MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH
MATA PELAJARAN : AKIDAH AKHLAK
BAB 5 : KISAH TELADAN NABI LUTH
INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul
Nama Madrasah : MA Muhammadiyah Blabak
Nama
Penyusun : Kuni Hiriyanti, S. Pd
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas / Fase Semester :
X/ E / 2
Elemen : Kisah Teladan Nabi Luth
Alokasi waktu : 6 X pertemuan ( 1 x 45 menit )
Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase E, dalam elemen akidah,
peserta didik mampu menganalisis sifat wajib dan mustahil bagi Allah Swt. (nafsiyah, salbiyah, ma'ani, dan ma'nawiyah) dan sifat-sifat jaiz Allah
Swt., asma' al-Husna, Islam wasathiyah (moderat) dan Islam radikal.
Pada elemen akhlak, peserta didik membiasakan akhlak terpuji (taubat, hikmah, iffah, syaja 'ah dan 'adalah);dan menghindari akhlak tercela
(hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya' dan sifat-sifat turunannya, nafsu
syahwat, licik, tamak, zhalim, dan
diskriminatif, għadlab); serta cara
menundukkannya melalui mujahadah, riyadlah, dan tazkiyatun nufus. Pada
elemen adab peserta didik mampu menganalisis dan membiasakan adab mengunjungi
orang sakit, berbakti kepada orang tua dan guru berdasarkan dalil dan pendapat
ulama. Dalam elemen kisah teladan, peserta didik mampu menganalisis dan
mengambil ibrah dari kisah Nabi Luth a.s. dalam kehidupan sehari-hari.
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Akidah |
Peserta didik mampu
menganalisis sifat wajib, mustahil Allah Swt. (nafsiyah, salbiyah, ma'ani, dan ma'nawiyah) dan sifat jaiz Allah Swt., asma' al-husna (al-Karim, al-Mu'min, al-Wakiil, al- Matiin, al-Jaami,
al-Hafiz, al-Rafi', al-Wahhab, al-Rakib, al-Mubdi, al-Muhyi, al-Hayyu,
al-Qoyyum, al-Akhir, al-Mujib, dan al-Awwal,
dan nama lainnya), serta pemahaman Islam wasathiyah (moderat) sebagai upaya membentuk sikap moderasi
beragama dalam akidah dan muamalah untuk mewujudkan harmoni kehidupan
berbangsa dan bernegara yang berkebinekaan. |
|
Akhlak |
Peserta didik mampu
menganalisis akhlak terpuji-hikmah,
iffah, syaja 'ah, dan 'adalah; menghindari akhlak tercela hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya, dan sifat-sifat turunannya,
serta syahwat, ghadlab, licik,
tamak, dzalim, dan diskriminatif, melalui tazkiyatun
nufus dengan cara mujahadah dan
riyadlah, sehingga terbentuk
pribadi yang memiliki kesalehan individual dan sosial dalam menjalankan
kehidupan berbangsa dan bernegara. |
|
Adab |
Peserta didik mampu
membiasakan dan mengevaluasi adab berbakti kepada orang tua dan guru,
mengunjungi orang sakit berdasarkan dalil dalam konteks kehidupan global
sehingga terbentuk pribadi yang peduli dan santun dalam kehidupan
sehari-hari. |
|
Kisah Keteladanan |
Peserta didik mampu
meneladani kisah Nabi Luth a.s. dalam kesabaran, ketangguhan dan ke beranian
dalam menegakkan amar ma'ruf dan nahi munkar, sehingga dapat diambil
inspirasi dalam menghadapi tantangan kehidupan yang hedonis, materialistis
dan sekuler di era global. |
B Kompetensi Awal
Penting untuk mengkaji kisah para Nabi
dan Rasul bagi kita. Banyak pondasi penting tentang akidah, ibadah, akhlak, dakwah
dalam kisah tersebut yang bisa memberi kekuatan pada jiwa kita penerus pejuang
agama.
Kisah Nabi dan Rasul menjadi penting
dan istimewa untuk dikaji, karena ada aspek keimanan di dalamnya. Sebagai umat
Islam kita tidak hanya dituntut mengetahuinya, namun meyakini, mengambil pelajaran/
ibrah dan meneladaninya.
Demikian halnya betapa pentingnya kita
mempelajari, mengkaji ulang dan mengambil hikmah dari kisah perjuangan Nabi
Luth. Apabila kita cermati kisahnya dengan seksama, sungguh sangat menarik dan
spesial. Mengapa tidak, kata pertama yang keluar dari lidah para Nabi dan Rasul
ketika berdakwah umumnya adalah mengajak kaumnya untuk bertauhid, menyembah
hanya kepada Allah, dan tidak ada Tuhan selain-Nya. Sementara Nabi Luth As.
tidak demikian. Kata pertama yang diucapkan Nabi Luth ketika berdakwah pada
kaumnya, bukan ajakan bertauhid akan tetapi larangan melakukan perbuatan
asusila berupa homoseksual. Allah berfirman:
Artinya: Dan (ingatlah kisah) Luth,
ketika dia berkata kepada kaumnya:"Mengapa kamu mengerjakan perbuatan
fahisyah itu sedang kamu memperlihatkan(nya)? Mengapa kamu mendatangi laki-laki
untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah
kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).” (QS. an-Naml [27]: 54-55)
Bahkan bukan hanya itu. Apabila kita
perhatikan ayat-ayat yang menceritakan kisah Nabi Luth As, tidak didapati
satupun ayat dimana Nabi Luth mengajak kaumnya untuk bertauhid sebagaimana ajakan
para Nabi dan Rasul lainnya. Karena sangat fokus melarang kejahatan mereka yang
mana paling utamanya adalah homoseksual. Menurut para ulama’, perbuatan
homoseksual adalah perbuatan yang sangat keji (fahisyah), nista dan
sangat dibenci oleh Allah.
Maka sungguh menyedihkan, bahwa
perbuatan yang sangat nista, keji dan membahayakan itu terjadi pula pada di
zaman sekarang yang dikenal dengan istilah LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender).
Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan keji tersebut. Kita juga harus
berusaha menghindarinya dengan berupaya meningkatkan iman, meningkatkan ibadah
dan memilih bergaul dengan orang-orang saleh.
C. Profil Pelajar Pancasila
(PPP) dan Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRA)
§ Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai
adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis
dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.
§ Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.
D. Sarana dan Prasarana
Media : LCD proyektor,
komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain
Sumber
Belajar : LKPD, Buku Teks, laman
E-learning, E-book, dan lain-lain
E. Target Peserta Didik
Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular
F. Model DAN METODE
Pembelajaran
Model
Pembelajaran : Discovery learning
Metode
Pembelajaran : Karya kunjung, market of place, demonstrasi
KOMPETENSI INTI
A. Tujuan Pembelajaran
§ Menela’ah dalil naqli dasar kisah Nabi Luth
a.s
§ Menceritakan kisah keteladanan Nabi Luth a.s.
§ Menguraikan Pesan Moral dan hikmah dari cerita
kisah nabi Luth a.s
§ Memerinci Ibrah kisah keteladanan Nabi Luth
§ Mendiskusikan hasil analisis keteladanan dan contoh
implementasi keteladanan Nabi Luth a.s dalam kehidupan sehari-hari
B. Pemahaman Bermakna
§ Menganalisis kisah keteladanan Nabi Luth As.
§ Menyajikan hasil analisis keteladanan dan
contoh implementasi keteladanan Nabi Luth As. dalam kehidupan
sehari-hari.
C. Pertanyaan Pemantik
Guru menanyakan kepada peserta didik seputar
materi Kisah
Teladan Nabi Luth
D. Kegiatan Pembelajaran
PERTEMUAN KE-1
Dalil Naqli Kisah Nabi Luth
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Dalil
Naqli Kisah Nabi Luth |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Dalil Naqli Kisah Nabi Luth |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Dalil Naqli Kisah Nabi Luth |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Dalil Naqli Kisah Nabi Luth |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-2
Kisah Nabi Luth
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Kisah
Nabi Luth |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Kisah Nabi Luth |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Kisah Nabi Luth |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Kisah Nabi Luth |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-3
Pesan Moral dan Hikmah dari
Cerita Kisah Nabi Luth
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Pesan
Moral dan Hikmah dari Cerita Kisah Nabi Luth |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Pesan Moral dan Hikmah dari Cerita Kisah
Nabi Luth |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Pesan Moral dan Hikmah dari Cerita Kisah
Nabi Luth |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Pesan Moral dan Hikmah dari Cerita Kisah
Nabi Luth |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-4
Ibrah
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Ibrah |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Ibrah |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Ibrah |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Ibrah |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
E. Pembelajaran Diferensiasi
§ Untuk siswa yang sudah memahami materi ini
sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh,
disarankan untuk membaca materi Kisah
Teladan Nabi Luth dari
berbagai referensi yang relevan.
§ Guru dapat menggunakan alternatif metode dan
media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan
pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
§ Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini,
disarankan untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau
di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan
untuk belajar kepada teman sebaya.
F. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran)
a. Asesmen
awal
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam
memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
|
Ya |
Tidak |
||
|
1 |
Apakah
pernah membaca buku terkait ? |
|
|
|
2 |
Apakah
kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik ? |
|
|
|
3 |
Apakah
kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode inquiry learning,
diskusi ? |
|
|
b. Asesmen
selama proses pembelajaran
Asesmen ini dilakukan guru selama
pembelajaran, khususnya saat peserta didik melakukan kegiatan diskusi,
presentasi dan refleksi tertulis. Asesmen saat inquiry learning (ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar
dengan metode inquiry learning)
Lembar kerja
pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade
inquiry learning
|
No |
Nama Siswa |
Arpak yang diamati |
Skor |
|||||
|
Gagasan |
Aktif |
Kerjasama |
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Nilai akhir x 25 |
||||||||
2. Asesmen Sumatif
a. Asesmen
Pengetahuan
Soal Asesmen Pengetahuan
A) Jawablah
pertanyaan berikut ini!
1. Uraikanlah,
kenapa Nabi Luth tidak menyampaikan kata-kata dakwahnya seperti yang disampaikan
oleh para Nabi dan Rasul yang lainnya, yaitu pada umumnya para Nabi memulai
dakwahnya dengan menyeru pada ketauhidan!
2. Tuliskan contoh
sikap Nabi Luth ketika menghadapi istrinya yang justru sebagai pembangkang
terhadap dakwahnya!
3. Jelaskan apakah
ada relefansi kisah azab Allah yang diberikan kepada kaum Luth dengan adanya
kehidupan sekarang yang sebagaian orang juga yang membangkang seperti kaum
Luth!
4. Identifikasikan
kenapa dosa homoseks lebih dahsyat dibandingkan dengan dosa pelaku zina!
5. Apa
langkah-langkah yang ditempuh Nabi Luth a.s dalam rangka berusaha mencegah perbuatan
kesesatan kaumnya!
B) Portofolio
dan Penilaian Sikap
1. Carilah beberapa
ayat dan hadis yang berhubungan dengan Kisah Teladan Nabi Luth dengan mengisi
kolom di bawah ini.
|
No |
Nama Surah + No.
Ayat/ Hadis + Riwayat |
Redaksi Ayat/ Hadis |
|
1 |
|
|
|
2 |
|
|
|
3 |
|
|
|
4 |
|
|
|
5 |
|
|
|
Dst |
|
|
2. Setelah kalian
memahami uraian tentang Kisah Teladan Nabi Luth, coba anda amati perilaku
berikut ini dan berikan komentar!
|
No |
Perilaku yang
diamati |
Tanggapan/ Komentar Anda |
|
1 |
Isu gay,
homoseksual dan lesbian kembali menyeruak. Hubungan yang dulu dianggap jijik
dan kotor itu, kini dipaksa dinilai normal dan manusiawi. Para pelaku
berjuang agar hubungan mereka legal dalam pernikahan |
|
|
2 |
Dalam
kondisi minoritas, kaum gay memposisikan diri sebagai orang-orang yang
dizalimi, berharap perhatian dan dihargai. Tapi dalam posisi mayoritas mereka
memperkosa sesama kaum lelaki. |
|
|
3 |
Suatu
ketika Khalid bin Walid mendapati di salah satu perkampungan Arab, lelaki
menikah sesama lelaki, kemudian Khalid berkirim surat kepada Abu Bakar
ash-Shidiq, selaku khalifah kala itu. Kemudian Abu Bakar bermusyawarah dengan
para sahabat tentang hukuman bagi pelaku homoseks tersebut. Ketika Ali bin Abi
Thalib mengeluarkan pendapat yang paling keras terhadap pelaku homoseks, Ali
bin Abi Thalib mengatakan,” Tidaklah melakukan dosa seperti ini kecuali satu
umat, dan kalian tahu apa yang Allah lakukan kepada mereka, pendapat saya,
pelakunya harus dihukum mati dengan cara dibakar dengan api.” Kemudian Abu
Bakar memerintahkan hukuman bakar bagi pelaku tersebut. Sedangkan sahabat
Ibnu Abbas berpendapat bahwa hukuman pelaku homoseks atau liwath dijatuhkan
dari bangunan tertinggi tempat dia tinggal dan dihujani dengan batu! |
|
b. Asesmen
keterampilan
1) Peserta
didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis
Contoh rubrik
penilaian praktek:
Nama : …………………………………..
Kelas :
…………………………………..
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Kelancaran
(kompetensi gramatikal di aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
2 |
Ketepatan
(kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf) |
20 |
|
3 |
Isi
(kompetensi wacana dan sosiolinguistik) |
20 |
|
4 |
Ucapan/pelafalan
(kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
5 |
Gestur
(kompetensi strategi) |
20 |
|
Total |
100 |
|
Indikator
Penilaian aspek kelancaran (fluency)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
15 - 20 |
|
2 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
10 - 14 |
|
3 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
5 - 9 |
|
4 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek ketepatan (accuracy)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
15 - 20 |
|
2 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
10 - 14 |
|
3 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
5 - 9 |
|
4 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek isi
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi detail |
25 -30 |
|
2 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi kurang detail |
20 - 24 |
|
3 |
Memiliki
struktur teks deskriptif tidak lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari
klasifikasi kurang detail |
15 - 19 |
|
4 |
Memiliki
struktur teks deskriptif kurang lengkap (deskripsi umum dan deskripsi
khusus), deskripsi umum meliputi definisi, dan deskripsi khusus kurang sesuai |
10 - 14 |
|
5 |
Tidak ada
komponen struktur deskriptif |
1 - 9 |
Petunjuk penskoran:
Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:
Skor Perolehan x 10 = ….
2) Peserta
didik membuat kartu nama
Contoh rubrik
penilaian produk kartu nama
|
No |
Nama Siswa |
Perencanaan Bahan |
Aspek Yang Dinilai |
Jml |
|||
|
Proses Pembuatan |
Hasil Produk |
||||||
|
Langkah pembuatan |
Teknik pembuatan |
Bentuk fisik |
Inovasi |
||||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Skor antara 1 – 5
Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas
yang diberikan
G. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
§ Pengayaan diberikan kepada
peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.
§ Guru memberikan
pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan
kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
§ Program pengayaan dilakukan di luar
jam belajar efektif.
Remedial
§ Remedial diberikan kepada peserta didik yang
belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran
§ Guru melakukan pembahasan ulang terhadap
materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan
pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan
menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
§ Program remedial dilakukan di luar jam
belajar efektif.
H. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan
kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:
§ Apakah semua peserta didik terlibat aktif
dalam pembelajaran iniv ?
§ Apakah ada kesulitan yang dialami peserta
didik?
§ Apakah semua peserta didik sudah dapat
melampaui target pembelajaran?
§ Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan
profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?
§ Apa langkah yang perlu dilakukan untuk
memperbaiki proses belajar?
Refleksi Peserta Didik:
|
No |
Pertanyaan Refleksi |
Jawaban Refleksi |
|
1 |
Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari
pelajaran ini? |
|
|
2 |
Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil
belajarmu? |
|
|
3 |
Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami
pelajaran ini? |
|
|
4 |
Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5,
berapa bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan |
|
|
Mengetahui, Kepala
Sekolah LUFIANA,
S. S NBM.
1024550 |
MAGELANG, ...... JANUARI 2025 Guru Mata Pelajaran KUNI
HIRIYANTI, S. Pd NIP. - |
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK (LKPD)
Setelah
Anda mendalami materi Kisah Teladan Nabi Luth, maka selanjutnya lakukanlah diskusi
dengan kelompok Anda! Bentuk kelompok kecil beranggotakan 4-6 siswa/ kelompok, kemudian
persiapkan diri untuk mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas.
Adapun
hal-hal yang perlu didiskusikan adalah sebagai berikut.
1. Permasalahan
besar yang dilakukan kaum Nabi Luth
2. Kegigihan
perjuangan Nabi Luth terhadap kaumnya
3. Implementasi
keteladanan Nabi Luth a.s dalam kehidupan sehari-hari
4. Cara menjauhi kebiasaan pembangkangan Nabi Luth
Lampiran 2
MATERI
BAHAN AJAR
1. Dalil
Naqli Dasar Kisah Nabi Luth As.
Nabi
Luth adalah salah satu nabi yang diutus untuk negeri Sodom dan Gomarah (Amurah).
Beliau ditugaskan berdakwah di Sadum, Syam, Palestina. Namanya disebutkan sebanyak
27 kali dalam al-Qur’an. Berikut diantara Firman Allah tentang kisah Nabi Luth dalam
berjuang terhadap kaumnya:
“Dan
kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari
(azab yang telah menimpa penduduk) kota, yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya
mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik, dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat
Kami; karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang saleh.”(QS. al-Anbiya’
[21]: 74-75)
“Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth,
berkata kepada mereka: mengapa kamu tidak bertakwa?" Sesungguhnya aku
adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah
kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah
kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia,dan kamu tinggalkan
istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang
yang melampaui batas". Mereka menjawab: "Hai Luth, sesungguhnya jika
kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir."
Luth berkata: "Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu". (Luth
berdo’a): "Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan
yang mereka kerjakan". Lalu Kami selamatkan ia beserta keluarganya semua,kecuali
seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal.
Kemudian kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu)
maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan
itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang
nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu,
benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (QS.
asy-Syu’ara’[26]: 160-175)
2. Kisah
Nabi Luth
Masyarakat
Sodom adalah masyarakat yang rendah tingkat moralnya, rusak mentalnya, tidak
mempunyai pegangan agama atau nilai kemanusiaan yang beradab.
Kemaksiatan
dan kemungkaran merajalela, kaum yang sangat keji dan buruk dalam tingkah
lakunya, yang senang melakukan hubungan bersenggama antar sesama yang di sebut
(homoseks) bagi pria dan (lesbian) bagi perempuan. Selain itu mereka banyak melakukan
perampokan, mencuri, berjudi serta beraneka ragam kejahatan lainya.
Kegiatan
seks keji ini mereka menganggapnya biasa saja dan hal yang wajar dilakukan untuk
melampiaskan nafsunya. Seolah-olah mereka terjebak dalam kesesatan yang nyata tanpa
memperdulikan apapun.
Kepada
masyarakat yang sudah sedemikian rupa keruntuhan moralnya dan sedemikian parah
penyakit sosialnya, diutuslah Nabi Luth keturunan dari Haran Bin Tarah yaitu
Azar dan keponakan dari Ibrahim, sebagai Rasul. Beliau banyak mengikuti hijrah
bersama Nabi Ibrahim sebelum Luth di utus kepada kaum Sodom. Sodom merupakan
suatu penduduk yang bertempat di Ardan. Nabi Luth mengajak kaum Sodom untuk
beriman dan beribadah kepada Allah, meninggalkan kebiasaan mungkar, tetapi kebanyakan
kaumnya mendustakan, mereka mengatakan bahwa Nabi Luth sok suci.
”Kaum
Luth telah mendustakan rasul-rasul. Ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada
mereka: Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan
(yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.”
(QS. ash-Shu’ara’[26]: 160-163)
Bahkan
catatan kejahatan mereka ditambah dengan kejahatan baru yang belum pernah terjadi
di muka bumi. Mereka memadamkan potensi kemanusiaan mereka dan daya kreativitas
yang ada dalam diri mereka. Yaitu kejahatan yang belum pernah dilakukan seseorang
sebelum mereka, dimana mereka berhubungan seks dengan sesama kaum lelaki (homoseks).
“Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya:
"Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (keji) itu sedang kamu
memperlihatkan (nya). Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu
(mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak
mengetahui (akibat perbuatanmu)." (QS.an- Naml [27]:
54-55).
Nabi
Luth menyampaikan dakwah kepada mereka dengan penuh ketulusan dan kejujuran.
Hari
demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun berlalu, dan Nabi Luth terus berdakwah.
Namun tak seorang pun yang mengikutinya dan tiada yang beriman kepadanya
kecuali keluarganya. Bahkan keluarganya pun tidak beriman semuanya. Istri Nabi
Luth yang bernama Wa’ilah kafir seperti istri Nabi Nuh: ”Allah membuat istri
Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada
di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu
kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu
tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan
(kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang
masuk (jahannam)." (QS. at-Tahrim [66]: 10)
Nabi luth berjuang menasehati mereka tanpa lelah. Maka tidak lain
jawaban kaumnya melainkan mengatakan: "Usirlah Luth beserta keluarganya
dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwahkan
dirinya) bersih." (QS. an-Naml [27]: 56).
Karena
mereka tidak mau mendengarkan Nabi luth dan tetap melakukan perbuatan sesat
itu, maka Nabi Luth memohon kepada Allah agar Dia menolongnya dari kaumnya,” Ya,Tuhanku,
tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.”(QS.al-Ankabut[29]:
30)
Akhirnya
Allah menurunkan azab kepada mereka dengan mengutus malaikat menghancurkan
segala nikmat yang Allah berikan kepada mereka, dengan cara mengutus malaikat
untuk datang ke rumah Luth menyerupai lelaki yang cukup tampan. Lelaki tampan
ini mengetuk pintu rumah Nabi Luth dan mengucapkan salam. Ketika Nabi Luth membukakan
pintu, Nabi Luth heran dengan pemuda ini yang ia tidak kenal berkunjung ke
tempatnya. Dalam hati Nabi Luth bertanya kepada dirinya sendiri, ada perlu
apakah pemuda ini bertamu kerumahnya sekaligus Nabi Luth khawatir dengan
ketampanannya itu menyebabkan penduduk di sini bisa berbuat keji kepada pemuda
ini nantinya kata Nabi Luth dalam hati.
Pemuda
ini tidak memberitahu sama sekali kepada Nabi Luth bahwa dia ini adalah malaikat
yang menyamar sebagai seorang pemuda yang tampan. Kemudian hal yang tidak di
inginkan Nabi Luth terjadi, para lakilaki yang ada disana langsung
berbondongbondong ke tempatnya Nabi Luth untuk menyaksikan lelaki tampan
tersebut sekaligus untuk mengajaknya berbuat keji yaitu berhomoseks. Nabi luth
ketika itu langsung melindungi pemuda ini dari para lelaki yang ingin berbuat
keji kepadanya, namun karena terlalu banyaknya laki-laki, Nabi Luth sangat kewalahan
menghadapi mereka. Terlihat muka Nabi Luth yang sangat khawatir, malaikat lalu
memberitahukan kepada Nabi Luth bahwa dia adalah seorang malaikat yang menyamar
untuk menghancurkan tempat ini. Setelah penduduk Sodom mengetahui perihal tamu
tampan yang ada di rumah Luth, dengan buas dan penuh nafsu, mereka pun segera
menuju rumah Luth. Dan sesampai mereka di rumah Luth, didapati pintu rumah Luth
tertutup. Kaum Luth pun lantas berteriak, ”Luth, bukalah pintu rumahmu jika
tak ingin kami membukanya dengan paksa!” Istri Luth berusaha mencari Luth,
dan ternyata ia menjumpai suaminya meninggalkan tamunya itu dalam kamar. Ia
kemudian mengintai dari balik tirai dan hatinya merasa senang. Di luar,
teriakan kaum Luth semakin menjadi-jadi. Akibatnya, dari balik pintu, Luth
hanya bisa berkata kepada kaum Sodom, "Hai kaumku, inilah
puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan
janganlah kamu mencemarkan (nama) ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di
antaramu seorang yang bisa membedakan (baik dan buruk)?”(QS.Hud [11]: 78).
Tetapi ucapan Luth tak diindahkan kaumnya. "Sesungguhnya kamu telah
tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan
sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki."
(QS.Hud [11]: 78).
Luth
masih dihinggapi rasa khawatir. Tetapi, tamu itu berkata lagi. ”Bukakan
pintu dan tinggalkan kami bersama mereka!” Malaikat-malaikat itu menyuruh
Nabi Luth membuka pintu rumahnya seluas mungkin agar dapat memberi kesempatan
bagi orang– orang haus terhadap lelaki itu masuk. Mereka pun menyerbu masuk.
Namun
malangnya ketika pintu dibuka dan para penyerbu menginjakkan kaki mereka untuk
masuk, tiba-tiba gelaplah pandangan mereka dan tidak dapat melihat sesuatu pun.
Malaikat-malaikat tadi telah membutakan mata mereka. Sementara itu, para
penyerbu rumah Nabi Luth dalam keadaan kacau balau berbenturan satu dengan yang
lain berteriak-teriak, bertanya-tanya apa gerangan yang menjadikan mereka buta
mendadak. Lalu, bertanyalah Luth kepada utusan Allah itu, ”Apakah kaumku
akan dibinasakan saat ini juga?” Utusan Allah memberitahukan bahwa azab
akan ditimpakan kepada kaum Luth pada waktu subuh nanti. Mendengar Malaikat
itu, Luth segera berpikir, bukankah waktu subuh sudah dekat? Luth pun diperintahkan
segera pergi dengan membawa keluarganya pada akhir malam dan keluarga Luth
akhirnya pergi ke luar kota, tidak bersama dengan Wa’ilah. Karena istri Luth
telah berkhianat kepada suaminya dan telah membantu orang-orang yang berbuat
kerusakan, dan ia harus menerima akibatnya. Maka turunlah azab atas dirinya,
bersama semua kaum Luth yang ingkar itu.
”Maka
tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah
(Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan
bertubi-tubi. Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh
dari orang-orang yang zalim.” (QS.Hud [11]: 82-83).
Demikianlah,
akhir dari kisah istri luth dan kisah penduduk Sodomi yang telah melakukan
perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh penduduk bumi sebelumnya karena
mereka melampiaskan nafsu dengan mendatangi lelaki (sodomi), bukannya mendatangi
wanita. Akhir kisah yang menyedihkan dari istri luth dan penduduk sodomi yang
ditimpa azab yang amat pedih. Istri Nabi luth ikut terkena azab karena dia mengingkari
ajaran yang di bawakan suaminya (Nabi Luth). Adapun sang anak mereka selamat
dari azab, karena mengikuti ajaran ayahnya. Kini mereka yang selamat hidup rukun
dan hidup sesuai dengan ajaran islam serta menyebarkannya.
3. Pesan
Moral dan Hikmah dari Cerita Kisah Nabi Luth As
a. Kegigihan Nabi
Luth berdakwah mengajak kaum Sodom untuk meninggalkan perilaku yang merusak
patut kita jadikan teladan. Dalam menghadapi kaumnya, Nabi Luth memiliki beberapa
keistimewaan diantaranya.
1) Pantang menyerah
terhadap kaumnya, berkali-kali Nabi Luth menyerukan kepada kaumnya untuk
meninggalkan kebudayaan menyimpang yaitu homoseks, namun karena sudah terlanjur
hancur moral masyarakat di sana mereka pun tidak mau mendengar perkataan Luth.
Hanya sebagian kecil saja yang mau mengikuti ajaran Nabi Luth.
2) Tabah dalam
menghadapi hujatan dari kaumnya, mereka tidak mau mengikuti ajaran Nabi Luth
dan justru memperolok Nabi Luth dengan kata-kata ”Sok suci” bahkan
mereka tega mengusir Nabi Luth kalau tidak mau menghentikan dakwahnya.
3) Tetap
bertanggungjawab mengemban tugas menyampaikan risalahnya. Ia tidak henti-henti
menggunakan setiap kesempatan dan dalam tiap pertemuan dengan kaumnya secara
berkelompok atau perorangan beriman kepada Allah, beramal saleh dan menjauhi
kemaksiatan.
4) Sabar dalam
menghadapi ujian cobaan baik yang datang dari kaumnya ataupun dari istrinya
sendiri yang justru membangkang pada dakwahnya.
5) Peduli ketika
memikirkan malaikat yang menyamar sebagai seorang pemuda, dikhawatirkan
keselamatannya dari nafsu para kaumnya.
b. Sikap pribadi
dalam satu keluarga, mempunyai karakter yang beragam. Walaupun demikian sikap
pembangkangan dan penghianatan istri terhadap suami sangatlah tidak wajar dan
bernilai rendah.
c. Cobaan dan
rintangan dalam berdakwah bisa datang dari manapun, termasuk keluarga dekat
seperti istri Nabi Luth malah menjadi penghalang dakwah Nabi Luth.
d. Sikap
membangkang terhadap perintah Allah dan tidak mau bertaubat akan mendatangkan
azab Allah seperti yang menimpa kaum Sodom.
e. Siksa atau azab
yang menimpa komunitas manusia tentu bukan salah dan kemauan Allah, tetapi oleh
karena perilaku anggota masyarakat itu sendiri.
4. Ibrah
Maraknya
isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) belakangan ini mengharuskan
kita semua belajar lagi dan mengambil hikmah dari kisah Nabi Luth As. dan
kaumnya yang dikenal berperilaku menyimpang, yaitu kaum homoseksual (liwath).
Kisah kaum Nabi Luth, benar-benar bisa kita ambil pelajaran terhadap keadaan
kehidupan sekarang antara lain.
a. Perbuatan
homoseksual (pria atau wanita penyuka sejenis) disebut fahisyah (al- Ankabut
28) Menurut Muhammad al-Hijaz dalam at-Tafsir al-wadhih, esensi fahisyah itu
adalah perbuatan yang sangat keji, buruk, menjijikan dan sangat membahayakan. Bahkan
saking keji dan nistanya, Allah memberi sifat kaum homoseksual tersebut dengan
tiga sifat yaitu kaum yang bodoh, kaum yang melampaui batas kemungkaran dan
kaum yang melampaui batas aturan Allah.
b. Perilaku lesbian
dan gay kaum Luth As itu disebut mungkar (ditolak keras, tidak bisa diterima
norma agama, etika, atau hukum), bahkan kaum Nabi Luth menantang Nabinya untuk
meminta didatangkan azab Allah Swt.
c. Perilaku kaum
Nabi Luth itu dinilai zalim, baik zalim pada dirinya sendiri ataupun orang
lain. Banyak riset menunjukkan timbulnya penyakit aids adalah karena hubungan
seksual sesama jenis, melalui perilaku seks anal (dubur) yang oleh Nabi Saw.
secara tegas dilarang.
d. Perilaku kaum
Nabi Luth itu musrif artinya sungguh keterlaluan, atau melampaui batas
kepatutan dan kewajaran (abnormal), hewan yang tidak punya akal saja tidak ada
yang menyukai sesama jenis. Artinya perilaku kaum Nabi Luth itu lebih hina dari
pada perilaku hewan.
e. Perilaku kaum
Nabi Luth itu dinilai Mufsid (merusak), merusak tujuan dan fungsi pernikahan
yaitu reproduktif secara sehat dan halal sekaligus merusak spiritual dan masa
depan manusia.
f. Perilaku kaum
Nabi Luth itu jelas melanggar HAM, melawan nurani dan fitrah kemanusiaan yang
benar dan lurus, mematikan proses reproduktif melalui pernikahan berbeda jenis
dan mematikan masa depan kemanusian.
g. Karena keji dan
nistanya perbuatan homoseksual, maka Allah menurunkan siksa kepada mereka enam
siksaan sebagai berikut.
1) Allah
menurunkan hujan batu
2) Allah
membutakan mata mereka
3) Allah
membalikkan negeri mereka sehingga tanah menjadi atap dan atap menjadi tanah
4) Allah
menurunkan hujan sangat dahsyat dan hebat
5) Allah
menurunkan suara keras yang sangat menggelegar
6) Allah
menurunkan angin yang sangat kencang yang membawa bebatuan
Sungguh
siksaan yang sangat mengenaskan sekaligus hukuman yang sangat menyeramkan.
Semua
itu Allah jelaskan agar apa yang terjadi dengan kaum Nabi Luth As tidak terulang
lagi pada masa-masa setelahnya. Karena itu, di penghujung kisah Nabi Luth As Allah
menegaskan bahwa semua itu sejatinya menjadi pelajaran bagi orang orang yang selalu
mengambil pelajaran, juga bagi orang-orang yang beriman.
Lampiran 3
GLOSARIUM
Bid’ah : Perbuatan
yang dikerjakan tidak menurut contoh yang sudah ditetapkan
Dalil Aqli : Berdasarkan
akal
Dalil
Naqli : Berdasarkan Qur’an Hadis
Doktriner : Ajaran
(tentang asas suatu aliran politik, keagamaan)
Ekstremisme : Orang
yang melampaui batas kebiasaan
Fasik : Orang
yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya
Ghadzabillah : Murka
Allah
Hablum
minallah : Hubungan dengan Allah
Hablum
minannas : Hubungan dengan sesama manusia
Hilm : Tidak
cepat emosi dan tidak bersikap masa bodoh
Ikhtilaf : Perbedaan
pendapat atau pikiran
Kafir : Mengikuti
kesalahan tetapi tetap menjalankan
Khawarijiyah : Berontak
Ma’ani : Sudah
tetap, tidak boleh tidak
Ma’nawiyah : Tabi’at,
sifat-sifat kejiwaan
Mistisisme : Ajaran
yang menyatakan hal-hal yang yang tidak terjangkau oleh akal manusia
Mujaahadah : Bersungguh-sungguh
Mukallaf : Dewasa
dan tidak mengalami gangguan jiwa maupun akal
Musyrik : Orang
yang menyekutukan Allah
Mutasyabihah : Ayat
al-qur’an yang membutuhkan penafsiran dalam memahaminya
Nafsiyah : Orang
seseorang, sendiri sendiri
Radikalisme : Paham
atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan social dan politik
dengan cara kekerasan atau drastic
Sum’ah : Suka
memperdengarkan atau menceritakan kebaikannya kepada orang lain.
Ummatan
wasathan : Umat yang adil atau pertengahan
Zalim : Kejam,
bengis, tidak berperikemanusiaan
Lampiran 4
DAFTAR
PUSTAKA
Al-Qur’an Al-Karim
Abdul Hiyadh, Terjemah Durrotun Nasihin, Mesir,
Surabaya, 1993
Abu Hudzaifah. Lc, Kisah Para Nabi dan Rasul,
Pustaka as-Sunah, Jakarta, 2007
Derektorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam
Departemen Agama, Akhlak Ilmu Tauhid, PT. Karya Unipres, Jakarta, 1982
’Aidh al-Qarni, La Tahzan ,Jangan Bersedih, Qisthi
Pres, Jakarta Timur, 2004
A. Ilyas Ismail, M.A, Pilar-pilar Takwa, (Doktrin.
Pemikiran, Hikmat, dan Pencerahan Spiritual), Rajawali Pers, (PT. Raja
Grafindo Persada), Jakarta, 2009
Handono, Aris Musthafa, zaenuri Siroj, Meneladani
Akhlak Untuk Kelas XI Madrasah Aliyah Program Keagamaan , PT. Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri, Solo, 2017
Handono, Aris Musthafa, Zaenuri Siroj, Meneladani
Akhlak Untuk Kelas XII Madrasah Aliyah Program Keagamaan , PT. Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri, Solo, 2017
Hasyim Asy’ari, Penerjemah Rosidin, Pendidikan Khas
Pesantren (Adabul ’Alim wal Muta’allim), Tira Smart,Tangerang, 2017
M. Ali Haidar, Nahdhatul Ulama’ dan Islam di Indonesia,
PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1998
M. Imdadun Rahmat, Arus Baru Islam Radikal, Tranmisi
Revivalisme Islam Timur Tengah ke Indonesia, Erlangga, Jakarta , 2005
Muhammad bin Abdul Wahab, Syarah Kitab al-Tauhid,
PT. Pustaka Panjimas, Jakarta, 1984
Roli Abdul Rohman-M. Khamzah. Menjaga Akidah dan
Akhlak untuk kelas X Madrasah Aliyah, PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri,
Solo 2017
Sa’id Hawwa, Tazkiyatun Nafs (Intisari Ihya
Ulumuddin), Pena Pundi Aksara, Jakarta, 2007
Salim Bahreisy, Irsyadul ’Ibad Ilasabilirrasyad (Petunjuk
ke Jalan Lurus ), Darussaggaf, Surabaya, 1977
Salim Bahreisy, Riyadhus
Shalihin, PT. Alma’arif, Bandung , 1987
Umar Sulaiman al-Asyqar , al-Asma’ al- Husna,
Qisthi Press, Jakarta timur Cetakan ke-6, Mei 2009
Zainuddin, Terjemah
Hadis Shahih Bukkhari, Widjaya, Jakarta 1992
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar