MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH
MATA PELAJARAN : AL-QUR'AN HADITS
BAB 7 : MEMAHAMI HADIS, SUNNAH, ATSAR DAN
KHABAR
INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul
Nama Madrasah : MA Muhammadiyah Blabak
Nama Penyusun : Kuni Hiriyanti, S.Pd
Mata Pelajaran : Al-Qur'an Hadits
Kelas / Fase Semester :
X/ E / 2
Elemen : Memahami Hadis, Sunnah, Atsar dan Khabar
Alokasi waktu : 2 x 45 Menit
Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase E, pada elemen Ilmu
Al-Qur'an, Peserta didik dapat menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an tentang
pengertian Al-Quran menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan
kodifikasinya, bukti-bukti keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan,
dan struktur Al-Qur’an, untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan
pesan Al-Qur'an dalam konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Pada elemen Ilmu Hadis, peserta didik mampu menganalisis hal ihwal tentang ilmu
hadis yang meliputi; perbedaan hadis, sunah, khabar, dan asar, sejarah
kodifikasi dan perkembangan hadis, unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi
hadis terhadap ayat Al-Qur’an, pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis
untuk meyakini kebenaran hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw.,
baik secara sanad dan matan maupun kualitas kesahihannya serta mengamalkan ilmu
hadis agar lebih kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam
konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Ilmu Al-Qur'an |
Peserta didik dapat
menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an yang meliputi; pengertian Al-Quran
menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan kodifikasinya, bukti-bukti
keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan, dan struktur Al-Qur'an,
untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan pesan Al-Qur'an dalam
konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. |
|
Ilmu Hadis |
Peserta didik mampu
menganalisis hal ihwal tentang ilmu hadis yang meliputi; perbedaan hadis,
sunah, khabar, dan asar, sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis,
unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi hadis terhadap ayat Al-Quran,
pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis untuk meyakini kebenaran
hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw., baik secara sanad dan
matan maupun kualitas kesahihannya serta menggunakan ilmu hadis agar selektif
terhadap hadis yang dijadikan dasar beramal, sebagai sarana menanamkan sikap
kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam konteks
kehidupan berbangsa dan bernegara. |
B Kompetensi Awal
Sunah adalah sumber ajaran Islam kedua
setelah al-Qur’an, sehingga kedudukannya sangatlah penting di dalam hukum dan
ajaran-ajaran Islam. Sunah sangat berkaitan erat dengan al-Qur’an, khususnya
dalam hal pentingnya sunah untuk memahami al-Qur’an.
Imam Abu Hanifah menyatakan bahwa
tanpa sunah tidak ada seorangpun yang mampu memahami al-Qur’an. Pernyataan ini
mengindikasikan bahwa sunah tidak dapat ditinggalkan dalam mempelajari agama
Islam.
C. Profil Pelajar Pancasila
(PPP) dan Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRA)
§ Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai
adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis
dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.
§ Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.
D. Sarana dan Prasarana
Media : LCD proyektor,
komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain
Sumber
Belajar : LKPD, Buku Teks, laman
E-learning, E-book, dan lain-lain
E. Target Peserta Didik
Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular
F. Model DAN METODE Pembelajaran
Discovery
learning, Diskusi, Tanya jawab dan
games
KOMPETENSI INTI
A. Tujuan Pembelajaran
§ Menjelaskan pengertian hadis, sunah, khabar
dan atsar;
§ Membedakan hadis, sunah, khabar dan atsar;
§ Mengidentifikasi persamaan hadis,
sunah, khabar dan atsar.
B. Pemahaman Bermakna
§ Membandingkan pengertian hadis, sunah, khabar
dan atsar (macam-macam sunah);
§ Menyajikan hasil
perbandingan hadis, sunah, khabar dan atsar.
C. Pertanyaan Pemantik
Guru menanyakan kepada peserta didik seputar
materi Memahami Hadis, Sunnah, Atsar dan Khabar
D. Kegiatan Pembelajaran
PERTEMUAN KE-1
Pengertian
Hadis, Sunah, Khabar, dan Atsar
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Pengertian Hadis, Sunah, Khabar, dan Atsar |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Pengertian Hadis, Sunah, Khabar, dan Atsar |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Pengertian Hadis, Sunah, Khabar, dan Atsar |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Pengertian Hadis,
Sunah, Khabar, dan Atsar § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-2
Persamaan
dan Perbedaan Hadis, Sunah, Khabar serta Atsar
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Persamaan dan Perbedaan Hadis, Sunah, Khabar serta Atsar |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Persamaan dan Perbedaan Hadis, Sunah,
Khabar serta Atsar |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi,
mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Persamaan dan Perbedaan Hadis, Sunah,
Khabar serta Atsar |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Persamaan dan
Perbedaan Hadis, Sunah, Khabar serta Atsar § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-3
Perbedaan
al-Qur’an dan al-Hadis
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Perbedaan al-Qur’an dan al-Hadis |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Perbedaan al-Qur’an dan al-Hadis |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Perbedaan al-Qur’an dan al-Hadis |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Perbedaan al-Qur’an
dan al-Hadis § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
E. Pembelajaran Diferensiasi
§ Untuk siswa yang sudah memahami materi ini
sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan
untuk membaca materi Memahami Hadis, Sunnah, Atsar dan Khabar dari berbagai referensi yang relevan.
§ Guru dapat menggunakan alternatif metode dan
media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan
pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
§ Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini,
disarankan untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau
di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan
untuk belajar kepada teman sebaya.
E. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran)
a. Asesmen
awal
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam
memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
|
Ya |
Tidak |
||
|
1 |
Apakah
pernah membaca buku terkait ? |
|
|
|
2 |
Apakah
kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik ? |
|
|
|
3 |
Apakah
kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode inquiry learning,
diskusi ? |
|
|
b. Asesmen
selama proses pembelajaran
Asesmen ini dilakukan guru selama
pembelajaran, khususnya saat peserta didik melakukan kegiatan diskusi,
presentasi dan refleksi tertulis. Asesmen saat inquiry learning (ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar
dengan metode inquiry learning)
Lembar kerja
pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade
inquiry learning
|
No |
Nama Siswa |
Arpak yang diamati |
Skor |
|||||
|
Gagasan |
Aktif |
Kerjasama |
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Nilai akhir x 25 |
||||||||
2. Asesmen Sumatif
a. Asesmen
Pengetahuan
Soal Asesmen Pengetahuan
Jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar!
1. Apa yang anda
ketahui tentang hadis, sunah, atsar dan khabar?
2. Apakah umat
Islam harus mengikuti sunah nabi? Jelaskan !
3. Bagaimana tips
dan trik menurut anda supaya kita dapat mengamalkan hadis nabi dalam kehidupan
seharian kita. Jelaskan!
4. Bagaimana
pendapat anda tentang pemalsuan hadis, adakah? Jika ada mengapa?
b. Asesmen
keterampilan
1) Peserta
didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis
Contoh rubrik
penilaian praktek:
Nama : …………………………………..
Kelas :
…………………………………..
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Kelancaran
(kompetensi gramatikal di aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
2 |
Ketepatan
(kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf) |
20 |
|
3 |
Isi
(kompetensi wacana dan sosiolinguistik) |
20 |
|
4 |
Ucapan/pelafalan
(kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
5 |
Gestur
(kompetensi strategi) |
20 |
|
Total |
100 |
|
Indikator
Penilaian aspek kelancaran (fluency)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
15 - 20 |
|
2 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
10 - 14 |
|
3 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
5 - 9 |
|
4 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek ketepatan (accuracy)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
15 - 20 |
|
2 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
10 - 14 |
|
3 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
5 - 9 |
|
4 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek isi
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi detail |
25 -30 |
|
2 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi kurang detail |
20 - 24 |
|
3 |
Memiliki struktur
teks deskriptif tidak lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari
klasifikasi kurang detail |
15 - 19 |
|
4 |
Memiliki
struktur teks deskriptif kurang lengkap (deskripsi umum dan deskripsi
khusus), deskripsi umum meliputi definisi, dan deskripsi khusus kurang sesuai |
10 - 14 |
|
5 |
Tidak ada
komponen struktur deskriptif |
1 - 9 |
Petunjuk penskoran:
Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:
Skor Perolehan x 10 = ….
2) Peserta
didik membuat kartu nama
Contoh rubrik
penilaian produk kartu nama
|
No |
Nama Siswa |
Perencanaan Bahan |
Aspek Yang Dinilai |
Jml |
|||
|
Proses Pembuatan |
Hasil Produk |
||||||
|
Langkah pembuatan |
Teknik pembuatan |
Bentuk fisik |
Inovasi |
||||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Skor antara 1 – 5
Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas
yang diberikan
F. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
§ Pengayaan diberikan kepada
peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.
§ Guru memberikan
pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan
kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
§ Program pengayaan dilakukan di luar
jam belajar efektif.
Remedial
§ Remedial diberikan kepada peserta didik yang
belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran
§ Guru melakukan pembahasan ulang terhadap
materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan
pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan
menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
§ Program remedial dilakukan di luar jam
belajar efektif.
G. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan
kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:
§ Apakah semua peserta didik terlibat aktif
dalam pembelajaran iniv ?
§ Apakah ada kesulitan yang dialami peserta
didik?
§ Apakah semua peserta didik sudah dapat
melampaui target pembelajaran?
§ Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan
profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?
§ Apa langkah yang perlu dilakukan untuk
memperbaiki proses belajar?
Refleksi Peserta Didik:
|
No |
Pertanyaan Refleksi |
Jawaban Refleksi |
|
1 |
Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari
pelajaran ini? |
|
|
2 |
Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil
belajarmu? |
|
|
3 |
Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami
pelajaran ini? |
|
|
4 |
Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5,
berapa bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan |
|
|
Mengetahui, Kepala
Sekolah LUFIANA, S.S NBM.
1024550 |
MAGELANG, ......JANUARI
2025 Guru Mata Pelajaran KUNI HIRIYANTI, S.Pd NIP. - |
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK (LKPD)
Nama : …………………………………..
Kelas : …………………………………..
Tugas
Amatilah
perilaku orang di sekitarmu yang menunjukkan tindakan berpegang teguh kepada
hadis, sunah, khabar dan atsar. Kemudian berikan tanggapanmu
|
Perilaku yang diamati |
Tanggapan dan dalil |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Lampiran 2
MATERI
BAHAN AJAR
1. Pengertian Hadis
Kata
hadis berasal dari bahasa arab
Menurut
ulama usul, pengertian hadis dijelaskan sebagai berikut:
Artinya:
Hadis yaitu segala sesuatu yang dikeluarkan dari Nabi saw.. selain al Qur’an al
Karim, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun taqrir Nabi yang bersangkut paut
dengan hukum syara
Sedangkan
menurut ulama fikih, hadis dijelaskan sebagai:
Artinya:
Segala sesuatu yang ditetapkan Nabi saw.. yang tidak bersangkut paut dengan masalah-masalah
fardu atau wajib
Para
ahli usul memberi pengertian yang demikian disebabkan mereka bergelut dalam
ilmu usul yang banyak mempelajari tentang hukum syariat saja.
Dalam
pengertian tersebut hanya yang berhubungan dengan syara’ saja yang merupakan
hadis, selain itu bukan hadis, misalnya urusan berpakaian.
Sedangkan
menurut ulama hadis mendefinisikan hadis sebagai berikut :
Artinya:
Segala sesuatu yang diberitakan dari Nabi saw.. baik berupa perkataan, perbuatan,
takrir, sifat–sifat maupun hal ihwal Nabi.
Menurut
jumhur muhaddis|in (mayoritas ahli hadis) sebagaimana ditulis oleh Fatchur
Rahman adalah sebagai berikut:
Artinya:
Segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi saw.. baik berupa perkataan, perbuatan,
pernyataan dan yang sebagainya‛
Perbedaan
pengertian antara ulama usul dan ulama hadis di atas disebabkan adanya
perbedaan disiplin ilmu yang mempunyai pembahasan dan tujuan masing– masing.
Ulama usul membahas pribadi dan prilaku Nabi saw.. sebagai peletak dasar hukum
syara’ yang dijadikan landasan ijtihad oleh kaum mujtahid dizaman sesudah beliau.
Sedangkan
ulama hadis membahas pribadi dan perilaku Nabi saw.. sebagai tokoh panutan
(pemimpin) yang telah diberi gelar oleh Allah swt. sebagai Uswah wa Qudwah (teladan
dan tuntunan). Oleh sebab itu ulama hadis mencatat semua yang terdapat dalam diri
Nabi saw.. baik yang berhubungan dengan hukum syara’ maupun tidak.
Sehingga
hadis-hadis yang dikemukakan oleh ahli usul yang hanya mencakup aspek hukum
syara’ saja, adalah hadis sebagai sumber tasyri’. Sedangkan definisi yang dikemukan
oleh ulama hadis mencakup hal-hal yang lebih luas.
Jadi,
Hadis adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad saw., baik
berupa perkataan, perbuatan, takrir, sifat-sifat, keadaan dan himmahnya.
Takrir
adalah perbuatan atau keadaan sahabat yang diketahui Rasulullah dan beliau
mendiamkannya atau mengisyaratkan sesuatu yang menunjukkan perkenannya atau
beliau tidak menunjukkan pengingkarannya.
Himmah
adalah hasrat beliau yang belum terealisir, contohnya hadis riwayat Ibnu Abbas
:
Dikala
Rasulullah saw. berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa pada
hari itu, para sahabat menghadap kepada Nabi, mereka berkata :
‘Ya
Rasulullah, bahwa hari ini adalah yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani, Rasulullah
menyahuti : ‘Tahun yang akan datang, Insya Allah aku akan berpuasa tanggal
sembilan. (HR Muslim dan Abu Dawud)
Rasulullah
tidak sempat merealisasikannya, disebabkan beliau telah wafat pada tahun
berikutnya.
Menurut
Imam Syafi’i bahwa menjalankan himmah itu termasuk sunah, tetapi Imam Syaukani
mengatakan tidak termasuk sunah karena belum dilaksanakan oleh Rasulullah.
2. Definisi Sunah
Di
samping istilah hadis terdapat sinonim istilah yang sering digunakan oleh para
ulama yaitu sunah. Pengertian istilah tersebut hampir sama, walaupun terdapat beberapa
perbedaan. Maka dari itu kami kemukakan pengertiannya agar lebih jelas.
Definisi
sunah dalam kitab al-sunnah wa makanatuhā fī al-tasyrī’
al-Islāmī adalah sebagai berikut:
Artinya:
Segala sesuatu yang dinukilkan dari Nabi saw., baik berupa perkataan,
perbuatan, taqrir, pengajaran, sifat, kelakuan, perkjalanan hidup, baik sebelum
Nabi diangkat jadi Rasul atau sesudahnya.
Dalam
pengertian tersebut tentu ada kesamaan antara hadis dan sunah, yang sama–sama
bersandar pada Nabi saw.., tetapi terdapat kekhususan bahwa sunah sudah jelas
segala yang bersandar pada pribadi Muhammad baik sebelum atau sesudah diangkat menjadi
Nabi, misalnya mengembala kambing, menikah minimal umur 25 tahun dan sebagainya.
Walaupun
demikian terdapat perbedaan yang sebaiknya kita tidak berlebihan dalam
menyikapinya. Sebab keduanya sama–sama bersumber pada Nabi Muhammad saw..
Seperti juga pada definisi hadis, terjadi perbedaan definisi sunah menurut para
ulama. Kalangan ahli agama di dalam memberikan pengertian sunah berbeda-beda,
sebab para ulama memandang dan membicarakan sunah dari segi yang berbeda-beda.
a. Ulama Hadis
Menurut
para ulama hadis, pengertian sunah meliputi biografi Nabi, sifatsifat Nabi baik
yang berupa fisik, umpamanya; mengenai tubuhnya, rambutnya dan sebagainya,
maupun yang mengenai psikis dan akhlak Nabi dalam keadaan sehariharinya, baik
sebelum atau sesudah bi’s|ah atau di angkat sebagai nabi.
b. Ulama Usul Fikih
Ulama
Usul Fikih memberikan pengertian bahwa sunah adalah segala yang di nukilkan
dari Nabi Muhammad saw. baik berupa perkataan, perbuatan maupun takrirnya yang
ada sangkut pautnya dengan hukum.
c. Ulama Fikih
Menurut
Ulama Fikih, sunah ialah perbuatan yang di lakukan dalam agama, tetapi
tingkatannya tidak sampai wajib atau fardu. Jadi suatu pekerjaan yang utama di kerjakan.
Atau dengan kata lain sunah ialah suatu amalan yang di beri pahala apabila di kerjakan,
dan tidak dituntut apabila ditinggalkan.
3. Definisi Khabar
Menurut
bahasa khabar berarti an-Naba’ (berita-berita), sedang jamaknya adalah Akhbar.
Sedangkan secara terminologi, khabar adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada
nabi dan para sahabat, jadi setiap hadis termasuk khabar tetapi tidak setiap khabar
adalah hadis.
Secara
terminologi, terdapat tiga pendapat mengenai khabar, yakni:
a. Khabar merupakan
sinonim bagi hadis, yakni keduanya berarti satu atau sama.
b. Khabar berbeda
dengan hadis, karena hadis adalah segala sesuatu yang datang dari Nabi saw..,
sedang khabar adalah sesuatu yang datang dari selain Nabi saw..
c. Khabar lebih
umum dari hadis, karena hadis hanya datang dari Nabi saja, sedang khabar datang
dari Nabi saw.. maupun para sahabat.
4. Definisi Atsar
Atsar
menurut etimologi ialah dampak/imbas sesuatu, atau sisa sesuatu, atau berarti
sisa reruntuhan rumah dan sebagainya. Atsar juga berarti nukilan (yang dinukilkan).
Sesuatu do’a umpamanya yang dinukilkan dari Nabi dinamai do’a ma’tsur.
Sedangkan
menurut istilah atau terminologi, terdapat dua pendapat mengenai atsar.
Pertama, kata atsar sinonim atau artinya sama dengan hadis. Kedua, atsar adalah
perkataan, tindakan, dan ketetapan sahabat.
Jumhur
(mayoritas) ahli hadis mengatakan bahwa atsar sama dengan khabar juga hadis,
yaitu sesuatu yang disandarkan kepada Nabi saw.., sahabat, dan tabi’in. Dari pengertian
menurut istilah ini, terjadi perbedaan pendapat di antara ulama. Menurut ulama
Khurasan, bahwa Atsar untuk yang mauquf (yang disandarkan kepada sahabat) dan
khabar untuk yang marfu’ (yang disandarkan kepada Nabi saw..).
Jadi,
atsar merupakan istilah bagi segala yang disandarkan kepada para sahabat atau
tabi’in, tapi terkadang juga digunakan untuk hadis yang disandarkan kepada Nabi
saw..
Contoh
Atsar
Perkataan
Hasan al-Basri rahimahullaahu tentang hukum salat di belakang ahlul bid’ah:
Artinya:
Salatlah (di belakangnya), dan tanggungan dia bidah yang dia kerjakan.
5. Persamaan Hadis, Sunah, Khabar dan Atsar
Menurut
sebagian ulama, keempat hal ini adalah sama atau muradif. Dianggap sama karena
sama-sama disandarkan kepada nabi, baik perkataan, perbuatan maupun ketetapannya.
Artinya:
‚ Segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi saw.., baik berupa perkataan,
perbuatan maupun taqrir (ketetapan) beliau.‛
Akan
tetapi sebahagian ulama membedakan pengertian antara sunah dan hadis. Sunah itu
adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi saw.. baik perkataaan maupun
perbuatan beliau, sedangkan hadis hanya khusus mengenai perkataan beliau.
Ada
juga yang berpendapat bahwa sunah Nabi saw.. hanyalah tata cara dan perilaku
Nabi yang beliau praktekkan terus menerus dan diikuti oleh para sahabatnya,
sedangkan hadis adalah perkataan Nabi saw.. yang diriwayatkan oleh orang
seorang atau dua orang, lalu hanya mereka saja yang mengetahuinya dan tidak menjadi
pegangan atau amalan umum.
Dengan
demikian dapat kita katakan bahwa persamaan antara sunnah dengan hadis adalah:
baik sunnah maupun hadis keduanya adalah bersumber dari Rasulullah saw..
6. Perbedaan Hadis Sunah Khabar dan Atsar
Menurut
sebagian ulama, sunah lebih luas dari hadis. Sunah adalah segala yang
dinukilkan dari Nabi Muhammad saw., baik berupa perkataan, perbuatan, takrir,
maupun pengajaran, sifat, kelakuan dan perjalanan hidup, baik sebelum maupun
sesudah diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Titik berat sunah adalah kebiasaan
normatif Nabi Muhammad saw.
Khabar
selain dinisbahkan kepada Nabi Muhammad saw., dapat juga dinisbahkan kepada
sahabat dan tabiin. Khabar lebih umum dari hadis, karena masuk didalamnya semua
riwayat yang bukan dari Nabi Muhammad saw. Atsar lebih sering digunakan untuk
sebutan bagi perkataan sahabat Nabi Muhammad saw., meskipun kadang-kadang
dinisbahkan kepada beliau.
7. Perbedaan al-Qur’an dan al-Hadis
a. Perbedaan dari
segi bahasa dan makna
1) Al-Qur’an
diturunkan Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. dengan bahasa dan maknanya
langsung dari Allah swt., diterima dalam bentuk wahyu.
2) Al-Hadis adalah
perkataan Nabi Muhammad saw., bahasa dan maknanya dari Nabi
b. Perbedaan dari
segi periwayatan
1) Al-Qur’an tidak
boleh diriwayatkan dengan maknanya saja. Al-Qur’an harus dibaca apa adanya
seperti adanya diturunkan dan diajarkan. Al-Qur’an tidak boleh diucapkan dengan
redaksi berbeda, karena menghilangkan unsur kemukjizatan.
2) Hadis boleh
diucapkan dengan redaksi kata atau lafaz yang berbeda tanpa mengurangi
maknanya.
c. Perbedaan dari
segi kemukjizatan
1) Pada al-Qur’an,
lafaz dan maknanya adalah mukjizat
2) Hadis bukan
merupakan mukjizat
d. Perbedaan dari
segi membacanya
1) Membaca
al-Qur’an bernilai ibadah, baik dalam salat maupun di luar salat.
2) Membaca hadis
tidak termasuk ibadah, kecuali belajar hadis adalah ibadah karena mempelajari
sumber hukum kedua dalam agama Islam. Hadis tidak boleh dibaca ketika salat.
Lampiran 3
GLOSARIUM
Ijmal : ringkasan, secara umum ikhtisar, tidak terinci
Maknawi : tentang makna, berkaitan dengan makna, yang
tersirat, inti, penting
Masdar : bentuk asli, bentuk asal, verbal
Mukjizat : kejadian luar biasa yang dialami nabi yang di
luar jangkauan akal manusia
Rida : rela, suka, senag hati
Risalah : ringkasan yang dikirimkan, surat edaran,
notulensi rapat, keterangan ringkas tentang suatu bahasan ilmu pengetahuan
Tarikh : Penanggalan, perhitungan tantang tanggal,
penanda waktu
Tasrif : Sistem perubahan bentuk kata dalam bahasa arab
yang menandakan waktu, pelaku dan, pekerjaan, benda atau keterangan
Lampiran 4
DAFTAR
PUSTAKA
Abdul Wahid Ramli. Ulumul Qur’an, Raja Grafindo Persada,
Jakarta, 2002
Ahad Syadali,. Ahmad Rofi’i, Ulumul Qur’an 1, CV Pustaka
setia abadi, Bandung, 1997
Ahmad Syadali. ‘Ulumul Qur’an I. Cet. I; Bandung: Pustaka
Setia, 1997.
Al-Alwi Sayyid Muhammad Ibn Sayyid Abbas, Faidl
Al-Khobir, Al-Hidayah, Surabaya
Al-Qattan, Manna’ Khalil. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Litera
Antar Nusa, Jakarta, 2000
Al-Shalih, Shubhi, Mabahits fi ‘Ulum al-Quran, Dar al
‘Ilm Li al-Malayin, Beirut, 1977
Al-Shobuny, Mohammad Aly, at-Tibyan fi Ulumil Qur’an,
Alam al-Kitab, Beirut
al-Suyuti, Jalaluddin, al-Itqan fi Ulum al-Qur’an, Cet.I;
Beirut: Muassasah al-Risalah, 2008
Al-Salih, Subhi, Membahas Ilmu – Ilmu Hadis. Pustaka
Firdaus: Jakarta, 2000.
Al-Zarqany, Muhammad Abd al-Azhim, Manahil al-Irfan fi
Ulum al-Qur’an, Juz I, Isa al-Baby al-Halaby wa Syirkah, Mesir
Factur Rahman. Ikhtisar Musthalahul Hadis. Al-Ma’rif,
Bandung, 1985
Hasbi ash-Shidiqi, Tengku Muhammad, Sejarah dan Pengantar
Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 2009
Hudhari Bik, Tarikh At-Tasyri’ Al-Islami, (Terj. Mohammad
Zuhri, Rajamurah Al-Qanaah), 1980,
Ismail, Muhammad Bakri, Dirasat fi Ulum al-Qur’an, Cet.
II; Kairo: Dar al-Manar, 1999
Jalal al-Din ‘Abd al- Rahman ibn Abi bakr al-Suyuthi,
Tadrib al-RAwi fi Syarh Taqrib an- Nawawi, jilid 1, Beirut: Dar al-Fikr
Kahar Masyur, Pokok-pokok Ulumul Qur’an,Rineka Cipta,
Jakarta, 1992
Kamaluddin Marzuki, Ulumul Quran, PT Remaja Rosda Karya,
Bandung, 1994
Khatib, Al.M. Ajjaj. Al Sunah Qobla Al Tadwin.Dar Al
Fikr: Beirut, 1997
Mana’ul Quthan, Pembahasan ilmu Al-Qur’an, PT Rineka
cipta, Jakarta, 1993
M. Hasbi Ashshiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu
alqur’an dan Tafsir, PT Bulan Bintang, Jakarta, 1992
Muhammad Chirzin, Al-Qur’an dan Ulumul Qur’an, Dana Bakti
Primayasa, Yogyakarta, 1998
M. Quraish Shihab, ‚Membumikan‛ Al-Qur’an: Fungsi dan
Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Cet. XIX; Bandung: Mizan, 1999)
Muhammad Ahmad &
M. Mudzakir, Ilmu Hadis (Cet – 10), Pustaka Setia, Bandung, 2000
Muhammad Ahmad. Ulumul Hadis. Pustaka Setia, Bandung,
2004
Nawir Yuslem. MA, ulumul Hadis, Mutiara sumber widya,
Jakarta 2001
Rofi’i, Ahmad & Ahmad Syadali. Ulumul Quran Pustaka
Setia, Bandung 1997.
Subhi Ash-Shalih, Membahas ilmu-ilmu Al-quran, terjemah
Nur Rakhim, Pustaka Firdaus Jakarta, 1993
Suparta, Munzier. Ilmu Hadis, Raja Grapindo: Jakarta,
2002
Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy Sejarah dan
Pengantar Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 1998
Zarkasih, M.Ag.,
Pengantar Studi Hadis, Aswaja Presindo, Yogyakarta, 2012
|
Mengetahui, Kepala
Sekolah LUFIANA, S.S NBM.
1024550 |
MAGELANG, ......JANUARI
2025 Guru Mata Pelajaran KUNI HIRIYANTI, S.Pd NIP. - |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar