MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH
MATA PELAJARAN : AKIDAH AKHLAK
BAB 3 : AYO BERTAUBAT
INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul
Nama Madrasah : MA Muhammadiyah Blabak
Nama Penyusun : Kuni Hiriyanti, S. Pd
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas / Fase Semester :
X/ E / 1
Elemen : Ayo Bertaubat
Alokasi waktu : 2 x 45 Menit
Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase E, dalam elemen akidah,
peserta didik mampu menganalisis sifat wajib dan mustahil bagi Allah Swt. (nafsiyah, salbiyah, ma'ani, dan ma'nawiyah) dan sifat-sifat jaiz Allah
Swt., asma' al-Husna, Islam wasathiyah (moderat) dan Islam radikal.
Pada elemen akhlak, peserta didik membiasakan akhlak terpuji (taubat, hikmah, iffah, syaja 'ah dan 'adalah);dan menghindari akhlak tercela
(hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya' dan sifat-sifat turunannya, nafsu
syahwat, licik, tamak, zhalim, dan
diskriminatif, għadlab); serta cara
menundukkannya melalui mujahadah, riyadlah, dan tazkiyatun nufus. Pada
elemen adab peserta didik mampu menganalisis dan membiasakan adab mengunjungi
orang sakit, berbakti kepada orang tua dan guru berdasarkan dalil dan pendapat
ulama. Dalam elemen kisah teladan, peserta didik mampu menganalisis dan
mengambil ibrah dari kisah Nabi Luth a.s. dalam kehidupan sehari-hari.
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Akidah |
Peserta didik mampu
menganalisis sifat wajib, mustahil Allah Swt. (nafsiyah, salbiyah, ma'ani, dan ma'nawiyah) dan sifat jaiz Allah Swt., asma' al-husna (al-Karim, al-Mu'min, al-Wakiil, al- Matiin, al-Jaami,
al-Hafiz, al-Rafi', al-Wahhab, al-Rakib, al-Mubdi, al-Muhyi, al-Hayyu,
al-Qoyyum, al-Akhir, al-Mujib, dan al-Awwal,
dan nama lainnya), serta pemahaman Islam wasathiyah (moderat) sebagai upaya membentuk sikap moderasi
beragama dalam akidah dan muamalah untuk mewujudkan harmoni kehidupan
berbangsa dan bernegara yang berkebinekaan. |
|
Akhlak |
Peserta didik mampu
menganalisis akhlak terpuji-hikmah,
iffah, syaja 'ah, dan 'adalah; menghindari akhlak tercela hubbuddunya, hasad, ujub, sombong, riya, dan sifat-sifat turunannya,
serta syahwat, ghadlab, licik,
tamak, dzalim, dan diskriminatif, melalui tazkiyatun
nufus dengan cara mujahadah dan
riyadlah, sehingga terbentuk
pribadi yang memiliki kesalehan individual dan sosial dalam menjalankan
kehidupan berbangsa dan bernegara. |
|
Adab |
Peserta didik mampu
membiasakan dan mengevaluasi adab berbakti kepada orang tua dan guru,
mengunjungi orang sakit berdasarkan dalil dalam konteks kehidupan global
sehingga terbentuk pribadi yang peduli dan santun dalam kehidupan
sehari-hari. |
|
Kisah Keteladanan |
Peserta didik mampu
meneladani kisah Nabi Luth a.s. dalam kesabaran, ketangguhan dan ke beranian
dalam menegakkan amar ma'ruf dan nahi munkar, sehingga dapat diambil
inspirasi dalam menghadapi tantangan kehidupan yang hedonis, materialistis
dan sekuler di era global. |
B Kompetensi Awal
Setiap manusia pasti pernah melakukan
salah dan dosa. Tidak ada satupun manusia dibumi ini luput dari dua hal itu.
Karena itu Allah membuka pintu maaf selebar-lebarnya bagi hamba yang sadar diri
dan menyesali kesalahan yang pernah dilakukan. Menyadari dan menyesali
kesalahan itu disebut dengan taubat. Rasulullah bersabda,”menyadari
kesalahan adalah taubat” (HR.Ibnu Majah).
Kesalahan dan dosa-dosa yang dilakukan
oleh manusia itu banyak sekali. Setiap hari manusia pernah berbuat dosa, baik
itu dosa kecil maupun dosa besar, baik dosa kepada Khalik (Allah Maha
Pencipta), maupun dosa kepada sesama makhluk.
Setiap anggota tubuh manusia pernah
melakukan kesalahan dan dosa. Mata sering melihat yang haram, lidah sering
bicara yang tidak benar, berdusta, melaknat, sumpah palsu, menuduh,
membicarakan aib sesama muslim (ghibah), mencela, mengejek, menghina, mengadu
domba, memfitnah, dan lain-lain. Telinga sering mendengarkan pembicaraan yang maksiat,
tangan kadang digunakan untuk menyentuh bukan muhrim, mencuri, memukul bahkan
sampai membunuh, kaki digunakan untuk berjalan menuju perbuatan dosa. Dosa dan kesalahan
akan berakibat keburukan dan kehinaan bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat,
bila orang itu tidak segera bertaubat kepada Allah.
Sebaik-baik orang yang berdosa adalah
mereka yang segera meminta maaf dan bertaubat. Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penerima taubat, dan Allah memerintahkan manusia untuk
bertaubat. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mau bertaubat dan tidak mau
menyadari bahwa dirinya sudah berbuat salah.
C. Profil Pelajar Pancasila
(PPP) dan Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRA)
§ Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai
adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis
dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.
§ Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.
D. Sarana dan Prasarana
Media : LCD proyektor,
komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain
Sumber
Belajar : LKPD, Buku Teks, laman
E-learning, E-book, dan lain-lain
E. Target Peserta Didik
Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular
F. Model DAN METODE Pembelajaran
Model
Pembelajaran : Discovery learning
Metode
Pembelajaran : Karya kunjung, market of place, demonstrasi
KOMPETENSI INTI
A. Tujuan Pembelajaran
§ Menguraikan pengertian taubat
§ Menelaah hakikat taubat sebagai fondasi perjalanan
ruhani
§ Memerinci syarat-syarat taubat sebagai
fondasi perjalanan ruhani
§ Menguraikan kedudukan taubat sebagai fondasi perjalanan
rohani
§ Menguraikan keutamaan taubat sebagai fondasi perjalanan
ruhani
§ Mendiskusikan hasilanalisis tentang hakikat, syarat-syarat,
dan kedudukan taubat sebagai fondasi perjalanan ruhani
B. Pemahaman Bermakna
§ Menganalisis hakikat, syarat-syarat dan
kedudukan taubat sebagai pondasi perjalanan rohani
§ Menyajikan hasil analisis tentang hakikat,
syarat-syarat dan kedudukan taubat sebagai pondasi perjalanan rohani.
C. Pertanyaan Pemantik
Guru menanyakan kepada peserta didik seputar
materi Ayo
Bertaubat
D. Kegiatan Pembelajaran
PERTEMUAN KE-1
Pengertian Taubat
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Pengertian
Taubat |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Pengertian Taubat |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Pengertian Taubat |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Pengertian Taubat |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-2
Hakikat Taubat
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Hakikat
Taubat |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Hakikat Taubat |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Hakikat Taubat |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Hakikat Taubat |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-3
Syarat-syarat Taubat
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Syarat-syarat
Taubat |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Syarat-syarat Taubat |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Syarat-syarat Taubat |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Syarat-syarat Taubat |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-4
Kedudukan Taubat
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Kedudukan
Taubat |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Kedudukan Taubat |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Kedudukan Taubat |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Kedudukan Taubat |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
PERTEMUAN KE-5
Keutamaan Taubat
|
KEGIATAN PENDAHULUAN |
|
|
§ Guru
membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. § Melakukan
pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas. § Guru
memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan. § Guru
memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global)
dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar,
dan tasamuh) |
|
|
KEGIATAN INTI |
|
|
Kegiatan
Literasi |
§ Peserta
didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Keutamaan
Taubat |
|
Critical
Thinking |
§ Guru
memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami,
dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Keutamaan Taubat |
|
Collaboration |
§ Peserta
didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Keutamaan Taubat |
|
Communication |
§ Peserta
didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan |
|
Creativity |
§ Guru
dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait : Keutamaan Taubat |
|
KEGIATAN PENUTUP |
|
|
§ Guru
membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan § Melakukan
refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan § Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. |
|
E. Pembelajaran Diferensiasi
§ Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai
dengan tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan
untuk membaca materi Ayo
Bertaubat dari berbagai referensi
yang relevan.
§ Guru dapat menggunakan alternatif metode dan
media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan
pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
§ Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini,
disarankan untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau
di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan
untuk belajar kepada teman sebaya.
§ F. ASESMEN / PENILAIAN
§ 1. Asesmen
Formatif (selama proses pembelajaran)
§ a. Asesmen
awal
§ Untuk
mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
|
Ya |
Tidak |
||
|
1 |
Apakah
pernah membaca buku terkait ? |
|
|
|
2 |
Apakah
kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik ? |
|
|
|
3 |
Apakah
kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode inquiry learning,
diskusi ? |
|
|
§
§ b. Asesmen
selama proses pembelajaran
§ Asesmen ini
dilakukan guru selama pembelajaran, khususnya saat peserta didik melakukan
kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis. Asesmen saat inquiry learning (ketika peserta didik
melakukan kegiatan belajar dengan metode inquiry
learning)
§
§ Lembar kerja
pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade
inquiry learning
|
No |
Nama Siswa |
Arpak yang diamati |
Skor |
|||||
|
Gagasan |
Aktif |
Kerjasama |
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Nilai akhir x 25 |
||||||||
§
§ 2. Asesmen
Sumatif
§ a. Asesmen
Pengetahuan
§
§ Soal Asesmen
Pengetahuan
A) Jawablah
pertanyaan berikut ini!
1. Perhatikan
pernyataan berikut ini.
Orang
berbuat dosa kemudian bertaubat, lalu berbuat dosa lagi kemudian bertaubat lagi,
lalu berbuat dosa lagi kemudian bertaubat lagi, kemudian berbuat dosa lagi lalu
bertaubat dan akhirnya meninggal dunia.
Berikan
penjelasan, apakah orang seperti tersebut di atas masih bisa diampuni oleh Allah!
2. Apakah Allah
mengampuni dosa orang yang melakukan kejahatan, karena kurang kesadaran
lantaran sangat marah atau karena dorongan hawa nafsu!
3. Bagaimana
caranya bertaubat yang ada hubungannya dengan sesama manusia? Ketika kita
pernah melakukan dosa kepadanya berupa menodai harga dirinya!
4. Jelaskan maksud
pernyataan berikut ini,” bahwa orang yang bermaksiat di kalangan kaum
muslimin yang telah mati tanpa bertaubat, maka urusan mereka terserah pada Allah.
Jika Dia mengehendaki, niscaya akan mengampuni mereka dan jika Dia menghendaki,
akan menyiksa mereka dengan api, akan tetapi mereka tidak kekal di dalamnya”!
5. Sebutkan
usaha-usaha yang harus ditempuh oleh anak muda agar bisa bertaubat, sedangkan
anak muda itu masih sangat sulit mengendalikan nafsu, sedangkan salah satu
syarat taubat adalah berjanji tidak akan mengulangi lagi!
B) Portofolio
dan Penilaian Sikap
1. Carilah beberapa
ayat dan hadis yang berhubungan dengan hakikat, syarat-syarat dan kedudukan
taubat dengan mengisi kolom di bawah ini!
|
No |
Nama Surah + No.
Ayat/ Hadis + Riwayat |
Redaksi Ayat/ Hadis |
|
1 |
|
|
|
2 |
|
|
|
3 |
|
|
|
4 |
|
|
|
5 |
|
|
|
Dst |
|
|
2. Tulislah bacaan
”Sayyidul Istighfar”, doa memohon ampun kepada Allah di buku tulis anda
dengan tulisan yang baik dan benar untuk membimbing kita agar selalu memohon
ampun kepada Allah. Kemudian bacalah tiap hari di kelas dan amalkanlah sebagai
pujian sebelum sholat atau setelah sholat!
3. Setelah kalian
memahami uraian hakikat, syarat-syarat dan kedudukan taubat sebagai pondasi
perjalanan rohani, coba anda amati perilaku berikut ini dan berikan komentar.
|
No |
Perilaku yang
diamati |
Tanggapan/ Komentar Anda |
|
1 |
Bila
anda berjalan di jalan raya, tiba-tiba seseorang membuka jendela mobil dan menyiramkan
air kotor kepada anda, ketika anda mencacinya ia meminta maaf kepada anda,
tetapi ia terus menyiramkan air kepada anda. Apakah anda memaafkannya? |
|
|
2 |
Zakiyah
suka bikin onar di dalam kelas, ketika tugasnya dilihat oleh bu Elok guru
akidah, ternyata belum juga mengerjakan, akhirnya Zakiyah dipanggil bu Elok
untuk di nasehati dan diberitahu supaya tidak mengulangi lagi perbuatannya,
dan ternyata Zakiyah tetap saja mengulanginya. Akhirnya Zakiyah diberi nilai
di bawah KKM dan Zakiyah tidak naik kelas. |
|
b. Asesmen
keterampilan
1) Peserta
didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis
Contoh rubrik
penilaian praktek:
Nama : …………………………………..
Kelas :
…………………………………..
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Kelancaran
(kompetensi gramatikal di aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
2 |
Ketepatan
(kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf) |
20 |
|
3 |
Isi
(kompetensi wacana dan sosiolinguistik) |
20 |
|
4 |
Ucapan/pelafalan
(kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa) |
20 |
|
5 |
Gestur
(kompetensi strategi) |
20 |
|
Total |
100 |
|
Indikator
Penilaian aspek kelancaran (fluency)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
15 - 20 |
|
2 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif |
10 - 14 |
|
3 |
Tidak ada
jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
5 - 9 |
|
4 |
Ada jeda
yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek ketepatan (accuracy)
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
15 - 20 |
|
2 |
Tidak ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
10 - 14 |
|
3 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat |
5 - 9 |
|
4 |
Ada
kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat |
0 - 4 |
Indikator
penilaian aspek isi
|
No |
Aspek
Penilaian |
Skor |
|
1 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi detail |
25 -30 |
|
2 |
Memiliki
struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi
khusus dari klasifikasi kurang detail |
20 - 24 |
|
3 |
Memiliki struktur
teks deskriptif tidak lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus),
deskripsi umum meliputi definisi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari
klasifikasi kurang detail |
15 - 19 |
|
4 |
Memiliki
struktur teks deskriptif kurang lengkap (deskripsi umum dan deskripsi
khusus), deskripsi umum meliputi definisi, dan deskripsi khusus kurang sesuai |
10 - 14 |
|
5 |
Tidak ada
komponen struktur deskriptif |
1 - 9 |
Petunjuk penskoran:
Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:
Skor Perolehan x 10 = ….
2) Peserta
didik membuat kartu nama
Contoh rubrik
penilaian produk kartu nama
|
No |
Nama Siswa |
Perencanaan Bahan |
Aspek Yang Dinilai |
Jml |
|||
|
Proses Pembuatan |
Hasil Produk |
||||||
|
Langkah pembuatan |
Teknik pembuatan |
Bentuk fisik |
Inovasi |
||||
|
1 |
Sultan
Haykal |
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Aisy Anindya |
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Dias Abdalla |
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Skor antara 1 – 5
Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas
yang diberikan
G. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
§ Pengayaan diberikan kepada
peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.
§ Guru memberikan
pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan
kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
§ Program pengayaan dilakukan di luar
jam belajar efektif.
Remedial
§ Remedial diberikan kepada peserta didik yang
belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran
§ Guru melakukan pembahasan ulang terhadap
materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan
pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan
menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
§ Program remedial dilakukan di luar jam
belajar efektif.
H. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan
kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:
§ Apakah semua peserta didik terlibat aktif
dalam pembelajaran iniv ?
§ Apakah ada kesulitan yang dialami peserta
didik?
§ Apakah semua peserta didik sudah dapat
melampaui target pembelajaran?
§ Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan
profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?
§ Apa langkah yang perlu dilakukan untuk
memperbaiki proses belajar?
Refleksi Peserta Didik:
|
No |
Pertanyaan Refleksi |
Jawaban Refleksi |
|
1 |
Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari
pelajaran ini? |
|
|
2 |
Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil
belajarmu? |
|
|
3 |
Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami
pelajaran ini? |
|
|
4 |
Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5,
berapa bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan |
|
|
|
LAMPIRAN- LAMPIRAN
Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK (LKPD)
Setelah
Anda mendalami materi hakikat, syarat-syarat dan kedudukan taubat sebagai pondasi
perjalanan rohani, serta menggali materi dari sumber yang lainnya, maka
selanjutnya lakukanlah diskusi dengan kelompok Anda! Bentuk kelompok kecil
beranggotakan 4-6 siswa/ kelompok, kemudian persiapkan diri untuk
mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas. Adapun hal-hal yang
perlu didiskusikan adalah sebagai berikut.
1. Hakikat,
syarat-syarat dan kedudukan taubat sebagai pondasi perjalanan rohani
2. Pentingnya
bertaubat sejak dini
3. Jujur dan tanggung jawab sebagai buah dari
taubat
Lampiran 2
MATERI
BAHAN AJAR
1. Pengertian Taubat
Secara
bahasa taubat berasal dari bahasa Arab تَوَّبَ yang
bermakna kembali. Dia bertaubat, artinya dia kembali dari dosanya (berpaling
dan menarik diri dari dosa). Taubat adalah kembali kepada Allah Swt. dengan
melepaskan hati dari belenggu yang membuatnya terus menerus melakukan dosa lalu
melaksanakan semua hak Allah. Secara Syar’i, taubat adalah meninggalkan
dosa karena takut pada Allah, menganggapnya buruk, menyesali perbuatan
maksiatnya, bertekad kuat untuk tidak mengulanginya dan memperbaiki apa yang
mungkin bisa diperbaiki kembali dari amalnya.
2. Hakikat Taubat
Hakikat
taubat yaitu perasaan hati yang menyesali perbuatan maksiat yang sudah terjadi,
lalu mengarahkan hati kepada Allah pada sisa usianya serta menahan diri dari
dosa. Melakukan amal shaleh dan meninggalkan larangan adalah wujud nyata dari
taubat. Mengucapkan istighfar merupakan wujud perbuatan awal bertaubat.
Taubat
mencakup penyerahan diri seorang hamba kepada Rabbnya, inabah (kembali) kepada
Allah dan konsisten menjalankan ketaatan kepada Allah. Sekadar meninggalkan perbuatan
dosa, namun tidak melaksanakan amalan yang dicintai Allah ‘Azza wa Jalla, itu
belum dianggap bertaubat.
Seseorang
dianggap bertaubat jika ia kembali kepada Allah Swt. dan melepaskan diri dari
belenggu yang membuatnya terus-menerus melakukan dosa. Tanamkan makna taubat dalam
hati sebelum diucapkan secara lisan. Senantiasa mengingat apa yang disebutkan Allah
‘Azza wa Jalla berupa keterangan terperinci tentang surga yang
dijanjikan bagi orang-orang yang taat dan mengingat siksa neraka yang
diancamkan bagi pendosa.
Berusaha
terus melakukan itu agar rasa takut dan optimisme kepada Allah semakin menguat
dalam hati. Dengan demikian, ia senantiasa berdoa kepada Allah dengan penuh harap
dan cemas agar Allah ‘Azza wa Jalla berkenan menerima taubatnya,
menghapuskan dosa dan kesalahannya.
3. Syarat-syarat Taubat
Taubat
wajib dilakukan dengan segera, tidak boleh ditunda. Imam Ibnul Qayyim ra. berkata:
”Sesungguhnya segera bertaubat kepada Allah Swt. dari perbuatan dosa hukumnya
adalah wajib dilakukan dengan segera dan tidak boleh ditunda.” Imam Nawawi
rahimahullah berkata,” Para ulama telah sepakat, bahwa bertaubat dari
seluruh perbuatan maksiat adalah wajib, wajib dilakukan dengan segera dan tidak
boleh ditunda, apakah itu dosa kecil atau dosa besar.” Namun dalam
bertaubat, seseorang harus memenuhi beberapa syarat. Adapun syarat-syarat
taubat secara terperinci sebagai berikut.
a. Islam, karena
orang yang kafir tidak diampuni dosanya sebelum masuk Islam
b. Menyesali
dosanya
c. Menyadari
kesalahan (mengakui dosanya)
d. Ikhlas melakukannya,
bukan untuk tujuan riya’ atau kepentingan dunia
e. Memohon ampun
kepada Allah dengan memperbanyak membaca istighfar
f. Berjanji tidak
akan mengulangi.
Rasulullah
Saw. bersabda:
“Orang
yang mohon ampun dengan lisan (sedangkan ia) terus-menerus melakukan perbuatan
dosa, hal itu bagaikan yang memperolok-olok Tuhannya.”
g. Menutupi
kesalahan dengan perbuatan yang terpuji (amal shalih)
“Bertakwalah
kepada Allah dimana saja engkau berada, dan ikutilah perbuatan jelek dengan
perbuatan baik, karena perbuatan baik akan menghapus perbuatan jelek.“ (HR.
Tirmidzi)
h. Masa taubat
sebelum nafas sampai di tenggorokan dan sebelum matahari terbit dari sebelah
barat
i. Memperbanyak
istighfar sebagaimana Rasulullah tiap hari bertaubat dengan membaca istighfar
seratus kali dan rajin sholat taubat
j. Jika perbuatan
dosanya itu ada hubungannya dengan orang lain, maka di samping syarat tersebut
di atas, ditambah satu syarat lagi, yaitu harus ada pernyataan bebas dari hak
kawan yang dirugikan. Jika berupa harta maka dikembalikan hartanya, jika berupa
tuduhan, ghibah, fitnah, mencaci dan lain-lain maka harus mohon maaf.
Adapun
syaikh Abdul Qadir al-Jilani mengatakan, syarat taubat intinya ada tiga, yaitu menyesali,
meninggalkan kesalahan dan berjanji tidak akan mengulangi
4. Kedudukan Taubat
Menurut
Ibnul Qayyim, kedudukan taubat adalah kedudukan yang pertama, pertengahan, dan
terakhir. Hamba yang meniti jalan menuju Rabbnya tidak akan menjauhinya (jalan
tersebut) dan selalu menetapinya sampai mati. Jadi, taubat adalah langkah awal
dan langkah akhir seorang hamba. Kebutuhan dirinya terhadap taubat di akhir
perjalanan sangatlah diperlukan, sebagaimana halnya kebutuhannya di awal perjalanan
juga sangat besar.
Bagi
orang mukmin, taubat itu hukumnya wajib. Dalil al-Qur’an dan as-Sunah saling mendukung
atas wajibnya melakukan taubat dan kedudukannya dalam mewujudkan kesalehan dan
kejayaan hamba di dunia dan di akhirat. Allah berfirman:
“Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman
supaya kamu beruntung.”(QS. an-Nur [24]: 31)
“Hai
orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha
(taubat yang semurni-murninya).”(QS.at-Tahrim[66] :8)
Taubat
yang sesungguhnya itu adalah taubat nasuha, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu
Katsir, ”Taubat yang tulus lagi mantab itu adalah taubat nasuha (taubat yang
sungguh-sungguh), yang menghapuskan keburukan-keburukan sebelumnya dan mencegah
keburukan yang mendatang.” Taubat nasuha adalah meninggalkan dosa sekarang
dan menyesali dosa yang telah dilakukan serta tidak mengulangi lagi di masa mendatang.
Allah
membagi hambanya menjadi hamba yang bertaubat dan hamba yang menzalimi. Maka
barang siapa tidak bertaubat, berarti ia layak menjadi orang yang zalim karena
kebodohannya terhadap Rabb dan hak-Nya, serta karena kekurangan diri dan cacat amalannya.
Allah berfirman:
“Barangsiapa
yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS.al-Hujarat
[49]: 11)
“Dan
barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon
ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. an-Nisa’ [4]: 110)
5. Keutamaan Taubat
Orang
yang benar-benar bahagia adalah yang menjadikan taubat sebagai sahabat dekat
dalam perjalanannya menuju Allah dan negeri akhirat. Sedangkan orang yang binasa
adalah yang menelantarkan dan mencampakkan taubat di belakang punggungnya.
Beberapa
keutamaan taubat adalah sebagai berikut.
a. Taubat adalah
sebab untuk meraih kecintaan Allah.
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai
orangorang yang mensucikan diri.”(QS. al-Baqarah [1]: 222)
b. Taubat merupakan
sebab keberuntungan
“Dan
bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya
kamu beruntung.”(QS. An-Nur [24] :31)
c. Taubat menjadi
sebab-sebab diterimanya amal-amal hamba dan turunnya ampunan atas
kesalahan-kesalahannya
“Dan
orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat
kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.”(QS. al-Furqan [25] :71)
d. Taubat merupakan
sebab masuk surga dan keselamatan dari api neraka
e. Taubat adalah
sebab mendapatkan ampunan dan rahmat
f. Taubat
merupakan sebab berbagai kejelekan diganti dengan berbagai kebaikan
g. Taubat menjadi
sebab untuk meraih segala macam kebaikan
h. Taubat adalah
untuk menggapai keimanan dan pahala yang besar
i. Taubat
merupakan sebab turunnya berkah dari atas langit serta bertambahnya kekuatan
j. Menjadi sebab
malaikat mendoakan orang-orang yang bertaubat
k. Allah akan
menghapuskan dosa-dosanya, seolah-olah tidak berdosa. Rasulullah bersabda:
“Orang yang bertaubat dari dosa seolah-olah ia tidak berdosa.” (HR.
Ibnu Majjah)
l. Menjadi sebab
hati menjadi bersinar dan bercahaya.
Taubat
adalah obat mujarab untuk semua jenis penyakit jiwa dan hati. Sebab taubat
menjadi pondasi perjalanan rohani, membawa kembali hamba yang berbuat maksiat
menuju manisnya ketaatan dan melepaskannya dari konsumsi racun mematikan yang
bisa menghancurkan hati.
Bila
seorang muslim segera bertaubat, benar-benar mewujudkan penyesalan atas kelengahannya
dan merendahkan diri kepada penciptanya, seraya memohon agar Allah mengampuni
dosa-dosanya, niscaya hal itu akan mengembalikan kepercayaan dirinya setelah ia
menjauhi, membenci, dan meremehkan keberadaan jiwanya akibat dosa-dosa yang
telah ia perbuat. Tidak disangsikan bahwa kebebasan dari perasaan dosa ini
merupakan motivator kuat untuk membentuk kepribadian muslim yang teguh lagi
tenang, yang tidak merasakan ketegangan, serta tidak mengalami kerisauan dan kegelisahan.
m. Taubat akan
memotivasi seseorang untuk amar ma’ruf nahi mungkar, beramal saleh, hidup
jujur, disiplin dan bertanggung jawab.
Lampiran 3
GLOSARIUM
Bid’ah :
Perbuatan yang dikerjakan tidak menurut contoh yang sudah ditetapkan
Dalil Aqli :
Berdasarkan akal
Dalil
Naqli : Berdasarkan Qur’an Hadis
Doktriner : Ajaran
(tentang asas suatu aliran politik, keagamaan)
Ekstremisme : Orang
yang melampaui batas kebiasaan
Fasik : Orang
yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya
Ghadzabillah : Murka
Allah
Hablum
minallah : Hubungan dengan Allah
Hablum
minannas : Hubungan dengan sesama manusia
Hilm : Tidak
cepat emosi dan tidak bersikap masa bodoh
Ikhtilaf :
Perbedaan pendapat atau pikiran
Kafir :
Mengikuti kesalahan tetapi tetap menjalankan
Khawarijiyah : Berontak
Ma’ani : Sudah
tetap, tidak boleh tidak
Ma’nawiyah : Tabi’at,
sifat-sifat kejiwaan
Mistisisme : Ajaran
yang menyatakan hal-hal yang yang tidak terjangkau oleh akal manusia
Mujaahadah :
Bersungguh-sungguh
Mukallaf : Dewasa
dan tidak mengalami gangguan jiwa maupun akal
Musyrik : Orang
yang menyekutukan Allah
Mutasyabihah : Ayat
al-qur’an yang membutuhkan penafsiran dalam memahaminya
Nafsiyah : Orang
seseorang, sendiri sendiri
Radikalisme : Paham
atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan social dan politik
dengan cara kekerasan atau drastic
Sum’ah : Suka
memperdengarkan atau menceritakan kebaikannya kepada orang lain.
Ummatan
wasathan : Umat yang adil atau pertengahan
Zalim : Kejam,
bengis, tidak berperikemanusiaan
Lampiran 4
DAFTAR
PUSTAKA
Al-Qur’an Al-Karim
Abdul Hiyadh, Terjemah Durrotun Nasihin, Mesir,
Surabaya, 1993
Abu Hudzaifah. Lc, Kisah Para Nabi dan Rasul,
Pustaka as-Sunah, Jakarta, 2007
Derektorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam
Departemen Agama, Akhlak Ilmu Tauhid, PT. Karya Unipres, Jakarta, 1982
’Aidh al-Qarni, La Tahzan ,Jangan Bersedih, Qisthi
Pres, Jakarta Timur, 2004
A. Ilyas Ismail, M.A, Pilar-pilar Takwa, (Doktrin.
Pemikiran, Hikmat, dan Pencerahan Spiritual), Rajawali Pers, (PT. Raja
Grafindo Persada), Jakarta, 2009
Handono, Aris Musthafa, zaenuri Siroj, Meneladani
Akhlak Untuk Kelas XI Madrasah Aliyah Program Keagamaan , PT. Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri, Solo, 2017
Handono, Aris Musthafa, Zaenuri Siroj, Meneladani
Akhlak Untuk Kelas XII Madrasah Aliyah Program Keagamaan , PT. Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri, Solo, 2017
Hasyim Asy’ari, Penerjemah Rosidin, Pendidikan Khas
Pesantren (Adabul ’Alim wal Muta’allim), Tira Smart,Tangerang, 2017
M. Ali Haidar, Nahdhatul Ulama’ dan Islam di Indonesia,
PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1998
M. Imdadun Rahmat, Arus Baru Islam Radikal, Tranmisi
Revivalisme Islam Timur Tengah ke Indonesia, Erlangga, Jakarta , 2005
Muhammad bin Abdul Wahab, Syarah Kitab al-Tauhid,
PT. Pustaka Panjimas, Jakarta, 1984
Roli Abdul Rohman-M. Khamzah. Menjaga Akidah dan
Akhlak untuk kelas X Madrasah Aliyah, PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri,
Solo 2017
Sa’id Hawwa, Tazkiyatun Nafs (Intisari Ihya
Ulumuddin), Pena Pundi Aksara, Jakarta, 2007
Salim Bahreisy, Irsyadul ’Ibad Ilasabilirrasyad (Petunjuk
ke Jalan Lurus ), Darussaggaf, Surabaya, 1977
Salim Bahreisy, Riyadhus
Shalihin, PT. Alma’arif, Bandung , 1987
Umar Sulaiman al-Asyqar , al-Asma’ al- Husna,
Qisthi Press, Jakarta timur Cetakan ke-6, Mei 2009
Zainuddin, Terjemah
Hadis Shahih Bukkhari, Widjaya, Jakarta 1992
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar