Jumat, 02 Januari 2026

MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH MATA PELAJARAN : AL-QUR'AN HADITS BAB 3 : MENGHAYATI KEOTENTIKAN AL-QUR’AN

 

MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH

MATA PELAJARAN : AL-QUR'AN HADITS

BAB 3 : MENGHAYATI KEOTENTIKAN AL-QUR’AN

 

INFORMASI UMUM

 

A.   Identitas Modul

Nama Madrasah              :    MA MUHAMMADIYAH BLABAK

Nama Penyusun               :    KUNI HIRIYANTI, S.Pd

Mata Pelajaran                :    Al-Qur'an Hadits

Kelas / Fase Semester      :    X/ E / 1

Elemen                              :    Menghayati Keotentikan Al-Qur’an

Alokasi waktu                  :    2 x 45 Menit

 

Capaian Pembelajaran

Pada akhir Fase E, pada elemen Ilmu Al-Qur'an, Peserta didik dapat menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an tentang pengertian Al-Quran menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan kodifikasinya, bukti-bukti keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan, dan struktur Al-Qur’an, untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan pesan Al-Qur'an dalam konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Pada elemen Ilmu Hadis, peserta didik mampu menganalisis hal ihwal tentang ilmu hadis yang meliputi; perbedaan hadis, sunah, khabar, dan asar, sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis, unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi hadis terhadap ayat Al-Qur’an, pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis untuk meyakini kebenaran hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw., baik secara sanad dan matan maupun kualitas kesahihannya serta mengamalkan ilmu hadis agar lebih kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

Elemen

Capaian Pembelajaran

Ilmu Al-Qur'an

Peserta didik dapat menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an yang meliputi; pengertian Al-Quran menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan kodifikasinya, bukti-bukti keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan, dan struktur Al-Qur'an, untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan pesan Al-Qur'an dalam konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Ilmu Hadis

Peserta didik mampu menganalisis hal ihwal tentang ilmu hadis yang meliputi; perbedaan hadis, sunah, khabar, dan asar, sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis, unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi hadis terhadap ayat Al-Quran, pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis untuk meyakini kebenaran hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw., baik secara sanad dan matan maupun kualitas kesahihannya serta menggunakan ilmu hadis agar selektif terhadap hadis yang dijadikan dasar beramal, sebagai sarana menanamkan sikap kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

B    Kompetensi Awal

 

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya. (QS Al-Hijr [15]:9)

 

C.   Profil Pelajar Pancasila (PPP) dan Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRA)

§  Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.

§  Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.

 

D.   Sarana dan Prasarana

Media                    :    LCD proyektor, komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain

Sumber Belajar    :    LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain

 

E.   Target Peserta Didik

Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular

 

F.    Model DAN METODE Pembelajaran

Discovery learning, Diskusi, Tanya jawab dan games


 

KOMPETENSI INTI

 

A.   Tujuan Pembelajaran

§  Menjelaskan bukti-bukti keotentikan al-Qur’an.

§  Membuktikan keotentikan al-Qur’an ditinjau dari segi keunikan redaksinya.

§  Menunjukkan contoh keotentikan al-Qur’an.

 

B.   Pemahaman Bermakna

§  Menganalisis bukti-bukti keotentikan al-Qur’an.

§  Menyajikan contoh bukti-bukti keotentikan al-Qur’an.

 

C.   Pertanyaan Pemantik

Guru menanyakan kepada peserta didik seputar materi Menghayati Keotentikan Al-Qur’an

 

D.   Kegiatan Pembelajaran

PERTEMUAN KE-1

Penjagaan Allah terhadap Al-Qur’an dan Tantangan Allah bagi Siapapun yang Meragukan Keotentikan Al-Qur’an

KEGIATAN PENDAHULUAN

§  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.

§  Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.

§  Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan diajarkan.

§  Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

§ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Penjagaan Allah terhadap Al-Qur’an dan Tantangan Allah bagi Siapapun yang Meragukan Keotentikan Al-Qur’an

Critical Thinking

§ Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Penjagaan Allah terhadap Al-Qur’an dan Tantangan Allah bagi Siapapun yang Meragukan Keotentikan Al-Qur’an

Collaboration

§ Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Penjagaan Allah terhadap Al-Qur’an dan Tantangan Allah bagi Siapapun yang Meragukan Keotentikan Al-Qur’an

Communication

§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan.

Creativity

§ Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait : Penjagaan Allah terhadap Al-Qur’an dan Tantangan Allah bagi Siapapun yang Meragukan Keotentikan Al-Qur’an

§ Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami

KEGIATAN PENUTUP

§  Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan

§  Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

§  Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

E.   Pembelajaran Diferensiasi

§  Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi Menghayati Keotentikan Al-Qur’an dari berbagai referensi yang relevan.

§  Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.

§  Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.

 

E.   ASESMEN / PENILAIAN

1.    Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran)

a.    Asesmen awal

Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:

No

Pertanyaan

Jawaban

Ya

Tidak

1

Apakah pernah membaca buku terkait ?

 

 

2

Apakah kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik ?

 

 

3

Apakah kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode inquiry learning, diskusi ?

 

 

 

b.    Asesmen selama proses pembelajaran

Asesmen ini dilakukan guru selama pembelajaran, khususnya saat peserta didik melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis. Asesmen saat inquiry learning (ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar dengan metode inquiry learning)

 

Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade inquiry learning

No

Nama Siswa

Arpak yang diamati

Skor

Gagasan

Aktif

Kerjasama

1

2

3

4

1

Sultan Haykal

 

 

 

 

 

 

 

2

Aisy Anindya

 

 

 

 

 

 

 

3

Dias Abdalla

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

 

Nilai akhir x 25

 

2.    Asesmen Sumatif

a.    Asesmen Pengetahuan

Soal Asesmen Pengetahuan

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar!

 

 

b.    Asesmen keterampilan

1)    Peserta didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis

 

Contoh rubrik penilaian praktek:

 

Nama       :    …………………………………..

Kelas        :    …………………………………..

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Kelancaran (kompetensi gramatikal di aspek bunyi bahasa)

20

2

Ketepatan (kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf)

20

3

Isi (kompetensi wacana dan sosiolinguistik)

20

4

Ucapan/pelafalan (kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa)

20

5

Gestur (kompetensi strategi)

20

Total

100

 

Indikator Penilaian aspek kelancaran (fluency)

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Tidak ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif

15 - 20

2

Ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif

10 - 14

3

Tidak ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif

5 - 9

4

Ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif

0 - 4

 

Indikator penilaian aspek ketepatan (accuracy)

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Tidak ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat

15 - 20

2

Tidak ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat

10 - 14

3

Ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat

5 - 9

4

Ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat

0 - 4

 

Indikator penilaian aspek isi

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Memiliki struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi detail

25 -30

2

Memiliki struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi kurang detail

20 - 24

3

Memiliki struktur teks deskriptif tidak lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi kurang detail

15 - 19

4

Memiliki struktur teks deskriptif kurang lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, dan deskripsi khusus kurang sesuai

10 - 14

5

Tidak ada komponen struktur deskriptif

1 - 9

Petunjuk penskoran:

Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:

Skor Perolehan x 10 = ….

 

2)    Peserta didik membuat kartu nama

Contoh rubrik penilaian produk kartu nama

No

Nama Siswa

Perencanaan Bahan

Aspek Yang Dinilai

Jml

Proses Pembuatan

Hasil Produk

Langkah pembuatan

Teknik pembuatan

Bentuk fisik

Inovasi

1

Sultan Haykal

 

 

 

 

 

 

2

Aisy Anindya

 

 

 

 

 

 

3

Dias Abdalla

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

Skor antara 1 – 5

Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas yang diberikan

 

F.    PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Pengayaan

§  Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.

§  Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high order thinking

§  Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.

 

Remedial

§  Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran

§  Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.

§  Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.

 

G.   REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK

Refleksi Guru:

Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:

§  Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran iniv ?

§  Apakah ada kesulitan yang dialami peserta didik?

§  Apakah semua peserta didik sudah dapat melampaui target pembelajaran?

§  Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?

§  Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?

 

Refleksi Peserta Didik:

No

Pertanyaan Refleksi

Jawaban Refleksi

1

Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari pelajaran ini?

 

2

Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?

 

3

Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?

 

4

Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5, berapa bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan

 

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah

 

 

 

LUFIANA, S.S

NBM. 1024550

MAGELANG, ......JULI  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

KUNI HIRIYANTI, S.Pd

NIP. -

 


 

LAMPIRAN- LAMPIRAN

 

Lampiran 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama       :    …………………………………..

Kelas        :    …………………………………..

 

Setelah mendalami materi tentang keotentikan al-Qur’an, lakukanlah diskusi dengan teman dan kelompokmu. Kemudian persiapkan diri untuk presentasi di depan kelas. Guru bertugas mendampingi dalam diskusi tersebut.

 

Umat Islam meyakini, bahwa al-Qur’an terjaga keasliannya hingga saat ini. Buatlah diagram/peta konsep yang menunjukkan al-Qur’an terjaga keasliannya.

 

Dan tidak mungkin al-Qur’an ini dibuat-buat oleh selain Allah; tetapi (al-Qur’an) membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan seluruh alam.

 

 

Lampiran 2

MATERI BAHAN AJAR

Dalam Surat al-Hijr ayat 9 Allah swt. menjamin keotentikan dan kesucian serta kemurnian kitab suci al-Qur’an. Allah swt... berfirman:

Terjemahnya: Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.‛ (QS al-Hijr [15]: 9)

Kemurnian dan Keotentikan al-Qur’an selalu terjaga sejak saat diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. hingga akhir zaman kelak. Keindahan bahasa dan kandungan ajaran serta tuntunan hidup umat manusia adalah salah satu kemukjizatan yang menjaminnya. Tidak akan ada satu pun manusia yang bisa menirunya. Al-Qur’an akan terus begitu adanya, kalimatnya dan bunyinya.

Dalam hal kandungan isinya, al-Qur’an mengajukan tantangan kepada orangorang kafir dan siapapun yang meragukan kebenarannya. Sejak dahulu, orang-orang kafir menuduh bahwa al-Qur’an hanyalah sejenis mantera-mantera tukang tenung dan kumpulan syair-syair. Mereka mengira bahwa al-Qur’an adalah karangan Nabi Muhammad saw.

Tantangan al-Qur’an yang dimaksudkan antara lain adalah :

a. Al-Qur’an menantang siapapun yang meragukan kebenaran al-Qur’an untuk mendatangkan semisalnya secara keseluruhan. Hal ini terkandung dalam firman Allah swt. QS at-Tur [52]: 33-34

Terjemahnya : Ataukah mereka berkata, ‛Dia (Muhammad) mereka-rekanya.‛ Tidak! Merekalah yang tidak beriman. Maka cobalah mereka membuat yang semisal dengannya (Al- Qur’an) jika mereka orang-orang yang benar.

Ditegaskan pula bahwa manusia dan jin tidak akan pernah mampu untuk mendatangkan semisal al-Qur’an secara keseluruhan. Sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah swt. QS al- Isra’[17]: 88

Terjemahnya: Katakanlah, ‛Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur’an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.

b. Al-Qur’an menantang siapapun yang meragukan kebenaran al-Qur’an untuk mendatangkan 10 surah semisalnya. Hal ini terkandung dalam QS Hud [11] : 13

Terjemahnya: Bahkan mereka mengatakan, ‛Dia (Muhammad) telah membuat-buat Al-Qur’an itu. Katakanlah, (Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al-Qur’an) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang sanggup selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

c. Al-Qur’an menantang siapapun yang meragukan kebenaran al-Qur’an untuk mendatangkan satu surah saja semisal al-Qur’an. Hal ini terkandung dalam QS al- Baqarah [2] ayat 23

Terjemahnya: Dan jika kamu meragukan (al-Qur’an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolongpenolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

Ketiga tantangan menunjukkan bahwa al-Qur’an adalah mukjizat. Terbukti hingga sekarang, belum ada satu pun manusia dan bahkan jin yang mampu membuat kalimat seindah al-Qur’an. Apalagi mampu memiliki kandungan makna dan berita yang lebih hebat dari al-Qur’an. Hal ini membuktikan bahwa al-Qur’an memang bukan buatan manusia, al-Qur’an adalah wahyu Allah swt..

Di saat sekarang tentu kita mengetahui, bahwa sering ada berita viral tentang al-Qur’an yang salah cetak atau ada kekeliruan. Tentu saja kesalahan-kesalahan cetak ini sangat mudah diketahui karena banyaknya orang yang menghafalkan al- Qur’an. Informasi sejarah juga telah terbukti bahwa al-Qur’an terjaga kemurniannya. Al-Qur’an tidak dapat dipalsukan. Banyaknya para penghafal al-Qur’an adalah salah satu benteng penjaga kemurnian dan keotentikan al-Qur’an.

Para penghafal al-Qur’an tidak pernah putus generasi sejak pertama kali al- Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.. Cetakan-cetakan hingga kini terus dibuat, disimpan, diteliti dan diperbaharui sejak dahulu waktu wahyu disalin di atas batu, lembaran kulit binatang, pelepah kurma dan tulang-tulang.

Seluruh cetakan dan apa pun bentuk media yang menyimpan al-Qur’an saat ini, semuanya bersumber pada satu titik, yakni mushaf al-Qur’an yang selesai dikodifikasi pada zaman Khalifah Usman bin Affan. Turun temurun terus dijaga secara mutawatir lintas zaman dalam berbagai media yang terus berkembang dan di hafalan-hafalan para penghafal al-Qur’an.

 

Lampiran 3

GLOSARIUM

Ijmal            : ringkasan, secara umum ikhtisar, tidak terinci

Maknawi     : tentang makna, berkaitan dengan makna, yang tersirat, inti, penting

Masdar        : bentuk asli, bentuk asal, verbal

Mukjizat      : kejadian luar biasa yang dialami nabi yang di luar jangkauan akal manusia

Rida             : rela, suka, senag hati

Risalah        : ringkasan yang dikirimkan, surat edaran, notulensi rapat, keterangan ringkas tentang suatu bahasan ilmu pengetahuan

Tarikh         : Penanggalan, perhitungan tantang tanggal, penanda waktu

Tasrif           : Sistem perubahan bentuk kata dalam bahasa arab yang menandakan waktu, pelaku dan, pekerjaan, benda atau keterangan

 

Lampiran 4

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Wahid Ramli. Ulumul Qur’an, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002

Ahad Syadali,. Ahmad Rofi’i, Ulumul Qur’an 1, CV Pustaka setia abadi, Bandung, 1997

Ahmad Syadali. ‘Ulumul Qur’an I. Cet. I; Bandung: Pustaka Setia, 1997.

Al-Alwi Sayyid Muhammad Ibn Sayyid Abbas, Faidl Al-Khobir, Al-Hidayah, Surabaya

Al-Qattan, Manna’ Khalil. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Litera Antar Nusa, Jakarta, 2000

Al-Shalih, Shubhi, Mabahits fi ‘Ulum al-Quran, Dar al ‘Ilm Li al-Malayin, Beirut, 1977

Al-Shobuny, Mohammad Aly, at-Tibyan fi Ulumil Qur’an, Alam al-Kitab, Beirut

al-Suyuti, Jalaluddin, al-Itqan fi Ulum al-Qur’an, Cet.I; Beirut: Muassasah al-Risalah, 2008

Al-Salih, Subhi, Membahas Ilmu – Ilmu Hadis. Pustaka Firdaus: Jakarta, 2000.

Al-Zarqany, Muhammad Abd al-Azhim, Manahil al-Irfan fi Ulum al-Qur’an, Juz I, Isa al-Baby al-Halaby wa Syirkah, Mesir

Factur Rahman. Ikhtisar Musthalahul Hadis. Al-Ma’rif, Bandung, 1985

Hasbi ash-Shidiqi, Tengku Muhammad, Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 2009

Hudhari Bik, Tarikh At-Tasyri’ Al-Islami, (Terj. Mohammad Zuhri, Rajamurah Al-Qanaah), 1980,

Ismail, Muhammad Bakri, Dirasat fi Ulum al-Qur’an, Cet. II; Kairo: Dar al-Manar, 1999

Jalal al-Din ‘Abd al- Rahman ibn Abi bakr al-Suyuthi, Tadrib al-RAwi fi Syarh Taqrib an- Nawawi, jilid 1, Beirut: Dar al-Fikr

Kahar Masyur, Pokok-pokok Ulumul Qur’an,Rineka Cipta, Jakarta, 1992

Kamaluddin Marzuki, Ulumul Quran, PT Remaja Rosda Karya, Bandung, 1994

Khatib, Al.M. Ajjaj. Al Sunah Qobla Al Tadwin.Dar Al Fikr: Beirut, 1997

Mana’ul Quthan, Pembahasan ilmu Al-Qur’an, PT Rineka cipta, Jakarta, 1993

M. Hasbi Ashshiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu alqur’an dan Tafsir, PT Bulan Bintang, Jakarta, 1992

Muhammad Chirzin, Al-Qur’an dan Ulumul Qur’an, Dana Bakti Primayasa, Yogyakarta, 1998

M. Quraish Shihab, ‚Membumikan‛ Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Cet. XIX; Bandung: Mizan, 1999)

Muhammad Ahmad & M. Mudzakir, Ilmu Hadis (Cet – 10), Pustaka Setia, Bandung, 2000

Muhammad Ahmad. Ulumul Hadis. Pustaka Setia, Bandung, 2004

Nawir Yuslem. MA, ulumul Hadis, Mutiara sumber widya, Jakarta 2001

Rofi’i, Ahmad & Ahmad Syadali. Ulumul Quran Pustaka Setia, Bandung 1997.

Subhi Ash-Shalih, Membahas ilmu-ilmu Al-quran, terjemah Nur Rakhim, Pustaka Firdaus Jakarta, 1993

Suparta, Munzier. Ilmu Hadis, Raja Grapindo: Jakarta, 2002

Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 1998

Zarkasih, M.Ag., Pengantar Studi Hadis, Aswaja Presindo, Yogyakarta, 2012

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah

 

 

 

LUFIANA, S.S

NBM. 1024550

MAGELANG, ......JULI  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

KUNI HIRIYANTI, S.Pd

NIP. -

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar