Jumat, 02 Januari 2026

MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH MATA PELAJARAN : AKIDAH AKHLAK BAB 5 : KISAH TELADAN NABI LUTH

 

MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH

MATA PELAJARAN : AKIDAH AKHLAK

BAB 5 : KISAH TELADAN NABI LUTH

 

INFORMASI UMUM

 

A.   Identitas Modul

Nama Madrasah              :    MA Muhammadiyah Blabak

Nama Penyusun               :    Kuni Hiriyanti, S. Pd

Mata Pelajaran                :    Akidah Akhlak

Kelas / Fase Semester      :    X/ E / 2

Elemen                              :    Kisah Teladan Nabi Luth

Alokasi waktu                  :    6 X pertemuan ( 1 x 45 menit )

 

Capaian Pembelajaran

Pada akhir Fase E, dalam elemen akidah, peserta didik mampu menganalisis sifat wajib dan mustahil bagi Allah Swt. (nafsiyah, salbiyah, ma'ani, dan ma'nawiyah) dan sifat-sifat jaiz Allah Swt., asma' al-Husna, Islam wasathiyah (moderat) dan Islam radikal. Pada elemen akhlak, peserta didik membiasakan akhlak terpuji (taubat, hikmah, iffah, syaja 'ah dan 'adalah);dan menghindari akhlak tercela (hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya' dan sifat-sifat turunannya, nafsu syahwat, licik, tamak, zhalim, dan diskriminatif, għadlab); serta cara menundukkannya melalui mujahadah, riyadlah, dan tazkiyatun nufus. Pada elemen adab peserta didik mampu menganalisis dan membiasakan adab mengunjungi orang sakit, berbakti kepada orang tua dan guru berdasarkan dalil dan pendapat ulama. Dalam elemen kisah teladan, peserta didik mampu menganalisis dan mengambil ibrah dari kisah Nabi Luth a.s. dalam kehidupan sehari-hari.

Elemen

Capaian Pembelajaran

Akidah

Peserta didik mampu menganalisis sifat wajib, mustahil Allah Swt. (nafsiyah, salbiyah, ma'ani, dan ma'nawiyah) dan sifat jaiz Allah Swt., asma' al-husna (al-Karim, al-Mu'min, al-Wakiil, al- Matiin, al-Jaami, al-Hafiz, al-Rafi', al-Wahhab, al-Rakib, al-Mubdi, al-Muhyi, al-Hayyu, al-Qoyyum, al-Akhir, al-Mujib, dan al-Awwal, dan nama lainnya), serta pemahaman Islam wasathiyah (moderat) sebagai upaya membentuk sikap moderasi beragama dalam akidah dan muamalah untuk mewujudkan harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkebinekaan.

Akhlak

Peserta didik mampu menganalisis akhlak terpuji-hikmah, iffah, syaja 'ah, dan 'adalah; menghindari akhlak tercela hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya, dan sifat-sifat turunannya, serta syahwat, ghadlab, licik, tamak, dzalim, dan diskriminatif, melalui tazkiyatun nufus dengan cara mujahadah dan riyadlah, sehingga terbentuk pribadi yang memiliki kesalehan individual dan sosial dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Adab

Peserta didik mampu membiasakan dan mengevaluasi adab berbakti kepada orang tua dan guru, mengunjungi orang sakit berdasarkan dalil dalam konteks kehidupan global sehingga terbentuk pribadi yang peduli dan santun dalam kehidupan sehari-hari.

Kisah Keteladanan

Peserta didik mampu meneladani kisah Nabi Luth a.s. dalam kesabaran, ketangguhan dan ke beranian dalam menegakkan amar ma'ruf dan nahi munkar, sehingga dapat diambil inspirasi dalam menghadapi tantangan kehidupan yang hedonis, materialistis dan sekuler di era global.

 

B    Kompetensi Awal

Penting untuk mengkaji kisah para Nabi dan Rasul bagi kita. Banyak pondasi penting tentang akidah, ibadah, akhlak, dakwah dalam kisah tersebut yang bisa memberi kekuatan pada jiwa kita penerus pejuang agama.

Kisah Nabi dan Rasul menjadi penting dan istimewa untuk dikaji, karena ada aspek keimanan di dalamnya. Sebagai umat Islam kita tidak hanya dituntut mengetahuinya, namun meyakini, mengambil pelajaran/ ibrah dan meneladaninya.

Demikian halnya betapa pentingnya kita mempelajari, mengkaji ulang dan mengambil hikmah dari kisah perjuangan Nabi Luth. Apabila kita cermati kisahnya dengan seksama, sungguh sangat menarik dan spesial. Mengapa tidak, kata pertama yang keluar dari lidah para Nabi dan Rasul ketika berdakwah umumnya adalah mengajak kaumnya untuk bertauhid, menyembah hanya kepada Allah, dan tidak ada Tuhan selain-Nya. Sementara Nabi Luth As. tidak demikian. Kata pertama yang diucapkan Nabi Luth ketika berdakwah pada kaumnya, bukan ajakan bertauhid akan tetapi larangan melakukan perbuatan asusila berupa homoseksual. Allah berfirman:

 

Artinya: Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya:"Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu sedang kamu memperlihatkan(nya)? Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).” (QS. an-Naml [27]: 54-55)

Bahkan bukan hanya itu. Apabila kita perhatikan ayat-ayat yang menceritakan kisah Nabi Luth As, tidak didapati satupun ayat dimana Nabi Luth mengajak kaumnya untuk bertauhid sebagaimana ajakan para Nabi dan Rasul lainnya. Karena sangat fokus melarang kejahatan mereka yang mana paling utamanya adalah homoseksual. Menurut para ulama’, perbuatan homoseksual adalah perbuatan yang sangat keji (fahisyah), nista dan sangat dibenci oleh Allah.

Maka sungguh menyedihkan, bahwa perbuatan yang sangat nista, keji dan membahayakan itu terjadi pula pada di zaman sekarang yang dikenal dengan istilah LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender). Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan keji tersebut. Kita juga harus berusaha menghindarinya dengan berupaya meningkatkan iman, meningkatkan ibadah dan memilih bergaul dengan orang-orang saleh.

 

 

C.   Profil Pelajar Pancasila (PPP) dan Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRA)

§  Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.

§  Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.

 

D.   Sarana dan Prasarana

Media                    :    LCD proyektor, komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain

Sumber Belajar    :    LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain

 

E.   Target Peserta Didik

Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular

 

F.    Model DAN METODE Pembelajaran

Model Pembelajaran       :    Discovery learning

Metode Pembelajaran     :    Karya kunjung, market of place, demonstrasi

 

 


KOMPETENSI INTI

 

A.   Tujuan Pembelajaran

§  Menela’ah dalil naqli dasar kisah Nabi Luth a.s

§  Menceritakan kisah keteladanan Nabi Luth a.s.

§  Menguraikan Pesan Moral dan hikmah dari cerita kisah nabi Luth a.s

§  Memerinci Ibrah kisah keteladanan Nabi Luth

§  Mendiskusikan hasil analisis keteladanan dan contoh implementasi keteladanan Nabi Luth a.s dalam kehidupan sehari-hari

 

B.   Pemahaman Bermakna

§  Menganalisis kisah keteladanan Nabi Luth As.

§  Menyajikan hasil analisis keteladanan dan contoh implementasi keteladanan Nabi Luth As. dalam kehidupan sehari-hari.

 

C.   Pertanyaan Pemantik

Guru menanyakan kepada peserta didik seputar materi Kisah Teladan Nabi Luth

 

D.   Kegiatan Pembelajaran

PERTEMUAN KE-1

Dalil Naqli Kisah Nabi Luth

KEGIATAN PENDAHULUAN

§  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.

§  Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.

§  Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan diajarkan.

§  Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

§ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Dalil Naqli Kisah Nabi Luth

Critical Thinking

§ Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Dalil Naqli Kisah Nabi Luth

Collaboration

§ Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Dalil Naqli Kisah Nabi Luth

Communication

§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan

Creativity

§ Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait : Dalil Naqli Kisah Nabi Luth

KEGIATAN PENUTUP

§  Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan

§  Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

§  Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

PERTEMUAN KE-2

Kisah Nabi Luth

KEGIATAN PENDAHULUAN

§  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.

§  Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.

§  Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan diajarkan.

§  Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

§ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Kisah Nabi Luth

Critical Thinking

§ Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Kisah Nabi Luth

Collaboration

§ Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Kisah Nabi Luth

Communication

§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan

Creativity

§ Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait : Kisah Nabi Luth

KEGIATAN PENUTUP

§  Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan

§  Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

§  Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

PERTEMUAN KE-3

Pesan Moral dan Hikmah dari Cerita Kisah Nabi Luth

KEGIATAN PENDAHULUAN

§  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.

§  Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.

§  Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan diajarkan.

§  Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

§ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Pesan Moral dan Hikmah dari Cerita Kisah Nabi Luth

Critical Thinking

§ Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Pesan Moral dan Hikmah dari Cerita Kisah Nabi Luth

Collaboration

§ Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Pesan Moral dan Hikmah dari Cerita Kisah Nabi Luth

Communication

§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan

Creativity

§ Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait : Pesan Moral dan Hikmah dari Cerita Kisah Nabi Luth

KEGIATAN PENUTUP

§  Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan

§  Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

§  Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

PERTEMUAN KE-4

Ibrah

KEGIATAN PENDAHULUAN

§  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.

§  Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.

§  Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan diajarkan.

§  Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

§ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Ibrah

Critical Thinking

§ Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Ibrah

Collaboration

§ Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Ibrah

Communication

§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan

Creativity

§ Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait : Ibrah

KEGIATAN PENUTUP

§  Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan

§  Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

§  Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

E.   Pembelajaran Diferensiasi

§  Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi Kisah Teladan Nabi Luth dari berbagai referensi yang relevan.

§  Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.

§  Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.

 

F.    ASESMEN / PENILAIAN

1.    Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran)

a.    Asesmen awal

Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:

No

Pertanyaan

Jawaban

Ya

Tidak

1

Apakah pernah membaca buku terkait ?

 

 

2

Apakah kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik ?

 

 

3

Apakah kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode inquiry learning, diskusi ?

 

 

 

b.    Asesmen selama proses pembelajaran

Asesmen ini dilakukan guru selama pembelajaran, khususnya saat peserta didik melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis. Asesmen saat inquiry learning (ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar dengan metode inquiry learning)

 

Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade inquiry learning

No

Nama Siswa

Arpak yang diamati

Skor

Gagasan

Aktif

Kerjasama

1

2

3

4

1

Sultan Haykal

 

 

 

 

 

 

 

2

Aisy Anindya

 

 

 

 

 

 

 

3

Dias Abdalla

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

 

Nilai akhir x 25

 

2.    Asesmen Sumatif

a.    Asesmen Pengetahuan

 

Soal Asesmen Pengetahuan

A)   Jawablah pertanyaan berikut ini!

1. Uraikanlah, kenapa Nabi Luth tidak menyampaikan kata-kata dakwahnya seperti yang disampaikan oleh para Nabi dan Rasul yang lainnya, yaitu pada umumnya para Nabi memulai dakwahnya dengan menyeru pada ketauhidan!

2. Tuliskan contoh sikap Nabi Luth ketika menghadapi istrinya yang justru sebagai pembangkang terhadap dakwahnya!

3. Jelaskan apakah ada relefansi kisah azab Allah yang diberikan kepada kaum Luth dengan adanya kehidupan sekarang yang sebagaian orang juga yang membangkang seperti kaum Luth!

4. Identifikasikan kenapa dosa homoseks lebih dahsyat dibandingkan dengan dosa pelaku zina!

5. Apa langkah-langkah yang ditempuh Nabi Luth a.s dalam rangka berusaha mencegah perbuatan kesesatan kaumnya!

 

B)   Portofolio dan Penilaian Sikap

1. Carilah beberapa ayat dan hadis yang berhubungan dengan Kisah Teladan Nabi Luth dengan mengisi kolom di bawah ini.

No

Nama Surah + No. Ayat/ Hadis + Riwayat

Redaksi Ayat/ Hadis

1

 

 

2

 

 

3

 

 

4

 

 

5

 

 

Dst

 

 

 

 

2. Setelah kalian memahami uraian tentang Kisah Teladan Nabi Luth, coba anda amati perilaku berikut ini dan berikan komentar!

No

Perilaku yang diamati

Tanggapan/ Komentar Anda

1

Isu gay, homoseksual dan lesbian kembali menyeruak. Hubungan yang dulu dianggap jijik dan kotor itu, kini dipaksa dinilai normal dan manusiawi. Para pelaku berjuang agar hubungan mereka legal dalam pernikahan

 

2

Dalam kondisi minoritas, kaum gay memposisikan diri sebagai orang-orang yang dizalimi, berharap perhatian dan dihargai. Tapi dalam posisi mayoritas mereka memperkosa sesama kaum lelaki.

 

3

Suatu ketika Khalid bin Walid mendapati di salah satu perkampungan Arab, lelaki menikah sesama lelaki, kemudian Khalid berkirim surat kepada Abu Bakar ash-Shidiq, selaku khalifah kala itu. Kemudian Abu Bakar bermusyawarah dengan para sahabat tentang hukuman bagi pelaku homoseks tersebut. Ketika Ali bin Abi Thalib mengeluarkan pendapat yang paling keras terhadap pelaku homoseks, Ali bin Abi Thalib mengatakan,” Tidaklah melakukan dosa seperti ini kecuali satu umat, dan kalian tahu apa yang Allah lakukan kepada mereka, pendapat saya, pelakunya harus dihukum mati dengan cara dibakar dengan api.” Kemudian Abu Bakar memerintahkan hukuman bakar bagi pelaku tersebut. Sedangkan sahabat Ibnu Abbas berpendapat bahwa hukuman pelaku homoseks atau liwath dijatuhkan dari bangunan tertinggi tempat dia tinggal dan dihujani dengan batu!

 

 

b.    Asesmen keterampilan

1)    Peserta didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis

 

Contoh rubrik penilaian praktek:

 

Nama       :    …………………………………..

Kelas        :    …………………………………..

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Kelancaran (kompetensi gramatikal di aspek bunyi bahasa)

20

2

Ketepatan (kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf)

20

3

Isi (kompetensi wacana dan sosiolinguistik)

20

4

Ucapan/pelafalan (kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa)

20

5

Gestur (kompetensi strategi)

20

Total

100

 

 

Indikator Penilaian aspek kelancaran (fluency)

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Tidak ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif

15 - 20

2

Ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif

10 - 14

3

Tidak ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif

5 - 9

4

Ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif

0 - 4

 

 

 

Indikator penilaian aspek ketepatan (accuracy)

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Tidak ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat

15 - 20

2

Tidak ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat

10 - 14

3

Ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat

5 - 9

4

Ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat

0 - 4

 

Indikator penilaian aspek isi

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Memiliki struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi detail

25 -30

2

Memiliki struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi kurang detail

20 - 24

3

Memiliki struktur teks deskriptif tidak lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi kurang detail

15 - 19

4

Memiliki struktur teks deskriptif kurang lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, dan deskripsi khusus kurang sesuai

10 - 14

5

Tidak ada komponen struktur deskriptif

1 - 9

Petunjuk penskoran:

Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:

Skor Perolehan x 10 = ….

 

2)    Peserta didik membuat kartu nama

Contoh rubrik penilaian produk kartu nama

No

Nama Siswa

Perencanaan Bahan

Aspek Yang Dinilai

Jml

Proses Pembuatan

Hasil Produk

Langkah pembuatan

Teknik pembuatan

Bentuk fisik

Inovasi

1

Sultan Haykal

 

 

 

 

 

 

2

Aisy Anindya

 

 

 

 

 

 

3

Dias Abdalla

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

Skor antara 1 – 5

Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas yang diberikan

 

G.   PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Pengayaan

§  Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.

§  Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high order thinking

§  Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.

 

Remedial

§  Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran

§  Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.

§  Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.

 

H.   REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK

Refleksi Guru:

Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:

§  Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran iniv ?

§  Apakah ada kesulitan yang dialami peserta didik?

§  Apakah semua peserta didik sudah dapat melampaui target pembelajaran?

§  Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?

§  Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?

 

Refleksi Peserta Didik:

No

Pertanyaan Refleksi

Jawaban Refleksi

1

Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari pelajaran ini?

 

2

Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?

 

3

Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?

 

4

Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5, berapa bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan

 

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah

 

 

 

 

LUFIANA, S. S

NBM. 1024550

MAGELANG, ...... JANUARI 2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

KUNI HIRIYANTI, S. Pd

NIP. -

 

 

 


 

LAMPIRAN- LAMPIRAN

 

Lampiran 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Setelah Anda mendalami materi Kisah Teladan Nabi Luth, maka selanjutnya lakukanlah diskusi dengan kelompok Anda! Bentuk kelompok kecil beranggotakan 4-6 siswa/ kelompok, kemudian persiapkan diri untuk mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas.

Adapun hal-hal yang perlu didiskusikan adalah sebagai berikut.

1. Permasalahan besar yang dilakukan kaum Nabi Luth

2. Kegigihan perjuangan Nabi Luth terhadap kaumnya

3. Implementasi keteladanan Nabi Luth a.s dalam kehidupan sehari-hari

4. Cara menjauhi kebiasaan pembangkangan Nabi Luth

 

Lampiran 2

MATERI BAHAN AJAR

1. Dalil Naqli Dasar Kisah Nabi Luth As.

Nabi Luth adalah salah satu nabi yang diutus untuk negeri Sodom dan Gomarah (Amurah). Beliau ditugaskan berdakwah di Sadum, Syam, Palestina. Namanya disebutkan sebanyak 27 kali dalam al-Qur’an. Berikut diantara Firman Allah tentang kisah Nabi Luth dalam berjuang terhadap kaumnya:

Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota, yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik, dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang saleh.”(QS. al-Anbiya’ [21]: 74-75)

“Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: mengapa kamu tidak bertakwa?" Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia,dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas". Mereka menjawab: "Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Luth berkata: "Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu". (Luth berdo’a): "Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan". Lalu Kami selamatkan ia beserta keluarganya semua,kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (QS. asy-Syu’ara’[26]: 160-175)

 

 

2. Kisah Nabi Luth

Masyarakat Sodom adalah masyarakat yang rendah tingkat moralnya, rusak mentalnya, tidak mempunyai pegangan agama atau nilai kemanusiaan yang beradab.

Kemaksiatan dan kemungkaran merajalela, kaum yang sangat keji dan buruk dalam tingkah lakunya, yang senang melakukan hubungan bersenggama antar sesama yang di sebut (homoseks) bagi pria dan (lesbian) bagi perempuan. Selain itu mereka banyak melakukan perampokan, mencuri, berjudi serta beraneka ragam kejahatan lainya.

Kegiatan seks keji ini mereka menganggapnya biasa saja dan hal yang wajar dilakukan untuk melampiaskan nafsunya. Seolah-olah mereka terjebak dalam kesesatan yang nyata tanpa memperdulikan apapun.

Kepada masyarakat yang sudah sedemikian rupa keruntuhan moralnya dan sedemikian parah penyakit sosialnya, diutuslah Nabi Luth keturunan dari Haran Bin Tarah yaitu Azar dan keponakan dari Ibrahim, sebagai Rasul. Beliau banyak mengikuti hijrah bersama Nabi Ibrahim sebelum Luth di utus kepada kaum Sodom. Sodom merupakan suatu penduduk yang bertempat di Ardan. Nabi Luth mengajak kaum Sodom untuk beriman dan beribadah kepada Allah, meninggalkan kebiasaan mungkar, tetapi kebanyakan kaumnya mendustakan, mereka mengatakan bahwa Nabi Luth sok suci.

Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul. Ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.” (QS. ash-Shu’ara’[26]: 160-163)

Bahkan catatan kejahatan mereka ditambah dengan kejahatan baru yang belum pernah terjadi di muka bumi. Mereka memadamkan potensi kemanusiaan mereka dan daya kreativitas yang ada dalam diri mereka. Yaitu kejahatan yang belum pernah dilakukan seseorang sebelum mereka, dimana mereka berhubungan seks dengan sesama kaum lelaki (homoseks).

“Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (keji) itu sedang kamu memperlihatkan (nya). Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)." (QS.an- Naml [27]: 54-55).

Nabi Luth menyampaikan dakwah kepada mereka dengan penuh ketulusan dan kejujuran.

Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun berlalu, dan Nabi Luth terus berdakwah. Namun tak seorang pun yang mengikutinya dan tiada yang beriman kepadanya kecuali keluarganya. Bahkan keluarganya pun tidak beriman semuanya. Istri Nabi Luth yang bernama Wa’ilah kafir seperti istri Nabi Nuh: ”Allah membuat istri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)." (QS. at-Tahrim [66]: 10)

Nabi luth berjuang menasehati mereka tanpa lelah. Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: "Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwahkan dirinya) bersih." (QS. an-Naml [27]: 56).

Karena mereka tidak mau mendengarkan Nabi luth dan tetap melakukan perbuatan sesat itu, maka Nabi Luth memohon kepada Allah agar Dia menolongnya dari kaumnya,” Ya,Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.”(QS.al-Ankabut[29]: 30)

Akhirnya Allah menurunkan azab kepada mereka dengan mengutus malaikat menghancurkan segala nikmat yang Allah berikan kepada mereka, dengan cara mengutus malaikat untuk datang ke rumah Luth menyerupai lelaki yang cukup tampan. Lelaki tampan ini mengetuk pintu rumah Nabi Luth dan mengucapkan salam. Ketika Nabi Luth membukakan pintu, Nabi Luth heran dengan pemuda ini yang ia tidak kenal berkunjung ke tempatnya. Dalam hati Nabi Luth bertanya kepada dirinya sendiri, ada perlu apakah pemuda ini bertamu kerumahnya sekaligus Nabi Luth khawatir dengan ketampanannya itu menyebabkan penduduk di sini bisa berbuat keji kepada pemuda ini nantinya kata Nabi Luth dalam hati.

Pemuda ini tidak memberitahu sama sekali kepada Nabi Luth bahwa dia ini adalah malaikat yang menyamar sebagai seorang pemuda yang tampan. Kemudian hal yang tidak di inginkan Nabi Luth terjadi, para lakilaki yang ada disana langsung berbondongbondong ke tempatnya Nabi Luth untuk menyaksikan lelaki tampan tersebut sekaligus untuk mengajaknya berbuat keji yaitu berhomoseks. Nabi luth ketika itu langsung melindungi pemuda ini dari para lelaki yang ingin berbuat keji kepadanya, namun karena terlalu banyaknya laki-laki, Nabi Luth sangat kewalahan menghadapi mereka. Terlihat muka Nabi Luth yang sangat khawatir, malaikat lalu memberitahukan kepada Nabi Luth bahwa dia adalah seorang malaikat yang menyamar untuk menghancurkan tempat ini. Setelah penduduk Sodom mengetahui perihal tamu tampan yang ada di rumah Luth, dengan buas dan penuh nafsu, mereka pun segera menuju rumah Luth. Dan sesampai mereka di rumah Luth, didapati pintu rumah Luth tertutup. Kaum Luth pun lantas berteriak, ”Luth, bukalah pintu rumahmu jika tak ingin kami membukanya dengan paksa!” Istri Luth berusaha mencari Luth, dan ternyata ia menjumpai suaminya meninggalkan tamunya itu dalam kamar. Ia kemudian mengintai dari balik tirai dan hatinya merasa senang. Di luar, teriakan kaum Luth semakin menjadi-jadi. Akibatnya, dari balik pintu, Luth hanya bisa berkata kepada kaum Sodom, "Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama) ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang bisa membedakan (baik dan buruk)?”(QS.Hud [11]: 78). Tetapi ucapan Luth tak diindahkan kaumnya. "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki." (QS.Hud [11]: 78).

Luth masih dihinggapi rasa khawatir. Tetapi, tamu itu berkata lagi. ”Bukakan pintu dan tinggalkan kami bersama mereka!” Malaikat-malaikat itu menyuruh Nabi Luth membuka pintu rumahnya seluas mungkin agar dapat memberi kesempatan bagi orang– orang haus terhadap lelaki itu masuk. Mereka pun menyerbu masuk.

Namun malangnya ketika pintu dibuka dan para penyerbu menginjakkan kaki mereka untuk masuk, tiba-tiba gelaplah pandangan mereka dan tidak dapat melihat sesuatu pun. Malaikat-malaikat tadi telah membutakan mata mereka. Sementara itu, para penyerbu rumah Nabi Luth dalam keadaan kacau balau berbenturan satu dengan yang lain berteriak-teriak, bertanya-tanya apa gerangan yang menjadikan mereka buta mendadak. Lalu, bertanyalah Luth kepada utusan Allah itu, ”Apakah kaumku akan dibinasakan saat ini juga?” Utusan Allah memberitahukan bahwa azab akan ditimpakan kepada kaum Luth pada waktu subuh nanti. Mendengar Malaikat itu, Luth segera berpikir, bukankah waktu subuh sudah dekat? Luth pun diperintahkan segera pergi dengan membawa keluarganya pada akhir malam dan keluarga Luth akhirnya pergi ke luar kota, tidak bersama dengan Wa’ilah. Karena istri Luth telah berkhianat kepada suaminya dan telah membantu orang-orang yang berbuat kerusakan, dan ia harus menerima akibatnya. Maka turunlah azab atas dirinya, bersama semua kaum Luth yang ingkar itu.

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (QS.Hud [11]: 82-83).

Demikianlah, akhir dari kisah istri luth dan kisah penduduk Sodomi yang telah melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh penduduk bumi sebelumnya karena mereka melampiaskan nafsu dengan mendatangi lelaki (sodomi), bukannya mendatangi wanita. Akhir kisah yang menyedihkan dari istri luth dan penduduk sodomi yang ditimpa azab yang amat pedih. Istri Nabi luth ikut terkena azab karena dia mengingkari ajaran yang di bawakan suaminya (Nabi Luth). Adapun sang anak mereka selamat dari azab, karena mengikuti ajaran ayahnya. Kini mereka yang selamat hidup rukun dan hidup sesuai dengan ajaran islam serta menyebarkannya.

 

3. Pesan Moral dan Hikmah dari Cerita Kisah Nabi Luth As

a. Kegigihan Nabi Luth berdakwah mengajak kaum Sodom untuk meninggalkan perilaku yang merusak patut kita jadikan teladan. Dalam menghadapi kaumnya, Nabi Luth memiliki beberapa keistimewaan diantaranya.

1) Pantang menyerah terhadap kaumnya, berkali-kali Nabi Luth menyerukan kepada kaumnya untuk meninggalkan kebudayaan menyimpang yaitu homoseks, namun karena sudah terlanjur hancur moral masyarakat di sana mereka pun tidak mau mendengar perkataan Luth. Hanya sebagian kecil saja yang mau mengikuti ajaran Nabi Luth.

2) Tabah dalam menghadapi hujatan dari kaumnya, mereka tidak mau mengikuti ajaran Nabi Luth dan justru memperolok Nabi Luth dengan kata-kata ”Sok suci” bahkan mereka tega mengusir Nabi Luth kalau tidak mau menghentikan dakwahnya.

3) Tetap bertanggungjawab mengemban tugas menyampaikan risalahnya. Ia tidak henti-henti menggunakan setiap kesempatan dan dalam tiap pertemuan dengan kaumnya secara berkelompok atau perorangan beriman kepada Allah, beramal saleh dan menjauhi kemaksiatan.

4) Sabar dalam menghadapi ujian cobaan baik yang datang dari kaumnya ataupun dari istrinya sendiri yang justru membangkang pada dakwahnya.

5) Peduli ketika memikirkan malaikat yang menyamar sebagai seorang pemuda, dikhawatirkan keselamatannya dari nafsu para kaumnya.

b. Sikap pribadi dalam satu keluarga, mempunyai karakter yang beragam. Walaupun demikian sikap pembangkangan dan penghianatan istri terhadap suami sangatlah tidak wajar dan bernilai rendah.

c. Cobaan dan rintangan dalam berdakwah bisa datang dari manapun, termasuk keluarga dekat seperti istri Nabi Luth malah menjadi penghalang dakwah Nabi Luth.

d. Sikap membangkang terhadap perintah Allah dan tidak mau bertaubat akan mendatangkan azab Allah seperti yang menimpa kaum Sodom.

e. Siksa atau azab yang menimpa komunitas manusia tentu bukan salah dan kemauan Allah, tetapi oleh karena perilaku anggota masyarakat itu sendiri.

 

4. Ibrah

Maraknya isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) belakangan ini mengharuskan kita semua belajar lagi dan mengambil hikmah dari kisah Nabi Luth As. dan kaumnya yang dikenal berperilaku menyimpang, yaitu kaum homoseksual (liwath). Kisah kaum Nabi Luth, benar-benar bisa kita ambil pelajaran terhadap keadaan kehidupan sekarang antara lain.

a. Perbuatan homoseksual (pria atau wanita penyuka sejenis) disebut fahisyah (al- Ankabut 28) Menurut Muhammad al-Hijaz dalam at-Tafsir al-wadhih, esensi fahisyah itu adalah perbuatan yang sangat keji, buruk, menjijikan dan sangat membahayakan. Bahkan saking keji dan nistanya, Allah memberi sifat kaum homoseksual tersebut dengan tiga sifat yaitu kaum yang bodoh, kaum yang melampaui batas kemungkaran dan kaum yang melampaui batas aturan Allah.

b. Perilaku lesbian dan gay kaum Luth As itu disebut mungkar (ditolak keras, tidak bisa diterima norma agama, etika, atau hukum), bahkan kaum Nabi Luth menantang Nabinya untuk meminta didatangkan azab Allah Swt.

c. Perilaku kaum Nabi Luth itu dinilai zalim, baik zalim pada dirinya sendiri ataupun orang lain. Banyak riset menunjukkan timbulnya penyakit aids adalah karena hubungan seksual sesama jenis, melalui perilaku seks anal (dubur) yang oleh Nabi Saw. secara tegas dilarang.

d. Perilaku kaum Nabi Luth itu musrif artinya sungguh keterlaluan, atau melampaui batas kepatutan dan kewajaran (abnormal), hewan yang tidak punya akal saja tidak ada yang menyukai sesama jenis. Artinya perilaku kaum Nabi Luth itu lebih hina dari pada perilaku hewan.

e. Perilaku kaum Nabi Luth itu dinilai Mufsid (merusak), merusak tujuan dan fungsi pernikahan yaitu reproduktif secara sehat dan halal sekaligus merusak spiritual dan masa depan manusia.

f.   Perilaku kaum Nabi Luth itu jelas melanggar HAM, melawan nurani dan fitrah kemanusiaan yang benar dan lurus, mematikan proses reproduktif melalui pernikahan berbeda jenis dan mematikan masa depan kemanusian.

g. Karena keji dan nistanya perbuatan homoseksual, maka Allah menurunkan siksa kepada mereka enam siksaan sebagai berikut.

1) Allah menurunkan hujan batu

2) Allah membutakan mata mereka

3) Allah membalikkan negeri mereka sehingga tanah menjadi atap dan atap menjadi tanah

4) Allah menurunkan hujan sangat dahsyat dan hebat

5) Allah menurunkan suara keras yang sangat menggelegar

6) Allah menurunkan angin yang sangat kencang yang membawa bebatuan

Sungguh siksaan yang sangat mengenaskan sekaligus hukuman yang sangat menyeramkan.

Semua itu Allah jelaskan agar apa yang terjadi dengan kaum Nabi Luth As tidak terulang lagi pada masa-masa setelahnya. Karena itu, di penghujung kisah Nabi Luth As Allah menegaskan bahwa semua itu sejatinya menjadi pelajaran bagi orang orang yang selalu mengambil pelajaran, juga bagi orang-orang yang beriman.

 

Lampiran 3

GLOSARIUM

Bid’ah : Perbuatan yang dikerjakan tidak menurut contoh yang sudah ditetapkan

Dalil Aqli : Berdasarkan akal

Dalil Naqli : Berdasarkan Qur’an Hadis

Doktriner : Ajaran (tentang asas suatu aliran politik, keagamaan)

Ekstremisme : Orang yang melampaui batas kebiasaan

Fasik : Orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya

Ghadzabillah : Murka Allah

Hablum minallah : Hubungan dengan Allah

Hablum minannas : Hubungan dengan sesama manusia

Hilm : Tidak cepat emosi dan tidak bersikap masa bodoh

Ikhtilaf : Perbedaan pendapat atau pikiran

Kafir : Mengikuti kesalahan tetapi tetap menjalankan

Khawarijiyah : Berontak

Ma’ani : Sudah tetap, tidak boleh tidak

Ma’nawiyah : Tabi’at, sifat-sifat kejiwaan

Mistisisme : Ajaran yang menyatakan hal-hal yang yang tidak terjangkau oleh akal manusia

Mujaahadah : Bersungguh-sungguh

Mukallaf : Dewasa dan tidak mengalami gangguan jiwa maupun akal

Musyrik : Orang yang menyekutukan Allah

Mutasyabihah : Ayat al-qur’an yang membutuhkan penafsiran dalam memahaminya

Nafsiyah : Orang seseorang, sendiri sendiri

Radikalisme : Paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan social dan politik dengan cara kekerasan atau drastic

Sum’ah : Suka memperdengarkan atau menceritakan kebaikannya kepada orang lain.

Ummatan wasathan : Umat yang adil atau pertengahan

Zalim : Kejam, bengis, tidak berperikemanusiaan

 

 

Lampiran 4

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an Al-Karim

Abdul Hiyadh, Terjemah Durrotun Nasihin, Mesir, Surabaya, 1993

Abu Hudzaifah. Lc, Kisah Para Nabi dan Rasul, Pustaka as-Sunah, Jakarta, 2007

Derektorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama, Akhlak Ilmu Tauhid, PT. Karya Unipres, Jakarta, 1982

’Aidh al-Qarni, La Tahzan ,Jangan Bersedih, Qisthi Pres, Jakarta Timur, 2004

A. Ilyas Ismail, M.A, Pilar-pilar Takwa, (Doktrin. Pemikiran, Hikmat, dan Pencerahan Spiritual), Rajawali Pers, (PT. Raja Grafindo Persada), Jakarta, 2009

Handono, Aris Musthafa, zaenuri Siroj, Meneladani Akhlak Untuk Kelas XI Madrasah Aliyah Program Keagamaan , PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Solo, 2017

Handono, Aris Musthafa, Zaenuri Siroj, Meneladani Akhlak Untuk Kelas XII Madrasah Aliyah Program Keagamaan , PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Solo, 2017

Hasyim Asy’ari, Penerjemah Rosidin, Pendidikan Khas Pesantren (Adabul ’Alim wal Muta’allim), Tira Smart,Tangerang, 2017

M. Ali Haidar, Nahdhatul Ulama’ dan Islam di Indonesia, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1998

M. Imdadun Rahmat, Arus Baru Islam Radikal, Tranmisi Revivalisme Islam Timur Tengah ke Indonesia, Erlangga, Jakarta , 2005

Muhammad bin Abdul Wahab, Syarah Kitab al-Tauhid, PT. Pustaka Panjimas, Jakarta, 1984

Roli Abdul Rohman-M. Khamzah. Menjaga Akidah dan Akhlak untuk kelas X Madrasah Aliyah, PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Solo 2017

Sa’id Hawwa, Tazkiyatun Nafs (Intisari Ihya Ulumuddin), Pena Pundi Aksara, Jakarta, 2007

Salim Bahreisy, Irsyadul ’Ibad Ilasabilirrasyad (Petunjuk ke Jalan Lurus ), Darussaggaf, Surabaya, 1977

Salim Bahreisy, Riyadhus Shalihin, PT. Alma’arif, Bandung , 1987

Umar Sulaiman al-Asyqar , al-Asma’ al- Husna, Qisthi Press, Jakarta timur Cetakan ke-6, Mei 2009

Zainuddin, Terjemah Hadis Shahih Bukkhari, Widjaya, Jakarta 1992

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah

 

 

 

 

LUFIANA, S. S

NBM. 1024550

MAGELANG, ...... JANUARI 2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

KUNI HIRIYANTI, S. Pd

NIP. -

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar