MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH
MATA PELAJARAN : AL-QUR'AN HADITS
BAB 9 : MENGANALISIS UNSUR-UNSUR HADIS
INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul
Nama Madrasah : MA MUHAMMADIYAH BLABAK
Nama Penyusun : KUNI HIRIYANTI, S.Pd
Mata Pelajaran : Al-Qur'an Hadits
Kelas / Fase Semester :
X/ E / 2
Elemen : Menganalisis Unsur-unsur Hadis
Alokasi waktu : 2 x 45 Menit
Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase E, pada elemen Ilmu
Al-Qur'an, Peserta didik dapat menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an tentang
pengertian Al-Quran menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan
kodifikasinya, bukti-bukti keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan,
dan struktur Al-Qur’an, untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan
pesan Al-Qur'an dalam konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Pada elemen Ilmu Hadis, peserta didik mampu menganalisis hal ihwal tentang ilmu
hadis yang meliputi; perbedaan hadis, sunah, khabar, dan asar, sejarah
kodifikasi dan perkembangan hadis, unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi
hadis terhadap ayat Al-Qur’an, pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis
untuk meyakini kebenaran hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw.,
baik secara sanad dan matan maupun kualitas kesahihannya serta mengamalkan ilmu
hadis agar lebih kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam
konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Ilmu Al-Qur'an |
Peserta didik dapat
menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an yang meliputi; pengertian Al-Quran
menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan kodifikasinya, bukti-bukti
keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan, dan struktur Al-Qur'an,
untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan pesan Al-Qur'an dalam
konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. |
|
Ilmu Hadis |
Peserta didik mampu
menganalisis hal ihwal tentang ilmu hadis yang meliputi; perbedaan hadis,
sunah, khabar, dan asar, sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis,
unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi hadis terhadap ayat Al-Quran,
pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis untuk meyakini kebenaran
hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw., baik secara sanad dan
matan maupun kualitas kesahihannya serta menggunakan ilmu hadis agar selektif
terhadap hadis yang dijadikan dasar beramal, sebagai sarana menanamkan sikap
kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam konteks
kehidupan berbangsa dan bernegara. |
B Kompetensi Awal
Bila kita melihat langsung sebuah
kejadian atau sebuah pernyataan, tentu kita tidak butuh mendengar dari orang
lain untuk menguji kebenarannya. Hanya saja kita mungkin butuh berdiskusi
dengan orang lain untuk memahami peristiwa atau pernyataan yang kita lihat atau
dengar langsung tersebut.
C. Profil Pelajar Pancasila
(PPP) dan Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRA)
§ Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai
adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis
dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.
§ Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.
D. Sarana dan Prasarana
Media : LCD proyektor,
komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain
Sumber
Belajar : LKPD, Buku Teks, laman
E-learning, E-book, dan lain-lain
E. Target Peserta Didik
Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular
F. Model DAN METODE Pembelajaran
Discovery
learning, Diskusi, Tanya jawab dan
games
KOMPETENSI INTI
A. Tujuan Pembelajaran
§ Menjelaskan pengertian sanad dan matan;
§ Menerapkan pengertian sanad dan matan dalam
hadis;
§ Membedakan sanad matan dan rawi
dalam hadis.
B. Pemahaman Bermakna
§ Menganalisis unsur-unsur hadis;
§ Menyajikan unsur-unsur
hadis.
C. Pertanyaan Pemantik
Guru menanyakan kepada peserta didik seputar
materi Menganalisis Unsur-unsur Hadis
D. Kegiatan Pembelajaran
PERTEMUAN KE-1
Sanad Hadis
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Sanad Hadis |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Sanad Hadis |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Sanad Hadis |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Sanad Hadis § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-2
Matan Hadis
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Matan Hadis |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Matan Hadis |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Matan Hadis |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Matan Hadis § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-3
Rawi Hadis
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Rawi Hadis |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Rawi Hadis |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Rawi Hadis |
|
Communication |
§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja
kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan. |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Rawi Hadis § Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
E. Pembelajaran Diferensiasi
§ Untuk siswa yang sudah memahami materi ini
sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh,
disarankan untuk membaca materi Menganalisis Unsur-unsur Hadis dari berbagai referensi yang relevan.
§ Guru dapat menggunakan alternatif metode dan
media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan
pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
§ Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini,
disarankan untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau
di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan
untuk belajar kepada teman sebaya.
E. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran)
a. Asesmen
awal
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam
memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
|
Ya |
Tidak |
||
|
1 |
Apakah
pernah membaca buku terkait ? |
|
|
|
2 |
Apakah
kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik ? |
|
|
|
3 |
Apakah
kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode inquiry learning,
diskusi ? |
|
|
b. Asesmen
selama proses pembelajaran
Asesmen ini dilakukan guru selama
pembelajaran, khususnya saat peserta didik melakukan kegiatan diskusi,
presentasi dan refleksi tertulis. Asesmen saat inquiry learning (ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar
dengan metode inquiry learning)
Lembar kerja
pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade
inquiry learning
|
No |
Nama Siswa |
Arpak yang diamati |
Skor |
|||||
|
Gagasan |
Aktif |
Kerjasama |
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Nilai akhir x 25 |
||||||||
2. Asesmen Sumatif
a. Asesmen
Pengetahuan
Soal Asesmen Pengetahuan
Jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar!
1. Apa yang
dimaksud dengan sanad dan matan?
2. Bagaimana
pendapat anda tentang syarat perawi harus ḍābiṭ? Jelaskan pengertian ḍābiṭ dan
macam-macamnya?
3. Bagaimana ciri
orang yang berpegang teguh terhadap hadis? Jelaskan.
4. Apa yang anda
ketahui tentang rijal al-hadis? Jelaskan!
b. Asesmen
keterampilan
1) Peserta
didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis
Contoh rubrik
penilaian praktek:
Nama : …………………………………..
Kelas :
…………………………………..
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Kelancaran (kompetensi
gramatikal di aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
2 |
Ketepatan
(kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf) |
20 |
|
3 |
Isi
(kompetensi wacana dan sosiolinguistik) |
20 |
|
4 |
Ucapan/pelafalan
(kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
5 |
Gestur
(kompetensi strategi) |
20 |
|
Total |
100 |
|
Indikator
Penilaian aspek kelancaran (fluency)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
15 - 20 |
|
2 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
10 - 14 |
|
3 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
5 - 9 |
|
4 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek ketepatan (accuracy)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
15 - 20 |
|
2 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
10 - 14 |
|
3 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
5 - 9 |
|
4 |
Ada kesalahan
gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek isi
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi detail |
25 -30 |
|
2 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi kurang detail |
20 - 24 |
|
3 |
Memiliki
struktur teks deskriptif tidak lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari
klasifikasi kurang detail |
15 - 19 |
|
4 |
Memiliki
struktur teks deskriptif kurang lengkap (deskripsi umum dan deskripsi
khusus), deskripsi umum meliputi definisi, dan deskripsi khusus kurang sesuai |
10 - 14 |
|
5 |
Tidak ada
komponen struktur deskriptif |
1 - 9 |
Petunjuk penskoran:
Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:
Skor Perolehan x 10 = ….
2) Peserta
didik membuat kartu nama
Contoh rubrik
penilaian produk kartu nama
|
No |
Nama Siswa |
Perencanaan Bahan |
Aspek Yang Dinilai |
Jml |
|||
|
Proses Pembuatan |
Hasil Produk |
||||||
|
Langkah pembuatan |
Teknik pembuatan |
Bentuk fisik |
Inovasi |
||||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Skor antara 1 – 5
Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas
yang diberikan
F. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
§ Pengayaan diberikan kepada
peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.
§ Guru memberikan
pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan
kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
§ Program pengayaan dilakukan di luar
jam belajar efektif.
Remedial
§ Remedial diberikan kepada peserta didik yang
belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran
§ Guru melakukan pembahasan ulang terhadap
materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan
pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan
menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
§ Program remedial dilakukan di luar jam
belajar efektif.
G. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan
kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:
§ Apakah semua peserta didik terlibat aktif
dalam pembelajaran iniv ?
§ Apakah ada kesulitan yang dialami peserta
didik?
§ Apakah semua peserta didik sudah dapat
melampaui target pembelajaran?
§ Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan
profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?
§ Apa langkah yang perlu dilakukan untuk
memperbaiki proses belajar?
Refleksi Peserta Didik:
|
No |
Pertanyaan Refleksi |
Jawaban Refleksi |
|
1 |
Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari
pelajaran ini? |
|
|
2 |
Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil
belajarmu? |
|
|
3 |
Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami
pelajaran ini? |
|
|
4 |
Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5,
berapa bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan |
|
|
|
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK (LKPD)
Nama : …………………………………..
Kelas : …………………………………..
1. Penerapan
Terjemahkan
hadis dibawah ini dan identifikasi sanad, matan dan rawinya !
|
|
|
Sanad : |
|
Matan : |
|
Rawi : |
2. Tugas
Amatilah
perilaku yang menunjukkan sebagai orang yang berpegang teguh dengan hadis di
lingkungan tempat tinggalmu dan berikan tanggapanmu.
|
Perilaku yang diamati |
Tanggapan dan dalil |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Lampiran 2
MATERI
BAHAN AJAR
Suatu
hadis harus memenuhi tiga unsur. Unsur-unsur ini dapat mempengaruhi tingkatan
hadis, apakah hadis tersebut asli atau tidak. Unsur – unsur tersebut yaitu:
1. Sanad
Secara
bahasa, sanad berasal dari kata
Sanad
diartikan sebagai sandaran karena sanad hadis merupakan sesuatu yang menjadi
sandaran dan pegangan.
Sedangkan
secara terminologi, sanad adalah jalan yang dapat menghubungkan matan hadis
sampai kepada Nabi Muhammad saw. Dengan kata lain, sanad adalah rentetan
perawi-perawi (silsilah). Artinya susunan atau rangkaian orang-orang yang meyampaikan
materi hadis tersebut, sejak yang disebut pertama sampai kepada Rasul saw.
Dengan pegertian ini, maka sebutan sanad hanya berlaku pada serangkaian
(banyak) orang, bukan dilihat dari sudut pribadi secara perorangan.
Kata-kata
lain yang berkaitan dengan istilah sanad, adalah seperti al-isnad, almusnad. Kata-kata
ini secara terminologi mempunyai arti yang cukup luas, sebagaimana yang
dikembangkan oleh para ulama.
Kata
al-isnad berarti menyandarkan, mengasalkan (mengembalikan ke asal). Maksudnya
ialah menyandarkan hadis kepada orang yang mengatakan (raf’u al-hadis| ila
qailih atau ‘audu al-hadis| ila qailih).
Sedangkan
kata al-musnad mempunyai beberapa arti, bisa berarti hadis yang disandarkan
atau diisnadkan oleh seseorang, bisa juga berarti kumpulan hadis yang diriwayatkan
dengan menyebutkan sanad-sanadnya secara lengkap, seperti musnad al-Firdaus.
Kata Musnad juga biasa digunakan untuk menamai suatu kitab yang menghimpun
hadis-hadis dengan sistem penyusunan berdasarkan nama-nama para sahabat para
perawi hadis, seperti kitab Musnad Ahmad, tetapi bisa juga berarti nama bagi
hadis yang marfu’ dan muttasil yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw. dan
sanadnya bersambung.
Contohnya
pada kitab Sahih Bukhari sebagai berikut :
Dari
hadis diatas sanadnya adalah orang-orang yang menyampaikan matan hadis sampai
pada Imam Bukhari, sehingga orang yang menyampaikan kepada Imam Bukhari adalah
sanad pertama dan sanad terakhir adalah Abu Hurairah. Sedangkan Imam Bukhari
adalah orang yang mengeluarkan hadis atau yang menulis hadis dalam kitabnya.
Para
ahli hadis memberi penilaian terhadap sahih atau tidaknya dapat berdasarkan
pada sanad tersebut. Jika terdapat salah satu sanad yang kurang memenuhi syarat
maka dapat mengurangi atau bahkan dapat meragukan kesahihan hadis.
Berikut
adalah contoh sanad lainnya :
Artinya:
Al-Humaidi ibn al-Zubair telah menceritakan kepada kami seraya berkata Sufyan
telah mmenceritakan kepada kami seraya berkata Yahya ibn Sa’id al- Ansari telah
menceritakan kepada kami seraya berkata Muhammad ibn Ibrahim al-Taimi telah
memberitakan kepada saya bahwa dia mendengar ‘Alqamah ibn Waqqas al-Laisi
berkata ‚saya mendengar Umar ibn al-Khattab ra berkata di atas mimbar ‚Saya
mendengar Rasulullah saw. bersabda…‛
2. Matan
Matan,
berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari huruf - و- ثَ
Matan memiliki makna ma saluba wa irtafa’a min al-ardi (tanah yang
meninggi) atau punggung jalan atau bagian tanah yang keras dan menonjol ke
atas,.
Secara
terminologis, istilah matan dalam ilmu hadis adalah redaksi sabda Nabi Muhammad
saw. atau isi dari hadis tersebut. Matan ini adalah inti dari apa yang dimaksud
oleh hadis. Apabila dirangkai menjadi kalimat matn al-hadis| maka defenisinya
adalah:
Artinya:
Kata-kata hadis yang dengannya terbentuk makna-makna.
misalnya:
Artinya:
Orang mukmin yang satu dengan orang mukmin lainnya bagaikan suatu bangunan yang
saling menopang antara satu dengan yang lainnya.
Matan
hadis terdiri dari dua elemen yaitu teks atau lafal dan makna (konsep), sehingga
unsur-unsur yang harus dipenuhi oleh suatu matan hadis yang sahih yaitu terhindar
dari syadz dan ’illat, contohnya:
Artinya:
Amal-amal perbuatan itu hanya tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan
apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrah karena untuk mendapatkan dunia
atau karena perempuan yang akan dinikahinya maka hijrahnya (akan mendapatkan)
sesuai dengan tujuan hijrahnya…‛
3. Penelitian Sanad dan Matan Hadis
Penelitian
terhadap sanad dan matan hadis (sebagai dua unsur pokok hadis) sangat
diperlukan. Penelitian ini dilakukan untuk meyaring unsur-unsur luar yang masuk
kedalam hadis baik yang disegaja maupun yang tidak disengaja, baik yang sesuai
dengan dalil-dalil naqli lainya atau tidak sesuai. maka dengan penelitian terhadap
kedua unsur hadis di atas, hadis-hadis masa Rasul saw. dapat terhindar dari segala
hal yang dapat mengotorinya.
Faktor
yang paling utama perlunya dilakukan penelitian ini, ada dua hal yaitu: pertama,
karena beredarnya hadis palsu (maudu’) pada kalangan masyarakat; kedua hadis-hadis
tidak ditulis secara resmi pada masa Rasulullah saw. (berbeda dengan
al-Qur’an), sehinga penulisan hanya bersifat individual (tersebar di tangan
pribadi sahabat) dan tidak meyeluruh.
4. Rawi
Kata
rawi berarti orang yang meriwayatkan atau yang memberitakan suatu hadis.
Orang-orang yang menerima hadis kemudian mengumpulkanya dalam suatu kitab
tadwin disebut dengan rawi. Perawi dapat disebutkan dengan mudawwin (orang yang
mengumpulkan).
Sedangkan
orang-orang yang menerima hadis dan hanya meyampaikan kepada orang lain, tanpa
membukukannya disebut sanad hadis. Setiap sanad adalah perawi pada setiap
tabaqah (levelnya), tetapi tidak setiap perawi disebut sanad hadis karena ada
perawi yang langsung membukukanya.
Pada
silsilah sanad, yang disebut sanad pertama adalah orang yang langsung meyampaikan
hadis tersebut kepada penerimanya. Sedangkan pada rawi yang disebut rawi
pertama ialah para sahabat Rasulullah saw.. Dengan demikian penyebutan silsilah
antara kedua istilah ini (sanad dan rawi) berlaku kebalikannya. Artinya rawi pertama
sanad terakhir dan sanad pertama adalah rawi terakhir.
5. Contoh
Agar
menjadi jelas yang apa dimaksudkan sebagai sanad, matan dan rawi, perhatikan
contoh di bawah ini:
Contoh
Sanad:
Contoh
Matan:
Contoh
Rawi
Yang
disebut rawi atau mukharrij adalah orang yang mengeluarkan hadis atau membukukan
hadis.
6. Syarat-syarat Rawi
Rawi
adalah orang orang yang memindahkan hadis dari seorang guru kepada orang lain
dengan membukukannya ke dalam suatu kitab hadis. Syarat-syarat Rawi adalah:
a. Adil
Adil
dalam konteks studi hadis berbeda dengan adil dalam konteks persaksian atau
hukum. Menurut muhaddis|in yang dimaksud dengan adil adalah istiqamatuddin dan
al-muru’ah. Istiqamatuddin adalah melaksanakan kewajibankewajiban dan menjauhi
perbuatan-perbuatan haram yang mengakibatkan pelakunya fasik. Sedangkan
al-muru’ah adalah melaksanakan adab dan akhlak yang terpuji dan meninggalkan
perbuatan yang menyebabkan orang lain mencelanya.
b. Muslim.
Menurut
ijmak seorang rawi pada waktu meriwayatkan suatu hadis maka ia harus muslim.
Periwayatan kafir tidak sah. Seandainya seorang fasik saja kita disuruh
klarifikasi, maka lebih-lebih rawinya yang kafir.
Kaitan
dengan masalah ini berdasarkan firman Allah swt. QS al-Hujurat [49] : 6
Terjemahnya
: Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu
membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan
suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali
perbuatanmu itu.
c. Balig
d. Berakal
e. Tidak pernah
melakukan perbuatan dosa besar
f. Tidak sering
melakukan dosa kecil
g. Dabit
Dabit
mempunyai dua pengertian yaitu:
a. Dabit dalam arti
kuat hafalan serta daya ingatnya dan bukan pelupa yang sering disebut dengan
istilah dabit al-sadri.
b. Dabit dalam arti
dapat memelihara kitab hadis dari gurunya sebaik-baiknya, sehingga tidak
mungkin ada perubahan yang disebut dengan dabit al-kitabah.
Berikut ini adalah daftar para sahabat yang paling banyak
meriwayatkan hadis (al-muks|iruna fi al-hadis|) atau disebut juga bendaharawan
hadis antara lain:
1) Abu Hurairah,
meriwayatkan 5.374 hadis.
2) Abdullah bin
Umar, meriwayatkan 2.630 hadis.
3) Anas bin Malik,
meriwayatkan 2.286 hadis.
4) Aisyah Ummul
Mukminin, meriwayatkan 2.210 hadis.
5) Abdullah bin
Abbas, meriwayatkan 1.660 hadis.
6) Jabir bin
Abdullah, meriwayatkan hadis 1.540 hadis.
7) Abu Sa’id
Al-Khudri, meriwayatkan 1.170 hadis.
7. Memahami Pengertian Rijal al- Hadis
Para
rawi hadis disebut juga rijal al-hadis|. Untuk dapat mengetahui keadaan para
rawi hadis itu terdapat ilmu rijal al-hadis yaitu: ‚Ilmu yang membahas para
rawi hadis, baik dari kalangan sahabat maupun tabi’in dan orang-orang
(angkatan) sesudah mereka.‛
Dalam
ilmu rijal al-hadis ini dijelaskankan tentang sejarah ringkas para rawi hadis
dan riwayat hidupnya, dan mazhab yang dianut serta sifat-sifat rawi dalam meriwayatkan
hadis. Kitab-kitab yang disusun dalam ilmu ini banyak macamnya.
Ada
yang hanya menerangkan riwayat singkat dari sahabat Nabi dan ada yang menerangkan
riwayat hidup rawi secara lengkap.
Ada
juga yang menjelaskan para rawi yang dipercayai (s|iqah) saja. Ada yang menerangkan
riwayat-riwayat para rawi yang lemah-lemah, atau para mudallis, atau para
pembuat hadis maudu’.
Dan
ada yang menjelaskan sebab-sebab dicatat dan sebab-sebab dipandang adil dengan
menyebut kata-kata yang dipakai untuk itu serta martabat-martabat perkataan.
Pertama
seorang ulama yang menyusun kitab riwayat ringkas para sahabat, ialah: Imam
al-Bukhari ( w. 256 H). Kemudian, usaha itu dilaksanakan oleh Muhammad ibn
Sa’ad (w. 230 H). Sesudah itu bangunlah beberapa ahli lagi. Di antaranya, yang
penting diterangkan ialah Ibn Abdil Barr ( w. 463 H). Kitabnya bernama
al-Isti’ab.
Pada
permulaan abad yang ketujuh Hijrah berusahalah ‘Izzuddin Ibnul Asir (630 H)
mengumpulkan kitab-kitab yang telah disusun sebelum masanya dalam sebuah kitab
besar yang dinamai ‚Usd al- Gabah‛. Ibnul Asir ini adalah saudara dari Majduddin
Ibnu Asir penulis An-Nihayah fi Garib al-Hadis|. Kitab ‘Izzuddin diperbaiki
oleh Az-Zahabi (w. 747 H) dalam kitab at-Tajrid.
Sesudah
itu di dalam abad yang ke sembilan Hijrah, bangunlah al-Hafiz Ibnu Hajar
al-‘Asqalani menyusun kitabnya yang terkenal dengan nama al-Isabah. Dalam kitab
ini dikumpulkan al-Isti’ab dengan Usd al-Gabah dan ditambah dengan yang tidak
terdapat dalam kitab-kitab tersebut. Kitab ini telah diringkaskan oleh
as-Sayuti dalam kitab ‘Ain al-Isabah.
Lampiran 3
GLOSARIUM
Ijmal : ringkasan, secara umum ikhtisar, tidak terinci
Maknawi : tentang makna, berkaitan dengan makna, yang
tersirat, inti, penting
Masdar : bentuk asli, bentuk asal, verbal
Mukjizat : kejadian luar biasa yang dialami nabi yang di
luar jangkauan akal manusia
Rida : rela, suka, senag hati
Risalah : ringkasan yang dikirimkan, surat edaran,
notulensi rapat, keterangan ringkas tentang suatu bahasan ilmu pengetahuan
Tarikh : Penanggalan, perhitungan tantang tanggal,
penanda waktu
Tasrif : Sistem perubahan bentuk kata dalam bahasa arab
yang menandakan waktu, pelaku dan, pekerjaan, benda atau keterangan
Lampiran 4
DAFTAR
PUSTAKA
Abdul Wahid Ramli. Ulumul Qur’an, Raja Grafindo Persada,
Jakarta, 2002
Ahad Syadali,. Ahmad Rofi’i, Ulumul Qur’an 1, CV Pustaka
setia abadi, Bandung, 1997
Ahmad Syadali. ‘Ulumul Qur’an I. Cet. I; Bandung: Pustaka
Setia, 1997.
Al-Alwi Sayyid Muhammad Ibn Sayyid Abbas, Faidl
Al-Khobir, Al-Hidayah, Surabaya
Al-Qattan, Manna’ Khalil. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Litera
Antar Nusa, Jakarta, 2000
Al-Shalih, Shubhi, Mabahits fi ‘Ulum al-Quran, Dar al
‘Ilm Li al-Malayin, Beirut, 1977
Al-Shobuny, Mohammad Aly, at-Tibyan fi Ulumil Qur’an,
Alam al-Kitab, Beirut
al-Suyuti, Jalaluddin, al-Itqan fi Ulum al-Qur’an, Cet.I;
Beirut: Muassasah al-Risalah, 2008
Al-Salih, Subhi, Membahas Ilmu – Ilmu Hadis. Pustaka
Firdaus: Jakarta, 2000.
Al-Zarqany, Muhammad Abd al-Azhim, Manahil al-Irfan fi
Ulum al-Qur’an, Juz I, Isa al-Baby al-Halaby wa Syirkah, Mesir
Factur Rahman. Ikhtisar Musthalahul Hadis. Al-Ma’rif,
Bandung, 1985
Hasbi ash-Shidiqi, Tengku Muhammad, Sejarah dan Pengantar
Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 2009
Hudhari Bik, Tarikh At-Tasyri’ Al-Islami, (Terj. Mohammad
Zuhri, Rajamurah Al-Qanaah), 1980,
Ismail, Muhammad Bakri, Dirasat fi Ulum al-Qur’an, Cet.
II; Kairo: Dar al-Manar, 1999
Jalal al-Din ‘Abd al- Rahman ibn Abi bakr al-Suyuthi,
Tadrib al-RAwi fi Syarh Taqrib an- Nawawi, jilid 1, Beirut: Dar al-Fikr
Kahar Masyur, Pokok-pokok Ulumul Qur’an,Rineka Cipta,
Jakarta, 1992
Kamaluddin Marzuki, Ulumul Quran, PT Remaja Rosda Karya,
Bandung, 1994
Khatib, Al.M. Ajjaj. Al Sunah Qobla Al Tadwin.Dar Al
Fikr: Beirut, 1997
Mana’ul Quthan, Pembahasan ilmu Al-Qur’an, PT Rineka
cipta, Jakarta, 1993
M. Hasbi Ashshiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu
alqur’an dan Tafsir, PT Bulan Bintang, Jakarta, 1992
Muhammad Chirzin, Al-Qur’an dan Ulumul Qur’an, Dana Bakti
Primayasa, Yogyakarta, 1998
M. Quraish Shihab, ‚Membumikan‛ Al-Qur’an: Fungsi dan
Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Cet. XIX; Bandung: Mizan, 1999)
Muhammad Ahmad &
M. Mudzakir, Ilmu Hadis (Cet – 10), Pustaka Setia, Bandung, 2000
Muhammad Ahmad. Ulumul Hadis. Pustaka Setia, Bandung,
2004
Nawir Yuslem. MA, ulumul Hadis, Mutiara sumber widya,
Jakarta 2001
Rofi’i, Ahmad & Ahmad Syadali. Ulumul Quran Pustaka
Setia, Bandung 1997.
Subhi Ash-Shalih, Membahas ilmu-ilmu Al-quran, terjemah
Nur Rakhim, Pustaka Firdaus Jakarta, 1993
Suparta, Munzier. Ilmu Hadis, Raja Grapindo: Jakarta,
2002
Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy Sejarah dan
Pengantar Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 1998
Zarkasih, M.Ag.,
Pengantar Studi Hadis, Aswaja Presindo, Yogyakarta, 2012
|
Mengetahui, Kepala
Sekolah LUFIANA, S.S NBM.
1024550 |
MAGELANG, ......JANUARI
2025 Guru Mata Pelajaran KUNI HIRIYANTI, S.Pd NIP. - |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar