Jumat, 02 Januari 2026

MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH MATA PELAJARAN : AKIDAH AKHLAK BAB 2 : AYO MENGENAL SIFAT-SIFAT ALLAH

 

MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH

MATA PELAJARAN : AKIDAH AKHLAK

BAB 2 : AYO MENGENAL SIFAT-SIFAT ALLAH

 

INFORMASI UMUM

 

A.   Identitas Modul

Nama Madrasah              :    MA Muhammadiyah Blabak

Nama Penyusun               :    Kuni Hiriyanti, S. Pd

Mata Pelajaran                :    Akidah Akhlak

Kelas / Fase Semester      :    X/ E / 1

Elemen                              :    Ayo Mengenal Sifat-Sifat Allah

Alokasi waktu                  :    6 X pertemuan ( 1 x 45 menit )

 

Capaian Pembelajaran

Pada akhir Fase E, dalam elemen akidah, peserta didik mampu menganalisis sifat wajib dan mustahil bagi Allah Swt. (nafsiyah, salbiyah, ma'ani, dan ma'nawiyah) dan sifat-sifat jaiz Allah Swt., asma' al-Husna, Islam wasathiyah (moderat) dan Islam radikal. Pada elemen akhlak, peserta didik membiasakan akhlak terpuji (taubat, hikmah, iffah, syaja 'ah dan 'adalah);dan menghindari akhlak tercela (hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya' dan sifat-sifat turunannya, nafsu syahwat, licik, tamak, zhalim, dan diskriminatif, għadlab); serta cara menundukkannya melalui mujahadah, riyadlah, dan tazkiyatun nufus. Pada elemen adab peserta didik mampu menganalisis dan membiasakan adab mengunjungi orang sakit, berbakti kepada orang tua dan guru berdasarkan dalil dan pendapat ulama. Dalam elemen kisah teladan, peserta didik mampu menganalisis dan mengambil ibrah dari kisah Nabi Luth a.s. dalam kehidupan sehari-hari.

Elemen

Capaian Pembelajaran

Akidah

Peserta didik mampu menganalisis sifat wajib, mustahil Allah Swt. (nafsiyah, salbiyah, ma'ani, dan ma'nawiyah) dan sifat jaiz Allah Swt., asma' al-husna (al-Karim, al-Mu'min, al-Wakiil, al- Matiin, al-Jaami, al-Hafiz, al-Rafi', al-Wahhab, al-Rakib, al-Mubdi, al-Muhyi, al-Hayyu, al-Qoyyum, al-Akhir, al-Mujib, dan al-Awwal, dan nama lainnya), serta pemahaman Islam wasathiyah (moderat) sebagai upaya membentuk sikap moderasi beragama dalam akidah dan muamalah untuk mewujudkan harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkebinekaan.

Akhlak

Peserta didik mampu menganalisis akhlak terpuji-hikmah, iffah, syaja 'ah, dan 'adalah; menghindari akhlak tercela hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya, dan sifat-sifat turunannya, serta syahwat, ghadlab, licik, tamak, dzalim, dan diskriminatif, melalui tazkiyatun nufus dengan cara mujahadah dan riyadlah, sehingga terbentuk pribadi yang memiliki kesalehan individual dan sosial dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Adab

Peserta didik mampu membiasakan dan mengevaluasi adab berbakti kepada orang tua dan guru, mengunjungi orang sakit berdasarkan dalil dalam konteks kehidupan global sehingga terbentuk pribadi yang peduli dan santun dalam kehidupan sehari-hari.

Kisah Keteladanan

Peserta didik mampu meneladani kisah Nabi Luth a.s. dalam kesabaran, ketangguhan dan ke beranian dalam menegakkan amar ma'ruf dan nahi munkar, sehingga dapat diambil inspirasi dalam menghadapi tantangan kehidupan yang hedonis, materialistis dan sekuler di era global.

 

B    Kompetensi Awal

Tak kenal maka tak sayang”, begitulah kata pepatah, maka kalau ingin disayang Allah wajiblah kita mengenal-Nya dengan memahami sifat-sifat-Nya.

Sebagai seorang muslim, diwajibkan untuk mengetahui sifat-sifat yang wajib bagi Allah beserta dalil-dalil naqli (akal) dan aqlinya (al- Qur’an dan Hadis).

Sebagaimana diketahui, Allah Swt. adalah Dzat yang wajib bagi-Nya segala sifat kesempurnaan (al-kamalat), dan mustahil bagi-Nya segala sifat kekurangan (annaqa’ish).

Sebab apabila Allah mempunyai sifat kekurangan, maka otomatis Dia tidak layak disebut Tuhan yang haq untuk disembah, karena sifat kekurangan hanya terdapat pada makhluk saja, dan ini akan menimbulkan “Mumatsalah,” yaitu serupanya Allah sebagai khalik dan makhluk.

Mengenal Allah dan rasul-Nya merupakan ilmu yang paling mulia. Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Kemuliaan sebuah ilmu mengikuti kemuliaan obyek yang dipelajarinya.” dan tentunya, tidak diragukan lagi bahwa pengetahuan yang paling mulia, paling agung adalah pengetahuan tentang Allah yang tidak ada Tuhan selain Allah.

Akan tetapi kebanyakan manusia lupa kepada yang mencintainya, lupa kepada yang menciptakannya, padahal adanya manusia itu karena adanya yang menciptakan, Yang Maha Agung, Yang Maha Bijaksana. Lihatlah kebanyakan manusia! Mereka makan, minum, tidur, dan bangun. Mereka sangat berambisi mendapat kenikmatan dan menghindari kepedihan. Mereka mencari kebaikan untuk diri sendiri, keluarga, dan untuk orang-orang yang mereka cintai. Tetapi mereka tidak kenal. Mereka melupakan siapa yang memberinya. Mereka tidak bisa berfikir “Siapa sesungguhnya dirinya”. Allah berfirman:

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. al-Hashr [59]: 19)

Ketika seseorang lupa terhadap dirinya, dia pun tidak mengenal hakikat dirinya, dan melupakan kemaslahatan bagi dirinya. Maka, jadilah dia seperti orang yang ditinggalkan dan ditelantarkan, yang berstatus seperti binatang ternak yang dilepas dan dibiarkan pergi sekehendaknya, bahkan mungkin saja binatang ternak lebih mengetahui kepentingan dirinya dari padanya. Semoga kita termasuk orang-orang yang mau mengingat Allah, mencintainya dengan mengenal sifat-sifat-Nya, sehingga kita termasuk orang-orang yang dicintai Allah, hidup selamat dunia akhirat.

 

C.   Profil Pelajar Pancasila (PPP) dan Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRA)

§  Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.

§  Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.

 

D.   Sarana dan Prasarana

Media                    :    LCD proyektor, komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain

Sumber Belajar    :    LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain

 

E.   Target Peserta Didik

Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular

 

F.    Model DAN METODE Pembelajaran

Model Pembelajaran       :    Discovery learning

Metode Pembelajaran     :    Karya kunjung, market of place, demonstrasi

 

KOMPETENSI INTI

 

A.   Tujuan Pembelajaran

§  Siswa dapat menguraikan pengertian sifat wajib Allah dan sifat jaiz Allah

§  Siswa dapat menelaah makna sifat wajib Allah (nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan ma’nawiyah) dan sifat-sifat jaiz Allah Swt.

§  Siswa dapat memerinci keutamaan mengenal Nama dan Sifat-sifat Allah

§  Melafalalkan dalil naqli tentang sifat-sifat Allah

§  Mendiskusikan hasil analisis analisis tentang makna sifat wajib Allah (nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan ma’nawiyah) dan sifat-sifat jaiz Allah Swt.

 

B.   Pemahaman Bermakna

§  Menganalisis sifat wajib Allah (nafsiyah, salbiyah, ma’ani dan ma’nawiyah) dan sifat-sifat jaiz Allah Swt.

§  Menyajikan hasil analisis tentang makna sifat wajib Allah (nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan ma’nawiyah) dan sifat-sifat jaiz Allah Swt.

 

C.   Pertanyaan Pemantik

Guru menanyakan kepada peserta didik seputar materi Ayo Mengenal Sifat-Sifat Allah

 

D.   Kegiatan Pembelajaran

PERTEMUAN KE-1

Pengertian Sifat Wajib dan Sifat Jaiz Allah

KEGIATAN PENDAHULUAN

§  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.

§  Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.

§  Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan diajarkan.

§  Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

§ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Pengertian Sifat Wajib dan Sifat Jaiz Allah

Critical Thinking

§ Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Pengertian Sifat Wajib dan Sifat Jaiz Allah

Collaboration

§ Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Pengertian Sifat Wajib dan Sifat Jaiz Allah

Communication

§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan

Creativity

§ Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait : Pengertian Sifat Wajib dan Sifat Jaiz Allah

KEGIATAN PENUTUP

§  Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan

§  Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

§  Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

PERTEMUAN KE-2

Sifat Wajib Allah

KEGIATAN PENDAHULUAN

§  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.

§  Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.

§  Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan diajarkan.

§  Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

§ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Sifat Wajib Allah

Critical Thinking

§ Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Sifat Wajib Allah

Collaboration

§ Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Sifat Wajib Allah

Communication

§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan

Creativity

§ Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait : Sifat Wajib Allah

KEGIATAN PENUTUP

§  Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan

§  Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

§  Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

PERTEMUAN KE-3

Sifat Mustahil bagi Allah

KEGIATAN PENDAHULUAN

§  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.

§  Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.

§  Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan diajarkan.

§  Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

§ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Sifat Mustahil bagi Allah

Critical Thinking

§ Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Sifat Mustahil bagi Allah

Collaboration

§ Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Sifat Mustahil bagi Allah

Communication

§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan

Creativity

§ Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait : Sifat Mustahil bagi Allah

KEGIATAN PENUTUP

§  Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan

§  Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

§  Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

PERTEMUAN KE-4

Sifat Jaiz Allah

KEGIATAN PENDAHULUAN

§  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.

§  Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.

§  Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan diajarkan.

§  Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

§ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Sifat Jaiz Allah

Critical Thinking

§ Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Sifat Jaiz Allah

Collaboration

§ Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Sifat Jaiz Allah

Communication

§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan

Creativity

§ Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait : Sifat Jaiz Allah

KEGIATAN PENUTUP

§  Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan

§  Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

§  Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

PERTEMUAN KE-5

Keutamaan Mengenal Nama dan Sifat Allah

KEGIATAN PENDAHULUAN

§  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.

§  Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.

§  Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan diajarkan.

§  Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

§ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Keutamaan Mengenal Nama dan Sifat Allah

Critical Thinking

§ Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Keutamaan Mengenal Nama dan Sifat Allah

Collaboration

§ Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Keutamaan Mengenal Nama dan Sifat Allah

Communication

§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan

Creativity

§ Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait : Keutamaan Mengenal Nama dan Sifat Allah

KEGIATAN PENUTUP

§  Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan

§  Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

§  Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

E.   Pembelajaran Diferensiasi

§  Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi Ayo Mengenal Sifat-Sifat Allah dari berbagai referensi yang relevan.

§  Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.

§  Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.

 

F.    ASESMEN / PENILAIAN

1.    Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran)

a.    Asesmen awal

Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:

No

Pertanyaan

Jawaban

Ya

Tidak

1

Apakah pernah membaca buku terkait ?

 

 

2

Apakah kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik ?

 

 

3

Apakah kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode inquiry learning, diskusi ?

 

 

 

b.    Asesmen selama proses pembelajaran

Asesmen ini dilakukan guru selama pembelajaran, khususnya saat peserta didik melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis. Asesmen saat inquiry learning (ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar dengan metode inquiry learning)

 

Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade inquiry learning

No

Nama Siswa

Arpak yang diamati

Skor

Gagasan

Aktif

Kerjasama

1

2

3

4

1

Sultan Haykal

 

 

 

 

 

 

 

2

Aisy Anindya

 

 

 

 

 

 

 

3

Dias Abdalla

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

 

Nilai akhir x 25

 

2.    Asesmen Sumatif

a.    Asesmen Pengetahuan

 

Soal Asesmen Pengetahuan

A)   Jawablah pertanyaan berikut ini!

1. Apa yang dimaksud dengan kita diperintah untuk memahami sifat-sifat Allah tetapi dilarang berpikir tentang Dzat Allah!

2. Bagaimana cara menafsirkan sifat Allah wahdaniyah berdasarkan dalil naqli dan dalil aqli!

3. Buktikan dengan contoh bahwa dengan mengenal sifat-sifat Allah, kita akan bisa hidup bertanggung jawab!

4. Ta’adud adalah kebalikan dari wahdaniyah yang berarti tunggal. Allah itu Maha Esa. Tidak mungkin berbilang atau berjumlah lebih dari satu. Allah SWT. tidak memiliki sekutu, tidak beranak dan tidak diperanakan. Buktikan dengan dalil Naqli tentang hal tersebut!

5. Ajzun berarti lemah, merupakan lawan kata dari dari qudrat yang artinya berkuasa. Jadi Allah tidak mungkin bersifat lemah. Sebaliknya Allah Azza wa Jalla Maha Kuasa atas segala sesuatu. Jelaskan dengan dalil aqli tentang kemahakuasaan Allah tersebut!

 

B)   Portofolio dan Penilaian Sikap

1. Carilah beberapa ayat dan hadis yang berhubungan dengan sifat-sifat wajib dan sifat jaiz Allah dengan mengisi kolom di bawah ini.

No

Nama Surah + No. Ayat/ Hadis + Riwayat

Redaksi Ayat/ Hadis

1

 

 

2

 

 

3

 

 

4

 

 

5

 

 

Dst

 

 

 

2. Setelah kalian memahami uraian tentang sifat wajib Allah, coba anda cermati wacana berikut ini dan berikan komentar.

No

Perilaku yang diamati

Tanggapan/ Komentar Anda

1

Di waktu sore hari Budi diajak oleh Zaid berjalan-jalan menuju ke area persawahan yang melewati tepian sungai yang airnya begitu jernih. Zaid dan Budi duduk di gubug milik petani, sembari menikmati pemandangan sawah yang begitu luas dan indah. Ditambah dengan sorotan sinar matahari yang hampir terbenam. Mereka menyaksikan burung-burung berterbangan, hembusan angin yang sepoi-sepoi, sehingga membuat padi bergerak ibarat alunan ombak. Menyaksikan pemandangan alam yang memukau begitu indah, hati menjadi tersentuh, iman mereka pun semakin bertambah

 

2

Aku teringat sebuah film yang berjudul ‘The Color in Paradise’ yang bercerita tentang seorang anak laki-laki yang bernama Mohammad. Kedua mata Mohammad buta sejak lahir. Ibunya telah meninggal dunia sejak ia masih kecil. Ia kemudian diasuh oleh ayah dan neneknya. Ayahnya yang berprofesi sebagai petani biasa dan terkadang bekerja kasar sebagai tukang bangunan sangat malu dengan anak laki-lakinya yang buta tersebut. Kerap kali ia tidak mengizinkan anaknya untuk bermain seperti anak normal kebanyakan. Hingga akhirnya ia pun dimasukkan ke sebuah sekolah tuna netra yang semua temantemannya buta seperti dia. Demikian setiap harinya ia belajar membaca dan mengenali lingkungan sekitarnya hanya melalui suara atau meraba-raba bentuk benda-benda tersebut. Terkadang ia harus bertanya kepada orang-orang di sekitarnya mengenai benda-benda yang ada di sekitarnya. ‘What is over there?’ tanya anak laki-laki itu suatu hari karena penasaran akan apa yang ada di hadapannya. Hingga akhirnya ia pun menemukan cara untuk mengenali lingkungan atau benda-benda di sekitarnya melalui suara, indera pencium, dan indera peraba. Ia mengenali burung melalui kicauan-riangnya. Ia mengenal angin melalui sepoian lembut hembusannya. Ia juga mengenal dedaunan dan pepohonan dengan cara meraba-raba benda tersebut. Namun anak laki-laki tersebut terlihat sangat bahagia dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. Suatu hari anak laki-laki itu tidak dapat membendung air matanya karena perlakuan orang-orang di sekitarnya. Ia pun mengadu kepada salah seorang gurunya di kelas seraya berkata, “Jika aku tidak buta, mungkin aku bisa pergi ke sekolah biasa dengan anak-anak normal lainnya.” Suatu hari gurunya pernah berkata, “Tuhan lebih cinta kepada orang yang buta karena mereka tidak dapat melihat.” Ia menjawab, “Jika demikian adanya maka Tuhan tidak akan membuat kita buta sehingga kita tidak dapat melihat wujūd-Nya.” Gurunya mengatakan, “Tuhan itu tidak bisa bisa dilihat, tetapi Dia ada di mana-mana. Kau dapat merasakan kehadiran- Nya. Kau dapat melihat-Nya dengan ujung jemarimu.” “Sekarang aku dapat menggapai Tuhan di mana pun aku berada sampai hari kemudian aku dapat menyentuh-Nya dan bercerita kepada-Nya tentang apa saja, termasuk segala rahasia yang ada di dalam hatiku,” katanya sambil berurai air mata.

 

 

b.    Asesmen keterampilan

1)    Peserta didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis

 

 

 

Contoh rubrik penilaian praktek:

 

Nama       :    …………………………………..

Kelas        :    …………………………………..

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Kelancaran (kompetensi gramatikal di aspek bunyi bahasa)

20

2

Ketepatan (kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf)

20

3

Isi (kompetensi wacana dan sosiolinguistik)

20

4

Ucapan/pelafalan (kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa)

20

5

Gestur (kompetensi strategi)

20

Total

100

 

Indikator Penilaian aspek kelancaran (fluency)

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Tidak ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif

15 - 20

2

Ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif

10 - 14

3

Tidak ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif

5 - 9

4

Ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif

0 - 4

 

Indikator penilaian aspek ketepatan (accuracy)

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Tidak ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat

15 - 20

2

Tidak ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat

10 - 14

3

Ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat

5 - 9

4

Ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat

0 - 4

 

Indikator penilaian aspek isi

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Memiliki struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi detail

25 -30

2

Memiliki struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi kurang detail

20 - 24

3

Memiliki struktur teks deskriptif tidak lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi kurang detail

15 - 19

4

Memiliki struktur teks deskriptif kurang lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, dan deskripsi khusus kurang sesuai

10 - 14

5

Tidak ada komponen struktur deskriptif

1 - 9

Petunjuk penskoran:

Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:

Skor Perolehan x 10 = ….

 

2)    Peserta didik membuat kartu nama

Contoh rubrik penilaian produk kartu nama

No

Nama Siswa

Perencanaan Bahan

Aspek Yang Dinilai

Jml

Proses Pembuatan

Hasil Produk

Langkah pembuatan

Teknik pembuatan

Bentuk fisik

Inovasi

1

Sultan Haykal

 

 

 

 

 

 

2

Aisy Anindya

 

 

 

 

 

 

3

Dias Abdalla

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

Skor antara 1 – 5

Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas yang diberikan

 

G.   PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Pengayaan

§  Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.

§  Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high order thinking

§  Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.

 

Remedial

§  Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran

§  Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.

§  Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.

 

H.   REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK

Refleksi Guru:

Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:

§  Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran iniv ?

§  Apakah ada kesulitan yang dialami peserta didik?

§  Apakah semua peserta didik sudah dapat melampaui target pembelajaran?

§  Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?

§  Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?

 

Refleksi Peserta Didik:

No

Pertanyaan Refleksi

Jawaban Refleksi

1

Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari pelajaran ini?

 

2

Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?

 

3

Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?

 

4

Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5, berapa bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah

 

 

 

 

LUFIANA, S. S

NBM. 1024550

MAGELANG, ...... JULI 2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

KUNI HIRIYANTI, S. Pd

NIP. -

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN- LAMPIRAN

 

Lampiran 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Setelah Anda mendalami materi Sifat Wajib dan Jaiz Allah, maka selanjutnya lakukanlah diskusi dengan kelompok Anda! Bentuk kelompok kecil beranggotakan 4-6 siswa/ kelompok, kemudian persiapkan diri untuk mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas.

Adapun hal-hal yang perlu didiskusikan adalah sebagai berikut.

1. Makna sifat wajib Allah (nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan ma’nawiyah) dan sifat jaiz Allah Swt.

2. Makna sifat mustahil bagi Allah

3. Cara menerapkan perilaku yang mencerminkan beriman kepada sifat wajib Allah (nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan ma’nawiyah) dan sifat jaiz Allah

 

Lampiran 2

MATERI BAHAN AJAR

1. Pengertian Sifat Wajib dan Sifat Jaiz Allah

Allah adalah Dzat yang Maha Sempurna dan yang Maha Agung. Nama Allah juga disebut  Dzat-Nya adalah tunggal, tidak terdiri dari unsur-unsur dan bagian-bagian dan tidak ada suatu apa pun yang serupa dengan-Nya. Dan karena itu manusia dilarang berpikir tentang Dzat Allah karena tidak dapat mengetahuinya. Manusia dipanggil untuk menggunakan akalnya bagi memikirkan alam ini dan segala isinya, tidak untuk memikirkan Dzat Allah yang gaib itu dan tidak ada yang serupa dengan-Nya.

Beriman kepada Allah berarti manusia wajib beriktikad dengan penuh yakin akan sifat-sifat yang wajib, sifat-sifat yang mustahil dan sifat-sifat yang jaiz. Sifat wajib Allah adalah sifat-sifat yang khusus yang hanya dimiliki oleh Allah, dan tidak ada satupun makhluk yang memiliki sifat tersebut. Adanya Allah ini, menjadi salah satu sifat yang melekat pada sifat wajib Allah. Sifat wajib Allah inilah yang membedakan Allah sebagai sang Pencipta (Khalik), dengan semua makhluk ciptaan-Nya. Sifat mustahil Allah adalah sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah Azza wa Jalla Yang Maha Sempurna.

Sedangkan sifat jaiz Allah adalah adalah sifat yang mungkin (boleh) ada atau sifat yang mungkin (boleh) tidak ada pada Allah. Selanjutnya kita akan mengkaji dua sifat Allah, yaitu sifat wajib dan sifat jaiz Allah.

 

2. Sifat Wajib Allah

Dalam al-aqidah as-Sughra yang terkenal dengan judul Umm al-Barahain Imam as- Sanusi mengatakan:  Maka di antara sifat wajib bagi Allah Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Perkasa adalah 20 sifat.” Setiap mukalaf wajib meyakini secara mantap tanpa keraguan, bahwa Allah pasti bersifat dengan segala kesempurnaan yang layak bagi keagungan-Nya. Berikut ini 20 sifat wajib bagi Allah.

1)    Wujūd (Ada)

Allah adalah Dzat yang pasti ada. Dia berdiri sendiri, tidak diciptakan oleh siapapun, dan tidak ada Tuhan selain Allah SWT. Ayat yang menjelaskan sifat Allah ini dalam al- Qur’an:

Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari pada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. as-Sajadah [32]: 4)

2)    Qidam (Terdahulu/Awal)

Dialah sang pencipta yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Maksudnya, Allah telah ada lebih dulu dari pada apa yang diciptakannya. Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an:

Dialah yang Awal dan yang Akhir, yang Zhahir dan yang Bathin, dan Dia maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. al-Hadid [57]: 3)

3)    Baqā’ (Kekal)

Maksudnya Allah maha kekal. Tidak akan punah, binasa, atau mati. Dia akan tetap ada selamanya. Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an:

Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala penentuan dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Qashash [28]: 88)

4)    Mukhālafatuhu li al-hawādiśi (Berbeda dengan makhluk ciptaannya)

Allah sudah pasti berbeda dengan ciptaanya. Dialah dzat yang Maha Sempurna dan Maha Besar. Tidak ada sesuatupun yang mampu menandingi dan menyerupai keagunganNya. Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an:

 

Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. al-Ikhlas [112]: 4)

5)    Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri sendiri)

Maksudnya Allah itu berdiri sendiri, tidak bergantung pada apapun dan tidak membutuhkan bantuan siapapun. Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an:

Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta”. (QS. al-Ankabut [29]: 6)

6)    Wahdaniyah (Tunggal/ Esa)

Allah maha Esa atau Tunggal, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah satu-satunya Tuhan pencipta alam semesta. Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an:

Seandainya di langit dan di bumi ada Tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu akan binasa”. (QS. al-Anbiya [21]: 22)

7)    Qudrat (Berkuasa)

Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak ada yang bisa menandingi kekuasaan Allah Swt. Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an:

Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. al-Baqarah [2]: 20)

8)    Irādat (Berkehendak)

Apabila Allah berkehendak, maka jadilah hal itu dan tidak ada seorangpun yang mampu mencegah-Nya. Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an :

Sesungguhnya perintahnya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: ’jadilah!’ maka terjadilah ia.“ (QS. Yasin [36]: 82)

9)    ‘Ilmu (Mengetahui)

Allah Swt. Maha Mengetahui atas segala sesuatu, baik yang tampak atau tidak tampak.

Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an:

Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan dia bersama kamu dimana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hadid: 4)

10) Hayāt (Hidup)

Allah Swt. adalah Maha Hidup, tidak akan pernah mati, binasa, ataupun musnah. Dia kekal selamanya. Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an:

Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.” (QS. al-Furqon [25]: 58)

11) Sama’ (Mendengar)

Allah Maha Mendengar baik yang diucapkan maupun yang disembunyikan dalam hati. Ayat yang menjelaskan dalam al- Qur’an:

Dan Allah-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Maidah [5]: 76)

12) Basar (Melihat)

Allah melihat segala sesuatu. Penglihatan Allah tidak terbatas. Dia mengetahui apapun yang terjadi di dunia ini. Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an:

Sesungguhnya Dia (Allah) adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS. al-Isra’ [17]: 1)

13) Kalām (Berfirman)

Allah itu berfirman. Dia bisa berbicara atau berkata secara sempurna tanpa bantuan dari apapun. Terbukti dari adanya firmanNya dari kitab-kitab yang diturunkan lewat para Nabi. Ayat yang menjelaskan dalam al Qur’an:

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan kami) pada waktu yang telah kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya.” (QS. al-A’raf [7]: 143)

Terdapat adanya persamaan antara kalam Allah dengan kalam manusia, maka itu hanya pada bahasa atau lafal saja tidak pada hakikat, karena sifat kalam pada Allah adalah kadim dan tidak terdiri dari huruf-huruf yang merupakan bahasa manusia.

Sedangkan al-Qur’an yang ditulis dalam bahasa Arab merupakan manifestasi dari sifat kalam yang kadim itu terdiri dari huruf-huruf.

Dengan sifat kalam ini, Allah menyampaikan apa yang dikehendaki kepada para Rasul-Nya, yakni wahyu untuk disampaikan kepada umat manusia. Dengan melalui wahyu ini terwujud ajaran-ajaran yang kemudian membentuk suatu agama yang disebut Islam. Jadi Islam adalah agama wahyu yang berasal dari kalam Allah.

 

14) Qādirun (Berkuasa)

Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu yang ada di alam semesta.

Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an:

Hampir kilat itu menyambar pengelihatan mereka. Setiap kali sinar itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. jika Allah menghendaki, niscaya dia melenyapkan pendengaran dan pengelihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al- Baqarah [2]: 20)

15) Mūridun (Berkehendak)

Bila Allah sudah menakdirkan suatu perkara, maka tidak ada yang bisa menolak kehendak-Nya. Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an:

Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Hud [11]: 107)

16) ‘Alimun (Mengetahui)

Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Baik yang ditampakan maupun disembunyikan. Tidak ada yang bisa menandingi pengetahuan Allah Yang Maha Esa. Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an:

Dan Allah Maha Mengetahui sesuatu” (QS. an-Nisa [4]: 176)

17) Hayyan (hidup)

Allah adalah dzat yang hidup. Allah tidak akan mati, tidak akan tidur ataupun lengah.

Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an:

Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup, yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah dia Maha Mengetahui dosa-dosa hambaNya.” (QS. al-Furqon [25]: 58)

18) Sami’un (Mendengar)

Allah selalu mendengar pembicaraan manusia, permintaan, ataupun doa hamba-Nya.

Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an:

Dan Allah-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al- Maidah [5]: 76)

19) Bashiran (Melihat)

Keadaan Allah yang melihat tiap-tiap yang maujud (benda yang ada). Allah selalu melihat gerak-gerik kita. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berbuat baik. Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an:

Sesungguhnya Dia (Allah) adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. al- Isra’ [17]: 1)

 

 

20) Mutakalliman (Berfirman atau berkata – kata)

Sama dengan Qalam, Mutakalliman juga berarti berfirman. Firman Allah terwujud lewat kitab-kitab suci yang diturunkan lewat para Nabi. Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an:

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan kami) pada waktu yang telah kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya.” (QS. al-A’raf [7]: 143)

Sifat-sifat wajib bagi Allah yang terdiri atas 20 sifat itu dikelompokkan menjadi 4 sebagai berikut.

1) Sifat Nafsiyah, yaitu sifat yang hanya berhubungan dengan Dzat Allah. Sifat nafsiyah ini ada satu, yaitu wujūd.

2) Sifat Salbiyah, yaitu sifat yang menghilangkan sifat-sifat yang tidak layak atau tidak sesuai dengan kesempurnaan Allah. Ia menafikan sifat-sifat lawannya yang hanya sesuai sepenuhnya dengan makhluk dan mustahil adanya pada Dzat Allah. Yaitu sifat baru, binasa, bergantung kepada yang lain dan sebagainya adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh manusia karena ia adalah tidak sempurna. Sifat Salbiyah ini ada lima, yaitu: qidam, baqa’, mukhalafatu lil hawaditsi, qiyamuhu binafsihi, dan wahdaniyat.

3) Sifat Ma’ani, yaitu sifat-sifat abstrak yang wajib ada pada Allah. Ia menambah makna kesempurnaan pada Dzat Allah. Jikapun terdapat sifat-sifat tersebut pada manusia, maka persamaannya hanya pada lahir atau lafal saja, tidak pada hakikat. Misalnya, Allah mempunyai sifat ilmu dan juga manusia mempunyai sifat ilmu, tetapi limu Allah adalah mutlak, sedangkan ilmu manusia adalah relatif. Allah mengetahui sesuatu peristiwa di alam ini sebelum terjadinya, sedangkan manusia mengetahui setelah terjadinya. Yang termasuk sifat ma’ani ada tujuh, yaitu; qudrat, iradat, ilmu, hayat, sama’, basar, kalam.

4) Sifat Ma’nawiyah, yaitu kelaziman dari sifat ma’ani. Sifat ma’nawiyah tidak bisa berdiri sendiri, sebab setiap ada sifat ma’ani tentu telah didefinisikan sebagai sifat yang ada pada sesuatu yang disifati yang otomatis menetapkan suatu hukum padanya, maka sifat ma’nawiyah merupakan hukum tersebut. Sifat ma’nawiyah merupakan kondisi yang selalu menetapi sifat ma’ani. Sifat ‘ilm misalnya pasti dzat yang bersifat dengannya mempunyai kondisi berupa kaunuhu aliman (keberadaannya sebagai Dzat yang berilmu). Dengan demikian itu sifat ma’nawiyah juga ada tujuh sebagaimana ma’ani, yaitu: kaunuhu qadiran, kaunuhu muridan, kaunuhu ‘aliman, kaunuhu hayyan, kaunuhu sami’an, kaunuhu bashiran, kaunuhu mutakalliman.

 

3. Sifat Mustahil bagi Allah

Sifat mustahil ini adalah kebalikan dari sifat wajib. Maksudnya sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah Azza wa jalla yang Maha Sempurna. Berikut sifat-sifat mustahil bagi Allah beserta artinya menurut dalil agama.

1)    Adam (Tiada)

Sifat mustahil yang pertama adalah Adam yang berarti tiada. Sifat ini kebalikan dari wujūd yang artinya ada. Dalil naqli yang menunjukkan adanya Allah Swt., yakni:

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”(QS.Al-Araf : 54)

 

 

2)    Huduts (Ada yang mendahului)

Hudust berarti ada yang mendahului, merupakan lawan kata dari qidam. Tidak mungkin ada yang mendahului keberadaan Allah Azza wa Jalla. Dialah yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Tentunya Pencipta sudah pasti lebih dahulu dari apa-apa yang diciptakanNya.

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.Al-Hadid: 3)

3)    Fana (Musnah)

Allah Swt. tidak mungkin musnah. Sebaliknya, Dia bersifat kekal selama-lamanya. Dijelaskan dalam Al-Quran:

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar-Rahman: 26-27)

4)    Mumatsalatu lil hawaditsi (Ada yang menyamai)

Allah SWT. adalah dzat yang menciptakan segala sesuatu di bumi dan alam semesta. Dialah yang Maha Agung. Tidak mungkin ada sesuatu yang menyamai atau menandingi- Nya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.”. (QS. Asy-Syura: 11)

5)    Ihtiyaju lighairihi (Memerlukan yang lain)

Allah SWT. tidak memerlukan yang lain. Dia mampu mewujudkan dan mengatur segalanya secara sempurna tanpa bergantung pada siapapun. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:

Dan katakanlah segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. Al- Isra: 111)

6)    Ta’adud (Berbilang)

Ta’adud adalah kebalikan dari wahdaniyah yang berarti tunggal. Allah itu Maha Esa. Tidak mungkin berbilang atau berjumlah lebih dari satu. Allah SWT. tidak memiliki sekutu, tidak beranak dan tidak diperanakan. Bukti keesaan Allah tertuang dalam kalimat syahadat dan juga dalam ayat Al-Quran seperti dalam QS. al-Ikhlas ayat 1-4.

7)    Ajzun (Lemah)

Ajzun berarti lemah, merupakan lawan kata dari dari qudrat yang artinya berkuasa. Jadi Allah tidak mungkin bersifat lemah. Sebaliknya Allah Azza wa Jalla Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa melampui kekuasaan Allah SWT.. Dalam Al-Quran dijelaskan: “Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS.Al Baqarah: 20)

8)         Karahah (Terpaksa)

Allah tidak memiliki sifat terpaksa. Sebaliknya Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa melawan ataupun menandingi kehendak dari Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:

“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.”(QS. Hud: 107)

 

9)    Jahlun (Bodoh)

Mustahil bagi Allah SWT. bersifat bodoh. Dia menciptakan alam semesta dengan segala isinya begitu sempurna. Dia tidak membutuhkan bantuan siapapun. Dan dialah yang Maha Kaya lagi Maha Mengetahui.

10) Mautun (Mati)

Allah tidak akan mati. Dia bersifat kekal. Terus-menerus mengurus makhluknya Tanpa tidur dan tidak letih sedikitpun. Dijelaskan dalam Al-Quran:

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)

11) Shamamun (Tuli)

Mustahil Allah bersifat Tuli. Allah SWT. adalah Tuhan yang Maha Mendengar. Pendengaran Allah meliputi segala sesuatu.

“Katakanlah cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi.” (Al-Ankabut : 52).

12) Ama (Buta)

Allah SWT. juga tidak buta. Dia Maha Melihat Segala Sesuatu. Tak ada satu hal pun yang luput dari penglihatan-Nya.

Dan Allah Maha Melihat atas apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hujarat: 18)

13) Bakamun (Bisu)

Allah SWT. tidaklah Bisu. Allah berkata dan berfirman dengan sangat sempurna. Tak ada bisa mengalahkan keindahan firman Allah SWT. Dan salah satu Nabi yang pernah berbicara langsung dengan Allah adalah Nabi Musa. Allah berfirman:

Dan ada beberapa Rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan ada beberapa Rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa Allah ‘telah berfirman secara langsung.” (QS. An-Nisa’: 164)

 

 

 

14) ‘Ajizan (Zat yang lemah)

Mustahil Allah bersifat lemah. Allah SWT. adalah pencipta alam semesta dan segala isinya. Dia Maha Kuasa atas semua hal. Dia berfirman:

Sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah 109)

15) Karihan (Zat yang terpaksa)

Allah SWT. bukanlah dzat yang terpaksa. Dia Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Hanya berfirman “kun fa yakun” maka jadilah apa yang dikehendaki oleh Nya. Dia berfirman:

“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS.Hud: 107)

16) Jahilan (Zat yang sangat bodoh)

Mustahil Allah adalah dzat yang bodoh. Allah Maha Mengetahui dan Melihat apa-apa yang ditampakkan atau disembunyikan.

17) Mayyitan (Zat yang mati)

Allah tidak mati. Allah bersifat kekal, tidak musnah dan tidak binasa. Dia tidak pernah tidur. Selalu mengawasi hamba-hambaNya setiap saat.

18) Ashamma (Zat yang tuli)

Mustahil Allah bersifat tuli. Allah adalah Tuhan yang Maha Mendengar. Pendengaran Allah tak terbatas dan meliputi segala sesuatu.

19) A’ma (Zat yang buta)

Allah Maha Melihat, tidaklah buta. Dia Maha Sempurna dengan seluruh keagunganNya.

20) Abkama (Zat yang bisu)

Allah bukanlah dzat yang bisu. Allah berfirman dan firmanNya tertuang dalam kitabkitab suci yang diturunkan lewat para Nabi. Allah berfirman:

Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan ada beberapa Rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa Allah ‘telah berfirman secara langsung.” (QS. An-Nisa’: 164)

 

4. Sifat Jaiz Allah

Pengertian sifat jaiz Allah adalah sifat yang mungkin (boleh) ada atau sifat yang mungkin (boleh) tidak ada pada Allah. Dalam kalimat lain, sifat jaiz ini adalah sifat yang bisa melekat pada Allah dan bisa pula tidak melekat pada Allah. Sebab semua adalah berdasarkan kehendak-Nya, maka Allah bisa melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu.

Apabila sifat wajib dan sifat mustahil Allah Swt. ada banyak, maka sifat jaiz pada Allah hanya satu yakni (fi’lu kulli mukminin au tarkuhu)  yang artinya adalah Allah dapat melakukan sesuatu hal dan dapat pula tidak melakukan sesuatu hal. Tidak ada kewajiban atas-Nya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Tidak ada pula paksaan kepada-Nya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Kehendak sepenuhnya ada pada Allah.

 

5. Keutamaan Mengenal Nama dan Sifat Allah

Mengenal dan mempelajari nama-nama dan sifat-sifat Allah sangatlah penuh dengan kebaikan dan keutamaan, serta mengandung beraneka ragam manfaat.

1)    Mengenal nama dan sifat Allah adalah ilmu yang paling mulia dan paling utama, yang kedudukannya paling tinggi dan derajatnya paling agung, karena mulianya ilmu dilihat dari mulianya sesuatu yang dipelajari.

2)    Semakin mengenal Allah berarti semakin mencintai dan mengagungkan-Nya, juga semakin takut, berharap, ikhlas dalam beramal kepada-Nya. Semakin seseorang mengenal Allah, maka semakin ia berserah diri kepada Allah, semakin ia menjalani perintah dan menjauhi larangan-Nya dengan baik.

3)    Allah itu menyukai nama dan sifat-Nya, Allah pun suka jika nama dan sifat-Nya nampak bekasnya pada makhluk-Nya. Inilah bentuk kesempurnaan Allah.

4)    Iman akan semakin bertambah, semakin mengenal Allah maka akan semakin merasa bahwa Allah selalu bersamanya.

5)    Manusia diciptakan untuk menyembah Allah semata dan mengenal-Nya.

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat [51]: 56)

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasannya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. at-Thalaq [65]: 12)

Jika seseorang mendalami nama dan sifat Allah berarti ia telah sibuk dalam tujuan ia  diciptakan (yaitu untuk beribadah). Melalaikan mempelajarinya, berarti melalaikan dari tujuan penciptaan-Nya.

6)    Menenangkan jiwa dan melapangkan hati. Juga ia akan merindukan surga Firdaus, hingga rindu melihat wajah Allah yang mulia.

7)    Menguatkan iman. Diantara rukun iman yang enam adalah iman kepada Allah. Itulah rukun iman yang paling afdal. Iman itu bukan hanya mengatakan aku beriman kepada Allah, namun ia tidak mengenalnya. Beriman yang benar kepada Allah adalah dengan mengenal nama Allah dan sifat-sifat-Nya sampai derajat yang yakin. Siapa yang mengenal Allah, maka pasti mengenal selainnya. Namun siapa yang jahil (bodoh) dalam mengenal Allah, maka ia akan bodoh untuk hal lainnya. Allah berfirman :

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.”(QS. al-Hasyr [59]: 19)

Siapa saja yang lupa kepada Allah, maka pasti Allah akan membuatnya lupa pada diri, maslahat dirinya, serta lupa akan sebab yang membahagiakan ia di dunia dan akhirat.

8)    Mengetahui hukum dan ketentuan dengan baik karena mengenal Allah. Orang yang benar-benar mengenal Allah Swt. akan berdalil dengan sifat-sifat dan perbuatan Allah terhadap segala sesuatu yang Dia perbuat dan segala sesuatu yang Dia syariatkan.

9)    Sebagai motivasi untuk kuat dalam sabar, semangat dalam ibadah, jauh dari kemalasan, takut berbuat dosa dan menghibur duka

10) Disiplin dalam bersikap, bertanggung jawab dalam berbuat, karena Allah Maha Melihat, Maha Mendengar dan Maha Mengetahui apa yang dilakukan makhluk-Nya.

 

Lampiran 3

GLOSARIUM

Bid’ah : Perbuatan yang dikerjakan tidak menurut contoh yang sudah ditetapkan

Dalil Aqli : Berdasarkan akal

Dalil Naqli : Berdasarkan Qur’an Hadis

Doktriner : Ajaran (tentang asas suatu aliran politik, keagamaan)

Ekstremisme : Orang yang melampaui batas kebiasaan

Fasik : Orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya

Ghadzabillah : Murka Allah

Hablum minallah : Hubungan dengan Allah

Hablum minannas : Hubungan dengan sesama manusia

Hilm : Tidak cepat emosi dan tidak bersikap masa bodoh

Ikhtilaf : Perbedaan pendapat atau pikiran

Kafir : Mengikuti kesalahan tetapi tetap menjalankan

Khawarijiyah : Berontak

Ma’ani : Sudah tetap, tidak boleh tidak

Ma’nawiyah : Tabi’at, sifat-sifat kejiwaan

Mistisisme : Ajaran yang menyatakan hal-hal yang yang tidak terjangkau oleh akal manusia

Mujaahadah : Bersungguh-sungguh

Mukallaf : Dewasa dan tidak mengalami gangguan jiwa maupun akal

Musyrik : Orang yang menyekutukan Allah

Mutasyabihah : Ayat al-qur’an yang membutuhkan penafsiran dalam memahaminya

Nafsiyah : Orang seseorang, sendiri sendiri

Radikalisme : Paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan social dan politik dengan cara kekerasan atau drastic

Sum’ah : Suka memperdengarkan atau menceritakan kebaikannya kepada orang lain.

Ummatan wasathan : Umat yang adil atau pertengahan

Zalim : Kejam, bengis, tidak berperikemanusiaan

 

Lampiran 4

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an Al-Karim

Abdul Hiyadh, Terjemah Durrotun Nasihin, Mesir, Surabaya, 1993

Abu Hudzaifah. Lc, Kisah Para Nabi dan Rasul, Pustaka as-Sunah, Jakarta, 2007

Derektorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama, Akhlak Ilmu Tauhid, PT. Karya Unipres, Jakarta, 1982

’Aidh al-Qarni, La Tahzan ,Jangan Bersedih, Qisthi Pres, Jakarta Timur, 2004

A. Ilyas Ismail, M.A, Pilar-pilar Takwa, (Doktrin. Pemikiran, Hikmat, dan Pencerahan Spiritual), Rajawali Pers, (PT. Raja Grafindo Persada), Jakarta, 2009

Handono, Aris Musthafa, zaenuri Siroj, Meneladani Akhlak Untuk Kelas XI Madrasah Aliyah Program Keagamaan , PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Solo, 2017

Handono, Aris Musthafa, Zaenuri Siroj, Meneladani Akhlak Untuk Kelas XII Madrasah Aliyah Program Keagamaan , PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Solo, 2017

Hasyim Asy’ari, Penerjemah Rosidin, Pendidikan Khas Pesantren (Adabul ’Alim wal Muta’allim), Tira Smart,Tangerang, 2017

M. Ali Haidar, Nahdhatul Ulama’ dan Islam di Indonesia, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1998

M. Imdadun Rahmat, Arus Baru Islam Radikal, Tranmisi Revivalisme Islam Timur Tengah ke Indonesia, Erlangga, Jakarta , 2005

Muhammad bin Abdul Wahab, Syarah Kitab al-Tauhid, PT. Pustaka Panjimas, Jakarta, 1984

Roli Abdul Rohman-M. Khamzah. Menjaga Akidah dan Akhlak untuk kelas X Madrasah Aliyah, PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Solo 2017

Sa’id Hawwa, Tazkiyatun Nafs (Intisari Ihya Ulumuddin), Pena Pundi Aksara, Jakarta, 2007

Salim Bahreisy, Irsyadul ’Ibad Ilasabilirrasyad (Petunjuk ke Jalan Lurus ), Darussaggaf, Surabaya, 1977

Salim Bahreisy, Riyadhus Shalihin, PT. Alma’arif, Bandung , 1987

Umar Sulaiman al-Asyqar , al-Asma’ al- Husna, Qisthi Press, Jakarta timur Cetakan ke-6, Mei 2009

Mengetahui,

Kepala Sekolah

 

 

 

 

LUFIANA, S. S

NBM. 1024550

MAGELANG, ...... JULI 2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

KUNI HIRIYANTI, S. Pd

NIP. -

 

Zainuddin, Terjemah Hadis Shahih Bukkhari, Widjaya, Jakarta 1992

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar