MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH
MATA PELAJARAN : AKIDAH AKHLAK
BAB 1 : AYO MENGHINDARI SIFAT TERCELA
INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul
Nama Madrasah : MA Muhammadiyah
Blabak
Nama Penyusun : Kuni Hiriyanti, S. Pd
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas / Fase Semester :
X/ E / 1
Elemen : Ayo Menghindari Sifat Tercela
Alokasi waktu : 3 X pertemuan ( 1 x 45 menit )
Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase E, dalam elemen akidah, peserta
didik mampu menganalisis sifat wajib dan mustahil bagi Allah Swt. (nafsiyah, salbiyah, ma'ani, dan ma'nawiyah) dan sifat-sifat jaiz Allah
Swt., asma' al-Husna, Islam wasathiyah (moderat) dan Islam radikal.
Pada elemen akhlak, peserta didik membiasakan akhlak terpuji (taubat, hikmah, iffah, syaja 'ah dan 'adalah);dan menghindari akhlak tercela
(hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya' dan sifat-sifat turunannya, nafsu
syahwat, licik, tamak, zhalim, dan
diskriminatif, għadlab); serta cara
menundukkannya melalui mujahadah, riyadlah, dan tazkiyatun nufus. Pada
elemen adab peserta didik mampu menganalisis dan membiasakan adab mengunjungi
orang sakit, berbakti kepada orang tua dan guru berdasarkan dalil dan pendapat
ulama. Dalam elemen kisah teladan, peserta didik mampu menganalisis dan
mengambil ibrah dari kisah Nabi Luth a.s. dalam kehidupan sehari-hari.
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Akidah |
Peserta didik mampu
menganalisis sifat wajib, mustahil Allah Swt. (nafsiyah, salbiyah, ma'ani, dan ma'nawiyah) dan sifat jaiz Allah Swt., asma' al-husna (al-Karim, al-Mu'min, al-Wakiil, al- Matiin, al-Jaami,
al-Hafiz, al-Rafi', al-Wahhab, al-Rakib, al-Mubdi, al-Muhyi, al-Hayyu,
al-Qoyyum, al-Akhir, al-Mujib, dan al-Awwal,
dan nama lainnya), serta pemahaman Islam wasathiyah (moderat) sebagai upaya membentuk sikap moderasi
beragama dalam akidah dan muamalah untuk mewujudkan harmoni kehidupan
berbangsa dan bernegara yang berkebinekaan. |
|
Akhlak |
Peserta didik mampu
menganalisis akhlak terpuji-hikmah,
iffah, syaja 'ah, dan 'adalah; menghindari akhlak tercela hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya, dan sifat-sifat turunannya,
serta syahwat, ghadlab, licik,
tamak, dzalim, dan diskriminatif, melalui tazkiyatun
nufus dengan cara mujahadah dan
riyadlah, sehingga terbentuk
pribadi yang memiliki kesalehan individual dan sosial dalam menjalankan
kehidupan berbangsa dan bernegara. |
|
Adab |
Peserta didik mampu
membiasakan dan mengevaluasi adab berbakti kepada orang tua dan guru,
mengunjungi orang sakit berdasarkan dalil dalam konteks kehidupan global
sehingga terbentuk pribadi yang peduli dan santun dalam kehidupan
sehari-hari. |
|
Kisah Keteladanan |
Peserta didik mampu
meneladani kisah Nabi Luth a.s. dalam kesabaran, ketangguhan dan ke beranian
dalam menegakkan amar ma'ruf dan nahi munkar, sehingga dapat diambil
inspirasi dalam menghadapi tantangan kehidupan yang hedonis, materialistis
dan sekuler di era global. |
B Kompetensi Awal
Hidup adalah perjuangan dan untuk melakukan amal saleh
dibutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Hal ini karena setan dan hawa nafsu
terus menerus mengajak manusia untuk berbuat maksiat. Seseorang yang berbuat
kebajikan dan amal saleh berarti harus berjuang melawan setan dan hawa nafsu.
Sungguh disayangkan jika hubb al-dunya, hasad, ujub, sombong, dan riya’
merusak semua amal kebaikan yang dilakukan dengan perjuangan keras
C. Profil Pelajar Pancasila
(PPP) dan Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRA)
§ Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai
adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis
dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.
§ Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.
D. Sarana dan Prasarana
Media : LCD proyektor,
komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain
Sumber
Belajar : LKPD, Buku Teks, laman
E-learning, E-book, dan lain-lain
E. Target Peserta Didik
Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular
F. Model DAN METODE
Pembelajaran
Model
Pembelajaran : Discovery learning
Metode
Pembelajaran : Karya kunjung, market of place, demonstrasi
KOMPETENSI INTI
A. Tujuan Pembelajaran
§ Menelaah
dalil sifat tercela hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya’ dan
sifat-sifat turunannya
§ Menguraikan
makna sifat tercela hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya’ dan
sifat-sifat turunannya
§ Memerinci
sebab-sebab dilakukan sifat tercela hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya’
dan sifat-sifat turunannya
§ Menguraikan
dampak negatif sifat tercela hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya’ dan
sifat-sifat turunannya
§ Menguraikan
cara menghindari sifat tercela hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya’ dan
sifat-sifat turunannya
§ Melafalkan
dalil tentang sifat tercela hubbuddunya,hasad, ujub, sombong, riya’ dan sifat-sifat
turunannya
§ Mendiskusikan
hasil analisis makna, penyebab, dan dampak negatif dari sifat tercela hubbuddunya,hasad,
ujub, sombong, riya’ dan sifat-sifat turunannya
B. Pemahaman Bermakna
§ Menganalisis
makna, penyebab, dan dampak negatif dari sifat tercela hubb al-dunya, hasad,
ujub, sombong, riya’ dan sifat-sifat turunannya
§ Menyajikan
hasil analisis makna, penyebab, dan dampak negatif dari sifat tercela hubb
al-dunya, hasad, ujub, sombong, riya’ dan sifat-sifat turunannya
C. Pertanyaan Pemantik
Guru menanyakan kepada peserta didik seputar
materi Ayo Menghindari Sifat Tercela
D. Kegiatan Pembelajaran
PERTEMUAN KE-1
Hubb al-dunya
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Hubb al-dunya |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Hubb
al-dunya |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Hubb
al-dunya |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Hubb
al-dunya |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-2
Hasad
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Hasad |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Hasad |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Hasad |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Hasad |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-3
Ujub
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Ujub |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Ujub |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Ujub |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Ujub |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-4
Sombong
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong
royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar
Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub,
tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Sombong |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Sombong |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Sombong |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Sombong |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-5
Riya’
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Riya’ |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Riya’ |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Riya’ |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Riya’ |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
E. Pembelajaran Diferensiasi
§ Untuk siswa yang sudah memahami materi ini
sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh,
disarankan untuk membaca materi Ayo Menghindari Sifat Tercela dari berbagai referensi yang relevan.
§ Guru dapat menggunakan alternatif metode dan
media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan
pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
§ Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini,
disarankan untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau
di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan
untuk belajar kepada teman sebaya.
F. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran)
a. Asesmen
awal
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam
memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
|
Ya |
Tidak |
||
|
1 |
Apakah
pernah membaca buku terkait ? |
|
|
|
2 |
Apakah
kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik ? |
|
|
|
3 |
Apakah
kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode inquiry learning,
diskusi ? |
|
|
b. Asesmen
selama proses pembelajaran
Asesmen ini dilakukan guru selama
pembelajaran, khususnya saat peserta didik melakukan kegiatan diskusi,
presentasi dan refleksi tertulis. Asesmen saat inquiry learning (ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar dengan
metode inquiry learning)
Lembar kerja
pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade
inquiry learning
|
No |
Nama Siswa |
Arpak yang diamati |
Skor |
|||||
|
Gagasan |
Aktif |
Kerjasama |
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Nilai akhir x 25 |
||||||||
2. Asesmen Sumatif
a. Asesmen
Pengetahuan
Soal Asesmen Pengetahuan
A) Jawablah
pertanyaan berikut ini!
1. Betapa bahayanya
hasad sehingga diibaratkan seperti api yang memakan kayu bakar.
Tuliskan
tiga contoh perbuatan hasad yang berbahaya itu!
2. Bekerja
merupakan sarana untuk mencari rezeki, namun demikian, jangan sampai terjebak
kepada cinta harta secara berlebihan. Bagaimana caranya seseorang dapat
terhindar dari hubb al-dunya?
3. Berprestasi
merupakan suatu kebanggaan. Namun demikian kebanggaan yang dicapai jangan
menjerumuskan kepada perilaku ujub. Bagaimana cara menyikapi agar
perbuatan itu tidak tergolong ujub?
4. Jelaskan salah
satu sifat ma’ani Allah as- Saami’ yang memiliki arti berbeda
dengan yang dimiliki manusia!
5. Identifikasilah
perbedaan sikap antara orang yang mau mempelajari sifat-sifat Allah dengan
orang yang tidak mau mengenal Allah!
B) Portofolio
dan Penilaian Sikap
1. Carilah beberapa
ayat dan hadis yang berhubungan dengan sifat tercela hubb aldunya, hasad,
ujub, sombong dan riya’ dengan mengisi kolom di bawah ini.
|
No |
Nama Surah + No.
Ayat/ Hadis + Riwayat |
Redaksi Ayat/ Hadis |
|
1 |
|
|
|
2 |
|
|
|
3 |
|
|
|
4 |
|
|
|
5 |
|
|
|
Dst |
|
|
2. Setelah kalian
memahami uraian mengenai ajaran Islam tentang sifat tercela: hubb aldunya,
hasad, ujub, sombong dan riya’, coba kamu cermati perilaku
berikut ini dan berikan komentar.
|
No |
Perilaku yang
diamati |
Tanggapan/ Komentar Anda |
|
1 |
Seorang
hamba beribadah pada awalnya ikhlas karena Allah dan sampai selesai
keadaannya masih demikian, namun pada akhir ibadahnya dipuji oleh manusia dan
ia merasa bangga dengan pujian manusia tersebut, serta ia mendapatkan apa
yang diinginkannya, misalnya dengan memperoleh kedudukan di masyarakat |
|
|
2 |
Al-Muhallab
bin Abu Shufrah, seorang kapten tentara Al- Hajjaj,pada suatu hari dengan
berpakaian sutera menampakkan keangkuhannya daam perjalanan. Kemudian
Mutharrif bin Abdullah berkata kepadanya: ”Wahai hamba Allah, cara jalan
seperti itu dimurkai Allah dan Rasulnya”. Al-Muhllab lalu berkata: ”apakah
kamu belum mengetahui siapa aku?” Mutharif menjawab: ”Aku mengetahui siapa
kamu. Kamu diciptakan dari mani yang keji, dan kelak akan menjadi bangkai
yang busuk dan menjijikan, dan selama hidup kamu selalu membawa kotoran
(tahi) ke mana-mana”. Mendengar yang demikian itu, Al-Muhallab langsung
merubah cara jalannya |
|
b. Asesmen
keterampilan
1) Peserta
didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis
Contoh rubrik
penilaian praktek:
Nama : …………………………………..
Kelas :
…………………………………..
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Kelancaran
(kompetensi gramatikal di aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
2 |
Ketepatan
(kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf) |
20 |
|
3 |
Isi
(kompetensi wacana dan sosiolinguistik) |
20 |
|
4 |
Ucapan/pelafalan
(kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
5 |
Gestur
(kompetensi strategi) |
20 |
|
Total |
100 |
|
Indikator
Penilaian aspek kelancaran (fluency)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
15 - 20 |
|
2 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
10 - 14 |
|
3 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
5 - 9 |
|
4 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek ketepatan (accuracy)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
15 - 20 |
|
2 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
10 - 14 |
|
3 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
5 - 9 |
|
4 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek isi
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi detail |
25 -30 |
|
2 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi kurang detail |
20 - 24 |
|
3 |
Memiliki
struktur teks deskriptif tidak lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi
kurang detail |
15 - 19 |
|
4 |
Memiliki
struktur teks deskriptif kurang lengkap (deskripsi umum dan deskripsi
khusus), deskripsi umum meliputi definisi, dan deskripsi khusus kurang sesuai |
10 - 14 |
|
5 |
Tidak ada
komponen struktur deskriptif |
1 - 9 |
Petunjuk penskoran:
Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:
Skor Perolehan x 10 = ….
2) Peserta
didik membuat kartu nama
Contoh rubrik
penilaian produk kartu nama
|
No |
Nama Siswa |
Perencanaan Bahan |
Aspek Yang Dinilai |
Jml |
|||
|
Proses Pembuatan |
Hasil Produk |
||||||
|
Langkah pembuatan |
Teknik pembuatan |
Bentuk fisik |
Inovasi |
||||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Skor antara 1 – 5
Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas
yang diberikan
G. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
§ Pengayaan diberikan kepada
peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.
§ Guru memberikan
pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan
kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
§ Program pengayaan dilakukan di luar
jam belajar efektif.
Remedial
§ Remedial diberikan kepada peserta didik yang
belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran
§ Guru melakukan pembahasan ulang terhadap
materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan
pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan
menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
§ Program remedial dilakukan di luar jam
belajar efektif.
H. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan
kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:
§ Apakah semua peserta didik terlibat aktif
dalam pembelajaran iniv ?
§ Apakah ada kesulitan yang dialami peserta
didik?
§ Apakah semua peserta didik sudah dapat
melampaui target pembelajaran?
§ Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan
profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?
§ Apa langkah yang perlu dilakukan untuk
memperbaiki proses belajar?
Refleksi Peserta Didik:
|
No |
Pertanyaan Refleksi |
Jawaban Refleksi |
|
1 |
Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari
pelajaran ini? |
|
|
2 |
Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil
belajarmu? |
|
|
3 |
Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami
pelajaran ini? |
|
|
4 |
Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5,
berapa bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan |
|
|
|
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK (LKPD)
Setelah
Anda mendalami materi akhlak tercela hubb al-dunya, hasad, ujub, sombong
dan riya’, maka selanjutnya lakukanlah diskusi dengan kelompok Anda!
Bentuk kelompok kecil beranggotakan 4-6 siswa/ kelompok, kemudian persiapkan
diri untuk mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas. Adapun
hal-hal yang perlu didiskusikan adalah sebagai berikut.
1. Makna, penyebab,
dampak negatif dan cara menghindari sifat tercela hubb al-dunya, hasad, ujub,
sombong, riya’ dan sifat turunannya.
Lampiran 2
MATERI
BAHAN AJAR
1. Hubb
al-dunya
a. Dalil
Naqli
Hubb al-dunya merupakan akhlak tercela yang harus dihindari,sebagaimana
firman Allah:
”Ketahuilah,
bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang
melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbanggabanggaan tentang
banyaknya harta dan anak”(QS. al-Hadid [57]:20)
b. Pengertian
Hubb al-dunya
Hubb al-dunya
c. Penyebab
Hubb al-dunya
1) Menganggap dunia
sebagai tujuan utama, bukan sebagai sarana mencapai kehidupan akhirat.
2) Suka
mengumpulkan harta dengan menghalalkan berbagai macam cara.
”Bermegah-megahan
telah melalaikan kamu. sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (QS.at-Takatsur[102]:1-2)
3) Kikir terhadap
harta, tidak rela hartanya terlepas dari dirinya.
4) Serakah dan
rakus serta tamak. Selalu ingin mengumpulkan harta walaupun sudah memiliki.
5) Tidak mau
mensyukuri nikmat Allah.
d. Dampak
Negatif
Ketika
seorang muslim sudah menjadikan dunia ini sebagai tujuan utamanya, maka itu
alamat dia telah terjebak dalam hubb al-dunya. Padahal, dalam prinsip
akidah, dunia ini bukanlah tujuan. Melainkan hanya alat untuk mencapai
kebahagiaan di akhirat kelak. Maka mereka yang hubb al-dunya akan
memperoleh dampak negatif sebagai berikut.
1) Cinta dunia akan
membuat mereka lupa kepada Allah.
2) Mereka yang
begitu mencintai dunia akan mudah tergoyah imannya.
3) Sebagai sumber
penyakit, cinta dunia sering mengakibatkan seseorang cinta terhadap hartanya
dan di dalam harta terdapat banyak penyakit, antara lain tamak, rakus, pamer,
dengki dan lain-lain.
4) Menghalalkan
segala cara demi memperoleh kesenangan dunianya.
5) Membuat
seseorang tidak melakukan sesuatu yang bermanfaat baginya di akhirat
e. Cara
Menghindari
Betapa
bahayanya hubb al-dunya baik bagi diri sendiri ataupun orang lain, maka
kita harus berusaha menghindarinya dengan cara :
1) Mengingat bahwa
kehidupan dunia itu hanya sementara. Islam tidak memerintahkan umatnya
meninggalkan dunia, tetapi diperintahkan untuk menaklukkan dunia dalam
genggamannya, bukan dalam hatinya.
2) Memperbanyak
mengingat kematian.
3) Qana’ah yaitu
merasa cukup terhadap yang dimiliki, serta menjauhkan diri dari sifat tidak
puas terhadap harta.
4) Mengingat bahwa
apa yang kita lakukan di dunia akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat.
2. Hasad
a. Dalil
Naqli
Allah
berfirman:
“Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi
Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya.” (QS. ali-
Imran [3]: 120)
b. Pengertian
Hasad adalah penyakit hati ketika seseorang merasa tidak senang
jika orang lain menerima karunia dari Allah. Hasad secara bahasa berarti
dengki atau benci. Menurut istilah hasad adalah membenci nikmat Allah
Swt. yang dianugerahkan kepada orang lain, serta menginginkan agar nikmat
tersebut segera hilang atau terhapus dari orang lain.
Nikmat
yang dikaruniakan oleh Allah Swt. kepada hamba-Nya tidak sama. Ada manusia yang
dikaruniai nikmat berupa harta benda, ada yang dikaruniai nikmat berupa anak,
kecerdasan, kecantikan, dan lain sebagainya. Akan tetapi manusia yang mempunyai
perilaku hasad merasa tidak senang jika orang lain menerima karunia-Nya.
c. Sebab-sebab
Ada
dua sebab utama yang membuat seseorang berlaku hasad, yang pertama
adanya rasa permusuhan dan kebencian kepada seseorang. Yang kedua adanya sifat takabur
atau sombong yakni merasa diri sendiri yang paling baik, paling benar atau
paling hebat. Dari sifat dan sikap seperti ini seseorang tidak suka terhadap
keberhasilan dan kemajuan yang dicapai orang lain.
d. Dampak
Negatif Hasad
Dampak
negatif perilaku hasad sebagai berikut.
1) Menghanguskan
amal kebaikan
Hasad dapat membakar amal kebaikan bagaikan api membakar kayu
bakar. Rasulullah Saw. bersabda:
“Jauhilah
olehmu sifat dengki karena sesungguhnya sifat dengki itu memakan kebaikan
seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Ahmad)
Semua
amal baik membutuhkan perjuangan keras, sangat disayangkan bila amal baik itu
hanya lenyap dalam sekejap oleh perilaku hasad. Ibarat “Panas setahun
terhapus dengan hujan sehari.” Sekali berbuat hasad, amal kebaikan
yang telah dikumpulkan bertahun-tahun pun lenyap tidak berbekas.
2) Merasa senang
jika orang lain tertimpa musibah
3) Memutus tali
silaturahmi
4) Hilangnya
ketenangan dan kebahagiaan
5) Tidak dapat
menyempurnakan iman
e. Cara
Menghindari Perilaku Hasad
1) Memperbanyak
bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah.
2) Menanamkan
kesadaran bahwa sifat hasad akan membawa seseorang menderita batin
3) Berfikir positif
atas segala kejadian yang menimpa kita
4) Menumbuhkan
kesadaran bahwa akibat dari sifat dengki itu adalah permusuhan yang akan
membawa kepada petaka .
5) Memelihara sikap
rendah hati, tidak sombong atau membanggakan diri, dan meyakini bahwa semua
yang kita miliki adalah titipan dari Allah Swt. sehingga kita tidak perlu
merasa tersaingi apabila orang lain mendapatkan suatu kenikmatan dari Allah.
6) Saling
mengingatkan dan saling menasehati
7) Bersikap
realistis melihat kenyataan
8) Mempunyai
pendirian dan tidak mudah terprovokasi
9) Senantiasa ingat
pada Allah dan meminta perlindunngan kepada-Nya agar terhindar dari sifat
hasad.
3. Ujub
a. Dalil
Naqli
Rasulullah
Saw. bersabda :
“Tiga
perkara yang membawa kepada kehancuran: pelit, mengikuti hawa nafsu, dan suka
membanggakan diri. “(HR. ath-Thabari, hadits Hasan).
b. Pengertian
Ujub
Secara
bahasa (etimologi), ’Ujub, berasal dari kata ’ajaba yang artinya
kagum, terheran-heran, takjub. Al-I’jabu bi al-Nafs
Secara
istilah dapat kita pahami bahwa ’ujub yaitu suatu sikap membanggakan
diri, dengan memberikan satu penghargaan yang terlalu berlebihan kepada
kemampuan diri. Imam Ghazali menuturkan, “Perasaan ’ujub adalah kecintaan
seseorang pada suatu karunia dan merasa memilikinya sendiri, tanpa
mengembalikan keutamaan kepada Allah.” Memang setiap orang mempunyai
kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain, tetapi milik siapakah semua
kelebihan itu? Allah berfirman :
“Kepunyaan
Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha
Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. al-Maidah [5]: 120)
Dengan
demikian hakikat ujub adalah membanggakan diri atas kenikmatan yang ia dapati
dengan melupakan bahwa itu adalah pemberian dari Allah.
c. Sebab-sebab
Faktor-faktor
yang menyebabkan timbulnya sifat ujub adalah sebagai berikut:
1) Banyak dipuji
orang. Pujian seseorang secara langsung kepada orang lain, dapat menimbulkan
perasaan ’ujub dan egois pada diri orang yang dipujinya.
2) Banyak meraih
kesuksesan. Seseorang yang selalu sukses dalam meraih cita-cita dan usahanya
akan mudah memiliki perasaan ujub.
3) Kekuasaan.
Setiap penguasa biasanya mempunyai kebebasan bertindak tanpa ada protes dari
orang di sekelilingnya, dan banyak orang yang kagum dan memujinya.
4) Mempunyai
intelektual dan kecerdasan yang tinggi
5) Memiliki
kesempurnaan fisik, orang yang cantik, postur tubuh ideal, tampan dan ia
memandang kelebihan yang ada pada dirinya, serta lupa akan keberadaannya sebagai
manusia maka akan lebih cenderung kepada sifat ujub.
d. Dampak
Negatif
1) Ujub akan
membawa ke arah kesombongan (kibar), karena ujub merupakan salah satu
sebab timbulnya kesombongan dan hal itu memberikan pengaruh negatif yang lebih
banyak.
2) Meremehkan dosa
dihadapan Allah, karena merasa ibadahnya sudah sempurna.
3) Melupakan nikmat
atas pemberian dari Allah Swt. karena merasa bahwa keberhasilannya itu
merupakan hasil usahanya sendiri bukan pemberian Allah
4) Tidak takut azab
dan kemurkaan Allah karena ia meyakini bahwa ia telah mendapat kedudukan mulia
di sisi Allah.
5) Menggugurkan
pahala, karena Allah tidak akan menerima amalan kebajikan sedikitpun kecuali
dengan ikhlas karena-Nya.
6) Enggan
bermusyawarah dan berdiskusi dengan yang lain, juga enggan bertanya mengenai
hal yang tidak diketahui. Ia lebih senang pada pendapatnya sendiri.
7) Hilangnya rasa
saling menghormati, lenyapnya rasa simpati orang kepadanya dan menanamkan
kebencian.
8) Enggan menerima
nasihat orang lain karena menganggap orang lain lebih bodoh.
e. Cara
Menghindari
Ada
beberapa hal yang bisa dilakukan oleh setiap muslim agar dirinya terhindar dari
penyakit ’ujub diantaranya adalah sebagai berikut.
1) Selalu mengingat
akan hakikat dirinya, nyawa yang ada dalam tubuhnya sematamata anugerah dari
Allah. Andaikata Allah tiba-tiba mengambilnya, maka badannya tidak ada harganya
sama sekali.
2) Sadar akan
hakikat dunia dan akhirat. Dunia adalah tempat menanam amal shaleh untuk
kebahagiaan di akhirat.
3) Menyadari bahwa
sesungguhnya nikmat itu pemberian dari Allah, bukan sematamata hasil usahanya.
Ilmu, harta, kesehatan semua itu hanyalah titipan dari Allah
4) Selalu ingat
akan kematian dan kehidupan setelah mati
5) Berdoa kepada
Allah agar dijauhkan dari sifat Ujub.
6) Berusaha mau
bekerja sama dan hidup saling menghargai
4. Sombong
a. Dalil
Naqli
Perbuatan
sombong adalah perbuatan yang tercela dan sangat dibenci oleh Allah.
Allah
berfirman:
“Aku
akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa
alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku.”(QS. al- A’raf [7]: 146)
Rasulullah
Saw. bersabda:
“Tidak
akan masuk surga seseorang yang di hatinya terdapat kesombongan sebesar buah
dzarrah.”(HR. Bukhari).
b. Pengertian
Sombong (Takabur)
Sombong
(takabur) artinya adalah membanggakan diri sendiri. ”Sombong itu
adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”(HR. Muslim). Syaikh
Muhammad Shalih al-Utsaimin dalam bukunya, ”Halal Haram dalam Islam”,
mencontohkan beberapa sikap sombong, diantaranya membantah guru, memperpanjang
pembicaraan, serta menunjukkan adab buruk kepadanya. Bentuk kesombongan lain
adalah menganggap rendah orang yang telah memberikan masukan kepadanya hanya
karena dia berasal dari kalangan yang lebih rendah darinya.
Sombong
itu merupakan anak dari ujub, akar dari sombong itu adalah ujub.
Jadi, ujub itu melahirkan sombong. Terdapat perbedaan antara ujub dengan
sombong. Adapun Ujub tidak memerlukan orang lain, sedangkan sombong
membutuhkan orang lain sebagai pembandingnya. Islam melarang dan mencela sikap
sombong. Allah berfirman:
”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan
janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS.Luqman [31]: 18)
c. Sebab-sebab
1) Merasa apa yang
diucapkan benar, sehingga menganggap orang lain salah
2) Gila pujian,
jika mengetahui banyak orang memujinya, ia girang bukan main dan bertambah
keangkuhannya.
3) Merasa banyak
ilmu, banyak harta, namun lebih fatalnya, ada orang tidak kaya tetapi dia
bersikap sombong. Rasulullah Saw. bersabda: ”Orang fakir yang berlaku
sombong termasuk orang-orang yang tidak akan diajak berbicara oleh Allah pada
hari kiamat, Allah juga tidak akan menyucikan, tidak akan memandang mereka, dan
bagi mereka azab yang pedih.” (HR. Muslim)
4) Amal dan ibadah,
ia merasa hidupnya selamat sampai di akhirat sedangkan orang lain dianggap
tidak selamat.
5) Karena nasab
(garis keturunan) dan kelebihan fisik yang dimiliki
d. Dampak
Negatif
1) Menjadi
penghalang masuk surga, karena tidak memiliki akhlak seorang mukmin. Akhak
mukmin adalah pintu surga dan kesombongan penutup pintu surga.
2) Mendapatkan
hukuman di dunia karena kesombongannya.
3) Membuat orang
lain membenci perilakunya
e. Cara
Menghindari
1) Meningkatkan
ibadah kepada Allah
2) Meningkatan
keimanan dan ketakwaan kepada Allah
3) Menyadari dosa
yang akan menimpa pada orang sombong
4) Mengganti dengan
berperilaku tawadu’
5) Ikhlas dalam
melakukan perbuatan
6) Menyadari segala
kekurangan sebagai manusia
7) Menyadari bahwa
hidup ini hanya sementara
5. Riya’
a. Dalil
Naqli
Allah
berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala)
sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima),
seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia.” (QS.
al-Baqarah [2]: 264).
b. Pengertian
Pengertian
riya’ menurut bahasa berasal dari kata al-Riya’u
Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa riya’ adalah melakukan amal kebaikan bukan
karena niat ibadah kepada Allah, melainkan demi manusia dengan cara memperlihatkan
amal kebaikannya kepada orang lain supaya mendapatkan pujian atau penghargaan.
Salah satu sifat yang erat kaitannya dengan riya’ adalah sum’ah yaitu
suka memperdengarkan atau menceritakan kebaikannya kepada orang lain.
c. Sebab-sebab
1) Terlalu dikagumi
orang lain
2) Lari dari celaan
3) Rakus akan apa
yang diperoleh/ terdapat pada orang lain
4) Ambisi
mendapatkan kedudukan atau kepemimpinan
5) Senang karena
lezatnya pujian orang lain
6) Lalai akan
dampak buruk riya’
d. Dampak Negatif
1) Riya’ lebih
berbahaya dari pada fitnah Dajjal
2) Nilai amal
saleh hilang.
3) Riya’ adalah
syirik khofi (tersembunyi)
4) Mereka ini
tidak mendapat manfaat di dunia dari usaha-usaha mereka dan tidak pula mendapat
pahala di akhirat.
5) Akan merasa
hampa dan kecewa apabila perhatian dan pujian yang ia harapkan ternyata tidak
didapatnya.
6) Terkena
penyakit rohani berupa gila pujian atau gila hormat
7) Bisa
menimbulkan pertengkaran bila ia mengungkit-ungkit kebaikannya pada orang lain.
8) Lebih sangat
merusak dari pada serigala menyergap domba
9) Menjadi sebab
azab di neraka
10) Menambah
kesesatan seseorang
e. Cara
Menghindari
Penyakit
riya’ jangan dibiarkan terus menerus merusak jiwa kita. Kita harus
berupaya untuk menghindarinya dengan cara sebagai berikut.
1) Memperbaiki niat
ibadah semata-mata karena Allah
2) Menghindari
sikap suka memamerkan perbuatan baik
3) Bersyukur atas
nikmat yang telah diberikan
4) Meningkatkan
kekhusyukan dalam beribadah
5) Mengingat bahaya
perilaku riya’
6) Berdoa kepada
Allah agar dijauhkan dari sifat riya’
7) Hidup sederhana
Lampiran 3
GLOSARIUM
Bid’ah :
Perbuatan yang dikerjakan tidak menurut contoh yang sudah ditetapkan
Dalil Aqli :
Berdasarkan akal
Dalil
Naqli : Berdasarkan Qur’an Hadis
Doktriner : Ajaran
(tentang asas suatu aliran politik, keagamaan)
Ekstremisme : Orang
yang melampaui batas kebiasaan
Fasik : Orang
yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya
Ghadzabillah : Murka
Allah
Hablum
minallah : Hubungan dengan Allah
Hablum
minannas : Hubungan dengan sesama manusia
Hilm : Tidak
cepat emosi dan tidak bersikap masa bodoh
Ikhtilaf :
Perbedaan pendapat atau pikiran
Kafir :
Mengikuti kesalahan tetapi tetap menjalankan
Khawarijiyah : Berontak
Ma’ani : Sudah
tetap, tidak boleh tidak
Ma’nawiyah : Tabi’at,
sifat-sifat kejiwaan
Mistisisme : Ajaran
yang menyatakan hal-hal yang yang tidak terjangkau oleh akal manusia
Mujaahadah : Bersungguh-sungguh
Mukallaf : Dewasa
dan tidak mengalami gangguan jiwa maupun akal
Musyrik : Orang
yang menyekutukan Allah
Mutasyabihah : Ayat
al-qur’an yang membutuhkan penafsiran dalam memahaminya
Nafsiyah : Orang
seseorang, sendiri sendiri
Radikalisme : Paham
atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan social dan politik
dengan cara kekerasan atau drastic
Sum’ah : Suka
memperdengarkan atau menceritakan kebaikannya kepada orang lain.
Ummatan
wasathan : Umat yang adil atau pertengahan
Zalim : Kejam,
bengis, tidak berperikemanusiaan
Lampiran 4
DAFTAR
PUSTAKA
Al-Qur’an Al-Karim
Abdul Hiyadh, Terjemah Durrotun Nasihin, Mesir,
Surabaya, 1993
Abu Hudzaifah. Lc, Kisah Para Nabi dan Rasul,
Pustaka as-Sunah, Jakarta, 2007
Derektorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam
Departemen Agama, Akhlak Ilmu Tauhid, PT. Karya Unipres, Jakarta, 1982
’Aidh al-Qarni, La Tahzan ,Jangan Bersedih, Qisthi
Pres, Jakarta Timur, 2004
A. Ilyas Ismail, M.A, Pilar-pilar Takwa, (Doktrin.
Pemikiran, Hikmat, dan Pencerahan Spiritual), Rajawali Pers, (PT. Raja
Grafindo Persada), Jakarta, 2009
Handono, Aris Musthafa, zaenuri Siroj, Meneladani
Akhlak Untuk Kelas XI Madrasah Aliyah Program Keagamaan , PT. Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri, Solo, 2017
Handono, Aris Musthafa, Zaenuri Siroj, Meneladani
Akhlak Untuk Kelas XII Madrasah Aliyah Program Keagamaan , PT. Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri, Solo, 2017
Hasyim Asy’ari, Penerjemah Rosidin, Pendidikan Khas
Pesantren (Adabul ’Alim wal Muta’allim), Tira Smart,Tangerang, 2017
M. Ali Haidar, Nahdhatul Ulama’ dan Islam di Indonesia,
PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1998
M. Imdadun Rahmat, Arus Baru Islam Radikal, Tranmisi
Revivalisme Islam Timur Tengah ke Indonesia, Erlangga, Jakarta , 2005
Muhammad bin Abdul Wahab, Syarah Kitab al-Tauhid,
PT. Pustaka Panjimas, Jakarta, 1984
Roli Abdul Rohman-M. Khamzah. Menjaga Akidah dan
Akhlak untuk kelas X Madrasah Aliyah, PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri,
Solo 2017
Sa’id Hawwa, Tazkiyatun Nafs (Intisari Ihya
Ulumuddin), Pena Pundi Aksara, Jakarta, 2007
Salim Bahreisy, Irsyadul ’Ibad Ilasabilirrasyad (Petunjuk
ke Jalan Lurus ), Darussaggaf, Surabaya, 1977
Salim Bahreisy, Riyadhus
Shalihin, PT. Alma’arif, Bandung , 1987
Umar Sulaiman al-Asyqar , al-Asma’ al- Husna,
Qisthi Press, Jakarta timur Cetakan ke-6, Mei 2009
Zainuddin, Terjemah
Hadis Shahih Bukkhari, Widjaya, Jakarta 1992
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar