MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH
MATA PELAJARAN : AKIDAH AKHLAK
BAB 2 : AYO MENGENAL SIFAT-SIFAT ALLAH
INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul
Nama Madrasah : MA
Muhammadiyah Blabak
Nama
Penyusun : Kuni Hiriyanti, S. Pd
Mata
Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas / Fase Semester :
X/ E / 1
Elemen : Ayo Mengenal Sifat-Sifat Allah
Alokasi waktu : 6 X pertemuan ( 1 x 45 menit )
Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase E, dalam elemen akidah,
peserta didik mampu menganalisis sifat wajib dan mustahil bagi Allah Swt. (nafsiyah, salbiyah, ma'ani, dan ma'nawiyah) dan sifat-sifat jaiz Allah
Swt., asma' al-Husna, Islam wasathiyah (moderat) dan Islam radikal.
Pada elemen akhlak, peserta didik membiasakan akhlak terpuji (taubat, hikmah, iffah, syaja 'ah dan 'adalah);dan menghindari akhlak tercela
(hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya' dan sifat-sifat turunannya, nafsu
syahwat, licik, tamak, zhalim, dan
diskriminatif, għadlab); serta cara
menundukkannya melalui mujahadah, riyadlah, dan tazkiyatun nufus. Pada
elemen adab peserta didik mampu menganalisis dan membiasakan adab mengunjungi
orang sakit, berbakti kepada orang tua dan guru berdasarkan dalil dan pendapat
ulama. Dalam elemen kisah teladan, peserta didik mampu menganalisis dan
mengambil ibrah dari kisah Nabi Luth a.s. dalam kehidupan sehari-hari.
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Akidah |
Peserta didik mampu
menganalisis sifat wajib, mustahil Allah Swt. (nafsiyah, salbiyah, ma'ani, dan ma'nawiyah) dan sifat jaiz Allah Swt., asma' al-husna (al-Karim, al-Mu'min, al-Wakiil, al- Matiin, al-Jaami,
al-Hafiz, al-Rafi', al-Wahhab, al-Rakib, al-Mubdi, al-Muhyi, al-Hayyu,
al-Qoyyum, al-Akhir, al-Mujib, dan al-Awwal,
dan nama lainnya), serta pemahaman Islam wasathiyah (moderat) sebagai upaya membentuk sikap moderasi
beragama dalam akidah dan muamalah untuk mewujudkan harmoni kehidupan
berbangsa dan bernegara yang berkebinekaan. |
|
Akhlak |
Peserta didik mampu
menganalisis akhlak terpuji-hikmah,
iffah, syaja 'ah, dan 'adalah; menghindari akhlak tercela hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya, dan sifat-sifat turunannya,
serta syahwat, ghadlab, licik,
tamak, dzalim, dan diskriminatif, melalui tazkiyatun
nufus dengan cara mujahadah dan
riyadlah, sehingga terbentuk
pribadi yang memiliki kesalehan individual dan sosial dalam menjalankan
kehidupan berbangsa dan bernegara. |
|
Adab |
Peserta didik mampu
membiasakan dan mengevaluasi adab berbakti kepada orang tua dan guru,
mengunjungi orang sakit berdasarkan dalil dalam konteks kehidupan global
sehingga terbentuk pribadi yang peduli dan santun dalam kehidupan
sehari-hari. |
|
Kisah Keteladanan |
Peserta didik mampu
meneladani kisah Nabi Luth a.s. dalam kesabaran, ketangguhan dan ke beranian
dalam menegakkan amar ma'ruf dan nahi munkar, sehingga dapat diambil inspirasi
dalam menghadapi tantangan kehidupan yang hedonis, materialistis dan sekuler
di era global. |
B Kompetensi Awal
“Tak kenal maka tak sayang”,
begitulah kata pepatah, maka kalau ingin disayang Allah wajiblah kita
mengenal-Nya dengan memahami sifat-sifat-Nya.
Sebagai seorang muslim, diwajibkan
untuk mengetahui sifat-sifat yang wajib bagi Allah beserta dalil-dalil naqli
(akal) dan aqlinya (al- Qur’an dan Hadis).
Sebagaimana diketahui, Allah Swt.
adalah Dzat yang wajib bagi-Nya segala sifat kesempurnaan (al-kamalat),
dan mustahil bagi-Nya segala sifat kekurangan (annaqa’ish).
Sebab apabila Allah mempunyai sifat
kekurangan, maka otomatis Dia tidak layak disebut Tuhan yang haq untuk
disembah, karena sifat kekurangan hanya terdapat pada makhluk saja, dan ini
akan menimbulkan “Mumatsalah,” yaitu serupanya Allah sebagai khalik dan
makhluk.
Mengenal Allah dan rasul-Nya merupakan
ilmu yang paling mulia. Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Kemuliaan
sebuah ilmu mengikuti kemuliaan obyek yang dipelajarinya.” dan tentunya,
tidak diragukan lagi bahwa pengetahuan yang paling mulia, paling agung adalah
pengetahuan tentang Allah yang tidak ada Tuhan selain Allah.
Akan tetapi kebanyakan manusia lupa
kepada yang mencintainya, lupa kepada yang menciptakannya, padahal adanya
manusia itu karena adanya yang menciptakan, Yang Maha Agung, Yang Maha
Bijaksana. Lihatlah kebanyakan manusia! Mereka makan, minum, tidur, dan bangun.
Mereka sangat berambisi mendapat kenikmatan dan menghindari kepedihan. Mereka
mencari kebaikan untuk diri sendiri, keluarga, dan untuk orang-orang yang
mereka cintai. Tetapi mereka tidak kenal. Mereka melupakan siapa yang
memberinya. Mereka tidak bisa berfikir “Siapa sesungguhnya dirinya”.
Allah berfirman:
”Dan janganlah kamu seperti
orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada
mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. al-Hashr [59]:
19)
Ketika seseorang lupa terhadap
dirinya, dia pun tidak mengenal hakikat dirinya, dan melupakan kemaslahatan
bagi dirinya. Maka, jadilah dia seperti orang yang ditinggalkan dan
ditelantarkan, yang berstatus seperti binatang ternak yang dilepas dan
dibiarkan pergi sekehendaknya, bahkan mungkin saja binatang ternak lebih mengetahui
kepentingan dirinya dari padanya. Semoga kita termasuk orang-orang yang mau
mengingat Allah, mencintainya dengan mengenal sifat-sifat-Nya, sehingga kita
termasuk orang-orang yang dicintai Allah, hidup selamat dunia akhirat.
C. Profil Pelajar Pancasila
(PPP) dan Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRA)
§ Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai
adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis
dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.
§ Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.
D. Sarana dan Prasarana
Media : LCD proyektor,
komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain
Sumber
Belajar : LKPD, Buku Teks, laman
E-learning, E-book, dan lain-lain
E. Target Peserta Didik
Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular
F. Model DAN METODE
Pembelajaran
Model
Pembelajaran : Discovery learning
Metode
Pembelajaran : Karya kunjung, market of place, demonstrasi
KOMPETENSI INTI
A. Tujuan Pembelajaran
§ Siswa dapat menguraikan
pengertian sifat wajib Allah dan sifat jaiz Allah
§ Siswa
dapat menelaah makna sifat wajib Allah (nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan
ma’nawiyah) dan sifat-sifat jaiz Allah Swt.
§ Siswa
dapat memerinci keutamaan mengenal Nama dan Sifat-sifat Allah
§ Melafalalkan
dalil naqli tentang sifat-sifat Allah
§ Mendiskusikan
hasil analisis analisis tentang makna sifat wajib Allah (nafsiyah, salbiyah, ma’ani,
dan ma’nawiyah) dan sifat-sifat jaiz Allah Swt.
B. Pemahaman Bermakna
§ Menganalisis
sifat wajib Allah (nafsiyah,
salbiyah, ma’ani dan ma’nawiyah) dan sifat-sifat jaiz Allah Swt.
§ Menyajikan
hasil analisis tentang makna sifat wajib Allah (nafsiyah, salbiyah, ma’ani,
dan ma’nawiyah) dan sifat-sifat
jaiz Allah Swt.
C. Pertanyaan Pemantik
Guru menanyakan kepada peserta didik seputar
materi Ayo Mengenal Sifat-Sifat Allah
D. Kegiatan Pembelajaran
PERTEMUAN KE-1
Pengertian Sifat Wajib dan Sifat
Jaiz Allah
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Pengertian
Sifat Wajib dan Sifat Jaiz Allah |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Pengertian Sifat Wajib dan Sifat Jaiz Allah |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Pengertian Sifat Wajib dan Sifat Jaiz Allah |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Pengertian Sifat Wajib dan Sifat Jaiz Allah |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-2
Sifat Wajib Allah
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong
royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar
Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub,
tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Sifat
Wajib Allah |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Sifat Wajib Allah |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Sifat Wajib Allah |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Sifat Wajib Allah |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-3
Sifat Mustahil bagi Allah
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong
royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar
Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub,
tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Sifat
Mustahil bagi Allah |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Sifat Mustahil bagi Allah |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Sifat Mustahil bagi Allah |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Sifat Mustahil bagi Allah |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-4
Sifat Jaiz Allah
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Sifat
Jaiz Allah |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Sifat Jaiz Allah |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Sifat Jaiz Allah |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Sifat Jaiz Allah |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-5
Keutamaan Mengenal Nama dan Sifat
Allah
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Keutamaan
Mengenal Nama dan Sifat Allah |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Keutamaan Mengenal Nama dan Sifat Allah |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Keutamaan Mengenal Nama dan Sifat Allah |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Keutamaan Mengenal Nama dan Sifat Allah |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
E. Pembelajaran Diferensiasi
§ Untuk siswa yang sudah memahami materi ini
sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh,
disarankan untuk membaca materi Ayo Mengenal Sifat-Sifat Allah dari berbagai referensi yang relevan.
§ Guru dapat menggunakan alternatif metode dan
media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan
pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
§ Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini,
disarankan untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau
di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan
untuk belajar kepada teman sebaya.
F. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran)
a. Asesmen
awal
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam
memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
|
Ya |
Tidak |
||
|
1 |
Apakah
pernah membaca buku terkait ? |
|
|
|
2 |
Apakah
kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik ? |
|
|
|
3 |
Apakah
kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode inquiry learning,
diskusi ? |
|
|
b. Asesmen
selama proses pembelajaran
Asesmen ini dilakukan guru selama
pembelajaran, khususnya saat peserta didik melakukan kegiatan diskusi,
presentasi dan refleksi tertulis. Asesmen saat inquiry learning (ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar
dengan metode inquiry learning)
Lembar kerja
pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade
inquiry learning
|
No |
Nama Siswa |
Arpak yang diamati |
Skor |
|||||
|
Gagasan |
Aktif |
Kerjasama |
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Nilai akhir x 25 |
||||||||
2. Asesmen Sumatif
a. Asesmen
Pengetahuan
Soal Asesmen Pengetahuan
A) Jawablah
pertanyaan berikut ini!
1. Apa yang
dimaksud dengan kita diperintah untuk memahami sifat-sifat Allah tetapi dilarang
berpikir tentang Dzat Allah!
2. Bagaimana cara
menafsirkan sifat Allah wahdaniyah berdasarkan dalil naqli dan dalil aqli!
3. Buktikan dengan
contoh bahwa dengan mengenal sifat-sifat Allah, kita akan bisa hidup
bertanggung jawab!
4. Ta’adud adalah
kebalikan dari wahdaniyah yang berarti tunggal. Allah itu Maha Esa. Tidak
mungkin berbilang atau berjumlah lebih dari satu. Allah SWT. tidak memiliki sekutu,
tidak beranak dan tidak diperanakan. Buktikan dengan dalil Naqli tentang hal tersebut!
5. Ajzun berarti
lemah, merupakan lawan kata dari dari qudrat yang artinya berkuasa. Jadi
Allah tidak mungkin bersifat lemah. Sebaliknya Allah Azza wa Jalla Maha Kuasa atas
segala sesuatu. Jelaskan dengan dalil aqli tentang kemahakuasaan Allah
tersebut!
B) Portofolio
dan Penilaian Sikap
1. Carilah beberapa
ayat dan hadis yang berhubungan dengan sifat-sifat wajib dan sifat jaiz Allah
dengan mengisi kolom di bawah ini.
|
No |
Nama Surah + No.
Ayat/ Hadis + Riwayat |
Redaksi Ayat/ Hadis |
|
1 |
|
|
|
2 |
|
|
|
3 |
|
|
|
4 |
|
|
|
5 |
|
|
|
Dst |
|
|
2. Setelah kalian
memahami uraian tentang sifat wajib Allah, coba anda cermati wacana berikut ini
dan berikan komentar.
|
No |
Perilaku yang
diamati |
Tanggapan/ Komentar Anda |
|
1 |
Di waktu
sore hari Budi diajak oleh Zaid berjalan-jalan menuju ke area persawahan yang
melewati tepian sungai yang airnya begitu jernih. Zaid dan Budi duduk di
gubug milik petani, sembari menikmati pemandangan sawah yang begitu luas dan indah.
Ditambah dengan sorotan sinar matahari yang hampir terbenam. Mereka
menyaksikan burung-burung berterbangan, hembusan angin yang sepoi-sepoi,
sehingga membuat padi bergerak ibarat alunan ombak. Menyaksikan pemandangan
alam yang memukau begitu indah, hati menjadi tersentuh, iman mereka pun
semakin bertambah |
|
|
2 |
Aku
teringat sebuah film yang berjudul ‘The Color in Paradise’ yang bercerita
tentang seorang anak laki-laki yang bernama Mohammad. Kedua mata Mohammad
buta sejak lahir. Ibunya telah meninggal dunia sejak ia masih kecil. Ia
kemudian diasuh oleh ayah dan neneknya. Ayahnya yang berprofesi sebagai petani
biasa dan terkadang bekerja kasar sebagai tukang bangunan sangat malu dengan
anak laki-lakinya yang buta tersebut. Kerap kali ia tidak mengizinkan anaknya
untuk bermain seperti anak normal kebanyakan. Hingga akhirnya ia pun dimasukkan
ke sebuah sekolah tuna netra yang semua temantemannya buta seperti dia.
Demikian setiap harinya ia belajar membaca dan mengenali lingkungan
sekitarnya hanya melalui suara atau meraba-raba bentuk benda-benda tersebut. Terkadang
ia harus bertanya kepada orang-orang di sekitarnya mengenai benda-benda yang
ada di sekitarnya. ‘What is over there?’ tanya anak laki-laki itu
suatu hari karena penasaran akan apa yang ada di hadapannya. Hingga akhirnya
ia pun menemukan cara untuk mengenali lingkungan atau benda-benda di
sekitarnya melalui suara, indera pencium, dan indera peraba. Ia mengenali burung
melalui kicauan-riangnya. Ia mengenal angin melalui sepoian lembut
hembusannya. Ia juga mengenal dedaunan dan pepohonan dengan cara meraba-raba
benda tersebut. Namun anak laki-laki tersebut terlihat sangat bahagia dengan
segala keterbatasan yang dimilikinya. Suatu hari anak laki-laki itu tidak
dapat membendung air matanya karena perlakuan orang-orang di sekitarnya. Ia
pun mengadu kepada salah seorang gurunya di kelas seraya berkata, “Jika
aku tidak buta, mungkin aku bisa pergi ke sekolah biasa dengan anak-anak
normal lainnya.” Suatu hari gurunya pernah berkata, “Tuhan lebih cinta
kepada orang yang buta karena mereka tidak dapat melihat.” Ia menjawab, “Jika
demikian adanya maka Tuhan tidak akan membuat kita buta sehingga kita tidak
dapat melihat wujūd-Nya.” Gurunya mengatakan, “Tuhan itu tidak bisa
bisa dilihat, tetapi Dia ada di mana-mana. Kau dapat merasakan kehadiran- Nya.
Kau dapat melihat-Nya dengan ujung jemarimu.” “Sekarang aku dapat
menggapai Tuhan di mana pun aku berada sampai hari kemudian aku dapat
menyentuh-Nya dan bercerita kepada-Nya tentang apa saja, termasuk segala
rahasia yang ada di dalam hatiku,” katanya sambil berurai air mata. |
|
b. Asesmen
keterampilan
1) Peserta
didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis
Contoh rubrik
penilaian praktek:
Nama : …………………………………..
Kelas :
…………………………………..
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Kelancaran
(kompetensi gramatikal di aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
2 |
Ketepatan
(kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf) |
20 |
|
3 |
Isi
(kompetensi wacana dan sosiolinguistik) |
20 |
|
4 |
Ucapan/pelafalan
(kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
5 |
Gestur (kompetensi
strategi) |
20 |
|
Total |
100 |
|
Indikator
Penilaian aspek kelancaran (fluency)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
15 - 20 |
|
2 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
10 - 14 |
|
3 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
5 - 9 |
|
4 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek ketepatan (accuracy)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
15 - 20 |
|
2 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
10 - 14 |
|
3 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
5 - 9 |
|
4 |
Ada kesalahan
gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek isi
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi detail |
25 -30 |
|
2 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi kurang detail |
20 - 24 |
|
3 |
Memiliki
struktur teks deskriptif tidak lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari
klasifikasi kurang detail |
15 - 19 |
|
4 |
Memiliki
struktur teks deskriptif kurang lengkap (deskripsi umum dan deskripsi
khusus), deskripsi umum meliputi definisi, dan deskripsi khusus kurang sesuai |
10 - 14 |
|
5 |
Tidak ada
komponen struktur deskriptif |
1 - 9 |
Petunjuk penskoran:
Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:
Skor Perolehan x 10 = ….
2) Peserta
didik membuat kartu nama
Contoh rubrik
penilaian produk kartu nama
|
No |
Nama Siswa |
Perencanaan Bahan |
Aspek Yang Dinilai |
Jml |
|||
|
Proses Pembuatan |
Hasil Produk |
||||||
|
Langkah pembuatan |
Teknik pembuatan |
Bentuk fisik |
Inovasi |
||||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Skor antara 1 – 5
Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas
yang diberikan
G. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
§ Pengayaan diberikan kepada
peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.
§ Guru memberikan
pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan
kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
§ Program pengayaan dilakukan di luar
jam belajar efektif.
Remedial
§ Remedial diberikan kepada peserta didik yang
belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran
§ Guru melakukan pembahasan ulang terhadap
materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan
pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan
menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
§ Program remedial dilakukan di luar jam
belajar efektif.
H. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan
kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:
§ Apakah semua peserta didik terlibat aktif
dalam pembelajaran iniv ?
§ Apakah ada kesulitan yang dialami peserta
didik?
§ Apakah semua peserta didik sudah dapat
melampaui target pembelajaran?
§ Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan
profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?
§ Apa langkah yang perlu dilakukan untuk
memperbaiki proses belajar?
Refleksi Peserta Didik:
|
No |
Pertanyaan Refleksi |
Jawaban Refleksi |
|
1 |
Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari
pelajaran ini? |
|
|
2 |
Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil
belajarmu? |
|
|
3 |
Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami
pelajaran ini? |
|
|
4 |
Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5,
berapa bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan |
|
|
Mengetahui, Kepala
Sekolah LUFIANA,
S. S NBM.
1024550 |
MAGELANG, ...... JULI 2025 Guru Mata Pelajaran KUNI
HIRIYANTI, S. Pd NIP. - |
|
|
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK (LKPD)
Setelah
Anda mendalami materi Sifat Wajib dan Jaiz Allah, maka selanjutnya lakukanlah diskusi
dengan kelompok Anda! Bentuk kelompok kecil beranggotakan 4-6 siswa/ kelompok, kemudian
persiapkan diri untuk mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas.
Adapun
hal-hal yang perlu didiskusikan adalah sebagai berikut.
1.
Makna sifat wajib Allah (nafsiyah,
salbiyah, ma’ani, dan ma’nawiyah) dan sifat jaiz Allah Swt.
2.
Makna sifat mustahil bagi Allah
3.
Cara menerapkan perilaku yang
mencerminkan beriman kepada sifat wajib Allah (nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan
ma’nawiyah) dan sifat jaiz Allah
Lampiran 2
MATERI
BAHAN AJAR
1. Pengertian
Sifat Wajib dan Sifat Jaiz Allah
Allah
adalah Dzat yang Maha Sempurna dan yang Maha Agung. Nama Allah juga disebut
Beriman
kepada Allah berarti manusia wajib beriktikad dengan penuh yakin akan sifat-sifat
yang wajib, sifat-sifat yang mustahil dan sifat-sifat yang jaiz. Sifat wajib
Allah adalah sifat-sifat yang khusus yang hanya dimiliki oleh Allah, dan tidak
ada satupun makhluk yang memiliki sifat tersebut. Adanya Allah ini, menjadi
salah satu sifat yang melekat pada sifat wajib Allah. Sifat wajib Allah inilah
yang membedakan Allah sebagai sang Pencipta (Khalik), dengan semua
makhluk ciptaan-Nya. Sifat mustahil Allah adalah sifat yang tidak mungkin
dimiliki oleh Allah Azza wa Jalla Yang Maha Sempurna.
Sedangkan
sifat jaiz Allah adalah adalah sifat yang mungkin (boleh) ada atau sifat yang
mungkin (boleh) tidak ada pada Allah. Selanjutnya kita akan mengkaji dua sifat Allah,
yaitu sifat wajib dan sifat jaiz Allah.
2. Sifat
Wajib Allah
Dalam
al-aqidah as-Sughra yang terkenal dengan judul Umm al-Barahain Imam
as- Sanusi mengatakan:
1) Wujūd
(Ada)
Allah
adalah Dzat yang pasti ada. Dia berdiri sendiri, tidak diciptakan oleh
siapapun, dan tidak ada Tuhan selain Allah SWT. Ayat yang menjelaskan sifat
Allah ini dalam al- Qur’an:
“Allah
lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam
enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari
pada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah
kamu tidak memperhatikan?” (QS. as-Sajadah [32]: 4)
2) Qidam
(Terdahulu/Awal)
Dialah
sang pencipta yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Maksudnya, Allah
telah ada lebih dulu dari pada apa yang diciptakannya. Ayat yang menjelaskan dalam
al-Qur’an:
“Dialah
yang Awal dan yang Akhir, yang Zhahir dan yang Bathin, dan Dia maha mengetahui
segala sesuatu.” (QS. al-Hadid [57]: 3)
3) Baqā’
(Kekal)
Maksudnya
Allah maha kekal. Tidak akan punah, binasa, atau mati. Dia akan tetap ada
selamanya. Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an:
“Tiap-tiap
sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala penentuan dan hanya kepadaNya-lah
kamu dikembalikan.” (QS. al-Qashash [28]: 88)
4) Mukhālafatuhu
li al-hawādiśi (Berbeda dengan makhluk ciptaannya)
Allah
sudah pasti berbeda dengan ciptaanya. Dialah dzat yang Maha Sempurna dan Maha
Besar. Tidak ada sesuatupun yang mampu menandingi dan menyerupai keagunganNya.
Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an:
“Dan
tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. al-Ikhlas [112]: 4)
5) Qiyamuhu
Binafsihi (Berdiri sendiri)
Maksudnya
Allah itu berdiri sendiri, tidak bergantung pada apapun dan tidak membutuhkan
bantuan siapapun. Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an:
“Sesungguhnya
Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta”.
(QS. al-Ankabut [29]: 6)
6) Wahdaniyah
(Tunggal/ Esa)
Allah
maha Esa atau Tunggal, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah satu-satunya Tuhan pencipta
alam semesta. Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an:
“Seandainya
di langit dan di bumi ada Tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu akan binasa”.
(QS. al-Anbiya [21]: 22)
7) Qudrat
(Berkuasa)
Allah
Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak ada yang bisa menandingi kekuasaan Allah
Swt. Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an:
“Sesungguhnya
Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. al-Baqarah [2]: 20)
8) Irādat
(Berkehendak)
Apabila
Allah berkehendak, maka jadilah hal itu dan tidak ada seorangpun yang mampu
mencegah-Nya. Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an :
“Sesungguhnya
perintahnya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya:
’jadilah!’ maka terjadilah ia.“ (QS. Yasin [36]: 82)
9) ‘Ilmu
(Mengetahui)
Allah
Swt. Maha Mengetahui atas segala sesuatu, baik yang tampak atau tidak tampak.
Ayat
yang menjelaskan dalam al-Qur’an:
“Dia
mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa
yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan dia bersama kamu dimana
saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hadid:
4)
10) Hayāt
(Hidup)
Allah
Swt. adalah Maha Hidup, tidak akan pernah mati, binasa, ataupun musnah. Dia kekal
selamanya. Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an:
“Dan
bertakwalah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan
memuji-Nya.” (QS. al-Furqon [25]: 58)
11) Sama’
(Mendengar)
Allah
Maha Mendengar baik yang diucapkan maupun yang disembunyikan dalam hati. Ayat
yang menjelaskan dalam al- Qur’an:
“Dan
Allah-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Maidah [5]:
76)
12) Basar
(Melihat)
Allah
melihat segala sesuatu. Penglihatan Allah tidak terbatas. Dia mengetahui apapun
yang terjadi di dunia ini. Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an:
“Sesungguhnya
Dia (Allah) adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS. al-Isra’ [17]: 1)
13) Kalām
(Berfirman)
Allah
itu berfirman. Dia bisa berbicara atau berkata secara sempurna tanpa bantuan dari
apapun. Terbukti dari adanya firmanNya dari kitab-kitab yang diturunkan lewat
para Nabi. Ayat yang menjelaskan dalam al Qur’an:
“Dan
tatkala Musa datang untuk (munajat dengan kami) pada waktu yang telah kami tentukan
dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya.” (QS. al-A’raf [7]: 143)
Terdapat
adanya persamaan antara kalam Allah dengan kalam manusia, maka
itu hanya pada bahasa atau lafal saja tidak pada hakikat, karena sifat kalam
pada Allah adalah kadim dan tidak terdiri dari huruf-huruf yang
merupakan bahasa manusia.
Sedangkan
al-Qur’an yang ditulis dalam bahasa Arab merupakan manifestasi dari sifat kalam
yang kadim itu terdiri dari huruf-huruf.
Dengan
sifat kalam ini, Allah menyampaikan apa yang dikehendaki kepada para Rasul-Nya,
yakni wahyu untuk disampaikan kepada umat manusia. Dengan melalui wahyu ini
terwujud ajaran-ajaran yang kemudian membentuk suatu agama yang disebut Islam.
Jadi Islam adalah agama wahyu yang berasal dari kalam Allah.
14) Qādirun
(Berkuasa)
Allah
Maha Kuasa atas segala sesuatu yang ada di alam semesta.
Ayat
yang menjelaskan dalam al-Qur’an:
“Hampir
kilat itu menyambar pengelihatan mereka. Setiap kali sinar itu menyinari mereka,
mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti.
jika Allah menghendaki, niscaya dia melenyapkan pendengaran dan pengelihatan
mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al- Baqarah
[2]: 20)
15) Mūridun
(Berkehendak)
Bila
Allah sudah menakdirkan suatu perkara, maka tidak ada yang bisa menolak kehendak-Nya.
Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an:
“Mereka
kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki
(yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia
kehendaki.” (QS. Hud [11]: 107)
16) ‘Alimun
(Mengetahui)
Allah
Maha Mengetahui segala sesuatu. Baik yang ditampakan maupun disembunyikan.
Tidak ada yang bisa menandingi pengetahuan Allah Yang Maha Esa. Ayat yang
menjelaskan dalam al-Qur’an:
“Dan
Allah Maha Mengetahui sesuatu” (QS. an-Nisa [4]: 176)
17) Hayyan
(hidup)
Allah
adalah dzat yang hidup. Allah tidak akan mati, tidak akan tidur ataupun lengah.
Ayat
yang menjelaskan dalam al-Qur’an:
“Dan
bertakwalah kepada Allah yang hidup, yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.
Dan cukuplah dia Maha Mengetahui dosa-dosa hambaNya.” (QS. al-Furqon [25]:
58)
18) Sami’un
(Mendengar)
Allah
selalu mendengar pembicaraan manusia, permintaan, ataupun doa hamba-Nya.
Ayat
yang menjelaskan dalam al-Qur’an:
“Dan
Allah-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al- Maidah [5]:
76)
19) Bashiran
(Melihat)
Keadaan
Allah yang melihat tiap-tiap yang maujud (benda yang ada). Allah selalu melihat
gerak-gerik kita. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berbuat baik. Ayat
yang menjelaskan dalam Al Qur’an:
“Sesungguhnya
Dia (Allah) adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. al- Isra’ [17]:
1)
20) Mutakalliman
(Berfirman atau berkata – kata)
Sama
dengan Qalam, Mutakalliman juga berarti berfirman. Firman Allah
terwujud lewat kitab-kitab suci yang diturunkan lewat para Nabi. Ayat yang
menjelaskan dalam Al Qur’an:
“Dan
tatkala Musa datang untuk (munajat dengan kami) pada waktu yang telah kami tentukan
dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya.” (QS. al-A’raf [7]: 143)
Sifat-sifat
wajib bagi Allah yang terdiri atas 20 sifat itu dikelompokkan menjadi 4 sebagai
berikut.
1) Sifat
Nafsiyah, yaitu sifat yang hanya berhubungan dengan Dzat Allah.
Sifat nafsiyah ini ada satu, yaitu wujūd.
2) Sifat
Salbiyah, yaitu sifat yang menghilangkan sifat-sifat yang tidak
layak atau tidak sesuai dengan kesempurnaan Allah. Ia menafikan sifat-sifat
lawannya yang hanya sesuai sepenuhnya dengan makhluk dan mustahil adanya pada
Dzat Allah. Yaitu sifat baru, binasa, bergantung kepada yang lain dan
sebagainya adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh manusia karena ia adalah tidak
sempurna. Sifat Salbiyah ini ada lima, yaitu: qidam, baqa’,
mukhalafatu lil hawaditsi, qiyamuhu binafsihi, dan wahdaniyat.
3) Sifat
Ma’ani, yaitu sifat-sifat abstrak yang wajib ada pada Allah. Ia
menambah makna kesempurnaan pada Dzat Allah. Jikapun terdapat sifat-sifat
tersebut pada manusia, maka persamaannya hanya pada lahir atau lafal saja,
tidak pada hakikat. Misalnya, Allah mempunyai sifat ilmu dan juga manusia
mempunyai sifat ilmu, tetapi limu Allah adalah mutlak, sedangkan ilmu manusia
adalah relatif. Allah mengetahui sesuatu peristiwa di alam ini sebelum
terjadinya, sedangkan manusia mengetahui setelah terjadinya. Yang termasuk
sifat ma’ani ada tujuh, yaitu; qudrat, iradat, ilmu, hayat, sama’,
basar, kalam.
4) Sifat
Ma’nawiyah, yaitu kelaziman dari sifat ma’ani.
Sifat ma’nawiyah tidak bisa berdiri sendiri, sebab setiap ada sifat ma’ani
tentu telah didefinisikan sebagai sifat yang ada pada sesuatu yang disifati
yang otomatis menetapkan suatu hukum padanya, maka sifat ma’nawiyah merupakan
hukum tersebut. Sifat ma’nawiyah merupakan kondisi yang selalu menetapi
sifat ma’ani. Sifat ‘ilm misalnya pasti dzat yang bersifat dengannya
mempunyai kondisi berupa kaunuhu aliman (keberadaannya sebagai Dzat yang
berilmu). Dengan demikian itu sifat ma’nawiyah juga ada tujuh
sebagaimana ma’ani, yaitu: kaunuhu qadiran, kaunuhu muridan, kaunuhu
‘aliman, kaunuhu hayyan, kaunuhu sami’an, kaunuhu bashiran, kaunuhu
mutakalliman.
3. Sifat
Mustahil bagi Allah
Sifat
mustahil ini adalah kebalikan dari sifat wajib. Maksudnya sifat yang tidak mungkin
dimiliki oleh Allah Azza wa jalla yang Maha Sempurna. Berikut sifat-sifat mustahil
bagi Allah beserta artinya menurut dalil agama.
1) Adam
(Tiada)
Sifat
mustahil yang pertama adalah Adam yang berarti tiada. Sifat ini kebalikan dari wujūd
yang artinya ada. Dalil naqli yang menunjukkan adanya Allah Swt., yakni:
“Sesungguhnya
Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,
lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang
mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada
perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci
Allah, Tuhan semesta alam.”(QS.Al-Araf : 54)
2) Huduts
(Ada yang mendahului)
Hudust
berarti ada yang mendahului, merupakan lawan kata dari qidam. Tidak mungkin ada
yang mendahului keberadaan Allah Azza wa Jalla. Dialah yang menciptakan alam
semesta beserta isinya. Tentunya Pencipta sudah pasti lebih dahulu dari apa-apa
yang diciptakanNya.
“Dialah
Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui
segala sesuatu.” (QS.Al-Hadid: 3)
3) Fana
(Musnah)
Allah
Swt. tidak mungkin musnah. Sebaliknya, Dia bersifat kekal selama-lamanya. Dijelaskan
dalam Al-Quran:
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabbmu
yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar-Rahman:
26-27)
4) Mumatsalatu
lil hawaditsi (Ada yang menyamai)
Allah
SWT. adalah dzat yang menciptakan segala sesuatu di bumi dan alam semesta. Dialah
yang Maha Agung. Tidak mungkin ada sesuatu yang menyamai atau menandingi- Nya.
Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:
“Tidak
ada sesuatupun yang serupa dengan Dia dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.”.
(QS. Asy-Syura: 11)
5) Ihtiyaju
lighairihi (Memerlukan yang lain)
Allah
SWT. tidak memerlukan yang lain. Dia mampu mewujudkan dan mengatur segalanya
secara sempurna tanpa bergantung pada siapapun. Sebagaimana dijelaskan dalam
Al-Quran:
“Dan
katakanlah segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai
sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan
agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. Al- Isra:
111)
6) Ta’adud
(Berbilang)
Ta’adud
adalah kebalikan dari wahdaniyah yang berarti tunggal. Allah itu Maha Esa. Tidak
mungkin berbilang atau berjumlah lebih dari satu. Allah SWT. tidak memiliki sekutu,
tidak beranak dan tidak diperanakan. Bukti keesaan Allah tertuang dalam kalimat
syahadat dan juga dalam ayat Al-Quran seperti dalam QS. al-Ikhlas ayat 1-4.
7) Ajzun
(Lemah)
Ajzun
berarti lemah, merupakan lawan kata dari dari qudrat yang artinya berkuasa. Jadi
Allah tidak mungkin bersifat lemah. Sebaliknya Allah Azza wa Jalla Maha Kuasa atas
segala sesuatu. Tidak ada yang bisa melampui kekuasaan Allah SWT.. Dalam
Al-Quran dijelaskan: “Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS.Al
Baqarah: 20)
8) Karahah (Terpaksa)
Allah
tidak memiliki sifat terpaksa. Sebaliknya Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu.
Tidak ada yang bisa melawan ataupun menandingi kehendak dari Allah SWT. Sebagaimana
dijelaskan dalam Al-Quran:
“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika
Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap
apa yang Dia kehendaki.”(QS. Hud: 107)
9) Jahlun
(Bodoh)
Mustahil
bagi Allah SWT. bersifat bodoh. Dia menciptakan alam semesta dengan segala
isinya begitu sempurna. Dia tidak membutuhkan bantuan siapapun. Dan dialah yang
Maha Kaya lagi Maha Mengetahui.
10) Mautun
(Mati)
Allah
tidak akan mati. Dia bersifat kekal. Terus-menerus mengurus makhluknya Tanpa
tidur dan tidak letih sedikitpun. Dijelaskan dalam Al-Quran:
“Allah,
tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus
menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan Nya
apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah
tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang
mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.
Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan Allah tidak merasa berat memelihara
keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)
11) Shamamun
(Tuli)
Mustahil
Allah bersifat Tuli. Allah SWT. adalah Tuhan yang Maha Mendengar. Pendengaran
Allah meliputi segala sesuatu.
“Katakanlah cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia
mengetahui apa yang di langit dan di bumi.” (Al-Ankabut : 52).
12) Ama
(Buta)
Allah
SWT. juga tidak buta. Dia Maha Melihat Segala Sesuatu. Tak ada satu hal pun yang
luput dari penglihatan-Nya.
“Dan
Allah Maha Melihat atas apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hujarat: 18)
13) Bakamun
(Bisu)
Allah
SWT. tidaklah Bisu. Allah berkata dan berfirman dengan sangat sempurna. Tak ada
bisa mengalahkan keindahan firman Allah SWT. Dan salah satu Nabi yang pernah berbicara
langsung dengan Allah adalah Nabi Musa. Allah berfirman:
“Dan
ada beberapa Rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan ada
beberapa Rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa
Allah ‘telah berfirman secara langsung.” (QS. An-Nisa’: 164)
14) ‘Ajizan
(Zat yang lemah)
Mustahil
Allah bersifat lemah. Allah SWT. adalah pencipta alam semesta dan segala isinya.
Dia Maha Kuasa atas semua hal. Dia berfirman:
“Sebahagian
besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada
kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri,
setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai
Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS. Al Baqarah 109)
15) Karihan
(Zat yang terpaksa)
Allah
SWT. bukanlah dzat yang terpaksa. Dia Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Hanya
berfirman “kun fa yakun” maka jadilah apa yang dikehendaki oleh Nya. Dia
berfirman:
“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika
Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap
apa yang Dia kehendaki.” (QS.Hud: 107)
16) Jahilan
(Zat yang sangat bodoh)
Mustahil
Allah adalah dzat yang bodoh. Allah Maha Mengetahui dan Melihat apa-apa yang
ditampakkan atau disembunyikan.
17) Mayyitan
(Zat yang mati)
Allah
tidak mati. Allah bersifat kekal, tidak musnah dan tidak binasa. Dia tidak pernah
tidur. Selalu mengawasi hamba-hambaNya setiap saat.
18) Ashamma
(Zat yang tuli)
Mustahil
Allah bersifat tuli. Allah adalah Tuhan yang Maha Mendengar. Pendengaran Allah
tak terbatas dan meliputi segala sesuatu.
19) A’ma
(Zat yang buta)
Allah
Maha Melihat, tidaklah buta. Dia Maha Sempurna dengan seluruh keagunganNya.
20) Abkama
(Zat yang bisu)
Allah
bukanlah dzat yang bisu. Allah berfirman dan firmanNya tertuang dalam
kitabkitab suci yang diturunkan lewat para Nabi. Allah berfirman:
“Dan
ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan ada
beberapa Rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa
Allah ‘telah berfirman secara langsung.” (QS. An-Nisa’: 164)
4. Sifat
Jaiz Allah
Pengertian
sifat jaiz Allah adalah sifat yang mungkin (boleh) ada atau sifat yang mungkin
(boleh) tidak ada pada Allah. Dalam kalimat lain, sifat jaiz ini adalah sifat
yang bisa melekat pada Allah dan bisa pula tidak melekat pada Allah. Sebab
semua adalah berdasarkan kehendak-Nya, maka Allah bisa melakukan sesuatu atau
tidak melakukan sesuatu.
Apabila
sifat wajib dan sifat mustahil Allah Swt. ada banyak, maka sifat jaiz pada Allah
hanya satu yakni (fi’lu kulli mukminin au tarkuhu)
5. Keutamaan
Mengenal Nama dan Sifat Allah
Mengenal
dan mempelajari nama-nama dan sifat-sifat Allah sangatlah penuh dengan kebaikan
dan keutamaan, serta mengandung beraneka ragam manfaat.
1) Mengenal nama
dan sifat Allah adalah ilmu yang paling mulia dan paling utama, yang kedudukannya
paling tinggi dan derajatnya paling agung, karena mulianya ilmu dilihat dari mulianya
sesuatu yang dipelajari.
2) Semakin
mengenal Allah berarti semakin mencintai dan mengagungkan-Nya, juga semakin
takut, berharap, ikhlas dalam beramal kepada-Nya. Semakin seseorang mengenal
Allah, maka semakin ia berserah diri kepada Allah, semakin ia menjalani
perintah dan menjauhi larangan-Nya dengan baik.
3) Allah itu
menyukai nama dan sifat-Nya, Allah pun suka jika nama dan sifat-Nya nampak
bekasnya pada makhluk-Nya. Inilah bentuk kesempurnaan Allah.
4) Iman akan
semakin bertambah, semakin mengenal Allah maka akan semakin merasa bahwa Allah
selalu bersamanya.
5) Manusia
diciptakan untuk menyembah Allah semata dan mengenal-Nya.
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi
kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat [51]: 56)
“Allah-lah
yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku
padanya, agar kamu mengetahui bahwasannya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,
dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS.
at-Thalaq [65]: 12)
Jika
seseorang mendalami nama dan sifat Allah berarti ia telah sibuk dalam tujuan ia diciptakan (yaitu untuk beribadah).
Melalaikan mempelajarinya, berarti melalaikan dari tujuan penciptaan-Nya.
6) Menenangkan
jiwa dan melapangkan hati. Juga ia akan merindukan surga Firdaus, hingga rindu
melihat wajah Allah yang mulia.
7) Menguatkan
iman. Diantara rukun iman yang enam adalah iman kepada Allah. Itulah rukun iman
yang paling afdal. Iman itu bukan hanya mengatakan aku beriman kepada Allah,
namun ia tidak mengenalnya. Beriman yang benar kepada Allah adalah dengan mengenal
nama Allah dan sifat-sifat-Nya sampai derajat yang yakin. Siapa yang mengenal
Allah, maka pasti mengenal selainnya. Namun siapa yang jahil (bodoh) dalam
mengenal Allah, maka ia akan bodoh untuk hal lainnya. Allah berfirman :
“Dan
janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan
mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.”(QS.
al-Hasyr [59]: 19)
Siapa
saja yang lupa kepada Allah, maka pasti Allah akan membuatnya lupa pada diri, maslahat
dirinya, serta lupa akan sebab yang membahagiakan ia di dunia dan akhirat.
8) Mengetahui
hukum dan ketentuan dengan baik karena mengenal Allah. Orang yang benar-benar
mengenal Allah Swt. akan berdalil dengan sifat-sifat dan perbuatan Allah terhadap
segala sesuatu yang Dia perbuat dan segala sesuatu yang Dia syariatkan.
9) Sebagai
motivasi untuk kuat dalam sabar, semangat dalam ibadah, jauh dari kemalasan,
takut berbuat dosa dan menghibur duka
10) Disiplin dalam
bersikap, bertanggung jawab dalam berbuat, karena Allah Maha Melihat, Maha
Mendengar dan Maha Mengetahui apa yang dilakukan makhluk-Nya.
Lampiran 3
GLOSARIUM
Bid’ah : Perbuatan
yang dikerjakan tidak menurut contoh yang sudah ditetapkan
Dalil Aqli :
Berdasarkan akal
Dalil
Naqli : Berdasarkan Qur’an Hadis
Doktriner : Ajaran
(tentang asas suatu aliran politik, keagamaan)
Ekstremisme : Orang
yang melampaui batas kebiasaan
Fasik : Orang
yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya
Ghadzabillah : Murka
Allah
Hablum
minallah : Hubungan dengan Allah
Hablum
minannas : Hubungan dengan sesama manusia
Hilm : Tidak
cepat emosi dan tidak bersikap masa bodoh
Ikhtilaf : Perbedaan
pendapat atau pikiran
Kafir :
Mengikuti kesalahan tetapi tetap menjalankan
Khawarijiyah : Berontak
Ma’ani : Sudah
tetap, tidak boleh tidak
Ma’nawiyah : Tabi’at,
sifat-sifat kejiwaan
Mistisisme : Ajaran
yang menyatakan hal-hal yang yang tidak terjangkau oleh akal manusia
Mujaahadah :
Bersungguh-sungguh
Mukallaf : Dewasa
dan tidak mengalami gangguan jiwa maupun akal
Musyrik : Orang
yang menyekutukan Allah
Mutasyabihah : Ayat
al-qur’an yang membutuhkan penafsiran dalam memahaminya
Nafsiyah : Orang
seseorang, sendiri sendiri
Radikalisme : Paham
atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan social dan politik
dengan cara kekerasan atau drastic
Sum’ah : Suka
memperdengarkan atau menceritakan kebaikannya kepada orang lain.
Ummatan
wasathan : Umat yang adil atau pertengahan
Zalim : Kejam,
bengis, tidak berperikemanusiaan
Lampiran 4
DAFTAR
PUSTAKA
Al-Qur’an Al-Karim
Abdul Hiyadh, Terjemah Durrotun Nasihin, Mesir,
Surabaya, 1993
Abu Hudzaifah. Lc, Kisah Para Nabi dan Rasul,
Pustaka as-Sunah, Jakarta, 2007
Derektorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam
Departemen Agama, Akhlak Ilmu Tauhid, PT. Karya Unipres, Jakarta, 1982
’Aidh al-Qarni, La Tahzan ,Jangan Bersedih, Qisthi
Pres, Jakarta Timur, 2004
A. Ilyas Ismail, M.A, Pilar-pilar Takwa, (Doktrin.
Pemikiran, Hikmat, dan Pencerahan Spiritual), Rajawali Pers, (PT. Raja
Grafindo Persada), Jakarta, 2009
Handono, Aris Musthafa, zaenuri Siroj, Meneladani
Akhlak Untuk Kelas XI Madrasah Aliyah Program Keagamaan , PT. Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri, Solo, 2017
Handono, Aris Musthafa, Zaenuri Siroj, Meneladani
Akhlak Untuk Kelas XII Madrasah Aliyah Program Keagamaan , PT. Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri, Solo, 2017
Hasyim Asy’ari, Penerjemah Rosidin, Pendidikan Khas
Pesantren (Adabul ’Alim wal Muta’allim), Tira Smart,Tangerang, 2017
M. Ali Haidar, Nahdhatul Ulama’ dan Islam di Indonesia,
PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1998
M. Imdadun Rahmat, Arus Baru Islam Radikal, Tranmisi
Revivalisme Islam Timur Tengah ke Indonesia, Erlangga, Jakarta , 2005
Muhammad bin Abdul Wahab, Syarah Kitab al-Tauhid,
PT. Pustaka Panjimas, Jakarta, 1984
Roli Abdul Rohman-M. Khamzah. Menjaga Akidah dan
Akhlak untuk kelas X Madrasah Aliyah, PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri,
Solo 2017
Sa’id Hawwa, Tazkiyatun Nafs (Intisari Ihya
Ulumuddin), Pena Pundi Aksara, Jakarta, 2007
Salim Bahreisy, Irsyadul ’Ibad Ilasabilirrasyad (Petunjuk
ke Jalan Lurus ), Darussaggaf, Surabaya, 1977
Salim Bahreisy, Riyadhus
Shalihin, PT. Alma’arif, Bandung , 1987
Umar Sulaiman al-Asyqar , al-Asma’ al- Husna,
Qisthi Press, Jakarta timur Cetakan ke-6, Mei 2009
|
Kepala Sekolah LUFIANA, S. S NBM. 1024550 |
MAGELANG,
...... JULI 2025 Guru
Mata Pelajaran KUNI HIRIYANTI, S. Pd NIP. - |
Zainuddin, Terjemah
Hadis Shahih Bukkhari, Widjaya, Jakarta 1992
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar