Jumat, 02 Januari 2026

MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH MATA PELAJARAN : AL-QUR'AN HADITS BAB 4 : AL-QUR’AN MUKJIZAT NABIKU

 

MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH

MATA PELAJARAN : AL-QUR'AN HADITS

BAB 4 : AL-QUR’AN MUKJIZAT NABIKU

 

INFORMASI UMUM

 

A.   Identitas Modul

Nama Madrasah              :    MA MUHAMMADIYAH BLABAK

Nama Penyusun               :    KUNI HIRIYANTI, S.Pd

Mata Pelajaran                :    Al-Qur'an Hadits

Kelas / Fase Semester      :    X/ E / 1

Elemen                              :    Al-Qur’an Mukjizat Nabiku

Alokasi waktu                  :    2 x 45 Menit

 

Capaian Pembelajaran

Pada akhir Fase E, pada elemen Ilmu Al-Qur'an, Peserta didik dapat menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an tentang pengertian Al-Quran menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan kodifikasinya, bukti-bukti keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan, dan struktur Al-Qur’an, untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan pesan Al-Qur'an dalam konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Pada elemen Ilmu Hadis, peserta didik mampu menganalisis hal ihwal tentang ilmu hadis yang meliputi; perbedaan hadis, sunah, khabar, dan asar, sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis, unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi hadis terhadap ayat Al-Qur’an, pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis untuk meyakini kebenaran hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw., baik secara sanad dan matan maupun kualitas kesahihannya serta mengamalkan ilmu hadis agar lebih kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

Elemen

Capaian Pembelajaran

Ilmu Al-Qur'an

Peserta didik dapat menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an yang meliputi; pengertian Al-Quran menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan kodifikasinya, bukti-bukti keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan, dan struktur Al-Qur'an, untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan pesan Al-Qur'an dalam konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Ilmu Hadis

Peserta didik mampu menganalisis hal ihwal tentang ilmu hadis yang meliputi; perbedaan hadis, sunah, khabar, dan asar, sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis, unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi hadis terhadap ayat Al-Quran, pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis untuk meyakini kebenaran hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw., baik secara sanad dan matan maupun kualitas kesahihannya serta menggunakan ilmu hadis agar selektif terhadap hadis yang dijadikan dasar beramal, sebagai sarana menanamkan sikap kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

B    Kompetensi Awal

Nabi Muhammad saw. adalah utusan Allah yang ditugaskan untuk mengemban tugas mengembalikan manusia ke jalan yang benar. Nabi di utus di tengah-tengan kaum jahiliyah yang menganut hukum rimba, siapa yang kuat dialah yang berkuasa dan dapat melakukan apa saja sesuai keinginannya. Masyarakat Arab pada zaman itu adalah masyarakat yang gemar berperang dan adu kekuatan. Selain itu mereka juga gemar berlomba-lomba dalam membuat karangan-karangan yang indah.

 

C.   Profil Pelajar Pancasila (PPP) dan Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRA)

§  Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.

§  Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.

 

D.   Sarana dan Prasarana

Media                    :    LCD proyektor, komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain

Sumber Belajar    :    LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain

 

E.   Target Peserta Didik

Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular

 

F.    Model DAN METODE Pembelajaran

Discovery learning, Diskusi, Tanya jawab dan games


 

KOMPETENSI INTI

 

A.   Tujuan Pembelajaran

§  Menyajikan tentang kemukjizatan al-Qur’an.

§  Mencintai al-Qur’an

§  Menjelaskan tentang kemukjizatan al-Qur’an

§  Menyampaikan contoh-contoh kemukjizatan al-Qur’an

 

B.   Pemahaman Bermakna

§  Menganalisis kemukjizatan al-Qur’an

§  Menyajikan contoh kemukjizatan al-Qur’an

 

C.   Pertanyaan Pemantik

Guru menanyakan kepada peserta didik seputar materi Al-Qur’an Mukjizat Nabiku

 

D.   Kegiatan Pembelajaran

PERTEMUAN KE-1

Pengertian Mu’jizat, Syarat-syarat Mu’jizat, Macam-macam Mu’jizat, dan Pengertian I’jazul Qur’an

KEGIATAN PENDAHULUAN

§  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.

§  Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.

§  Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan diajarkan.

§  Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

§ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Pengertian Mu’jizat, Syarat-syarat Mu’jizat, Macam-macam Mu’jizat, dan Pengertian I’jazul Qur’an

Critical Thinking

§ Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Pengertian Mu’jizat, Syarat-syarat Mu’jizat, Macam-macam Mu’jizat, dan Pengertian I’jazul Qur’an

Collaboration

§ Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Pengertian Mu’jizat, Syarat-syarat Mu’jizat, Macam-macam Mu’jizat, dan Pengertian I’jazul Qur’an

Communication

§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan.

Creativity

§ Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait : Pengertian Mu’jizat, Syarat-syarat Mu’jizat, Macam-macam Mu’jizat, dan Pengertian I’jazul Qur’an

§ Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami

KEGIATAN PENUTUP

§  Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan

§  Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

§  Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

PERTEMUAN KE-2

Aspek-aspek Kemu’jizatan Al-Qur’an

KEGIATAN PENDAHULUAN

§  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.

§  Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.

§  Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan diajarkan.

§  Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

§ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Aspek-aspek Kemu’jizatan Al-Qur’an

Critical Thinking

§ Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Aspek-aspek Kemu’jizatan Al-Qur’an

Collaboration

§ Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Aspek-aspek Kemu’jizatan Al-Qur’an

Communication

§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan.

Creativity

§ Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait : Aspek-aspek Kemu’jizatan Al-Qur’an

§ Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami

KEGIATAN PENUTUP

§  Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan

§  Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

§  Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

PERTEMUAN KE-3

Rasulullah Saw. Selain Al-Qur’an Dan Mu’jizat Para Nabi Lainnya

KEGIATAN PENDAHULUAN

§  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.

§  Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.

§  Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan diajarkan.

§  Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

§ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Mu’jizat Rasulullah Saw. Selain Al-Qur’an Dan Mu’jizat Para Nabi Lainnya

Critical Thinking

§ Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Mu’jizat Rasulullah Saw. Selain Al-Qur’an Dan Mu’jizat Para Nabi Lainnya

Collaboration

§ Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Mu’jizat Rasulullah Saw. Selain Al-Qur’an Dan Mu’jizat Para Nabi Lainnya

Communication

§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan.

Creativity

§ Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait : Mu’jizat Rasulullah Saw. Selain Al-Qur’an Dan Mu’jizat Para Nabi Lainnya

§ Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami

KEGIATAN PENUTUP

§  Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan

§  Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

§  Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

E.   Pembelajaran Diferensiasi

§  Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi Al-Qur’an Mukjizat Nabiku dari berbagai referensi yang relevan.

§  Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.

§  Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.

 

E.   ASESMEN / PENILAIAN

1.    Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran)

a.    Asesmen awal

Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:

No

Pertanyaan

Jawaban

Ya

Tidak

1

Apakah pernah membaca buku terkait ?

 

 

2

Apakah kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik ?

 

 

3

Apakah kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode inquiry learning, diskusi ?

 

 

 

b.    Asesmen selama proses pembelajaran

Asesmen ini dilakukan guru selama pembelajaran, khususnya saat peserta didik melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis. Asesmen saat inquiry learning (ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar dengan metode inquiry learning)

 

Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade inquiry learning

No

Nama Siswa

Arpak yang diamati

Skor

Gagasan

Aktif

Kerjasama

1

2

3

4

1

Sultan Haykal

 

 

 

 

 

 

 

2

Aisy Anindya

 

 

 

 

 

 

 

3

Dias Abdalla

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

 

Nilai akhir x 25

 

2.    Asesmen Sumatif

a.    Asesmen Pengetahuan

Soal Asesmen Pengetahuan

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar!

1. Jelaskan pengertian mukjizat al-Qur’an !

2. Bagaimana pendapat anda dengan keajaiban yang terdapat dalam benda lain? Apakah dapat disebut sebagai mukjizat?

3. Coba anda sajikan dalam bentuk kalimat tentang aspek-aspek yang terkandung dalam mukjizat al-Qur’an!

4. Sebutkan macam-macam mukjizat!

5. Jelaskan mengapa al-Qur’an adalah Mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw.!

 

b.    Asesmen keterampilan

1)    Peserta didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis

 

Contoh rubrik penilaian praktek:

 

Nama       :    …………………………………..

Kelas        :    …………………………………..

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Kelancaran (kompetensi gramatikal di aspek bunyi bahasa)

20

2

Ketepatan (kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf)

20

3

Isi (kompetensi wacana dan sosiolinguistik)

20

4

Ucapan/pelafalan (kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa)

20

5

Gestur (kompetensi strategi)

20

Total

100

 

Indikator Penilaian aspek kelancaran (fluency)

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Tidak ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif

15 - 20

2

Ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif

10 - 14

3

Tidak ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif

5 - 9

4

Ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif

0 - 4

 

Indikator penilaian aspek ketepatan (accuracy)

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Tidak ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat

15 - 20

2

Tidak ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat

10 - 14

3

Ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat

5 - 9

4

Ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat

0 - 4

 

Indikator penilaian aspek isi

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Memiliki struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi detail

25 -30

2

Memiliki struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi kurang detail

20 - 24

3

Memiliki struktur teks deskriptif tidak lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi kurang detail

15 - 19

4

Memiliki struktur teks deskriptif kurang lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, dan deskripsi khusus kurang sesuai

10 - 14

5

Tidak ada komponen struktur deskriptif

1 - 9

Petunjuk penskoran:

Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:

Skor Perolehan x 10 = ….

 

2)    Peserta didik membuat kartu nama

Contoh rubrik penilaian produk kartu nama

No

Nama Siswa

Perencanaan Bahan

Aspek Yang Dinilai

Jml

Proses Pembuatan

Hasil Produk

Langkah pembuatan

Teknik pembuatan

Bentuk fisik

Inovasi

1

Sultan Haykal

 

 

 

 

 

 

2

Aisy Anindya

 

 

 

 

 

 

3

Dias Abdalla

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

Skor antara 1 – 5

Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas yang diberikan

 

F.    PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Pengayaan

§  Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.

§  Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high order thinking

§  Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.

 

Remedial

§  Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran

§  Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.

§  Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.

 

G.   REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK

Refleksi Guru:

Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:

§  Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran iniv ?

§  Apakah ada kesulitan yang dialami peserta didik?

§  Apakah semua peserta didik sudah dapat melampaui target pembelajaran?

§  Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?

§  Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?

 

Refleksi Peserta Didik:

No

Pertanyaan Refleksi

Jawaban Refleksi

1

Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari pelajaran ini?

 

2

Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?

 

3

Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?

 

4

Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5, berapa bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan

 

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah

 

 

 

LUFIANA, S.S

NBM. 1024550

MAGELANG, ......JULI  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

KUNI HIRIYANTI, S.Pd

NIP. -

 


 

LAMPIRAN- LAMPIRAN

 

Lampiran 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama       :    …………………………………..

Kelas        :    …………………………………..

 

1. Penerapan

Tuliskan apa yang anda pahami tentang pembagian i’jaz al-Qur’an dalam kolom di bawah ini:

 

 

 

 

2. Tugas

Amatilah orang-orang di sekitar tempat tinggalmu. Tuliskan contoh tindakan mereka yang mengindikasikan sedang menerapkan/mengaplikasikan kemukjizatan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dan tuliskan tanggapanmu.

Perilaku yang diamati

Tanggapan dan dalil

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 2

MATERI BAHAN AJAR

1. Pengertian Mukjizat

Secara etimologi kata Mukjizat berbentuk isim fa’il yang berasal dari kata: . Awalnya, kata ini berarti melemahkan atau mengalahkan lawan. Namun dalam perkembangannya, kata mukjizat juga digunakan untuk memberikan arti pada sesuatu yang hebat atau luar biasa.

Manna’ al-Qattan mendefinisikan mukjizat sebagai berikut:

Artinya: Mukjizat adalah hal yang bertolak belakang dengan kebiasaan, tidak seperti biasanya dan melawan tantangan dengan selamat.

Dalam penggunaannya kata mukjizat hanya diperuntukkan kepada hal-hal luar biasa yang dikaruniakan oleh Allah swt. kepada para nabi dan rasul. Tujuan dari diturunkannya mukjizat adalah untuk membuktikan kebenaran pengakuan dan ajaran-ajaran para rasul.

Tujuan ini khususnya berkenaan dengan tantangan yang harus dihadapi oleh para nabi dan rasul saat berdakwah.

Mukjizat berfungsi sebagai bukti atas kebenaran pengakuan kenabian dan kerasulan mereka, bahwa mereka adalah benar-benar para nabi dan rasul (utusan) Allah yang membawa risalah kebenaran dari Allah swt.. Dengan datangnya mukjizat, para nabi dan rasul mampu melemahkan dan mengalahkan orang-orang kafir yang menentang dan tidak mengakui atas kebenaran kenabian dan kerasulan mereka.

Biasanya mukjizat para nabi dan rasul itu berkaitan dengan masalah yang dianggap mempunyai nilai tinggi dan diakui sebagai suatu keunggulan oleh masing-masing umatnya pada masa itu. Zaman Nabi Musa a.s. adalah zaman kejayaan tukang sihir, maka mukjizat Nabi Musa a.s. adalah mengalahkan para tukang sihir. Sedangkan Nabi Isa a.s. hidup di zaman kemajuan ilmu kedokteran. Maka mukjizat utama Nabi Isa a.s. adalah mampu menyembuhkan penyakit yang tidak dapat disembuhkan pengobatan biasa, yaitu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan dan orang yang berpenyakit kusta, serta menghidupkan orang yang sudah mati.

Meski zaman hidup Nabi Muhammad saw. disebut sebagai zaman jahiliyah, namun zaman itu juga merupakan zaman keemasan kesusastraan Arab. Firman Allah menjadi mukjizat utama Nabi Muhammad saw. karena ayat-ayat al-Qur’an mengandung nilai sastra yang amat tinggi. Tidak ada seorang manusia pun dapat membuat serupa dengan al-Qur’an, baik pada zaman itu maupun hingga zaman sekarang.

 

2. Syarat-syarat Mukjizat

Suatu hal dapat dikategorikan sebagai mukjizat karena memenuhi syarat-syarat berikut:

a. Sesuatu yang tidak sanggup dilakukan oleh siapapun selain Allah swt.;

b. Mukjizat adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan kebiasaan dan berlawanan dengan hukum alam (sunnatullah);

c. Mukjizat harus berupa hal yang dijadikan saksi oleh seseorang yang mengaku membawa risalah Ilahi sebagai bukti atas kebenaran pengakuannya;

d. Mukjizat terjadi bertepatan dengan pengakuan Nabi dan penolakan suatu kaum atas pengakuan tersebut;

e. Tidak ada seorang manusia pun, bahkan jin sekalipun yang dapat mengalahkan suatu mukjizat yang sudah diberikan oleh Allah.

Suatu hal disebut mukjizat bila memenuhi kelima unsur tersebut di atas.

 

3. Macam-macam Mukjizat

Mukjizat dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu :

a. Mukjizat hissi (kasat mata), yakni mukjizat yang dapat dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dicium oleh hidung, diraba oleh tangan, dan atau dirasa oleh lidah, tegasnya dapat dicapai dan ditangkap oleh pancaindera;

b. Mukjizat ini sengaja ditunjukkan atau diperlihatkan manusia biasa, yakni mereka yang tidak biasa menggunakan kecerdasan akal pikirannya, yang tidak cakap padangan mata hatinya dan yang rendah budi dan perasaanya. Karena bisa dicapai dengan panca indera, maka mukjizat ini bisa juga disebut mukjizat inderawi. Mukjizat hissi ini dibatasi oleh ruang dan waktu, artinya hanya diperlihatkan kepada umat tertentu dan di masa tertentu.

c. Mukjizat ma’nawi (tidak kasat mata), yakni mukjizat yang tidak mungkin dapat  dicapai dengan kekuatan panca indera, tetapi harus dicapai dengan kekuatan ‘aqli atau dengan kecerdasan pikiran intelektual atau mata batin. Karena orang tidak akan mungkin mengenal mukjizat ma’nawi ini melainkan orang yang berpikir sehat, cerdas, bermata hati, berbudi luhur dan yang suka mempergunakan kecerdasan pikirannya dengan jernih serta jujur. Karena harus menggunakan akal pikiran untuk mencapainya, maka bisa disebut juga mukjizat ‘aqli atau mukjizat rasional. Mukjizat hissi bersifat sementara hanya pada saat suatu mukjizat terjadi, sedangkan mukjizat ma’nawi bersifat universal dan eternal (abadi), yakni berlaku untuk semua umat manusia sampai akhir zaman.

 

4. Pengertian I’jaz al-Qur’an

Kata mukjizat dilekatkan dengan kitab suci al-Qur’an memiliki dua konotasi. Pertama, manusia tidak akan pernah mampu untuk membuat redaksi kalimat-kalimat yang bisa menandingi keindahan ayat-ayat al-Qur’an. Apalagi menyaingi kandungan isi al-Qur’an yang banyak sekali menceritakan tentang hal-hal terkait kisah-kisah zaman dahulu, masa depan dan hal-hal gaib lainnya. Kedua, kemukjizatan al-Qur’an mempunyai sifat menantang manusia dan jin untuk membuat semacam al-Qur’an.

Sehingga karena tidak akan pernah berhasil maka mereka menginsyafi kelemahannya dan mengakui kehebatan ayat-ayat al-Qur’an.

I’jaz al-Qur’an adalah teguhnya kehebatan al-Qur’an di hadapan kelemahan manusia dan jin yang tidak akan mampu membuat karya sehebat al-Qur’an. Kemukjizatan al-Qur’an menumbuhkan kesadaran pada manusia bahwa al-Qur’an adalah nyata-nyata wahyu Allah swt. dan sekaligus merupakan bukti kerasulan Muhammad saw. bahwa al-Qur’an bukan karangan Nabi Muhammad saw.

Prof. Quraish Shihab berpendapat bahwa kemukjizatan al-Qur’an terbukti karena al-Qur’an mampu melemahkan orang-orang kafir pada zaman itu yang mengira al- Qur’an adalah sihir. Bahkan mampu melemahkan orang-orang pada masa kini yang ingin membuat kalimat-kalimat seindah ayat-ayat al-Qur’an. Sungguh siapa pun tidak akan mampu membuatnya.

 

5. Aspek-aspek Kemukjizatan Al-Qur’an

I’jaz al-Qur’an terdapat dalam kandungan al-Qur’an, bukan pada tampak fisik luarnya. Al-Qur’an tidak membutuhkan bukti pendukung bahwa ia adalah kalamullah, mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw. Ada pun hal-hal lain di luar al-Qur’an sifatnya adalah untuk membuktikan kepada para makhluk yang tidak mempercayainya.

Secara garis besar ada dua aspek kemukjizatan al-Qur’an yaitu:

a. Gaya Bahasa (Uslub)

Gaya bahasa al-Qur’an adalah gaya bahasa khas yang tidak dapat ditiru oleh siapa pun. Susunannya sangat otentik dan indah. Para sastrawan Arab pun bahkan tidak mampu menirunya. Al-Qur’an memakai bahasa dan lafaz Arab yang meskipun indah tetapi bukan puisi, bukan prosa dan bukan pula syair. Dari sisi kemukjizatan, inilah yang kemudian membuat mereka tidak pernah mampu untuk menandinginya dan putus asa lalu merenungkannya, kemudian merasa kagum dan menerimanya, lalu sebagian masuk Islam.

Contoh dalam sejarah diterangkan bahwa Umar bin Khattab r.a. menyatakan diri masuk Islam setelah mendengar ayat-ayat pertama surat Taha, dan masih banyak contoh lainnya. Inilah bukti kemukjizatan al-Qur’an dari segi bahasanya.

Al-Qur’an menggunakan gaya bahasa (uslub) yang sangatlah indah. Sejak diturunkan hingga saat ini, keindahan uslub al-Qur’an benar-benar telah membuat orang-orang Arab dan atau luar Arab kagum dan terpesona. Ditambah lagi kandungan nilai dan ajaran dalam al-Qur’an yang sangat istimewa. di mana tidak akan terdapat dalam ucapan manusia menyamai isi yang terkandung di dalamnya.

Keistimewaan uslub al-Qur’an antara lain :

1) Keindahan dan kelembutan bahasa al-Qur’an sejak dari bentuk lafaznya dan susunan kalimatnya;

2) Keserasian al-Qur’an dapat dirasakan oleh semua lapisan manusia. Kaum cendikiawan maupun kaum awam dapat merasakan keagungan dan keindahan al-Qur’an;

3) Sesuai dengan akal dan perasaan. Al-Qur’an menyampaikan doktrin dan pengetahuan dengan kalimat-kalimat yang indah;

4) Keindahan kalimat serta keanekaragaman susunannya. Satu makna diungkapkan dalam beberapa bentuk lafaz dan susunan yang bermacammacam;

5) Al-Qur’an mencakup dan memenuhi persyaratan antara bentuk global (ijmal) dan bentuk yang terperinci (tafsil);

6) Kalimat-kalimat yang lugas dapat dimengerti dengan secara langsung.

Hal-hal lain yang menjadi kehebatan dan kemukjizatan al-Qur’an dari aspek bahasa adalah ketelitian, kerapihan dan keseimbangan kata-kata yang digunakan.

Ketelitian dan kerapian yang dimaksudkan antara lain adalah:

1) Ketelitian pengungkapan kata-kata

Suatu surat yang diawali dengan huruf-huruf tertentu, biasanya menggunakan huruf-huruf itu dalam jumlah lebih banyak dibanding huruf lain. Misalnya:

a) Dalam surat Qaf, dapat ditemukan huruf qaf ( ق) berulang-ulang dalam jumlah lebih banyak dari jumlah huruf lainnya. Jumlah rata-rata huruf qaf ( ق) yang terbanyak di dalam surat Qaf itu ternyata juga merupakan jumlah huruf qaf (ق)  yang terbanyak pula dibandingkan dengan jumlah huruf qaf ( ق) yang terdapat di dalam surah-surah lainnya dalam al-Qur’an.

b) Huruf alif ( ا), lam ( ل) dan mim ( و) yang mengawali surah al-Baqarah. Jumlah masing-masing huruf tersebut ternyata lebih banyak daripada huruf-huruf yang lain. Hal ini dapat dilihat sebagai berikut :

-       Huruf alif ( ا ) berulang sebanyak 4.592 kali

-       Huruf lam ( ل ) berulang sebanyak 3.204 kali

-       Huruf mim ( و ) berulang sebanyak 2.195 kali

c) Huruf alif ( ا), lam ( ل) dan mim ( م) yang mengawali surah Ali ‘Imran.

-       Huruf alif ( ا ) berulang sebanyak 2.578 kali

-       Huruf lam ( ل ) berulang sebanyak 1.885 kali

-       Huruf mim ( و ) berulang sebanyak 1.251 kali

d) Huruf alif ( ا), lam ( ل) dan mim ( م) yang mengawali surah al-‘Ankabut :

-       Huruf alif ( ا ) berulang sebanyak 784 kali

-       Huruf lam ( ل ) berulang sebanyak 554 kali

-       Huruf mim ( و ) berulang sebanyak 344 kali

Dan masih banyak bukti lainnya dalam surah-surah yang lain di dalam Al- Qur’an.

2) Keseimbangan penggunaan kata-kata

Dalam al-Qur’an terlihat pula keseimbangan kata-kata yang digunakan secara simetris, misalnya :

a) Kata  berjumlah 145 kali, sama dengan kata  yang berjumlah 145 kali

b) Kata  berjumlah 115 kali, sama dengan kata  yang berjumlah 115 kali

c) Kata  berjumlah 88 kali, sama dengan kata  yang berjumlah 88 kali

d) Kata  berjumlah 32 kali, sama dengan kata  yang berjumlah 32 kali

3) Misteri angka 19

Angka 19 adalah angka istimewa dalam al-Qur’an. Jumlah huruf yang terdapat pada kalimat basmalah  terdiri dari 19 huruf dan setiap katanya terulang 19 kali dalam surah-surah al-Qur’an, atau beberapa kali kelipatan angka 19.

Keunikan ini antara lain sebagai berikut:

a) Kata  berulang 19 kali di dalam al-Qur’an

b) Kata  berulang 2698 kali, itu berarti = 19 x 142

c) Kata  berulang 57 kali, itu berarti = 19 x 3

d) Kata  berulang 144 kali, itu berarti = 19 x 6

Huruf terpisah yang mengawali surah-surah (fawatih as-suwar) berulang dalam hasil jumlah kali lipat angka 19. Perhatikan contoh-contoh berikut ini :

a) Huruf qaf ( ق )dalam surah Qaf berulang 57 kali, berarti = 19 x 3

b) Huruf kaf ( ك ), ha’ ( ), ya’ ( ي ), ‘ain ( ع ), dan sad ( ص) yang mengawali surah Maryam, berulang sebanyak 789 kali, berarti = 19 x 42

c) Huruf nun ( ) dalam surah al-Qalam berulang sebanyak 133 kali, berarti = 19 x 7

d) Huruf ya ( ي ) dan sin ( ش ) yang mengawali surah yasin, dalam surah tersebut berulang sebanyak 285 kali, berarti = 19 x 15, dan sebagainya.

Keunikan ini merupakan satu tanda kerapian, ketelitian dan keseimbangan huruf dan kata yang digunakan dalam al-Qur’an.

b. Isi Kandungannya

Dilihat dari isi kandungannya, kemukjizatan al-Qur’an antara lain adalah:

1) Al-Qur’an mengungkapkan berita-berita yang bersifat gaib.

Hal-hal yang bersifat gaib yang diungkap dalam al-Qur’an dapat dipilah menjadi 2 (dua) yaitu :

Pertama, berita tentang masa lalu, seperti kisah Nabi Adam a.s., Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s, Nabi Musa a.s. dan kisah lain di masa lalu.

Salah satu contoh lainnya sebagaimana diungkapkan dalam QS Yunus [10]: 92

Terjemahnya: Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.

Ayat tersebut menceritakan tentang Fir'aun yang diawetkan dengan cara dibalsem, sehingga utuh sampai sekarang. Hal itu bersifat gaib, karena tidak ada orang yang mengenalnya. Akan tetapi berita al-Qur’an itu ternyata terbukti kebenarannya kemudian.

Kedua, berita tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi baik di dunia maupun di akhirat, misalnya dalam QS ar-Rūm [30]: 1-3:

Terjemahnya: Alif Lām Mim. Bangsa Romawi telah dikalahkan, di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang.

Ayat ini bercerita tentang kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia. Padahal ketika ayat ini diturunkan, belum terjadi peperangan yang dimaksudkan.

Akan tetapi kebenaran berita itu terbukti sembilan tahun kemudian. Contoh berita gaib tentang hal-hal yang belum terjadi saaat diturunkan antara lain adalah berita kemenangan umat Islam dalam perang Badar yang dijelaskan dalam QS al-Qamar [54]: 45, peristiwa Fathu Makkah dijelaskan dalam QS al-Fath [48]: 27, dan sebagainya. Banyak sekali kisah-kisah di dalam al-Qur’an yang belum dipahami pada saat diturunkan, kemudian bisa dipahami dan terbukti di masamasa berikutnya.

2) I’jaz ‘ilmi, yakni kemukjizatan ilmu pengetahuan. Al-Qur’an mengungkapkan isyarat-isyarat rumit terhadap suatu pengetahuan sebelum dunia ilmu pengetahuan itu sendiri sanggup menemukannya. Pengalaman-pengalaman ini membuktikan bahwa al-Qur’an sama sekali tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan dan penemuan-penemuan baru yang didasarkan pada penelitian ilmiah.

Kenyataan ini sesuai dengan firmankan Allah swt. dalam QS Fussilat [41]:53

Terjemahnya: Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

Banyak ayat al-Qur’an yang mengungkapkan isyarat tentang ilmu pengetahuan, seperti: terjadinya perkawinan dalam tiap-tiap benda, perbedaan sidik jari manusia, berkurangnya oksigen di angkasa, khasiat madu, asal kejadian alam semesta, penyerbukan dengan angin, dan masih banyak lagi isyarat-isyarat ilmu pengetahuan yang bersifat potensial, yang kemudian berkembang menjadi ilmu pengetahuan modern.

Salah satu isyarat ilmu pengetahuan tersebut adalah mengenai perbedaan sidik jari manusia, firman Allah QS al-Qiyamah [75] : 3-4

Terjemahnya: Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? (Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.

3) Al-Qur’an merupakan sumber aturan hukum Islam yang bersifat universal dan mencakup segala urusan hidup dan kehidupan manusia.

Prof. Dr. H. Said Agil Husin al-Munawar, M.A. Merumuskan aspek-aspek kemukjizatan al-Qur’an sebagai berikut :

a. Susunan bahasa yang sangat indah, berbeda dengan setiap susunan bahasa yang ada dalam bahasa orang-orang Arab;

b. Adanya uslub yang luar biasa, berbeda dengan semua uslub-uslub bahasa Arab;

c. Sifat agung yang tidak mungkin lagi seorang makhluk untuk mendatangkan hal yang seperti al-Qur’an;

d. Bentuk undang-undang yang detail dan sempurna yang melebihi setiap undang-undang buatan manusia;

e. Mengabarkan hal-hal gaib yang tidak bisa diketahui kecuali dengan wahyu;

f.   Tidak bertentangan dengan pengetahuan-pengetahuan umum yang dipastikan kebenarannya;

g. Menepati janji dan ancaman yang telah dikabarkan di dalamnya;

h. Memenuhi segala kebutuhan manusia;

i.   Berpengaruh kepada hati pengikut dan musuh (orang yang menentangnya).

 

6. Mukjizat Rasulullah saw. Selain al-Qur’an dan Mukjizat Para Nabi Lainnya.

Kemukjizatan al-Qur’an merupakan mukjizat ma’nawi. Karenanya, untuk memahaminya harus menggunakan akal pikiran yang rasional dan kecerdasan hati. Orang yang tidak menggunakan akal pikiran dan kejernihan hati tidak akan dapat memahami kemukjizatan al-Qur’an. Bukan berarti harus menjadi cendikiawan untuk memahami kemukjizatan al-Qur’an, tetapi orang-orang yang akal pikiran atau hatinya tertutup tentu tidak akan dapat memahami kemukjizatan al-Qur’an. Padahal al-Qur’an adalah mukjizat yang terbesar bagi Nabi Muhammad saw. yang berlaku kekal sampai akhir zaman.

Selain al-Qur’an yang bersifat ma’nawi, Nabi Muhammad saw. juga dikarunia mukjizat hissi. Misalnya: jari-jari beliau bisa mengeluarkan air pada saat sahabatsahabat sedang kehausan. Nabi Muhammad pernah membelah bulan menjadi dua hanya dengan menggunakan jari yang ditunjukkan ke bulan untuk memenuhi tantangan orang kafir, dan masih banyak lainnya.

Di dalam al-Qur’an banyak digambarkan mengenai mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad saw. di antaranya adalah :

a. Mukjizat Nabi Nuh a.s. berupa kemampuan untuk membuat kapal yang sangat besar untuk menampung dan menyelamatkan kaum yang beriman dari banjir besar, padahal saat itu sama sekali belum dikenal cara pembuatan kapal.

Allah swt. berfirman dalam QS Hud [11]: 37-38

Terjemahnya: Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah dia (Nuh) membuat kapal. Setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata, ‛Jika kamu mengejek kami, maka kami (pun) akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami).

b. Mukjizat Nabi Ibrahim a.s. berupa keistimewaan tidak hangus dibakar dalam api oleh raja Namruz. Allah swt. berfirman dalam QS al-Anbiya’ [21]: 68-69 sebagai berikut:

Terjemahnya : Mereka berkata, ‛Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benarbenar hendak berbuat. Kami (Allah) berfirman, ‛Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!

c. Mukjizat Nabi Musa a.s. berupa tongkat yang dapat berubah menjadi ular besar untuk mengalahkan tukang-tukang sihir Firaun yang menyihir tali menjadi ular-ular kecil. Di samping itu tongkat beliau tersebut juga bisa menimbulkan 12 sumber mata air yang memancar ketika dipukulkan kepada sebuah batu pada saat beliau memohon air minum untuk kaumnya sebanyak 12 suku.

Al-Qur’an menggambarkan kehebatan tongkat Nabi Musa as. ini dalam firman Allah swt. QS al-A’raf [7]: 107

Terjemahnya: Lalu (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang sebenarnya.

Dan firman Allah swt. QS al-Baqarah [2]: 60

Terjemahnya: Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‚Pukullah batu itu dengan tongkatmu!‛ Maka memancarlah daripadanya dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.

d. Mukjizat Nabi Dawud a.s. adalah kemampuan untuk melunakkan besi dengan tangan kosong, sehingga bisa dibentuk menjadi baju besi dan senjata untuk dapat mengalahkan raja Jalut.

Allah menggambarkan mukjizat Nabi Dawud ini dalam firman-Nya QS Saba’ [34]:10-11 :

Terjemahnya: Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman), ‚Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulangulang bersama Dawud,‛ dan Kami telah melunakkan besi untuknya. (yaitu) Buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

e. Mukjizat Nabi Sulaiman a.s. berupa kemampuan untuk mendengar dan memahami bahasa binatang, seperti burung hud-hud dan semut. Sebagaimana digambarkan dalam firman Allah swt. QS an-Naml [27]: 16-18

Terjemahnya : Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud, dan dia (Sulaiman) berkata, ‚Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata. Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib. Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, ‚Wahai semutsemut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.

f.   Mukjizat Nabi Isa a.s. berupa kemampuan untuk membuat burung dari tanah, menyembuhkan orang buta sejak lahir, menyembuhkan penyakit kusta, dan dapat menghidupkan orang yang sudah mati atas izin Allah swt. seperti yang digambarkan dalam QS Ali ‘Imran [3]: 49

Terjemahnya: Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), ‛Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.

Selain hal-hal yang disebutkan di atas, al-Qur’an juga menceritakan banyak sekali mukjizat para nabi dan rasul sebelum Nabi Muhammad saw.

 

Lampiran 3

GLOSARIUM

Ijmal            : ringkasan, secara umum ikhtisar, tidak terinci

Maknawi     : tentang makna, berkaitan dengan makna, yang tersirat, inti, penting

Masdar        : bentuk asli, bentuk asal, verbal

Mukjizat      : kejadian luar biasa yang dialami nabi yang di luar jangkauan akal manusia

Rida             : rela, suka, senag hati

Risalah        : ringkasan yang dikirimkan, surat edaran, notulensi rapat, keterangan ringkas tentang suatu bahasan ilmu pengetahuan

Tarikh         : Penanggalan, perhitungan tantang tanggal, penanda waktu

Tasrif           : Sistem perubahan bentuk kata dalam bahasa arab yang menandakan waktu, pelaku dan, pekerjaan, benda atau keterangan

 

Lampiran 4

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Wahid Ramli. Ulumul Qur’an, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002

Ahad Syadali,. Ahmad Rofi’i, Ulumul Qur’an 1, CV Pustaka setia abadi, Bandung, 1997

Ahmad Syadali. ‘Ulumul Qur’an I. Cet. I; Bandung: Pustaka Setia, 1997.

Al-Alwi Sayyid Muhammad Ibn Sayyid Abbas, Faidl Al-Khobir, Al-Hidayah, Surabaya

Al-Qattan, Manna’ Khalil. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Litera Antar Nusa, Jakarta, 2000

Al-Shalih, Shubhi, Mabahits fi ‘Ulum al-Quran, Dar al ‘Ilm Li al-Malayin, Beirut, 1977

Al-Shobuny, Mohammad Aly, at-Tibyan fi Ulumil Qur’an, Alam al-Kitab, Beirut

al-Suyuti, Jalaluddin, al-Itqan fi Ulum al-Qur’an, Cet.I; Beirut: Muassasah al-Risalah, 2008

Al-Salih, Subhi, Membahas Ilmu – Ilmu Hadis. Pustaka Firdaus: Jakarta, 2000.

Al-Zarqany, Muhammad Abd al-Azhim, Manahil al-Irfan fi Ulum al-Qur’an, Juz I, Isa al-Baby al-Halaby wa Syirkah, Mesir

Factur Rahman. Ikhtisar Musthalahul Hadis. Al-Ma’rif, Bandung, 1985

Hasbi ash-Shidiqi, Tengku Muhammad, Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 2009

Hudhari Bik, Tarikh At-Tasyri’ Al-Islami, (Terj. Mohammad Zuhri, Rajamurah Al-Qanaah), 1980,

Ismail, Muhammad Bakri, Dirasat fi Ulum al-Qur’an, Cet. II; Kairo: Dar al-Manar, 1999

Jalal al-Din ‘Abd al- Rahman ibn Abi bakr al-Suyuthi, Tadrib al-RAwi fi Syarh Taqrib an- Nawawi, jilid 1, Beirut: Dar al-Fikr

Kahar Masyur, Pokok-pokok Ulumul Qur’an,Rineka Cipta, Jakarta, 1992

Kamaluddin Marzuki, Ulumul Quran, PT Remaja Rosda Karya, Bandung, 1994

Khatib, Al.M. Ajjaj. Al Sunah Qobla Al Tadwin.Dar Al Fikr: Beirut, 1997

Mana’ul Quthan, Pembahasan ilmu Al-Qur’an, PT Rineka cipta, Jakarta, 1993

M. Hasbi Ashshiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu alqur’an dan Tafsir, PT Bulan Bintang, Jakarta, 1992

Muhammad Chirzin, Al-Qur’an dan Ulumul Qur’an, Dana Bakti Primayasa, Yogyakarta, 1998

M. Quraish Shihab, ‚Membumikan‛ Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Cet. XIX; Bandung: Mizan, 1999)

Muhammad Ahmad & M. Mudzakir, Ilmu Hadis (Cet – 10), Pustaka Setia, Bandung, 2000

Muhammad Ahmad. Ulumul Hadis. Pustaka Setia, Bandung, 2004

Nawir Yuslem. MA, ulumul Hadis, Mutiara sumber widya, Jakarta 2001

Rofi’i, Ahmad & Ahmad Syadali. Ulumul Quran Pustaka Setia, Bandung 1997.

Subhi Ash-Shalih, Membahas ilmu-ilmu Al-quran, terjemah Nur Rakhim, Pustaka Firdaus Jakarta, 1993

Suparta, Munzier. Ilmu Hadis, Raja Grapindo: Jakarta, 2002

Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 1998

Zarkasih, M.Ag., Pengantar Studi Hadis, Aswaja Presindo, Yogyakarta, 2012

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah

 

 

 

LUFIANA, S.S

NBM. 1024550

MAGELANG, ......JULI  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

KUNI HIRIYANTI, S.Pd

NIP. -

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar