MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH
MATA PELAJARAN : AL-QUR'AN HADITS
BAB 4 : AL-QUR’AN MUKJIZAT NABIKU
INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul
Nama Madrasah : MA MUHAMMADIYAH BLABAK
Nama Penyusun : KUNI HIRIYANTI, S.Pd
Mata Pelajaran : Al-Qur'an Hadits
Kelas / Fase Semester :
X/ E / 1
Elemen : Al-Qur’an Mukjizat Nabiku
Alokasi waktu : 2 x 45 Menit
Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase E, pada elemen Ilmu
Al-Qur'an, Peserta didik dapat menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an tentang
pengertian Al-Quran menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan
kodifikasinya, bukti-bukti keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan,
dan struktur Al-Qur’an, untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan
pesan Al-Qur'an dalam konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Pada elemen Ilmu Hadis, peserta didik mampu menganalisis hal ihwal tentang ilmu
hadis yang meliputi; perbedaan hadis, sunah, khabar, dan asar, sejarah
kodifikasi dan perkembangan hadis, unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi
hadis terhadap ayat Al-Qur’an, pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis
untuk meyakini kebenaran hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw.,
baik secara sanad dan matan maupun kualitas kesahihannya serta mengamalkan ilmu
hadis agar lebih kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam
konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Ilmu Al-Qur'an |
Peserta didik dapat
menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an yang meliputi; pengertian Al-Quran menurut
pendapat para ulama', sejarah turun dan kodifikasinya, bukti-bukti
keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan, dan struktur Al-Qur'an,
untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan pesan Al-Qur'an dalam
konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. |
|
Ilmu Hadis |
Peserta didik mampu
menganalisis hal ihwal tentang ilmu hadis yang meliputi; perbedaan hadis,
sunah, khabar, dan asar, sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis,
unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi hadis terhadap ayat Al-Quran,
pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis untuk meyakini kebenaran
hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw., baik secara sanad dan
matan maupun kualitas kesahihannya serta menggunakan ilmu hadis agar selektif
terhadap hadis yang dijadikan dasar beramal, sebagai sarana menanamkan sikap
kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam konteks
kehidupan berbangsa dan bernegara. |
B Kompetensi Awal
Nabi Muhammad saw. adalah utusan Allah yang ditugaskan
untuk mengemban tugas mengembalikan manusia ke jalan yang benar. Nabi di utus
di tengah-tengan kaum jahiliyah yang menganut hukum rimba, siapa yang kuat
dialah yang berkuasa dan dapat melakukan apa saja sesuai keinginannya.
Masyarakat Arab pada zaman itu adalah masyarakat yang gemar berperang dan adu
kekuatan. Selain itu mereka juga gemar berlomba-lomba dalam membuat
karangan-karangan yang indah.
C. Profil Pelajar Pancasila
(PPP) dan Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRA)
§ Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai
adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis
dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.
§ Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.
D. Sarana dan Prasarana
Media : LCD proyektor,
komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain
Sumber
Belajar : LKPD, Buku Teks, laman
E-learning, E-book, dan lain-lain
E. Target Peserta Didik
Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular
F. Model DAN METODE Pembelajaran
Discovery
learning, Diskusi, Tanya jawab dan
games
KOMPETENSI INTI
A. Tujuan Pembelajaran
§ Menyajikan tentang kemukjizatan al-Qur’an.
§ Mencintai al-Qur’an
§ Menjelaskan tentang kemukjizatan al-Qur’an
§ Menyampaikan contoh-contoh
kemukjizatan al-Qur’an
B. Pemahaman Bermakna
§ Menganalisis kemukjizatan al-Qur’an
§ Menyajikan contoh kemukjizatan
al-Qur’an
C. Pertanyaan Pemantik
Guru menanyakan kepada peserta didik seputar
materi Al-Qur’an Mukjizat Nabiku
D. Kegiatan Pembelajaran
PERTEMUAN KE-1
Pengertian
Mu’jizat, Syarat-syarat Mu’jizat, Macam-macam Mu’jizat, dan Pengertian I’jazul
Qur’an
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Pengertian Mu’jizat, Syarat-syarat Mu’jizat, Macam-macam Mu’jizat, dan Pengertian
I’jazul Qur’an |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Pengertian Mu’jizat, Syarat-syarat
Mu’jizat, Macam-macam Mu’jizat, dan Pengertian I’jazul Qur’an |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Pengertian Mu’jizat, Syarat-syarat
Mu’jizat, Macam-macam Mu’jizat, dan Pengertian I’jazul Qur’an |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Pengertian
Mu’jizat, Syarat-syarat Mu’jizat, Macam-macam Mu’jizat, dan Pengertian
I’jazul Qur’an § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-2
Aspek-aspek
Kemu’jizatan Al-Qur’an
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Aspek-aspek Kemu’jizatan Al-Qur’an |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Aspek-aspek Kemu’jizatan Al-Qur’an |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Aspek-aspek Kemu’jizatan Al-Qur’an |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Aspek-aspek
Kemu’jizatan Al-Qur’an § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-3
Rasulullah
Saw. Selain Al-Qur’an Dan Mu’jizat Para Nabi Lainnya
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Mu’jizat Rasulullah Saw. Selain Al-Qur’an
Dan Mu’jizat Para Nabi Lainnya |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Mu’jizat Rasulullah Saw. Selain Al-Qur’an
Dan Mu’jizat Para Nabi Lainnya |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Mu’jizat Rasulullah Saw. Selain Al-Qur’an
Dan Mu’jizat Para Nabi Lainnya |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Mu’jizat Rasulullah
Saw. Selain Al-Qur’an Dan Mu’jizat Para Nabi Lainnya § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
E. Pembelajaran Diferensiasi
§ Untuk siswa yang sudah memahami materi ini
sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh,
disarankan untuk membaca materi Al-Qur’an Mukjizat Nabiku dari berbagai referensi yang relevan.
§ Guru dapat menggunakan alternatif metode dan
media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan
pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
§ Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini,
disarankan untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau
di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan
untuk belajar kepada teman sebaya.
E. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran)
a. Asesmen
awal
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam
memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
|
Ya |
Tidak |
||
|
1 |
Apakah
pernah membaca buku terkait ? |
|
|
|
2 |
Apakah
kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik ? |
|
|
|
3 |
Apakah
kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode inquiry learning,
diskusi ? |
|
|
b. Asesmen
selama proses pembelajaran
Asesmen ini dilakukan guru selama
pembelajaran, khususnya saat peserta didik melakukan kegiatan diskusi, presentasi
dan refleksi tertulis. Asesmen saat inquiry
learning (ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar dengan metode inquiry learning)
Lembar kerja
pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade
inquiry learning
|
No |
Nama Siswa |
Arpak yang diamati |
Skor |
|||||
|
Gagasan |
Aktif |
Kerjasama |
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Nilai akhir x 25 |
||||||||
2. Asesmen Sumatif
a. Asesmen
Pengetahuan
Soal Asesmen Pengetahuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan
berikut ini dengan jawaban yang benar!
1. Jelaskan
pengertian mukjizat al-Qur’an !
2. Bagaimana
pendapat anda dengan keajaiban yang terdapat dalam benda lain? Apakah dapat
disebut sebagai mukjizat?
3. Coba anda
sajikan dalam bentuk kalimat tentang aspek-aspek yang terkandung dalam mukjizat
al-Qur’an!
4. Sebutkan
macam-macam mukjizat!
5. Jelaskan mengapa
al-Qur’an adalah Mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw.!
b. Asesmen
keterampilan
1) Peserta
didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis
Contoh rubrik
penilaian praktek:
Nama : …………………………………..
Kelas :
…………………………………..
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Kelancaran
(kompetensi gramatikal di aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
2 |
Ketepatan
(kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf) |
20 |
|
3 |
Isi
(kompetensi wacana dan sosiolinguistik) |
20 |
|
4 |
Ucapan/pelafalan
(kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
5 |
Gestur
(kompetensi strategi) |
20 |
|
Total |
100 |
|
Indikator
Penilaian aspek kelancaran (fluency)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
15 - 20 |
|
2 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
10 - 14 |
|
3 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
5 - 9 |
|
4 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek ketepatan (accuracy)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
15 - 20 |
|
2 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
10 - 14 |
|
3 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
5 - 9 |
|
4 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek isi
|
No |
Aspek Penilaian |
Skor |
|
1 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi detail |
25 -30 |
|
2 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi kurang detail |
20 - 24 |
|
3 |
Memiliki
struktur teks deskriptif tidak lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari
klasifikasi kurang detail |
15 - 19 |
|
4 |
Memiliki
struktur teks deskriptif kurang lengkap (deskripsi umum dan deskripsi
khusus), deskripsi umum meliputi definisi, dan deskripsi khusus kurang sesuai |
10 - 14 |
|
5 |
Tidak ada
komponen struktur deskriptif |
1 - 9 |
Petunjuk penskoran:
Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:
Skor Perolehan x 10 = ….
2) Peserta
didik membuat kartu nama
Contoh rubrik
penilaian produk kartu nama
|
No |
Nama Siswa |
Perencanaan Bahan |
Aspek Yang Dinilai |
Jml |
|||
|
Proses Pembuatan |
Hasil Produk |
||||||
|
Langkah pembuatan |
Teknik pembuatan |
Bentuk fisik |
Inovasi |
||||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Skor antara 1 – 5
Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas
yang diberikan
F. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
§ Pengayaan diberikan kepada
peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.
§ Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan
yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan kedalaman materi yang mengarah
pada high order thinking
§ Program pengayaan dilakukan di luar
jam belajar efektif.
Remedial
§ Remedial diberikan kepada peserta didik yang
belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran
§ Guru melakukan pembahasan ulang terhadap
materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan
pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan
menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
§ Program remedial dilakukan di luar jam
belajar efektif.
G. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan
kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:
§ Apakah semua peserta didik terlibat aktif
dalam pembelajaran iniv ?
§ Apakah ada kesulitan yang dialami peserta
didik?
§ Apakah semua peserta didik sudah dapat
melampaui target pembelajaran?
§ Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan
profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?
§ Apa langkah yang perlu dilakukan untuk
memperbaiki proses belajar?
Refleksi Peserta Didik:
|
No |
Pertanyaan Refleksi |
Jawaban Refleksi |
|
1 |
Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari
pelajaran ini? |
|
|
2 |
Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil
belajarmu? |
|
|
3 |
Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami
pelajaran ini? |
|
|
4 |
Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5,
berapa bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan |
|
|
Kepala Sekolah LUFIANA, S.S NBM. 1024550 |
MAGELANG,
......JULI
2025 Guru
Mata Pelajaran KUNI HIRIYANTI, S.Pd NIP. - |
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK (LKPD)
Nama : …………………………………..
Kelas : …………………………………..
1. Penerapan
Tuliskan
apa yang anda pahami tentang pembagian i’jaz al-Qur’an dalam kolom di bawah ini:
|
|
|
|
|
|
2. Tugas
Amatilah
orang-orang di sekitar tempat tinggalmu. Tuliskan contoh tindakan mereka yang
mengindikasikan sedang menerapkan/mengaplikasikan kemukjizatan al-Qur’an dalam
kehidupan sehari-hari dan tuliskan tanggapanmu.
|
Perilaku yang diamati |
Tanggapan dan dalil |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Lampiran 2
MATERI
BAHAN AJAR
1. Pengertian Mukjizat
Secara
etimologi kata Mukjizat berbentuk isim fa’il yang berasal dari kata:
Manna’
al-Qattan mendefinisikan mukjizat sebagai berikut:
Artinya:
Mukjizat adalah hal yang bertolak belakang dengan kebiasaan, tidak seperti
biasanya dan melawan tantangan dengan selamat.
Dalam
penggunaannya kata mukjizat hanya diperuntukkan kepada hal-hal luar biasa yang dikaruniakan
oleh Allah swt. kepada para nabi dan rasul. Tujuan dari diturunkannya mukjizat
adalah untuk membuktikan kebenaran pengakuan dan ajaran-ajaran para rasul.
Tujuan
ini khususnya berkenaan dengan tantangan yang harus dihadapi oleh para nabi dan
rasul saat berdakwah.
Mukjizat
berfungsi sebagai bukti atas kebenaran pengakuan kenabian dan kerasulan mereka,
bahwa mereka adalah benar-benar para nabi dan rasul (utusan) Allah yang membawa
risalah kebenaran dari Allah swt.. Dengan datangnya mukjizat, para nabi dan rasul
mampu melemahkan dan mengalahkan orang-orang kafir yang menentang dan tidak mengakui
atas kebenaran kenabian dan kerasulan mereka.
Biasanya
mukjizat para nabi dan rasul itu berkaitan dengan masalah yang dianggap mempunyai
nilai tinggi dan diakui sebagai suatu keunggulan oleh masing-masing umatnya pada
masa itu. Zaman Nabi Musa a.s. adalah zaman kejayaan tukang sihir, maka
mukjizat Nabi Musa a.s. adalah mengalahkan para tukang sihir. Sedangkan Nabi
Isa a.s. hidup di zaman kemajuan ilmu kedokteran. Maka mukjizat utama Nabi Isa
a.s. adalah mampu menyembuhkan penyakit yang tidak dapat disembuhkan pengobatan
biasa, yaitu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan dan orang yang
berpenyakit kusta, serta menghidupkan orang yang sudah mati.
Meski
zaman hidup Nabi Muhammad saw. disebut sebagai zaman jahiliyah, namun zaman itu
juga merupakan zaman keemasan kesusastraan Arab. Firman Allah menjadi mukjizat
utama Nabi Muhammad saw. karena ayat-ayat al-Qur’an mengandung nilai sastra yang
amat tinggi. Tidak ada seorang manusia pun dapat membuat serupa dengan
al-Qur’an, baik pada zaman itu maupun hingga zaman sekarang.
2. Syarat-syarat Mukjizat
Suatu
hal dapat dikategorikan sebagai mukjizat karena memenuhi syarat-syarat berikut:
a. Sesuatu yang
tidak sanggup dilakukan oleh siapapun selain Allah swt.;
b. Mukjizat adalah
sesuatu yang tidak sesuai dengan kebiasaan dan berlawanan dengan hukum alam
(sunnatullah);
c. Mukjizat harus
berupa hal yang dijadikan saksi oleh seseorang yang mengaku membawa risalah
Ilahi sebagai bukti atas kebenaran pengakuannya;
d. Mukjizat terjadi
bertepatan dengan pengakuan Nabi dan penolakan suatu kaum atas pengakuan
tersebut;
e. Tidak ada
seorang manusia pun, bahkan jin sekalipun yang dapat mengalahkan suatu mukjizat
yang sudah diberikan oleh Allah.
Suatu
hal disebut mukjizat bila memenuhi kelima unsur tersebut di atas.
3. Macam-macam Mukjizat
Mukjizat
dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu :
a. Mukjizat hissi
(kasat mata), yakni mukjizat yang dapat dilihat oleh mata, didengar oleh
telinga, dicium oleh hidung, diraba oleh tangan, dan atau dirasa oleh lidah, tegasnya
dapat dicapai dan ditangkap oleh pancaindera;
b. Mukjizat ini
sengaja ditunjukkan atau diperlihatkan manusia biasa, yakni mereka yang tidak
biasa menggunakan kecerdasan akal pikirannya, yang tidak cakap padangan mata
hatinya dan yang rendah budi dan perasaanya. Karena bisa dicapai dengan panca
indera, maka mukjizat ini bisa juga disebut mukjizat inderawi. Mukjizat hissi
ini dibatasi oleh ruang dan waktu, artinya hanya diperlihatkan kepada umat
tertentu dan di masa tertentu.
c. Mukjizat ma’nawi
(tidak kasat mata), yakni mukjizat yang tidak mungkin dapat dicapai dengan kekuatan panca indera, tetapi
harus dicapai dengan kekuatan ‘aqli atau dengan kecerdasan pikiran intelektual
atau mata batin. Karena orang tidak akan mungkin mengenal mukjizat ma’nawi ini
melainkan orang yang berpikir sehat, cerdas, bermata hati, berbudi luhur dan
yang suka mempergunakan kecerdasan pikirannya dengan jernih serta jujur. Karena
harus menggunakan akal pikiran untuk mencapainya, maka bisa disebut juga mukjizat
‘aqli atau mukjizat rasional. Mukjizat hissi bersifat sementara hanya pada saat
suatu mukjizat terjadi, sedangkan mukjizat ma’nawi bersifat universal dan
eternal (abadi), yakni berlaku untuk semua umat manusia sampai akhir zaman.
4. Pengertian I’jaz al-Qur’an
Kata
mukjizat dilekatkan dengan kitab suci al-Qur’an memiliki dua konotasi. Pertama,
manusia tidak akan pernah mampu untuk membuat redaksi kalimat-kalimat yang bisa
menandingi keindahan ayat-ayat al-Qur’an. Apalagi menyaingi kandungan isi al-Qur’an
yang banyak sekali menceritakan tentang hal-hal terkait kisah-kisah zaman dahulu,
masa depan dan hal-hal gaib lainnya. Kedua, kemukjizatan al-Qur’an mempunyai
sifat menantang manusia dan jin untuk membuat semacam al-Qur’an.
Sehingga
karena tidak akan pernah berhasil maka mereka menginsyafi kelemahannya dan
mengakui kehebatan ayat-ayat al-Qur’an.
I’jaz
al-Qur’an adalah teguhnya kehebatan al-Qur’an di hadapan kelemahan manusia dan
jin yang tidak akan mampu membuat karya sehebat al-Qur’an. Kemukjizatan
al-Qur’an menumbuhkan kesadaran pada manusia bahwa al-Qur’an adalah nyata-nyata
wahyu Allah swt. dan sekaligus merupakan bukti kerasulan Muhammad saw. bahwa
al-Qur’an bukan karangan Nabi Muhammad saw.
Prof.
Quraish Shihab berpendapat bahwa kemukjizatan al-Qur’an terbukti karena al-Qur’an
mampu melemahkan orang-orang kafir pada zaman itu yang mengira al- Qur’an
adalah sihir. Bahkan mampu melemahkan orang-orang pada masa kini yang ingin
membuat kalimat-kalimat seindah ayat-ayat al-Qur’an. Sungguh siapa pun tidak akan
mampu membuatnya.
5. Aspek-aspek Kemukjizatan Al-Qur’an
I’jaz
al-Qur’an terdapat dalam kandungan al-Qur’an, bukan pada tampak fisik luarnya.
Al-Qur’an tidak membutuhkan bukti pendukung bahwa ia adalah kalamullah, mukjizat
terbesar Nabi Muhammad saw. Ada pun hal-hal lain di luar al-Qur’an sifatnya adalah
untuk membuktikan kepada para makhluk yang tidak mempercayainya.
Secara
garis besar ada dua aspek kemukjizatan al-Qur’an yaitu:
a. Gaya Bahasa
(Uslub)
Gaya
bahasa al-Qur’an adalah gaya bahasa khas yang tidak dapat ditiru oleh siapa
pun. Susunannya sangat otentik dan indah. Para sastrawan Arab pun bahkan tidak
mampu menirunya. Al-Qur’an memakai bahasa dan lafaz Arab yang meskipun indah
tetapi bukan puisi, bukan prosa dan bukan pula syair. Dari sisi kemukjizatan, inilah
yang kemudian membuat mereka tidak pernah mampu untuk menandinginya dan putus
asa lalu merenungkannya, kemudian merasa kagum dan menerimanya, lalu sebagian
masuk Islam.
Contoh
dalam sejarah diterangkan bahwa Umar bin Khattab r.a. menyatakan diri masuk
Islam setelah mendengar ayat-ayat pertama surat Taha, dan masih banyak contoh
lainnya. Inilah bukti kemukjizatan al-Qur’an dari segi bahasanya.
Al-Qur’an
menggunakan gaya bahasa (uslub) yang sangatlah indah. Sejak diturunkan hingga
saat ini, keindahan uslub al-Qur’an benar-benar telah membuat orang-orang Arab
dan atau luar Arab kagum dan terpesona. Ditambah lagi kandungan nilai dan
ajaran dalam al-Qur’an yang sangat istimewa. di mana tidak akan terdapat dalam
ucapan manusia menyamai isi yang terkandung di dalamnya.
Keistimewaan
uslub al-Qur’an antara lain :
1) Keindahan dan
kelembutan bahasa al-Qur’an sejak dari bentuk lafaznya dan susunan kalimatnya;
2) Keserasian
al-Qur’an dapat dirasakan oleh semua lapisan manusia. Kaum cendikiawan maupun
kaum awam dapat merasakan keagungan dan keindahan al-Qur’an;
3) Sesuai dengan
akal dan perasaan. Al-Qur’an menyampaikan doktrin dan pengetahuan dengan
kalimat-kalimat yang indah;
4) Keindahan
kalimat serta keanekaragaman susunannya. Satu makna diungkapkan dalam beberapa
bentuk lafaz dan susunan yang bermacammacam;
5) Al-Qur’an
mencakup dan memenuhi persyaratan antara bentuk global (ijmal) dan bentuk yang
terperinci (tafsil);
6) Kalimat-kalimat
yang lugas dapat dimengerti dengan secara langsung.
Hal-hal
lain yang menjadi kehebatan dan kemukjizatan al-Qur’an dari aspek bahasa adalah
ketelitian, kerapihan dan keseimbangan kata-kata yang digunakan.
Ketelitian
dan kerapian yang dimaksudkan antara lain adalah:
1) Ketelitian
pengungkapan kata-kata
Suatu
surat yang diawali dengan huruf-huruf tertentu, biasanya menggunakan huruf-huruf
itu dalam jumlah lebih banyak dibanding huruf lain. Misalnya:
a) Dalam surat Qaf,
dapat ditemukan huruf qaf ( ق) berulang-ulang dalam jumlah lebih
banyak dari jumlah huruf lainnya. Jumlah rata-rata huruf qaf ( ق)
yang terbanyak di dalam surat Qaf itu ternyata juga merupakan jumlah huruf qaf
(ق)
yang terbanyak pula dibandingkan dengan jumlah huruf qaf ( ق)
yang terdapat di dalam surah-surah lainnya dalam al-Qur’an.
b) Huruf alif ( ا),
lam ( ل) dan mim ( و)
yang mengawali surah al-Baqarah. Jumlah masing-masing huruf tersebut ternyata
lebih banyak daripada huruf-huruf yang lain. Hal ini dapat dilihat sebagai
berikut :
- Huruf alif
( ا ) berulang sebanyak 4.592 kali
- Huruf lam
( ل ) berulang sebanyak 3.204 kali
- Huruf mim
( و ) berulang sebanyak 2.195 kali
c) Huruf alif ( ا),
lam ( ل) dan mim ( م)
yang mengawali surah Ali ‘Imran.
- Huruf alif
( ا ) berulang sebanyak 2.578 kali
- Huruf lam
( ل ) berulang sebanyak 1.885 kali
- Huruf mim
( و ) berulang sebanyak 1.251 kali
d) Huruf alif ( ا),
lam ( ل) dan mim ( م)
yang mengawali surah al-‘Ankabut :
- Huruf alif
( ا ) berulang sebanyak 784 kali
- Huruf lam
( ل ) berulang sebanyak 554 kali
- Huruf mim
( و ) berulang sebanyak 344 kali
Dan
masih banyak bukti lainnya dalam surah-surah yang lain di dalam Al- Qur’an.
2) Keseimbangan
penggunaan kata-kata
Dalam
al-Qur’an terlihat pula keseimbangan kata-kata yang digunakan secara simetris,
misalnya :
a) Kata
b) Kata
c) Kata
d) Kata
3) Misteri angka 19
Angka
19 adalah angka istimewa dalam al-Qur’an. Jumlah huruf yang terdapat pada
kalimat basmalah
Keunikan
ini antara lain sebagai berikut:
a) Kata
b) Kata
c) Kata
d) Kata
Huruf
terpisah yang mengawali surah-surah (fawatih as-suwar) berulang dalam hasil jumlah
kali lipat angka 19. Perhatikan contoh-contoh berikut ini :
a) Huruf qaf ( ق )dalam
surah Qaf berulang 57 kali, berarti = 19 x 3
b) Huruf kaf ( ك ),
ha’ ( ), ya’ ( ي ), ‘ain ( ع ),
dan sad ( ص) yang mengawali surah Maryam, berulang
sebanyak 789 kali, berarti = 19 x 42
c) Huruf nun ( ) dalam
surah al-Qalam berulang sebanyak 133 kali, berarti = 19 x 7
d) Huruf ya ( ي )
dan sin ( ش ) yang mengawali surah yasin, dalam surah
tersebut berulang sebanyak 285 kali, berarti = 19 x 15, dan sebagainya.
Keunikan
ini merupakan satu tanda kerapian, ketelitian dan keseimbangan huruf dan kata
yang digunakan dalam al-Qur’an.
b. Isi Kandungannya
Dilihat
dari isi kandungannya, kemukjizatan al-Qur’an antara lain adalah:
1) Al-Qur’an
mengungkapkan berita-berita yang bersifat gaib.
Hal-hal
yang bersifat gaib yang diungkap dalam al-Qur’an dapat dipilah menjadi 2 (dua)
yaitu :
Pertama,
berita tentang masa lalu, seperti kisah Nabi Adam a.s., Nabi Nuh a.s., Nabi
Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s, Nabi Musa a.s. dan kisah lain di masa lalu.
Salah
satu contoh lainnya sebagaimana diungkapkan dalam QS Yunus [10]: 92
Terjemahnya:
Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran
bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak
mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.
Ayat
tersebut menceritakan tentang Fir'aun yang diawetkan dengan cara dibalsem,
sehingga utuh sampai sekarang. Hal itu bersifat gaib, karena tidak ada orang
yang mengenalnya. Akan tetapi berita al-Qur’an itu ternyata terbukti kebenarannya
kemudian.
Kedua,
berita tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi baik di dunia maupun di
akhirat, misalnya dalam QS ar-Rūm [30]: 1-3:
Terjemahnya:
Alif Lām Mim. Bangsa Romawi telah dikalahkan, di negeri yang terdekat dan mereka
setelah kekalahannya itu akan menang.
Ayat
ini bercerita tentang kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia. Padahal
ketika ayat ini diturunkan, belum terjadi peperangan yang dimaksudkan.
Akan
tetapi kebenaran berita itu terbukti sembilan tahun kemudian. Contoh berita
gaib tentang hal-hal yang belum terjadi saaat diturunkan antara lain adalah
berita kemenangan umat Islam dalam perang Badar yang dijelaskan dalam QS
al-Qamar [54]: 45, peristiwa Fathu Makkah dijelaskan dalam QS al-Fath [48]: 27,
dan sebagainya. Banyak sekali kisah-kisah di dalam al-Qur’an yang belum dipahami
pada saat diturunkan, kemudian bisa dipahami dan terbukti di masamasa berikutnya.
2) I’jaz ‘ilmi,
yakni kemukjizatan ilmu pengetahuan. Al-Qur’an mengungkapkan isyarat-isyarat
rumit terhadap suatu pengetahuan sebelum dunia ilmu pengetahuan itu sendiri
sanggup menemukannya. Pengalaman-pengalaman ini membuktikan bahwa al-Qur’an
sama sekali tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan dan penemuan-penemuan
baru yang didasarkan pada penelitian ilmiah.
Kenyataan
ini sesuai dengan firmankan Allah swt. dalam QS Fussilat [41]:53
Terjemahnya:
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap
penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa
Al-Qur’an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi
saksi atas segala sesuatu?
Banyak
ayat al-Qur’an yang mengungkapkan isyarat tentang ilmu pengetahuan, seperti:
terjadinya perkawinan dalam tiap-tiap benda, perbedaan sidik jari manusia,
berkurangnya oksigen di angkasa, khasiat madu, asal kejadian alam semesta,
penyerbukan dengan angin, dan masih banyak lagi isyarat-isyarat ilmu
pengetahuan yang bersifat potensial, yang kemudian berkembang menjadi ilmu
pengetahuan modern.
Salah
satu isyarat ilmu pengetahuan tersebut adalah mengenai perbedaan sidik jari
manusia, firman Allah QS al-Qiyamah [75] : 3-4
Terjemahnya:
Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang
belulangnya? (Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari jemarinya dengan
sempurna.
3) Al-Qur’an
merupakan sumber aturan hukum Islam yang bersifat universal dan mencakup segala
urusan hidup dan kehidupan manusia.
Prof.
Dr. H. Said Agil Husin al-Munawar, M.A. Merumuskan aspek-aspek kemukjizatan
al-Qur’an sebagai berikut :
a. Susunan bahasa
yang sangat indah, berbeda dengan setiap susunan bahasa yang ada dalam bahasa
orang-orang Arab;
b. Adanya uslub
yang luar biasa, berbeda dengan semua uslub-uslub bahasa Arab;
c. Sifat agung yang
tidak mungkin lagi seorang makhluk untuk mendatangkan hal yang seperti
al-Qur’an;
d. Bentuk
undang-undang yang detail dan sempurna yang melebihi setiap undang-undang
buatan manusia;
e. Mengabarkan
hal-hal gaib yang tidak bisa diketahui kecuali dengan wahyu;
f. Tidak bertentangan
dengan pengetahuan-pengetahuan umum yang dipastikan kebenarannya;
g. Menepati janji
dan ancaman yang telah dikabarkan di dalamnya;
h. Memenuhi segala kebutuhan manusia;
i. Berpengaruh
kepada hati pengikut dan musuh (orang yang menentangnya).
6. Mukjizat Rasulullah saw. Selain al-Qur’an dan
Mukjizat Para Nabi Lainnya.
Kemukjizatan
al-Qur’an merupakan mukjizat ma’nawi. Karenanya, untuk memahaminya harus
menggunakan akal pikiran yang rasional dan kecerdasan hati. Orang yang tidak menggunakan
akal pikiran dan kejernihan hati tidak akan dapat memahami kemukjizatan
al-Qur’an. Bukan berarti harus menjadi cendikiawan untuk memahami kemukjizatan
al-Qur’an, tetapi orang-orang yang akal pikiran atau hatinya tertutup tentu
tidak akan dapat memahami kemukjizatan al-Qur’an. Padahal al-Qur’an adalah
mukjizat yang terbesar bagi Nabi Muhammad saw. yang berlaku kekal sampai akhir
zaman.
Selain
al-Qur’an yang bersifat ma’nawi, Nabi Muhammad saw. juga dikarunia mukjizat
hissi. Misalnya: jari-jari beliau bisa mengeluarkan air pada saat
sahabatsahabat sedang kehausan. Nabi Muhammad pernah membelah bulan menjadi dua
hanya dengan menggunakan jari yang ditunjukkan ke bulan untuk memenuhi tantangan
orang kafir, dan masih banyak lainnya.
Di
dalam al-Qur’an banyak digambarkan mengenai mukjizat-mukjizat yang diberikan
kepada para Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad saw. di antaranya adalah :
a. Mukjizat Nabi
Nuh a.s. berupa kemampuan untuk membuat kapal yang sangat besar untuk menampung
dan menyelamatkan kaum yang beriman dari banjir besar, padahal saat itu sama
sekali belum dikenal cara pembuatan kapal.
Allah
swt. berfirman dalam QS Hud [11]: 37-38
Terjemahnya:
Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah engkau
bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu
akan ditenggelamkan. Dan mulailah dia (Nuh) membuat kapal. Setiap kali pemimpin
kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata, ‛Jika kamu
mengejek kami, maka kami (pun) akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek
(kami).
b. Mukjizat Nabi
Ibrahim a.s. berupa keistimewaan tidak hangus dibakar dalam api oleh raja
Namruz. Allah swt. berfirman dalam QS al-Anbiya’ [21]: 68-69 sebagai berikut:
Terjemahnya
: Mereka berkata, ‛Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu
benarbenar hendak berbuat. Kami (Allah) berfirman, ‛Wahai api! Jadilah kamu
dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!
c. Mukjizat Nabi
Musa a.s. berupa tongkat yang dapat berubah menjadi ular besar untuk
mengalahkan tukang-tukang sihir Firaun yang menyihir tali menjadi ular-ular kecil.
Di samping itu tongkat beliau tersebut juga bisa menimbulkan 12 sumber mata air
yang memancar ketika dipukulkan kepada sebuah batu pada saat beliau memohon air
minum untuk kaumnya sebanyak 12 suku.
Al-Qur’an
menggambarkan kehebatan tongkat Nabi Musa as. ini dalam firman Allah swt. QS
al-A’raf [7]: 107
Terjemahnya:
Lalu (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar
yang sebenarnya.
Dan
firman Allah swt. QS al-Baqarah [2]: 60
Terjemahnya:
Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‚Pukullah
batu itu dengan tongkatmu!‛ Maka memancarlah daripadanya dua belas mata air.
Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan
minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu melakukan kejahatan
di bumi dengan berbuat kerusakan.
d. Mukjizat Nabi
Dawud a.s. adalah kemampuan untuk melunakkan besi dengan tangan kosong,
sehingga bisa dibentuk menjadi baju besi dan senjata untuk dapat mengalahkan
raja Jalut.
Allah
menggambarkan mukjizat Nabi Dawud ini dalam firman-Nya QS Saba’ [34]:10-11 :
Terjemahnya:
Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman),
‚Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulangulang bersama
Dawud,‛ dan Kami telah melunakkan besi untuknya. (yaitu) Buatlah baju besi yang
besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku
Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
e. Mukjizat Nabi
Sulaiman a.s. berupa kemampuan untuk mendengar dan memahami bahasa binatang,
seperti burung hud-hud dan semut. Sebagaimana digambarkan dalam firman Allah
swt. QS an-Naml [27]: 16-18
Terjemahnya
: Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud, dan dia (Sulaiman) berkata, ‚Wahai
manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu.
Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata. Dan untuk Sulaiman
dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris
dengan tertib. Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor
semut, ‚Wahai semutsemut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak
diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.
f. Mukjizat Nabi
Isa a.s. berupa kemampuan untuk membuat burung dari tanah, menyembuhkan orang
buta sejak lahir, menyembuhkan penyakit kusta, dan dapat menghidupkan orang
yang sudah mati atas izin Allah swt. seperti yang digambarkan dalam QS Ali
‘Imran [3]: 49
Terjemahnya:
Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), ‛Aku telah datang kepada
kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu)
dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor
burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir
dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin
Allah, dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu
simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda
(kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.
Selain
hal-hal yang disebutkan di atas, al-Qur’an juga menceritakan banyak sekali mukjizat
para nabi dan rasul sebelum Nabi Muhammad saw.
Lampiran 3
GLOSARIUM
Ijmal : ringkasan, secara umum ikhtisar, tidak terinci
Maknawi : tentang makna, berkaitan dengan makna, yang
tersirat, inti, penting
Masdar : bentuk asli, bentuk asal, verbal
Mukjizat : kejadian luar biasa yang dialami nabi yang di
luar jangkauan akal manusia
Rida : rela, suka, senag hati
Risalah : ringkasan yang dikirimkan, surat edaran,
notulensi rapat, keterangan ringkas tentang suatu bahasan ilmu pengetahuan
Tarikh : Penanggalan, perhitungan tantang tanggal,
penanda waktu
Tasrif : Sistem perubahan bentuk kata dalam bahasa arab
yang menandakan waktu, pelaku dan, pekerjaan, benda atau keterangan
Lampiran 4
DAFTAR
PUSTAKA
Abdul Wahid Ramli. Ulumul Qur’an, Raja Grafindo Persada,
Jakarta, 2002
Ahad Syadali,. Ahmad Rofi’i, Ulumul Qur’an 1, CV Pustaka
setia abadi, Bandung, 1997
Ahmad Syadali. ‘Ulumul Qur’an I. Cet. I; Bandung: Pustaka
Setia, 1997.
Al-Alwi Sayyid Muhammad Ibn Sayyid Abbas, Faidl
Al-Khobir, Al-Hidayah, Surabaya
Al-Qattan, Manna’ Khalil. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Litera
Antar Nusa, Jakarta, 2000
Al-Shalih, Shubhi, Mabahits fi ‘Ulum al-Quran, Dar al
‘Ilm Li al-Malayin, Beirut, 1977
Al-Shobuny, Mohammad Aly, at-Tibyan fi Ulumil Qur’an,
Alam al-Kitab, Beirut
al-Suyuti, Jalaluddin, al-Itqan fi Ulum al-Qur’an, Cet.I;
Beirut: Muassasah al-Risalah, 2008
Al-Salih, Subhi, Membahas Ilmu – Ilmu Hadis. Pustaka
Firdaus: Jakarta, 2000.
Al-Zarqany, Muhammad Abd al-Azhim, Manahil al-Irfan fi
Ulum al-Qur’an, Juz I, Isa al-Baby al-Halaby wa Syirkah, Mesir
Factur Rahman. Ikhtisar Musthalahul Hadis. Al-Ma’rif,
Bandung, 1985
Hasbi ash-Shidiqi, Tengku Muhammad, Sejarah dan Pengantar
Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 2009
Hudhari Bik, Tarikh At-Tasyri’ Al-Islami, (Terj. Mohammad
Zuhri, Rajamurah Al-Qanaah), 1980,
Ismail, Muhammad Bakri, Dirasat fi Ulum al-Qur’an, Cet.
II; Kairo: Dar al-Manar, 1999
Jalal al-Din ‘Abd al- Rahman ibn Abi bakr al-Suyuthi,
Tadrib al-RAwi fi Syarh Taqrib an- Nawawi, jilid 1, Beirut: Dar al-Fikr
Kahar Masyur, Pokok-pokok Ulumul Qur’an,Rineka Cipta,
Jakarta, 1992
Kamaluddin Marzuki, Ulumul Quran, PT Remaja Rosda Karya,
Bandung, 1994
Khatib, Al.M. Ajjaj. Al Sunah Qobla Al Tadwin.Dar Al
Fikr: Beirut, 1997
Mana’ul Quthan, Pembahasan ilmu Al-Qur’an, PT Rineka
cipta, Jakarta, 1993
M. Hasbi Ashshiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu
alqur’an dan Tafsir, PT Bulan Bintang, Jakarta, 1992
Muhammad Chirzin, Al-Qur’an dan Ulumul Qur’an, Dana Bakti
Primayasa, Yogyakarta, 1998
M. Quraish Shihab, ‚Membumikan‛ Al-Qur’an: Fungsi dan
Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Cet. XIX; Bandung: Mizan, 1999)
Muhammad Ahmad &
M. Mudzakir, Ilmu Hadis (Cet – 10), Pustaka Setia, Bandung, 2000
Muhammad Ahmad. Ulumul Hadis. Pustaka Setia, Bandung,
2004
Nawir Yuslem. MA, ulumul Hadis, Mutiara sumber widya,
Jakarta 2001
Rofi’i, Ahmad & Ahmad Syadali. Ulumul Quran Pustaka
Setia, Bandung 1997.
Subhi Ash-Shalih, Membahas ilmu-ilmu Al-quran, terjemah
Nur Rakhim, Pustaka Firdaus Jakarta, 1993
Suparta, Munzier. Ilmu Hadis, Raja Grapindo: Jakarta,
2002
Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy Sejarah dan
Pengantar Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 1998
Zarkasih, M.Ag.,
Pengantar Studi Hadis, Aswaja Presindo, Yogyakarta, 2012
|
Mengetahui, Kepala
Sekolah LUFIANA, S.S NBM.
1024550 |
MAGELANG, ......JULI
2025 Guru Mata Pelajaran KUNI HIRIYANTI, S.Pd NIP. - |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar