan dengan adab dan keutamaan berbakti kepada orang
tua dan guru dengan mengisi kolom di bawah ini.
|
No |
Nama Surah + No.
Ayat/ Hadis + Riwayat |
Redaksi Ayat/ Hadis |
|
1 |
|
|
|
2 |
|
|
|
3 |
|
|
|
4 |
|
|
|
5 |
|
|
|
Dst |
|
|
2. Tuliskan kembali
doa untuk kedua orang tua dalam bentuk kaligrafi di kertas manila. Tulisan yang
paling baik akan dipasang di dinding kelas.
3. Setelah kalian
memahami uraian mengenai keutamaan dan adab berbakti kepada orang tua dan guru
coba anda cermati wacana berikut ini dan berikan komentar!
b. Asesmen
keterampilan
1) Peserta
didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis
Contoh rubrik
penilaian praktek:
Nama : …………………………………..
Kelas :
…………………………………..
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Kelancaran (kompetensi
gramatikal di aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
2 |
Ketepatan
(kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf) |
20 |
|
3 |
Isi
(kompetensi wacana dan sosiolinguistik) |
20 |
|
4 |
Ucapan/pelafalan
(kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
5 |
Gestur
(kompetensi strategi) |
20 |
|
Total |
100 |
|
Indikator
Penilaian aspek kelancaran (fluency)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
15 - 20 |
|
2 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
10 - 14 |
|
3 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
5 - 9 |
|
4 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek ketepatan (accuracy)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
15 - 20 |
|
2 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
10 - 14 |
|
3 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
5 - 9 |
|
4 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek isi
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi detail |
25 -30 |
|
2 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi kurang detail |
20 - 24 |
|
3 |
Memiliki
struktur teks deskriptif tidak lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari
klasifikasi kurang detail |
15 - 19 |
|
4 |
Memiliki
struktur teks deskriptif kurang lengkap (deskripsi umum dan deskripsi
khusus), deskripsi umum meliputi definisi, dan deskripsi khusus kurang sesuai |
10 - 14 |
|
5 |
Tidak ada
komponen struktur deskriptif |
1 - 9 |
Petunjuk penskoran:
Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:
Skor Perolehan x 10 = ….
2) Peserta
didik membuat kartu nama
Contoh rubrik
penilaian produk kartu nama
|
No |
Nama Siswa |
Perencanaan Bahan |
Aspek Yang Dinilai |
Jml |
|||
|
Proses Pembuatan |
Hasil Produk |
||||||
|
Langkah pembuatan |
Teknik pembuatan |
Bentuk fisik |
Inovasi |
||||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Skor antara 1 – 5
Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas
yang diberikan
G. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
§ Pengayaan diberikan kepada
peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.
§ Guru memberikan
pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan
kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
§ Program pengayaan dilakukan di luar
jam belajar efektif.
Remedial
§ Remedial diberikan kepada peserta didik yang
belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran
§ Guru melakukan pembahasan ulang terhadap
materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan
pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan
menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
§ Program remedial dilakukan di luar jam
belajar efektif.
H. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan
kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:
§ Apakah semua peserta didik terlibat aktif
dalam pembelajaran iniv ?
§ Apakah ada kesulitan yang dialami peserta
didik?
§ Apakah semua peserta didik sudah dapat
melampaui target pembelajaran?
§ Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan
profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?
§ Apa langkah yang perlu dilakukan untuk
memperbaiki proses belajar?
Refleksi Peserta Didik:
|
No |
Pertanyaan Refleksi |
Jawaban Refleksi |
|
1 |
Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari
pelajaran ini? |
|
|
2 |
Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil
belajarmu? |
|
|
3 |
Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami
pelajaran ini? |
|
|
4 |
Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5,
berapa bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan |
|
|
|
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK (LKPD)
Setelah
Anda mendalami materi Adab Berbakti pada Orang Tua dan Guru, maka selanjutnya
lakukanlah diskusi dengan kelompok Anda! Bentuk kelompok dengan cara berhitung
sesuai dengan jumlah teman anda di kelas. Masing-masing kelompok beranggotakan
4-6 siswa/kelompok. Bagi tugas dengan anggota kelompok anda, kemudian persiapkan
diri untuk mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas.
Adapun
hal-hal yang perlu didiskusikan adalah sebagai berikut.
1. Adab berbakti
kepada orang tua dan guru
2. Keutamaan berbakti kepada orang tua dan guru
Lampiran 2
MATERI
BAHAN AJAR
1. Memahami Adab terhadap Orang Tua
a. Dalil
Naqli Perintah Menghormati Orang Tua
”Dan
Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah
kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya” (QS.al-Isra’[17]:
23)
Ada
beberapa hal yang ditegaskan pada ayat di atas, yaitu:
1) Agar manusia
tidak menyembah atau beribadah kepada Tuhan selain Allah Swt. Termasuk larangan
mempercayai ada kekuatan lain yang mempengaruhi dan menguasai jiwa dan raga
selain yang datang dari Allah.
2) Agar manusia
berbuat baik kepada ibu dan bapak. Perintah berbuat baik kepada orang tua
disampaikan oleh Allah bersamaan atau sesudah perintah beribadah hanya kepada
Allah. Hal ini tentu mengandung maksud agar manusia mengerti dan menyadari
bahwa betapa pentingnya berbuat baik terhadap orang tua.
3) Nikmat yang
diterima manusia paling banyak datangnya dari Allah Swt, kemudian nikmat yang
diterima dari orang tua. Oleh karena itu, kewajiban anak adalah berterima kasih
kepada orang tua. Bentuk terima kasih tersebut adalah dengan cara berbuat baik
kepada keduanya.
b. Adab
terhadap Orang Tua
Berbakti
kepada orang tua merupakan kewajiban bagi setiap anak, betapa mulianya perintah
berbakti ini sehingga Allah mensejajarkan dengan perintah bersyukur kepada Allah
:
“Bersyukurlah
kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu,”(QS.Luqman[31]: 14)
Ada
beberapa sebab mengapa Allah Swt. memerintahkan kepada manusia agar berbuat
baik kepada kedua orang tuanya, yaitu:
1) Orang tua telah
berkorban demi anaknya, tanpa memperdulikan apa balasan yang akan diterimanya.
Seorang ibu dengan sepenuh daya upaya telah memberikan kasih sayang tanpa
menginginkan balas budi dari anaknya.
2) Kasih sayang
orang tua tiada taranya, karena beliau tidak mengenal lelah dan bersusah payah memperhatikan
anak-anaknya supaya menjadi anak yang bahagia.
3) Anak adalah
belahan jiwa ibu bapak, terutama ibu. Biasanya tidak akan makan sebelum anaknya
makan, ibu tidak akan tidur sebelum anak-anaknya tidur, dan jika anak sakit
maka ibu yang paling susah sehingga tidak bisa tidur dan tidak enak makan.
Lalu
bagaimana cara kita berbakti kepada kedua orang tua? Berikut dipaparkan prinsip-prinsip
dasar berbakti kepada kedua orang tua.
1) Tunduk dan
Patuh. Apabila keduanya berada dalam kekafiran (belum beragama Islam) dan
keduanya memerintahkan untuk keluar dari agama Islam, atau memerintahkan
sesuatu perbuatan syirik, kita wajib tidak mengikuti keduanya. Tetapi penolakan
itu harus dengan cara halus, agar tidak menyakiti keduanya.
“Dan
Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibubapanya; ibunya
telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambahtambah, dan menyapihnya
dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya
kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan
dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah
kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS.
Luqman [13]: 14-15)
2) Dilarang berkata
kasar. Membentak, misalnya berkata “hus/ah” dan kata-kata sejenisnya
termasuk ungkapan yang tidak baik.
3) Berbuat baik.
Apabila orang tua atau salah satunya mencapai usia lanjut kita harus berbuat
baik kepadanya, sebagaimana orang tua merawat kita pada saat kita masih kecil.
Allah
berfirman:
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan
dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana
mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil" (QS. al-Isra’ [17]:
24)
4) Berusaha
menyenangkan orang tua dan menghindari hal-hal yang menyusahkan hati kedua
orang tua selama tidak bertentangan dengan kewajiban kepada Allah dan Rasul-Nya.
“Keridhoan Allah dalam keridhoan kedua orang tua dan kemurkaan Allah
dalam kemurkaan kedua orang tua.” (HR. Tirmidzi)
5) Kita dilarang
durhaka kepada kedua orang ibu bapak, karena termasuk dosa besar.
Rasul
bersabda:
“Ingatlah, maukah aku kabarkan kepadamu tentang dosa besar yang paling
besar itu ada 3 macam? Para sahabat menjawab:”Baik ya Rasulullah” Bersabdalah
Nabi: ”yaitu syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua dan menjadi saksi
palsu.” (HR. Bukhari)
6) Bersikap santun,
berjalanlah di belakang orang tua, kecuali dalam hal tertentu, dengarkanlah
pembicaraannya dan jangan menyela pembicaraannya.
7) Senantiasa
mendoakan, baik kepada orang tua yang masih hidup maupun yang sudah meninggal
dengan doa sebagai berikut:
“Ya Allah Tuhanku, ampunilah segala dosaku, dan dosa kedua orang tuaku, kasihanilah
dan sayangilah mereka sebagaimana (mereka) mendidik/ merawatku di waktu kecil.”
8) Jika orang tua
kita sudah wafat, maka kewajiban kita adalah sebagai berikut.
a) Meneruskan
perjuangannya
b) Senantiasa
menjalin hubungan baik dengan orang-orang yang pernah menjadi teman karib orang
tua kita
c) Memandikan,
mengkafani, menshalati dan menguburnya
d) Memohonkan ampun
untuk mereka dan senantiasa mendoakannya
e) Melaksanakan
wasiatnya (yang baik) jika berwaris
f) Melunasi
tanggungan/ hutang-hutangnya jika punya hutang
c. Keutamaan
Berbakti Kepada Orang Tua
Berbakti
kepada kedua orang tua merupakan kewajiban bagi setiap orang. Barang siapa
ikhlas berbakti kepada kedua orang tua, maka Allah menjanjikan pahala yang luar
biasa seperti berikut.
1) Dibukakan dua
pintu surga. Tidak ada seorang mukmin yang mempunyai dua orang tua, dimana pada
waktu pagi ia berbuat baik kepadanya, melainkan Allah membukakan dua pintu
surga kepadanya.
2) Lebih utama dari pada berjihad di jalan Allah
3) Ridha Allah ada
di dalam ridha orang tua. Murka Alah ada di dalam murka orang tua. Barang siapa
yang bersyukur kepada Allah tetapi ia tidak bersyukur pada orang tua, maka
syukurnya tidak diterima.
4) Dimudahkan
rezekinya. Dan barang siapa meninggalkan doa kepada orang tua, maka disempitkan
rezekinya
5) Dimudahkan
segala urusannya baik urusan dunia maupun akhirat
2. Memahami
Adab terhadap Guru
a. Dalil
Naqli Menghormati Guru
“Tidak
termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan yang lebih tua dan menyayangi
yang lebih muda serta yang tidak mengerti (hak) orang yang berilmu (agar diutamakan
pandangannya).” (HR. Ahmad).
b. Adab
terhadap Guru
Selain
diperintah untuk berbakti kepada orang tua, kita juga diperintah untuk berbakti
kepada guru. Gurulah yang telah mendidik dan mengajarkan ilmu kepada kita.
Berkat
guru, kita menjadi manusia yang beriman, mengerti akan hal yang baik dan buruk,
berbudi pekerti luhur dan menjadi seseorang yang bertanggung jawab.
Oleh
karena itu, kita wajib menghormati guru, baik pada waktu masih mengajar maupun
waktu sudah tidak mengajar. Rasulullah Saw. bersabda: ”Muliakanlah orang yang
kamu belajar darinya (guru).” (HR. Abul Hasan al-Mawardi) Rasulullah Saw.
memerintahkan kita untuk memuliakan guru. Guru tidak terbatas pada orang yang
mengajar di sekolah saja, tetapi setiap orang yang telah berjasa memberikan
ilmu, keterampilan, serta bimbingan. Sebab-sebab kita wajib menghormati guru
adalah sebagai berikut.
1) Guru adalah
orang yang banyak berjasa kepada kita
2) Guru merupakan
orang tua kedua
3) Guru yang telah
membuat kita dari belum tahu menjadi tahu, belum bisa menjadi bisa
4) Tanpa guru hidup
kita akan buta
Berikut
yang termasuk tata cara menghargai dan menghormati guru.
1) Jika bertemu
dengan guru ucapkanlah salam
2) Husnuzan pada
apapun yang dilakukan guru
3) Memperhatikan
dengan wajah menyenangkan dan penuh semangat saat guru memberikan pelajaran
4) Rendah hati
dan hormat, menjaga sopan santun, tidak berjalan di depan guru, dan tidak
berdiri di samping guru yang sedang duduk. Rasulullah bersabda:
”Pelajarilah
ilmu dan ajarilah (manusia) dan rendahkanlah diri kepada guru, serta berlaku
lemah lembutlah terhadap murid-muridmu.” (HR. Tabrani)
5) Mentaati
perintahnya selama perintah itu tidak bertentangan dengan ajaran agama
6) Ikhlas dalam
menerima teguran dan nasihat guru
7) Senantiasa
menjaga nama baik guru, tidak menceritakan aib atau kesalahan guru
8) Mengunjungi
guru jika ia sedang sakit atau mendapat musibah
9) Memandang guru
dengan pandangan memuliakan. KH. Hasyim Asy’ari berkata tidak diperbolehkan
bagi pelajar memandang remeh gurunya. Merasa ia lebih pandai dari pada gurunya
10) Tidak melupakan
jasa-jasa guru
11) Sabar
menghadapi gurunya. Saat perilaku guru secara lahir salah, murid sebisa mungkin
mengarahkannya kepada maksud yang baik, mungkin beliau dalam kondisi terdesak
dan lain sebagainya. Saat guru memarahi murid, hendaknya murid mengawalinya
meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Karena itulah tanda kecintaan guru,
kepada murid.
c. Keutamaan
Berbakti pada Guru
Guru
adalah panglima perang dalam melawan kebodohan. Kita akan menang bila mentaati
perintahnya. Memang usaha tak pernah mengkhianati hasil. Namun, akhlak dan penghormatan
siswa kepada guru merupakan faktor penting dalam menentukan kesuksesan.
Ulama
mengatakan kesuksesan siswa itu 70 persen karena akhlaknya dan 30 persen karena
ilmunya.
“Belajarlah
adab sebelum belajar ilmu.” (Hilayatul Aulia [6/330], dinukil dari Min Washaya
Al Ulama li Thalabatil Ilmi[17])
Sehebat
apapun siswa, jika tidak patuh pada gurunya, niscaya akan gugur cita-citanya. Sebaliknya,
meski tak bisa apa-apa, namun selalu rajin belajar, patuh dan hormat kepada guru,
mencintainya setulus hati, maka tidak mustahil kita akan menjadi orang hebat di
kemudian hari. Percayalah, setiap guru selalu mendoakan siswanya agar menjadi
pribadi hebat yang bermanfaat bagi nusa bangsa dan agama. Apabila berbakti
kepada guru, akan diperoleh keutamaan sebagai berikut.
1) Mudah menerima
pelajaran
2) Mendapat ilmu
yang bermanfaat
3) Masa depannya cemerlang
4) Kelak menjadi
orang hebat bermartabat
5) Hatinya tenang,
tenteram, pikirannya cerah, cahaya ilmu mudah masuk
6) Diangkat
derajatnya oleh Allah
7) Barakah ilmunya, rejekinya dan hidupnya
Lampiran 3
GLOSARIUM
Bid’ah :
Perbuatan yang dikerjakan tidak menurut contoh yang sudah ditetapkan
Dalil Aqli :
Berdasarkan akal
Dalil
Naqli : Berdasarkan Qur’an Hadis
Doktriner : Ajaran
(tentang asas suatu aliran politik, keagamaan)
Ekstremisme : Orang
yang melampaui batas kebiasaan
Fasik : Orang
yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya
Ghadzabillah : Murka
Allah
Hablum
minallah : Hubungan dengan Allah
Hablum
minannas : Hubungan dengan sesama manusia
Hilm : Tidak
cepat emosi dan tidak bersikap masa bodoh
Ikhtilaf :
Perbedaan pendapat atau pikiran
Kafir :
Mengikuti kesalahan tetapi tetap menjalankan
Khawarijiyah : Berontak
Ma’ani : Sudah
tetap, tidak boleh tidak
Ma’nawiyah : Tabi’at,
sifat-sifat kejiwaan
Mistisisme : Ajaran
yang menyatakan hal-hal yang yang tidak terjangkau oleh akal manusia
Mujaahadah :
Bersungguh-sungguh
Mukallaf : Dewasa
dan tidak mengalami gangguan jiwa maupun akal
Musyrik : Orang
yang menyekutukan Allah
Mutasyabihah : Ayat
al-qur’an yang membutuhkan penafsiran dalam memahaminya
Nafsiyah : Orang
seseorang, sendiri sendiri
Radikalisme : Paham
atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan social dan politik
dengan cara kekerasan atau drastic
Sum’ah : Suka
memperdengarkan atau menceritakan kebaikannya kepada orang lain.
Ummatan
wasathan : Umat yang adil atau pertengahan
Zalim : Kejam,
bengis, tidak berperikemanusiaan
Lampiran 4
DAFTAR
PUSTAKA
Al-Qur’an Al-Karim
Abdul Hiyadh, Terjemah Durrotun Nasihin, Mesir,
Surabaya, 1993
Abu Hudzaifah. Lc, Kisah Para Nabi dan Rasul,
Pustaka as-Sunah, Jakarta, 2007
Derektorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam
Departemen Agama, Akhlak Ilmu Tauhid, PT. Karya Unipres, Jakarta, 1982
’Aidh al-Qarni, La Tahzan ,Jangan Bersedih, Qisthi
Pres, Jakarta Timur, 2004
A. Ilyas Ismail, M.A, Pilar-pilar Takwa, (Doktrin.
Pemikiran, Hikmat, dan Pencerahan Spiritual), Rajawali Pers, (PT. Raja
Grafindo Persada), Jakarta, 2009
Handono, Aris Musthafa, zaenuri Siroj, Meneladani
Akhlak Untuk Kelas XI Madrasah Aliyah Program Keagamaan , PT. Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri, Solo, 2017
Handono, Aris Musthafa, Zaenuri Siroj, Meneladani
Akhlak Untuk Kelas XII Madrasah Aliyah Program Keagamaan , PT. Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri, Solo, 2017
Hasyim Asy’ari, Penerjemah Rosidin, Pendidikan Khas
Pesantren (Adabul ’Alim wal Muta’allim), Tira Smart,Tangerang, 2017
M. Ali Haidar, Nahdhatul Ulama’ dan Islam di Indonesia,
PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1998
M. Imdadun Rahmat, Arus Baru Islam Radikal, Tranmisi
Revivalisme Islam Timur Tengah ke Indonesia, Erlangga, Jakarta , 2005
Muhammad bin Abdul Wahab, Syarah Kitab al-Tauhid,
PT. Pustaka Panjimas, Jakarta, 1984
Roli Abdul Rohman-M. Khamzah. Menjaga Akidah dan
Akhlak untuk kelas X Madrasah Aliyah, PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri,
Solo 2017
Sa’id Hawwa, Tazkiyatun Nafs (Intisari Ihya
Ulumuddin), Pena Pundi Aksara, Jakarta, 2007
Salim Bahreisy, Irsyadul ’Ibad Ilasabilirrasyad (Petunjuk
ke Jalan Lurus ), Darussaggaf, Surabaya, 1977
Salim Bahreisy, Riyadhus
Shalihin, PT. Alma’arif, Bandung , 1987
Umar Sulaiman al-Asyqar , al-Asma’ al- Husna,
Qisthi Press, Jakarta timur Cetakan ke-6, Mei 2009
Zainuddin, Terjemah
Hadis Shahih Bukkhari, Widjaya, Jakarta 1992
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar