Jumat, 02 Januari 2026

MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH MATA PELAJARAN : AL-QUR'AN HADITS BAB 12 : BIOGRAFI SINGKAT TOKOH-TOKOH ILMU HADIS DAN KARYANYA

MODUL AJAR FASE E MADRASAH ALIYAH

MATA PELAJARAN : AL-QUR'AN HADITS

BAB 12 : BIOGRAFI SINGKAT TOKOH-TOKOH ILMU HADIS DAN KARYANYA

 

INFORMASI UMUM

 

A.   Identitas Modul

Nama Madrasah              :    MA MUHAMMADIYAH BLABAK

Nama Penyusun               :    KUNI HIRIYANTI, S.Pd

Mata Pelajaran                :    Al-Qur'an Hadits

Kelas / Fase Semester      :    X/ E / 2

Elemen                              :    Biografi Singkat Tokoh-tokoh Ilmu Hadis dan Karyanya

Alokasi waktu                  :    2 x 45 Menit

 

Capaian Pembelajaran

Pada akhir Fase E, pada elemen Ilmu Al-Qur'an, Peserta didik dapat menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an tentang pengertian Al-Quran menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan kodifikasinya, bukti-bukti keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan, dan struktur Al-Qur’an, untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan pesan Al-Qur'an dalam konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Pada elemen Ilmu Hadis, peserta didik mampu menganalisis hal ihwal tentang ilmu hadis yang meliputi; perbedaan hadis, sunah, khabar, dan asar, sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis, unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi hadis terhadap ayat Al-Qur’an, pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis untuk meyakini kebenaran hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw., baik secara sanad dan matan maupun kualitas kesahihannya serta mengamalkan ilmu hadis agar lebih kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

Elemen

Capaian Pembelajaran

Ilmu Al-Qur'an

Peserta didik dapat menganalisis hal ihwal ilmu Al-Qur'an yang meliputi; pengertian Al-Quran menurut pendapat para ulama', sejarah turun dan kodifikasinya, bukti-bukti keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan, dan struktur Al-Qur'an, untuk meyakini kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkan pesan Al-Qur'an dalam konteks kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Ilmu Hadis

Peserta didik mampu menganalisis hal ihwal tentang ilmu hadis yang meliputi; perbedaan hadis, sunah, khabar, dan asar, sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis, unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi hadis terhadap ayat Al-Quran, pembagian hadis, serta tokoh-tokoh ulama hadis untuk meyakini kebenaran hadis-hadis tersebut bersumber dari Rasulullah saw., baik secara sanad dan matan maupun kualitas kesahihannya serta menggunakan ilmu hadis agar selektif terhadap hadis yang dijadikan dasar beramal, sebagai sarana menanamkan sikap kritis dalam menerima dan merespon berita di masyarakat dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

B    Kompetensi Awal

Orang yang mempelajari sejarah Islam sejak zaman dahulu hingga hari ini, tentu akan menemukan bahwa ahli hadis adalah pengikut Nabi yang paling kokoh dan teguh mengikuti Nabi Muhammad dalam hal akidah, manhaj, ibadah, dakwah, muamalah, dan berhujah.

Mereka, ahlul hadis, benar-benar berada pada titik tertinggi dalam keyakinan dan ketenangan sehingga dapat menghafal, menjaga hafalan dan mengajarkan atau menularkan hafalannya kepada generasi sesudahnya.

 

C.   Profil Pelajar Pancasila (PPP) dan Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRA)

§  Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.

§  Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.

 

D.   Sarana dan Prasarana

Media                    :    LCD proyektor, komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain

Sumber Belajar    :    LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain

 

E.   Target Peserta Didik

Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular

 

F.    Model DAN METODE Pembelajaran

Discovery learning, Diskusi, Tanya jawab dan games


 

KOMPETENSI INTI

 

A.   Tujuan Pembelajaran

§  Peserta didik dapat menghargai semangat dan karya tokoh-tokoh hadis sebagai khazanah intelektual Islam.

§  Peserta didik dapat mengamalkan sikap kritis dalam mempelajari tokoh hadis dan kitabnya.

§  Peserta didik dapat menganalisis biografi tokoh hadis dan kitabnya.

§  Peserta didik dapat menyajikan hasil analisis biografi tokoh-tokoh hadis dan kitabnya.

 

B.   Pemahaman Bermakna

§  Menganalisis biografi tokoh hadis dan kitabnya

§  Menyajikan hasil analisis biografi tokoh-tokoh hadis dan kitabnya

 

C.   Pertanyaan Pemantik

Guru menanyakan kepada peserta didik seputar materi Biografi Singkat Tokoh-tokoh Ilmu Hadis dan Karyanya

 

D.   Kegiatan Pembelajaran

PERTEMUAN KE-1

Biografi Imam Malik (93-179 H), Imam Al-Bukhari, Abu al-Husein Muslim ibn al-Hajjaj al-Naisaburi, Abu Daud al-Sijistani, Imam al-Turmudzi, Al-Imam al-Nasa’i, Al-Imam Ibn Majah

KEGIATAN PENDAHULUAN

§  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.

§  Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.

§  Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan diajarkan.

§  Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

§ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Biografi Imam Malik (93-179 H), Imam Al-Bukhari, Abu al-Husein Muslim ibn al-Hajjaj al-Naisaburi, Abu Daud al-Sijistani, Imam al-Turmudzi, Al-Imam al-Nasa’i, Al-Imam Ibn Majah

Critical Thinking

§ Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Biografi Imam Malik (93-179 H), Imam Al-Bukhari, Abu al-Husein Muslim ibn al-Hajjaj al-Naisaburi, Abu Daud al-Sijistani, Imam al-Turmudzi, Al-Imam al-Nasa’i, Al-Imam Ibn Majah

Collaboration

§ Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Biografi Imam Malik (93-179 H), Imam Al-Bukhari, Abu al-Husein Muslim ibn al-Hajjaj al-Naisaburi, Abu Daud al-Sijistani, Imam al-Turmudzi, Al-Imam al-Nasa’i, Al-Imam Ibn Majah

Communication

§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan.

Creativity

§ Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait : Biografi Imam Malik (93-179 H), Imam Al-Bukhari, Abu al-Husein Muslim ibn al-Hajjaj al-Naisaburi, Abu Daud al-Sijistani, Imam al-Turmudzi, Al-Imam al-Nasa’i, Al-Imam Ibn Majah

§ Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami

KEGIATAN PENUTUP

§  Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan

§  Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

§  Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

PERTEMUAN KE-2

Karya Imam Malik (93-179 H), Imam Al-Bukhari, Abu al-Husein Muslim ibn al-Hajjaj al-Naisaburi, Abu Daud al-Sijistani, Imam al-Turmudzi, Al-Imam al-Nasa’i, Al-Imam Ibn Majah

KEGIATAN PENDAHULUAN

§  Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.

§  Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.

§  Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan diajarkan.

§  Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)

KEGIATAN INTI

Kegiatan Literasi

§ Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Karya Imam Malik (93-179 H), Imam Al-Bukhari, Abu al-Husein Muslim ibn al-Hajjaj al-Naisaburi, Abu Daud al-Sijistani, Imam al-Turmudzi, Al-Imam al-Nasa’i, Al-Imam Ibn Majah

Critical Thinking

§ Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi : Karya Imam Malik (93-179 H), Imam Al-Bukhari, Abu al-Husein Muslim ibn al-Hajjaj al-Naisaburi, Abu Daud al-Sijistani, Imam al-Turmudzi, Al-Imam al-Nasa’i, Al-Imam Ibn Majah

Collaboration

§ Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai : Karya Imam Malik (93-179 H), Imam Al-Bukhari, Abu al-Husein Muslim ibn al-Hajjaj al-Naisaburi, Abu Daud al-Sijistani, Imam al-Turmudzi, Al-Imam al-Nasa’i, Al-Imam Ibn Majah

Communication

§ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan.

Creativity

§ Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait : Karya Imam Malik (93-179 H), Imam Al-Bukhari, Abu al-Husein Muslim ibn al-Hajjaj al-Naisaburi, Abu Daud al-Sijistani, Imam al-Turmudzi, Al-Imam al-Nasa’i, Al-Imam Ibn Majah

§ Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami

KEGIATAN PENUTUP

§  Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan

§  Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

§  Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

E.   Pembelajaran Diferensiasi

§  Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi Biografi Singkat Tokoh-tokoh Ilmu Hadis dan Karyanya dari berbagai referensi yang relevan.

§  Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.

§  Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.

 

E.   ASESMEN / PENILAIAN

1.    Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran)

a.    Asesmen awal

Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:

No

Pertanyaan

Jawaban

Ya

Tidak

1

Apakah pernah membaca buku terkait ?

 

 

2

Apakah kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik ?

 

 

3

Apakah kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode inquiry learning, diskusi ?

 

 

 

b.    Asesmen selama proses pembelajaran

Asesmen ini dilakukan guru selama pembelajaran, khususnya saat peserta didik melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis. Asesmen saat inquiry learning (ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar dengan metode inquiry learning)

 

Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade inquiry learning

No

Nama Siswa

Arpak yang diamati

Skor

Gagasan

Aktif

Kerjasama

1

2

3

4

1

Sultan Haykal

 

 

 

 

 

 

 

2

Aisy Anindya

 

 

 

 

 

 

 

3

Dias Abdalla

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

 

Nilai akhir x 25

 

2.    Asesmen Sumatif

a.    Asesmen Pengetahuan

Soal Asesmen Pengetahuan

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar!

1. Sebutkan beberapa kitab yang ditulis oleh Imam Malik !

2. Sebutkan Kitab-kitab yang ditulis Imam Bukhari !

3. Sebutkan kitab-kitab Imam al-Tirmidzi !

4. Tulislah nama lengkap Imam an-Nasai !

 

b.    Asesmen keterampilan

1)    Peserta didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis

 

Contoh rubrik penilaian praktek:

 

Nama       :    …………………………………..

Kelas        :    …………………………………..

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Kelancaran (kompetensi gramatikal di aspek bunyi bahasa)

20

2

Ketepatan (kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf)

20

3

Isi (kompetensi wacana dan sosiolinguistik)

20

4

Ucapan/pelafalan (kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa)

20

5

Gestur (kompetensi strategi)

20

Total

100

 

Indikator Penilaian aspek kelancaran (fluency)

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Tidak ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif

15 - 20

2

Ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih efektif

10 - 14

3

Tidak ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif

5 - 9

4

Ada jeda yang tidak diperlukan, kalimat dan ungkapan yang dipilih kurang efektif

0 - 4

 

Indikator penilaian aspek ketepatan (accuracy)

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Tidak ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat

15 - 20

2

Tidak ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat

10 - 14

3

Ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih tepat

5 - 9

4

Ada kesalahan gramatikal, diksi yang dipilih kurang tepat

0 - 4

 

Indikator penilaian aspek isi

No

Aspek Penilaian

Skor

1

Memiliki struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi detail

25 -30

2

Memiliki struktur teks deskriptif lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi kurang detail

20 - 24

3

Memiliki struktur teks deskriptif tidak lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, klasifikasi, dan deskripsi khusus dari klasifikasi kurang detail

15 - 19

4

Memiliki struktur teks deskriptif kurang lengkap (deskripsi umum dan deskripsi khusus), deskripsi umum meliputi definisi, dan deskripsi khusus kurang sesuai

10 - 14

5

Tidak ada komponen struktur deskriptif

1 - 9

Petunjuk penskoran:

Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:

Skor Perolehan x 10 = ….

 

2)    Peserta didik membuat kartu nama

Contoh rubrik penilaian produk kartu nama

No

Nama Siswa

Perencanaan Bahan

Aspek Yang Dinilai

Jml

Proses Pembuatan

Hasil Produk

Langkah pembuatan

Teknik pembuatan

Bentuk fisik

Inovasi

1

Sultan Haykal

 

 

 

 

 

 

2

Aisy Anindya

 

 

 

 

 

 

3

Dias Abdalla

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

Skor antara 1 – 5

Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas yang diberikan

 

F.    PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Pengayaan

§  Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.

§  Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high order thinking

§  Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.

 

Remedial

§  Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran

§  Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.

§  Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.

 

G.   REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK

Refleksi Guru:

Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:

§  Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran iniv ?

§  Apakah ada kesulitan yang dialami peserta didik?

§  Apakah semua peserta didik sudah dapat melampaui target pembelajaran?

§  Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?

§  Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?

 

Refleksi Peserta Didik:

No

Pertanyaan Refleksi

Jawaban Refleksi

1

Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari pelajaran ini?

 

2

Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?

 

3

Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?

 

4

Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5, berapa bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah

 

 

 

LUFIANA, S.S

NBM. 1024550

MAGELANG, ......JANUARI  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

KUNI HIRIYANTI, S.Pd

NIP. -

 

 

LAMPIRAN- LAMPIRAN

 

Lampiran 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama       :    …………………………………..

Kelas        :    …………………………………..

 

Diskusikan bersama teman dan kelompokmu tentang usaha para ulama ahli hadis dalam mencatat dan menelusuri derajat hadis lalu presentasikan hasilnya di depan kelas.

 

Lampiran 2

MATERI BAHAN AJAR

BIOGRAFI SINGKAT TOKOH-TOKOH ULAMA HADIS

a. Imam Malik (93-179 H)

1) Riwayat Singkat

Keluarga beliau berasal dari Yaman. Imam Malik tinggal bersama istrinya Fatimah dan tiga orang anaknya, Yahya, Muhammad dan Hammad. Kesungguhannya dalam menekuni pengetahuan agama telah menjadikan Imam Malik sebagai seorang panutan di bidang fikih dan hadis. Bahkan di bidang fikih, ia dikenal sebagai pendiri salah satu Mazhab Fikih yaitu Mazhab Maliki.

Menurut Imam al-Suyuti, kitab al-Muwatta’ disusun selama hampir empat puluh tahun. Dan ia keberatan kalau al-Muwatta’ dijadikan kitab pegangan resmi bagi pemerintah, sementara kitab yang memuat pendapat lain harus dibuang. Tampaknya ia menyadari bahwa pendapatnya yang juga dituangkan di dalam al-Muwatta’ ada peluang berbeda dengan pendapat ulama lain.

Imam Malik menyadari bahwa Islam yang dipraktikkan di tempat lain tidak harus sama dengan masyarakat Madinah, yang merupakan masyarakat ideal di dalam al-Muwatta’. Maka jika kitabnya dipaksakan untuk diberlakukan di semua masyarakat, ia khawatir justru membingungkan dan tidak menimbulkan maslahat. Disini ia agaknya hendak menghargai pendapat lain berkembang juga.

2) Kitab al-Muwatta’

Menurut Imam Malik, sangat penting untuk mencatat dan mendokumentasikan perilaku Nabi dan tanggapan atau komentar para sahabat terhadapnya. Bahkan Imam Malik beranggapan perlunya mendokumentasikan pendapat para penerusnya (tabiin). Oleh karena itu, di dalam kitab al-Muwatta’ juga didokumentasikan tentang pendapat para sahabat, tabiin dan bahkan ia menuliskan pendapatnya sendiri.

Kitab al-Muwatta’ adalah salah satu karya fenomenal Imam Malik yang memuat berita perilaku Nabi Muhammad saw. (perbuatan, perkataan, sifat dan pembiarannya).

Dalam pandangan Imam Malik, menuliskan pendapat para sahabat dan tabiin adalah sangat penting karena ada kejadian yang tidak terjadi di masa Nabi, tetapi terjadi dimasa sesudahnya. Bisa dikatakan bahwa al-Muwatta’ tidak hanya memuat hadis Nabi, tetapi juga fatwa lain. Banyak ulama berpendapat bahwa susunan semacam itulah yang paling tepat dan paling baik pada masanya.

Di dalam al-Muwatta’ dimuat 1720 hadis. Hadis musnad berjumlah 600 buah, yang mursal tidak semuanya diterima. Yang mursal 222 buah, yang mauquf 613 dan yang qaul tabi’in 285 buah.

Menurut Imam Malik hadis yang dapat diterima harus memenuhi syarat sebagai berikut:

a. Hadis itu tidak bertentangan dengan al-Qur’an. Atas dasar ini ia menolak hadis yang menyatakan melarang makan burung apa saja yang berkuku kuat karena hadis ini bertentangan dengan ayat al- Qur’an.

b. Hadis itu masyhur atau diamalkan oleh masyarakat Madinah. Imam Malik tidak meriwayatkan hadis yang tidak terkenal. Ia meninggalkan hadis yang asing.

Beberapa kitab yang ditulis oleh Imam Malik antara lain adalah :

a. Risalah ila ibn Wahab fi al-Qadri

b. Kitab an-Nujum

c. Risalah fi al-‘Aqidah

d. Tafsir li Garib al-Qur’an

e. Risalah Ii al-Lais| bin Sa’ad

f.   Risalah Ii Abi Gisan

g. Kitab al-Sir

h. Kitab al-Manasik

i.   Kitab al Muwatta’

 

b. Imam al-Bukhari

1. Riwayat Singkat

Nama lengkapnya Abu Abdillah Muhammad ibn Ismail ibn Ibrahim ibn ibn al-Mugirah ibn Bardizyah al-Jufi al-bukhari. Lahir pada hari Jumat 13 Syawal 194 H di kota Bukhara. Kegemaran belajar agama dimiliknya semenjak ia masih kecil di kampung halamanya.

Beberapa buku tulisan ulama seperti Ibn al-Mubarak (guru ayahnya) dan al-Waki’ sempat dihafalkannya. Beberapa negeri yang pernah disinggahinya antara lain, Makkah, Bagdad, Basrah, Kufah, Syam, Himsh, Asqalan, Mesir dan lain-lain.

Riwayat yang populer tentang kebesaran al-Bukhari sebagai ulama hadis adalah ketika ia memasuki kota Bagdad. Tidak seorang ulama pun membantah pendapat-pendapatnya. Karenanya tidak heran kalau hadis riwayat al-Bukhari dinilai paling berkualitas dibanding dengan riwayat lain. Al-Bukhari wafat di dekat kota Samarqand pada 30 Ramadan tahun 252 H.

2. Karya-karyanya

a. Qadaya al-Sahabah wa al-Tabi’in

b. Raf’u al-yadain fi a-Salah

c. Qira’at khalfaa al-Imam

d. Khalq af’al al-‘Ibad

e. Al-Tafsir al-Kabir

f.   Al-Musnad al-Kabir

g. Tarikh al-Sagir

h. Tarikh al-Ausat

i.   Tarikh al-Khabir

j.   Al-Adab al-Mufrad

k. Bir al-walidain

l.   Al-Du’afa

m. Al-Jami’ al-Kabir

n. Al-Usyriban

o. Al-Hibah

p. Asma al-Sahabah

q. Al-Wuhdan

r.   Al-Mabsut

s. Al-‘Ilal

t.   Al-Kuna

u. Al-Fawaid dan

v. Al-Jami’ al-Sahih

3. Al-Jami al-Sahih

Semua karya al-Bukhari sangat penting dalam ilmu hadis. Tetapi yang paling terkenal adalah kitabnya al-Jami’ al-Sahih. Kitab ini mulai ditulis ketika ia berada di Makkah dan berakhir ketika ia berada di Madinah. Dari kesekian ratus ribu hadis yang dihafalnya, untuk dimasukan di dalam kitabnya ia melakukan salat sunah.

Al-Bukhari sering memotong bagian hadis untuk dijadikan judul bab, yang kemudian disii hadis-hadis. Jumlah hadis yang diriwayatkan al-Bukhari sebanyak 9.082 buah, termasuk yang disebut ulang. Bila tidak diulang jumlah hadis itu 2.602 buah.

4. Kritik terhadap al-Bukhari

Ada juga kritik terhadapnya ada kira-kira 110 hadis yang kena sasaran kritik. Demikian juga ada yang mengatakan bahwa dari 435 orang rijal hadis, ada 80 rijal dinilai daif. Tetapi tentu al-Bukhari lebih mengetahui tentang persepsi dirinya terhadap tokoh hadis dari pada orang lain. Ada pertimbangan tertentu yang tidak diperhitungkan ulama lain.

 

c. Abu al-Husein Muslim ibn al-Hajjaj al-Naisaburi

1. Latar Belakang Kehidupannya

Imam Muslim lahir pada 204 H. Keramahannya kepada orang lain telah  membuat dirinya sebagai seorang pedagang yang sukses. Ia dikenal sebagai dermawan Naisabur.

Seperti pada umumnya ulama lain, ia belajar semenjak kecil tahun 218 H. Pelajaran dimulai dari kampung halamannya dihadapan para syekh di sana. Hampir semua negeri pusat kajian hadis tidak luput dari persinggahannya, seperti Irak (Bagdad), Hijaz, Mesir, Syam, dan lain-lain. Imam Muslim wafat pada 26 Rajab 261 H) di dekat Naisabur.

Banyak ulama ditemui untuk periwayatan hadis, seperti Imam Ahmad ibn Hanbal, Ishaq, ibn Rahawih (Guru al-Bukhari juga) dan lain-lain. Di antara mereka al-Bukharilah yang paling berpengaruh terhadap dirinya dalam metodologi penelitian hadisnya.

Imam Muslim mempunyai banyak murid terkenal, seperti Imam al- Tirmidzi, Ibn Khuzaimah, Abdurrahman ibn Abi Hatim.

2. Kitab Sahihnya

Ada lebih dari dua puluh buku telah ditulis oleh Imam Muslim. Yang terkenal adalah Sahih Muslim itu sendiri, nama singkat dari judul aslinya:

Di dalam kitabnya ini termuat 3.030 hadis (tidak termasuk di dalamnya yang ditulis berulang-ulang). Jumlah hadis seluruhnya ada lebih kurang 10.000 buah.

Dengan sebutan Sahih Muslim, penulisnya bermaksud menjamin bahwa semua hadis yang terkandung di dalamnya adalah sahih.

Menurut penelitian para ulama, persyaratan yang ditetapkan Imam Muslim bagi sahihnya suatu hadis pada dasarnya sama dengan persyaratan yang ditetapkan oleh al-Bukhari. Ibnu Salah mengatakan bahwa persyaratan Muslim dalam kitab sahihnya adalah :

a. Hadis itu bersambung sanadnya.

b. Diriwayatkan oleh orang kepercayaan (s|iqat) dari generasi permulaan hingga akhir.

c. Terhindar dari syuzuz dan ‘illat.

Persyaratan ini juga dipergunakan oleh Imam al-Bukhari. Hanya apa yang dimaksud dengan bersambung sanadnya, ada sedikit perbedaan antara kedua imam ini.

Setelah melihat prestasi gemilang yang diraih oleh Imam al-Bukhari dan Muslim, para ulama generasi berikutnya membanding hasil karya kedua tokoh ini. Dan sikap ini memang manusiawi. Di antara yang baik, masih saja dipilih, mana yang lebih baik. Sebagian hasil perbandingan itu adalah:

Menurut al-Bukhari, seorang periwayat harus benar-benar bertemu dengan pemberi hadis, kendati hanya satu kali. Di antara indikatornya, bentuk serah terima dengan ungkapan akhbarana, sami’tu dan sebagainya. Sementara, menurut Imam Muslim, asal mereka itu semasa sudah dinilai bersambung sanadnya.

Tampaknya inilah yang menyebabkan para ulama generasi berikutnya menilai Sahih al-Bukhari lebih tinggi tingkat kesahihannya dibanding dengan Sahih Muslim. Tetapi para ulama Magribi ada yang berpendapat bahwa Sahih Muslim lebih unggul dari Sahih al-Bukhari.

Dalam hal sistematika, tampaknya disepakati bahwa sistematika Sahih Muslim lebih baik dari pada Sahih al-Bukhari. Dengan sistematika yang bagus ini Imam Muslim telah memudahkan jalan menelusuri hadis Sahihnya bagi siapa saja yang ingin meneliti.

Sama baiknya karya al-Bukhari dan Muslim terungkap dalam syair.

Artinya : Orang-orang bertengkar tentang al-Bukhari dan Muslim di hadapan saya dengan berkata, mana yang harus didahulukan atau diutamakan? Saya menjawab, ‚Sungguh al-Bukhari unggul di bidang kesahihan sebagaimana Muslim unggul di bidang sistematika.‛

Kendati sikap hati-hati itu sudah dicurahkan sepenuhnya ulama hadis sekelas Imam Muslim, tetapi ada saja kritik yang muncul. Konon jumlah rijal Sahih Muslim ada 620 orang, 160 antaranya dinilai lemah.

Al-‘Asqalani mengadakan pembelaan, pemilik rijal lebih mengenal rijalnya dari pada pengkritiknya. Di samping itu, matan hadis juga tidak luput dari kritik. Misalnya pada sebuah hadis yang berbunyi:

Artinya: Barang siapa setiap pagi makan kurma (ajwa) tujuh biji tidak akan dilanda oleh bahaya racun atau sihir pada hari itu.‛

al-Siba’i membantah hadis ini dengan pernyataan, sebuah hadis dapat kita terima kebenarannya selama sanadnya sahih dan matannya juga sahih meskipun secara ijmal. Persoalannya, pernahkah ilmu kedokteran melakukan penelitian untuk membuktikan kebenaran hadis tersebut?

 

d. Abu Daud al-Sijistani

1. Riwayat Singkat

Namanya adalah Sulaiman ibn al-Asy’as| ibn Ishaq al-Adzawi al-Sijistani. Ia lahir pada 202 H. Belajar ilmu merupakan kesenangannya semenjak masih kecil. Sebelum mendalami hadis, Abu Daud telah mempelajari al-Qur’an dan bahasa Arab serta materi lainnya.

Dalam menempa diri agar menjadi ulama besar, ia malang melintang ke berbagai negeri seperti Khurasan, Ray, Harat, Kufah dan Bagdad. Banyak guru terkemuka dijumpainya seperti Abu Amr al-Dharir, Abu al-Walid al-Thayalisi, Sulaiman ibn Harb, Ahmad ibn Hanbal.

Reputasi keulamaannya melejit ketika ia tinggal di Basrah. Kala itu Basrah ditimpa peceklik disebabkan serangan musuh pada tahun 257 H. Abu Ahmad, Gubernur Basrah yang juga saudara Khalifah al-Muwaffiq meminta agar Abu Daud bersedia tinggal di sana untuk menjadi guru, khususnya ilmu Hadis.

Abu Daud Kemudian tinggal di Basrah memenuhi permintaan tersebut. Abu Daud meninggal di sana pada 16 Syawal tahun 275 H. Di samping ahli bidang hadis, ia juga ahli di bidang fikih. ini dapat dilihat bahwa kitab sunannya yang bercorak fikih.

2. Sunan Abu Daud

Imam Abu Daud menyusun kitab sunannya dengan sistematika fikih. Kitab ini berisi 4.800 hadis sebagai inti dari 500.000 hadis yang dikuasainya dengan baik. Kitab ini sangat memudahkan pembaca dalam mencari hadishadis hukum.

Abu Daud mengakui bahwa tidak semua hadis yang ditulisnya sahih. Karenanya ia memberi catatan bahwa sejumlah hadis lemah yang dimasukkan dalam kitabnya itu bukan asal masuk saja. Imam Abu Daud tidak memasukkan hadis yang diriwayatkan dari orang yang matruk al-hadis|.

Dalam pemikiran Abu Daud, hadis yang kurang sahih masih lebih berbobot dibanding pendapat ulama. Dari keterangannya ini suatu hadis-hadis Abu Daud berada di bawah tingkatan Sahih al-Bukhari dan Muslim.

Seperti halnya kitab hadis induk lain, kitab Sunan Abu Daud disyarahi oleh beberapa ulama. ‘Aun al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud, tulisan Syamsul Haq Azimabadi dikenal sebagai kitab syarahnya yang baik. Di samping itu ada lagi Bazl al-Majhud fi Halli Abi Daud ditulis oleh Khalil Ahmad Ansari.

 

e. Imam al-Tirmidzi

1. Latar Belakang Kehidupannya

Imam al-Tirmidzi lahir pada tahun 209 H di kampung Tirmidz dekat sungai Jaihun. Semenjak kecil ia senang belajar. Tirmidzi tidak mau ketinggalan dari ulama hadis lain. Ia juga ikut mengembara ke berbagai negeri pusat ilmu pengetahuan, seperti Irak, Hijaz, Khurasaan dan lain-lain.

Banyak guru terkemuka dijumpai agar ilmu mereka mengalir kepadanya seperti al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, Qutaibah ibn Sa’id dan Muhammad ibn Masyr. Ia pengagum berat al-Bukhari dan ia memang berada di bawah asuhan al-Bukhari. Karenanya ia mengaku sepanjang hayat tidak menjumpai orang yang sepadan dengan al-Bukhari di bidang hadis apalagi melebihinya.

Imam al-Tirmidzi wafat di kampungnya, pada malam senin 13 Rajab tahun 279 H dalam usia 70 tahun.

2. Karya Imam al-Tirmidzi

Karyanya Imam al-Tirmidzi yang terkenal adalah kitab al-Jami’ al- Mukhtasar min Sunan Rasulillah. Kitab lain yang ditulisnya antara lain al-As|ar al-Muqufah, al-Asma wa al-Kuna, Asma al-Sahabah, al-Syamail al- Nabawiyyah, al-‘Ilal, al-Tarikh, al-Zuhd.

Imam al-Tirmidzi memberi catatan bahwa hadisnya sesuai dengan predikatnya, seperti sahih atau hasan. Bila ada hadis daif karena mengandung ‘illat, ia menujukkan ‘illatnya. Begitu juga bila hadis itu munkar, ia menunjukkan di mana munkarnya. Tetapi ia tidak memasukkan di dalam kitabnya hadis yang diriwayatkan dari orang yang dicurigai bohong.

Al-Tirmidzi adalah ulama hadis yang pertama sekali mempopulerkan predikat hadis hasan. Yaitu hadis yang kurang pantas dinilai sahih, artinya hadis tersebut menurut al-Tirmidzi adalah hadis hasan. Hadis ini bukan daif dan tidak layak dimasukkan dalam kategori daif.

Jika para ulama sebelum al-Tirmidzi (seperti ulama fikih pendiri Mazhab empat) mengatakan bahwa hadis daif untuk kepentingan tertentu dapat dijadikan hujah, maka yang dimaksudkan adalah hadis hasan menurut al- Tirmidzi. Jadi, bukan sembarang hadis daif.

 

f.   Al-Imam al-Nasai

1. Latar Belakang Kehidupannya

Nama lengkap Imam al-Nasai adalah Imam al-Hafizh Abu Abdirrahman Ahmad ibn Syu’aib ibn Ali al-Khurasani al-Nasa’i. Dikenal dengan nama Imam Nasai karena dinisbatkan dengan kampung Nasa, bagian dari negeri Khurasan.

Imam Nasai lahir pada tahun 215 H. Semenjak kecil ia menuntut ilmu dan mulai berkelana semenjak berumur 15 tahun. Pusat-pusat studi yang dikunjunginya antara lain, Hijaz, Irak, Mesir, Syam.

Setelah berkelana ke sana kemari ia memutuskan menetap di Mesir. Sebagai diketahui bahwa Imam Syafi’i pernah bermukim dan mempunyai banyak murid di Mesir, bahkan wafat dan dimakamkan di sana, maka tidak aneh bila Imam Nasai terpengaruh pemikiran Imam Syafi’i di bidang fikih.

Imam Nasai dikenal tegas dan pemberani. Ia tidak hanya berfatwa tetapi ikut berjihad menyertai Gubernur Mesir bersama tentara. al-Nasai wafat di Palestina pada 13 Safar tahun 303 H dan dimakamkan di Baitul Maqdis.

2. Sunan al-Nasai

Mulanya Imam Nasai menyusun kitab hadis dengan nama al-Sunan al- Kubra. Di dalamnya dimuat hadis sahih, hasan dan daif. Setelah membaca kitab tersebut, Gubernur al-Ramlah bertanya, apakah semua hadisnya sahih.

Al-Nasai menjawab di dalamnya ada yang sahih, ada yang hasan dan ada yang daif.

Kemudian Imam Nasai kembali memilih hadis-hadisnya. Dari hasil seleksinya itu tersusunlah kitab al-Sunan al-Mujtaba seperti yang kita dapatkan sekarang. Meski demikian, masih terdapat juga hadis hasan dan daif dalam kitab al-Mujtaba.

Tentu saja terhadap hadis-hadis daif, Imam Nasai menunjukkan di mana letak kedaifannya. Agaknya ia bermaksud menunjukkan bahwa hadis yang diriwayatkan oleh ulama lain itu sebenarnya lemah berdasarkan hasil penelitiannya.

Menurut catatan Prof A’zami, Imam Nasai tidak mau mengambil hadis melalui Ibn Luhai’ah karena dinilai sangat lemah. Ini menujukkan bahwa Imam Nasai selektif dalam memimilih rijal. Konon, ia berbeda paham dengan guru yang bernama al-Harits ibn Miskin. Namun, perselisihan paham ini tidak menghalanginya untuk belajar kepadanya, kendati tidak menghadiri halaqah gurunya itu.

Untuk hadis yang melalui jalur al-Harits, ia menulis ‚Saya mendengar hadis ini pada saat hadis ini dibacakan oleh al-Harits ibn Miskin.‛

 

g. Al-Imam Ibn Majah

1. Latar Belakang Kehidupannya

Namanya al-Imam al-Hafiz Abu Abdillah, Muhammad ibn Yazid al- Qazwaini Ibn Majah. Majah adalah laqab (nama panggilan) ayahnya. Ibn Majah lahir di Qazwain pada tahun 209 H. Semenjak kecil ia mulai bersekolah dan mengembara ke Irak, Hijaz, Mesir, Syam dan lain-lain. Ibn Majah wafat pada 22 Ramadhan 273 H.

2. Kitab Sunan

Ibnu Majah menulis beberapa kitab. Di banding para ulama yang disebut terdahulu, karya Ibn Majah tergolong sedikit. Tercatat, ia menulis Kitab Sunan, Kitab Tafsir, dan Kitab Tarikh. Karyanya yang dapat ditemukan sekarang adalah kitabnya Sunan Ibn Majah. Karyanya yang lain tidak jelas.

Hadis yang terdapat di dalam kitabnya sebanyak 4.341. Dari jumlah itu, ada 3002 hadis telah dibukukan oleh penulis Kitab al-Usul al-Sittah artinya masih tersisa 1.339 hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Majah sendiri. Ibn Majah tidak memberi catatan apa-apa tentang nilai hadis yang ditulis di dalam kitab sunannya itu. Agaknya, penilaian sahih atau tidaknya hadis di dalam kitabnya, diserahkan kepada pembaca yang mau meneliti.

Dr. Fuad Abdul Baqi mencatat, dari 1339 hadis itu terdapat 482 hadis yang bernilai sahih 199 bernilai hasan 619 lemah sanadnya, dan 99 hadis munkar dan makzub. Sikapnya yang terbuka kepada pembaca itu tampaknya telah menempatkan kitab sunannya pada peringkat keenam dari kuttubus sittah.

Pada sisi lain, kitab ini dinilai bermutu tinggi karena paling sedikit dalam pengulangan hadis, dibanding kitab-kitab lain. Hal ini memudahkan pembaca untuk melacak hadis yang diriwayatkannya.

 

Lampiran 3

GLOSARIUM

Ijmal            : ringkasan, secara umum ikhtisar, tidak terinci

Maknawi     : tentang makna, berkaitan dengan makna, yang tersirat, inti, penting

Masdar        : bentuk asli, bentuk asal, verbal

Mukjizat      : kejadian luar biasa yang dialami nabi yang di luar jangkauan akal manusia

Rida             : rela, suka, senag hati

Risalah        : ringkasan yang dikirimkan, surat edaran, notulensi rapat, keterangan ringkas tentang suatu bahasan ilmu pengetahuan

Tarikh         : Penanggalan, perhitungan tantang tanggal, penanda waktu

Tasrif           : Sistem perubahan bentuk kata dalam bahasa arab yang menandakan waktu, pelaku dan, pekerjaan, benda atau keterangan

 

Lampiran 4

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Wahid Ramli. Ulumul Qur’an, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002

Ahad Syadali,. Ahmad Rofi’i, Ulumul Qur’an 1, CV Pustaka setia abadi, Bandung, 1997

Ahmad Syadali. ‘Ulumul Qur’an I. Cet. I; Bandung: Pustaka Setia, 1997.

Al-Alwi Sayyid Muhammad Ibn Sayyid Abbas, Faidl Al-Khobir, Al-Hidayah, Surabaya

Al-Qattan, Manna’ Khalil. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Litera Antar Nusa, Jakarta, 2000

Al-Shalih, Shubhi, Mabahits fi ‘Ulum al-Quran, Dar al ‘Ilm Li al-Malayin, Beirut, 1977

Al-Shobuny, Mohammad Aly, at-Tibyan fi Ulumil Qur’an, Alam al-Kitab, Beirut

al-Suyuti, Jalaluddin, al-Itqan fi Ulum al-Qur’an, Cet.I; Beirut: Muassasah al-Risalah, 2008

Al-Salih, Subhi, Membahas Ilmu – Ilmu Hadis. Pustaka Firdaus: Jakarta, 2000.

Al-Zarqany, Muhammad Abd al-Azhim, Manahil al-Irfan fi Ulum al-Qur’an, Juz I, Isa al-Baby al-Halaby wa Syirkah, Mesir

Factur Rahman. Ikhtisar Musthalahul Hadis. Al-Ma’rif, Bandung, 1985

Hasbi ash-Shidiqi, Tengku Muhammad, Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 2009

Hudhari Bik, Tarikh At-Tasyri’ Al-Islami, (Terj. Mohammad Zuhri, Rajamurah Al-Qanaah), 1980,

Ismail, Muhammad Bakri, Dirasat fi Ulum al-Qur’an, Cet. II; Kairo: Dar al-Manar, 1999

Jalal al-Din ‘Abd al- Rahman ibn Abi bakr al-Suyuthi, Tadrib al-RAwi fi Syarh Taqrib an- Nawawi, jilid 1, Beirut: Dar al-Fikr

Kahar Masyur, Pokok-pokok Ulumul Qur’an,Rineka Cipta, Jakarta, 1992

Kamaluddin Marzuki, Ulumul Quran, PT Remaja Rosda Karya, Bandung, 1994

Khatib, Al.M. Ajjaj. Al Sunah Qobla Al Tadwin.Dar Al Fikr: Beirut, 1997

Mana’ul Quthan, Pembahasan ilmu Al-Qur’an, PT Rineka cipta, Jakarta, 1993

M. Hasbi Ashshiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu alqur’an dan Tafsir, PT Bulan Bintang, Jakarta, 1992

Muhammad Chirzin, Al-Qur’an dan Ulumul Qur’an, Dana Bakti Primayasa, Yogyakarta, 1998

M. Quraish Shihab, ‚Membumikan‛ Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Cet. XIX; Bandung: Mizan, 1999)

Muhammad Ahmad & M. Mudzakir, Ilmu Hadis (Cet – 10), Pustaka Setia, Bandung, 2000

Muhammad Ahmad. Ulumul Hadis. Pustaka Setia, Bandung, 2004

Nawir Yuslem. MA, ulumul Hadis, Mutiara sumber widya, Jakarta 2001

Rofi’i, Ahmad & Ahmad Syadali. Ulumul Quran Pustaka Setia, Bandung 1997.

Subhi Ash-Shalih, Membahas ilmu-ilmu Al-quran, terjemah Nur Rakhim, Pustaka Firdaus Jakarta, 1993

Suparta, Munzier. Ilmu Hadis, Raja Grapindo: Jakarta, 2002

Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis, Pustaka Rizki Putra, Semarang, 1998

Zarkasih, M.Ag., Pengantar Studi Hadis, Aswaja Presindo, Yogyakarta, 2012

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah

 

 

 

LUFIANA, S.S

NBM. 1024550

MAGELANG, ......JANUARI  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

KUNI HIRIYANTI, S.Pd

NIP. -

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar