Rabu, 12 November 2025

SOAL UAS QH KELAS XII BAB 1-4

 Bagian A: Rendah Hati, Sederhana, dan Berinfak (Berdasarkan QS Al-Furqan: 67, QS Al-Isra': 26-27, 29-30, QS Al-Qashash: 79-82, QS Al-Ma'un: 1-7, dan Hadis)

 1. Potongan ayat QS. Al-Furqan: 67 yang memiliki arti "...dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian." adalah...

   A. وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا

   B. وَلَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا

   C. اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا

   D. لَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً

   E. وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ

   

 2. Lafadz مَغْلُوْلَةً dalam QS. Al-Isra' [17]: 29 memiliki arti...

   A. Tangan yang di atas

   B. Tangan yang terikat (kikir)

   C. Terlalu boros

   D. Orang yang menolong

   E. Keluarga dekat

   

 3. Pesan utama yang terkandung dalam QS. Al-Isra' [17]: 26-27 adalah perintah untuk berinfak kepada keluarga dekat, orang miskin, musafir, dan larangan untuk...

   A. Berpaling dari orang miskin

   B. Menyombongkan diri

   C. Melakukan pemborosan

   D. Meminta-minta

   E. Berbuat riya'

   

 4. Potongan ayat yang melarang berbuat boros dalam QS. Al-Isra' [17]: 26 adalah...

   A. وَلَا تَبْذِرْ تَبْذِيْرًا

   B. لَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً

   C. وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ

   D. وَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ

   E. اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ

   

 5. Kosa kata Arab yang berarti "orang-orang yang menghambur-hamburkan (harta)" dalam QS. Al-Isra' [17]: 27 adalah...

   A. ذَا الْقُرْبٰى

   B. الْمُبَذِّرِيْنَ

   C. الْمَسَاكِيْنِ

   D. الشَّيٰطِيْنِ

   E. السَّبِيْلِ

   

 6. Terjemahan yang tepat untuk potongan ayat: اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا adalah...

   A. Orang-orang yang tidak kikir

   B. Orang-orang yang tidak boros

   C. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta)

   D. Dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah

   E. Mereka adalah saudara setan

   

 7. Kisah Qorun dalam ayat tersebut mengajarkan tentang bahaya...

   A. Sifat kikir dan tamak

   B. Keraguan dan kemunafikan

   C. Kesombongan karena harta dan kekayaan

   D. Sikap boros dan suka pamer

   E. Mendustakan hari akhir

   

 8. Potongan ayat dalam QS. Al-Qashash: 81 yang menceritakan nasib Qorun adalah...

   A. عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى الْقُرْبٰى

   B. فَخَسَفْنَا بِهِۦ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ

   C. فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ فِى زِينَتِهِۦ

   D. وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

   E. وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ

 9. Terjemahan dari potongan ayat يَدَعُّ الْيَتِيْمَ dalam QS. Al-Ma'un: 2 adalah...

   A. Menghardik orang miskin

   B. Menghardik anak yatim

   C. Tidak menganjurkan memberi makan

   D. Orang-orang yang berbuat riya'

   E. Celakalah orang yang shalat

  

 10. Orang yang disebut mendustakan agama menurut surat Al-Ma'un ditandai dengan sifat-sifat berikut, kecuali...

   A. Menghardik anak yatim

   B. Tidak mendorong memberi makan orang miskin

   C. Lalai dari salat

   D. Berbuat riya'

   E. Berlebihan dalam berinfak

   

 11. Menyimpulkan kandungan hadis:

   Hadis riwayat Muslim dari Iyadh bin Himar tentang larangan berbangga diri mengajarkan pentingnya sifat...

   A. Sabar

   B. Syukur

   C. Rendah hati (Tawadhu')

   D. Sederhana (Iqtishad)

   E. Jujur

   

 12. Mengkorelasikan ayat dengan hadis:

   Sikap yang paling tepat sebagai pengamalan dari QS. Al-Furqan: 67 dan hadis riwayat Bukhari tentang tidak berlebihan dalam membelanjakan harta adalah...

   A. Memiliki mobil mewah untuk keluarga

   B. Membantu fakir miskin dengan berlebihan

   C. Membelanjakan harta secara sederhana dan seimbang

   D. Menahan semua harta untuk tabungan masa depan

   E. Mengutamakan infak daripada kebutuhan pokok

 


Bagian B: Iman dan Ujian/Cobaan (Berdasarkan QS Al-Baqarah: 177, QS Ali Imran: 155-157, dan Hadis)

 13. Menganalisis arti lafadz:

   Lafadz الْيَتٰمٰى dalam QS. Al-Baqarah [2]: 177 memiliki arti...

   A. Orang-orang miskin

   B. Anak-anak yatim

   C. Para musafir

   D. Orang-orang yang meminta

   E. Kaum kerabat

   

 14  Menerjemahkan kandungan QS. Al-Baqarah: 177:

   Kebajikan sejati menurut QS. Al-Baqarah [2]: 177, salah satunya adalah...

   A. Menghadap ke arah timur dan barat saat salat.

   B. Membangun masjid dan tempat ibadah yang megah.

   C. Beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab, dan para nabi.

   D. Memberikan harta yang dicintai hanya kepada kerabat.

   E. Menghindari zakat dan fokus pada sedekah.

  

 15. Menyebutkan potongan ayat:

   Potongan ayat dalam QS. Ali Imran [3]: 155 yang menjelaskan bahwa Allah telah memaafkan para sahabat yang lari saat perang Uhud adalah...

   A. وَلَقَدْ عَزَمَ اُولُوا الْعَزْمِ

   B. وَلِيَبْتَلِيَكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِيْ قُلُوْبِكُمْ

   C. وَلَقَدْ عَفَا اللّٰهُ عَنْهُمْ

   D. ثُمَّ اَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ الْغَمِّ

   E. وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

   

 16. Menyimpulkan maksud ayat:

   Kandungan QS. Ali Imran [3]: 155-157 menjelaskan bahwa kemenangan atau kekalahan (seperti pada Perang Uhud) adalah bagian dari ujian (cobaan) yang bertujuan untuk...

   A. Menambah kesenangan bagi orang Mukmin.

   B. Menghilangkan penderitaan selamanya.

   C. Membersihkan (memurnikan) keimanan yang ada di hati.

   D. Menunjukkan siapa yang paling kaya.

   E. Membuat musuh merasa takut.

 

 17. Menyebutkan penggalan hadis:

   Hadis riwayat Muslim yang menjelaskan bahwa jika seseorang ditimpa kesusahan, ia akan bersabar (صَبَرَ), maka itu adalah kebaikan baginya, terdapat lafadz...

   A. إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ

   B. وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ

   C. وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللّٰهُ

   D. وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا

   E. كُلُّهُ خَيْرٌ

   

 18. Menunjukkan kalimat dalam ayat:

   Dalam QS. Ali Imran [3]: 157, kalimat yang menegaskan bahwa semua manusia pasti akan kembali kepada Allah (mati syahid atau meninggal biasa) adalah...

   A. لَئِنْ مُّتُّمْ اَوْ قُتِلْتُمْ لَاِلَى اللّٰهِ تُحْشَرُوْنَ

   B. وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى

   C. فَمَا اسْتَكَانُوْا لِرَبِّهِمْ

   D. وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

   E. فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ

   

 19. Menjelaskan macam-macam sabar:

   Sabar dalam menghadapi musibah atau cobaan disebut juga dengan sabar...

   A. Sabar 'alal-amr (atas perintah)

   B. Sabar 'anil-ma'shiyah (menjauhi maksiat)

   C. Sabar 'alal-musiibah (atas musibah)

   D. Sabar 'alal-hawa (atas hawa nafsu)

   E. Sabar 'alal-syukur (atas syukur)

   

 20. Mengkorelasikan ayat dengan hadis:

   Sikap yang paling sesuai untuk mengamalkan hadis riwayat Muslim tentang keutamaan orang Mukmin yang bersyukur saat senang dan bersabar saat susah adalah...

   A. Mengeluh kepada Allah saat ditimpa musibah.

   B. Berprasangka buruk terhadap takdir Allah.

   C. Bersabar dan mengambil hikmah dari setiap cobaan.

   D. Menyalahkan orang lain atas kegagalan.

   E. Meninggalkan ibadah karena merasa putus asa.


Bagian C: Pelestarian Lingkungan (Berdasarkan QS Ar-Ruum: 41-42, QS Al-A'raf: 56-58, QS Shad: 27, QS Al-Furqan: 45-50, QS Al-Baqarah: 204-206, dan Hadis)

 21. Mengurutkan ayat:

   QS. Ar-Ruum [30]: 41-42 diawali dengan lafadz...

   A. وَلَقَدْ صَدَقَهُمُ اللّٰهُ

   B. وَقُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ

   C. ظَهَرَ الْفَسَادُ

   D. سَيِّدُ الْقَوْمِ

   E. اَلَمْ تَرَ

   

 22. Menerjemahkan lafadz:

   Kata الْفَسَادُ dalam QS. Ar-Ruum [30]: 41 berarti...

   A. Kebaikan

   B. Keselamatan

   C. Kerusakan

   D. Kekeringan

   E. Kemakmuran

   

 23. Menjelaskan kandungan ayat:

   Penyebab utama munculnya kerusakan di darat dan di laut menurut QS. Ar-Ruum [30]: 41 adalah...

   A. Bencana alam yang tidak terhindarkan

   B. Sinar matahari yang terik

   C. Perbuatan tangan manusia

   D. Keputusan dari pemimpin

   E. Siklus alami bumi

   

 24. Menyimpulkan kandungan QS. Al-A'raf: 56:

   Perintah utama yang ditekankan dalam QS. Al-A'raf [7]: 56 adalah larangan...

   A. Menghadapkan wajah ke timur dan barat

   B. Berdoa hanya kepada Allah

   C. Berbuat kerusakan di bumi sesudah (diciptakan) dengan baik

   D. Menghardik anak yatim

   E. Kikir dan berlebihan dalam berinfak

  

 25. Mengurai lafadz:

   Lafadz سَبَبِ dalam QS. Ar-Ruum [30]: 41 berarti...

   A. Akibat

   B. Perbuatan

   C. Sebab

   D. Manusia

   E. Bumi

   

 26. Menerjemahkan lafadz:

   Terjemahan dari kata لِيُذِيْقَهُمْ dalam QS. Ar-Ruum [30]: 41 adalah...

   A. Agar mereka kembali

   B. Agar Allah merasakan kepada mereka

   C. Dari perbuatan mereka

   D. Di darat dan di laut

   E. Telah nampak

 

 27. Menyimpulkan kandungan QS. Shad: 27:

   Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya tidak dengan sia-sia (bāṭilan), yang demikian itu adalah anggapan orang-orang...

   A. Beriman

   B. Musyrik

   C. Kafir

   D. Munafik

   E. Fasik

  

 28.Menjelaskan hikmah di balik ayat:

   Hikmah dari penciptaan bayang-bayang dan fungsinya sebagai penunjuk (QS. Al-Furqan: 45-46) adalah agar manusia...

   A. Dapat mengetahui waktu salat.

   B. Mengenali kebesaran Allah yang Mahakuasa.

   C. Tidak berjalan di bawah terik matahari.

   D. Lebih mudah menentukan arah kiblat.

   E. Berhemat dalam menggunakan listrik.

   

 29. Menyimpulkan kandungan QS. Al-Baqarah: 204-206:

   Ayat ini menggambarkan ciri-ciri orang yang ucapannya mengagumkan tentang dunia, namun ketika diberi nasihat tentang kerusakan yang ditimbulkannya, ia...

   A. Langsung bertaubat dan menyesal.

   B. Menambah dosa karena kesombongannya.

   C. Memberikan infak dan sedekah.

   D. Menganggapnya sebagai ujian.

   E. Memperbaiki pertanian dan peternakan.

   

 30. Menerangkan maksud suatu kata dalam ayat:

   Dalam QS. Al-Baqarah [2]: 205, orang fasik yang merusak akan يُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ. Maksud dari الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ adalah...

   A. Harta dan jabatan

   B. Pertanian dan keturunan (ternak)

   C. Kehidupan dan kematian

   D. Angin dan awan

   E. Kerabat dan anak yatim

   

 31. Menjelaskan kandungan hadis:

   Hadis tentang pelestarian lingkungan, seperti anjuran menanam pohon meskipun hari kiamat akan terjadi, menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai...

   A. Kekuatan amal yang besar

   B. Ketaatan terhadap sunah Nabi

   C. Peran manusia sebagai khalifah di bumi

   D. Pentingnya menanam kurma

   E. Penggunaan air secara berlebihan

   

 32. Menerapkan perilaku yang sesuai:

   Salah satu bentuk perilaku yang sesuai dengan kandungan QS. Ar-Ruum [30]: 41 dan hadis tentang larangan merusak alam adalah...

   A. Menggunakan pupuk kimia berlebihan untuk hasil cepat.

   B. Membuang sampah di sungai karena dianggap akan hanyut.

   C. Melakukan reboisasi hutan yang gundul.

   D. Membangun pabrik tanpa memikirkan limbahnya.

   E. Menebang pohon besar tanpa izin.

  

Bagian D: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Berdasarkan QS Al-Alaq: 1-5, QS An-Naba': 1-16 & 17-30, QS Yunus: 101, QS Al-Baqarah: 164, dan Hadis)

 33. Mengartikan kosa kata:

   Kata اِقْرَأْ dalam QS. Al-Alaq [96]: 1 berarti...

   A. Menciptakan

   B. Membaca

   C. Mengajar

   D. Pena

   E. Mulia

  

 * Menyimpulkan ayat:

 34. Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad saw. (QS. Al-Alaq: 1-5) mengandung perintah fundamental untuk...

   A. Bersyukur atas rezeki.

   B. Beribadah di Gua Hira.

   C. Menunaikan salat.

   D. Membaca dan menuntut ilmu.

   E. Berjuang melawan kekufuran.

 

 * Menjelaskan maksud QS. Al-Alaq: 4:

 35. Potongan ayat اَلَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ menjelaskan bahwa salah satu cara Allah mengajarkan manusia adalah dengan perantaraan...

   A. Alam semesta

   B. Malaikat

   C. Pena (menulis)

   D. Wahyu

   E. Segumpal darah

   

 * Mengurutkan potongan QS. An-Naba':

 36. Potongan ayat yang menjelaskan tentang fungsi gunung adalah...

   A. وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا

   B. أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا

   C. وَّالْجِبَالَ أَوْتَادًا

   D. وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا

   E. أَيَّانَ يَوْمُ الْفَصْلِ

   

 * Menjelaskan kandungan QS. An-Naba' 1-16:

  37. Ayat-ayat ini menyajikan berbagai tanda kebesaran Allah (Ayat-ayat Kauniyyah) yang dapat dikaji melalui Ilmu Pengetahuan, kecuali...

   A. Bumi sebagai hamparan.

   B. Gunung sebagai pasak.

   C. Penciptaan manusia berpasang-pasangan.

   D. Neraka Jahannam sebagai tempat kembali.

   E. Tujuh langit yang kokoh.

  

 * Menyimpulkan ayat:

   38. QS. Yunus [10]: 101 mengajak manusia untuk memperhatikan apa yang ada di langit dan di bumi. Hal ini merupakan dorongan untuk...

   A. Meratapi nasib.

   B. Menjadi penguasa.

   C. Melakukan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

   D. Berharta banyak.

   E. Tidak peduli dengan dunia.

  

 * Menerjemahkan lafadz:

  39. Terjemahan lafadz اَلْمُعْصِرٰتِ dalam QS. An-Naba' [78]: 14 adalah...

   A. Dari awan yang tebal (memancurkan air)

   B. Pelita yang terang benderang

   C. Biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan

   D. Kebun-kebun yang lebat

   E. Gunung yang menjadi fatamorgana

   

 * Menyimpulkan kandungan QS. Al-Baqarah: 164:

  40. QS. Al-Baqarah [2]: 164 menyebutkan berbagai fenomena alam sebagai tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berakal, salah satunya adalah pergantian malam dan siang (اِخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ). Hal ini berkaitan erat dengan ilmu...

   A. Sosiologi

   B. Arkeologi

   C. Astronomi

   D. Geografi

   E. Biologi

  

 * Melanjutkan ayat:

 41. Lanjutan dari QS. Al-Baqarah [2]: 164 potongan: وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ...

   A. وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ

   B. وَالْفُلْكِ الَّتِيْ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ

   C. الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ

   D. وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً

   E. وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا

   

 * Menjelaskan perilaku yang sesuai:

  42. Sebagai pengamalan QS. Al-Alaq: 1-5, seorang pelajar seharusnya...

   A. Menghafal Al-Qur'an tanpa memahami maknanya.

   B. Malas belajar karena sudah takdir Allah.

   C. Rajin membaca, meneliti, dan mengembangkan potensi akal.

   D. Mengandalkan teknologi tanpa belajar dasar ilmu.

   E. Berdoa saja tanpa berusaha.

  

 * Menjelaskan kandungan hadis (Hadis Nawawi Hujjat 6):

  43 Hadis yang berkaitan dengan niat (Arba'in Nawawi ke-1) mengajarkan bahwa amal perbuatan akan dinilai berdasarkan...

   A. Keinginan orang lain

   B. Tujuan duniawi

   C. Niatnya (karena Allah)

   D. Jumlah kekayaan

   E. Usaha yang keras

Soal Pilihan Ganda Tambahan untuk Mencapai 55 Butir

A. Rendah Hati, Sederhana, dan Berinfak (Tambahan)

 44. Menelaah arti lafadz: Lafadz يَقْتُرُوْا dalam QS. Al-Furqan: 67 artinya...

   A. Berlebihan (boros)

   B. Kikir (pelit)

   C. Sedang-sedang

   D. Membelanjakan

   E. Pertengahan

   

 45. Menyebutkan potongan ayat: Lafadz yang menggambarkan bahwa orang yang boros adalah saudara setan (QS. Al-Isra': 27) adalah...

   A. وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا

   B. إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

   C. وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً

   D. وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ

   E. فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ

   

 46. Menerapkan perilaku: Menginfakkan harta yang dicintai kepada kaum kerabat, anak yatim, dan orang miskin adalah implementasi dari kebajikan yang disebutkan dalam...

   A. QS. Al-Qashash: 79

   B. QS. Al-Isra': 29

   C. QS. Al-Baqarah: 177

   D. QS. Al-Ma'un: 7

   E. QS. Al-Furqan: 67

   

B. Iman dan Ujian/Cobaan (Tambahan)

 47. Menganalisis arti lafadz: Lafadz الْبَأْسَاء dalam QS. Al-Baqarah: 177 berarti...

   A. Dalam peperangan

   B. Dalam kesenangan

   C. Dalam kesempitan/kesulitan

   D. Dalam kemarahan

   E. Dalam perjalanan

  

 48. Menyimpulkan kandungan ayat: Salah satu tujuan Allah memberikan cobaan dan ujian (fitnah) kepada manusia adalah untuk...

   A. Membuat manusia putus asa.

   B. Menambah dosa manusia.

   C. Menghancurkan kehidupan manusia.

   D. Menguji keimanan mereka yang tulus.

   E. Menghilangkan rezeki mereka.

   

 49. Menjelaskan macam-macam sabar: Menjaga diri dari perbuatan dosa dan maksiat disebut sabar...

   A. 'alal-amr

   B. 'anil-ma'shiyah

   C. 'alal-musiibah

   D. 'alal-syukur

   E. 'alal-ni'mat

   

C. Pelestarian Lingkungan (Tambahan)

 50. Mengurai lafadz: Lafadz يَرْجِعُوْنَ dalam QS. Ar-Ruum: 41 berarti...

   A. Agar mereka merasakan

   B. Kerusakan di darat

   C. Agar mereka kembali

   D. Tangan manusia

   E. Di laut

  

 51. Menjelaskan perilaku: Anjuran Rasulullah untuk menyayangi makhluk hidup di bumi (HR. Tirmidzi) merupakan dorongan untuk menjaga...

   A. Kebersihan diri

   B. Keseimbangan ekosistem

   C. Hubungan kekeluargaan

   D. Kesabaran dan tawakal

   E. Amalan sunah

   

 52.Menerapkan perilaku: Sikap orang yang sombong ketika diberi nasihat tentang kerusakan lingkungan dan menolaknya (QS. Al-Baqarah: 206) disebut...

   A. Kikir

   B. Tawadhu'

   C. Isti'faaf

   D. Al-Izzu bil-ithmi (sombong dengan dosa)

   E. Al-Iqtishad

  

D. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Tambahan)

 53. Menyimpulkan kandungan QS. An-Naba' 17-30: Ayat ini menjelaskan tentang kedatangan Hari Pembalasan (kiamat) yang merupakan janji Allah. Tanda-tanda kiamat yang disebutkan (ayat 17-20) dapat dikaitkan dengan...

   A. Penemuan teknologi baru.

   B. Fenomena astronomi dan geologi.

   C. Perang besar antar negara.

   D. Kehancuran kekayaan.

   E. Peningkatan hasil panen.

 

 54. Menerapkan perilaku: Dalam konteks etika ilmu dan teknologi, pengamalan Hadis Nawawi Hujjat 6 tentang niat (Hadis no. 1) mengajarkan bahwa penelitian dan pengembangan IPTEK harus didasarkan pada...

   A. Mencari popularitas.

   B. Kepentingan pribadi dan kelompok.

   C. Niat tulus untuk kemaslahatan umat (karena Allah).

   D. Menyaingi negara lain.

   E. Keuntungan finansial semata.

  

 55. Menyimpulkan ayat: Kandungan QS. Al-Baqarah: 164 mengajarkan bahwa di balik fenomena alam (penciptaan langit, bumi, kapal, air hujan, dll.), terdapat tanda-tanda kebesaran Allah (Ayatullah) bagi...

   A. Setiap manusia

   B. Orang-orang yang berilmu dan berakal

   C. Pemimpin yang bijaksana

   D. Anak-anak yatim dan miskin

   E. Para pedagang di laut

  

✅ Kunci Jawaban (55 Soal)

| No. Soal | Kunci Jawaban | No. Soal | Kunci Jawaban | No. Soal | Kunci Jawaban |

|---|---|---|---|---|---|

| 1 | A | 17 | B | 33 | B |

| 2 | B | 18 | A | 34 | D |

| 3 | C | 19 | C | 35 | C |

| 4 | A | 20 | C | 36 | C |

| 5 | B | 21 | C | 37 | D |

| 6 | C | 22 | C | 38 | C |

| 7 | C | 23 | C | 39 | A |

| 8 | B | 24 | C | 40 | C |

| 9 | B | 25 | C | 41 | B |

| 10 | E | 26 | B | 42 | C |

| 11 | C | 27 | C | 43 | C |

| 12 | C | 28 | B | 44 | B |

| 13 | B | 29 | B | 45 | B |

| 14 | C | 30 | B | 46 | C |

| 15 | C | 31 | C | 47 | C |

| 16 | C | 32 | C | 48 | D |

| 49 | B | 50 | C | 51 | B |

| 52 | D | 53 | B | 54 | C |

| 55 | B |  |  |  |  |


51. Q.S. Al-Ma'un 1-7

Jelaskan ciri-ciri pendusta agama (orang yang mendustakan hari pembalasan) berdasarkan kandungan Q.S. Al-Ma'un!

Kandungan Q.S. Al-Ma'un:

Surah Al-Ma'un (Barang-barang yang Berguna) menjelaskan tentang hakikat pendusta agama, yaitu orang yang secara lahiriah mungkin tampak beribadah, tetapi hatinya mendustakan Hari Pembalasan (akhirat) yang diwujudkan melalui perilaku sosial dan ibadah yang buruk. Ayat ini menghubungkan antara kesalehan ritual dan kesalehan sosial.

Ciri-ciri Pendusta Agama Berdasarkan Q.S. Al-Ma'un (Ayat 2-7):

  1. Menghardik Anak Yatim (Ayat 2): Yaitu bersikap keras, menzalimi, merendahkan, atau tidak memberikan hak-hak anak yatim. Hal ini mencerminkan ketiadaan rasa kasih sayang dan empati sosial.
  2. Tidak Menganjurkan Memberi Makan Orang Miskin (Ayat 3): Mereka tidak memiliki kepedulian sosial, bahkan untuk sekadar mendorong orang lain agar memberi makan fakir miskin, apalagi melakukannya sendiri.
  3. Lalai dalam Salatnya (Ayat 4-5): "Lalai dari salatnya" berarti mereka melaksanakan salat tanpa kesadaran akan makna dan tujuan salat, sering menunda-nunda hingga keluar waktu, atau tidak memenuhi syarat dan rukunnya dengan baik. Ini menunjukkan lemahnya hubungan mereka dengan Allah SWT.
  4. Berbuat Riya' (Ayat 6): Melakukan ibadah (terutama salat) hanya untuk dilihat dan dipuji oleh manusia, bukan karena keikhlasan kepada Allah SWT.
  5. Enggan (Menolong dengan) Barang Berguna (Ayat 7): Kikir atau pelit, menahan-nahan bantuan, atau enggan meminjamkan barang-barang kecil yang bermanfaat bagi orang lain, meskipun barang tersebut tidak akan berkurang nilainya.

​52. Q.S. Al-Baqarah 177

Jelaskan konsep kebajikan yang sempurna menurut Q.S. Al-Baqarah ayat 177 (tentang Birr), dan sebutkan 3 pilar utamanya!

Konsep Kebajikan yang Sempurna (Al-Birr):

Q.S. Al-Baqarah ayat 177 menjelaskan bahwa kebajikan (Al-Birr) yang sempurna bukanlah sekadar ritual formal atau mengikuti arah kiblat, melainkan sebuah integritas iman yang mendalam yang diwujudkan melalui amal saleh yang mencakup aspek akidah, ibadah, dan muamalah (sosial). Kebajikan yang sempurna adalah ketaatan yang menyeluruh kepada Allah, yang membuahkan keimanan sejati dan kepedulian sosial.

3 Pilar Utama Kebajikan Sempurna (Al-Birr):

​Ayat ini mengurutkan dan menekankan tiga kategori utama amal saleh yang menjadi pilar kesempurnaan kebajikan:

  1. Pilar Keimanan (Aqidah/Tauhid): Merupakan landasan utama. Meliputi iman kepada Allah, Hari Akhir, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab suci, dan Nabi-nabi. Keimanan yang kokoh adalah pondasi bagi semua perbuatan baik.
  2. Pilar Kedermawanan/Amal Sosial (Infak): Merupakan wujud nyata dari iman kepada sesama. Meliputi memberikan harta yang dicintai (walaupun berat) kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir (ibnu sabil), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya (atau kepentingan sosial sejenis).
  3. Pilar Ketaatan Ritual dan Karakter (Ibadah dan Akhlak): Meliputi pelaksanaan ibadah wajib dan pembentukan mental spiritual. Melaksanakan salat, menunaikan zakat, menepati janji apabila berjanji, dan bersabar (dalam kesempitan, penderitaan, dan peperangan).

​53. Q.S. Ar-Ruum 41-42

Q.S. Ar-Ruum ayat 41 menyebutkan "telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia." Berikan 3 contoh konkrit kerusakan lingkungan akibat perbuatan manusia, serta jelaskan bagaimana Islam melalui hadis menganjurkan pelestarian lingkungan!

3 Contoh Konkrit Kerusakan Lingkungan Akibat Perbuatan Manusia:

  1. Deforestasi dan Penebangan Liar: Penggundulan hutan secara masif dan tidak bertanggung jawab menyebabkan hilangnya fungsi hutan sebagai penyerap karbon dioksida dan penahan air. Akibatnya timbul bencana seperti tanah longsor, banjir, dan kekeringan.
  2. Pencemaran Air dan Udara (Polusi Industri): Pembuangan limbah industri atau domestik tanpa pengolahan ke sungai, laut, atau udara. Hal ini merusak ekosistem akuatik, membahayakan kesehatan manusia dan hewan, serta menyebabkan hujan asam atau pemanasan global.
  3. Penggunaan Plastik dan Sampah Anorganik Berlebihan: Sampah, terutama plastik, yang sulit terurai menumpuk di tempat pembuangan akhir, mencemari tanah, dan berakhir di lautan, membahayakan kehidupan laut.

Anjuran Islam melalui Hadis tentang Pelestarian Lingkungan:

​Islam memandang alam sebagai amanah (titipan) dari Allah SWT yang harus dijaga (khalifah fil ard). Pelestarian lingkungan dalam Islam berlandaskan prinsip maslahah (kebaikan umum) dan adamul dharar (tidak berbuat kerusakan).

  1. Anjuran Menanam dan Menghijaukan Bumi:
    • Hadis Riwayat Anas bin Malik: "Tidaklah seorang Muslim menanam suatu tanaman atau menabur suatu biji-bijian, lalu tanaman atau biji-bijian itu dimakan oleh burung, manusia, atau binatang, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya." (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menjadikan penghijauan dan pertanian sebagai amal ibadah yang berpahala.
  2. Larangan Merusak dan Prinsip Konservasi:
    • Hadis Riwayat Ahmad: Nabi Muhammad SAW bersabda: "Janganlah kamu berbuat bahaya dan janganlah pula kamu membahayakan orang lain." (Hadis ini mencakup larangan merusak lingkungan yang akan berdampak buruk pada manusia dan makhluk lain).
    • Prinsip Hemat Air (Anti-Israf): Nabi SAW melarang pemborosan air, bahkan saat berwudu di sungai yang mengalir deras, menunjukkan pentingnya konservasi sumber daya alam.

​54. Q.S. Al-Alaq 1-5

Jelaskan mengapa perintah "Iqra'" (Bacalah) menjadi wahyu pertama dalam Islam, dan kaitkan maknanya dengan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi!

Signifikansi Perintah "Iqra'" sebagai Wahyu Pertama:

​Perintah "Iqra'" (Bacalah/Telitilah/Pelajarilah) yang diterima Nabi Muhammad SAW merupakan fondasi dasar dari seluruh ajaran Islam. Ayat ini menegaskan bahwa:

  1. Ilmu adalah Dasar Agama: Islam adalah agama yang dibangun di atas ilmu, bukan takhayul, kebodohan, atau dogma buta. Perintah pertama ini menuntut setiap Muslim untuk menjadi masyarakat yang literat, kritis, dan berilmu.
  2. Membaca Teks dan Alam: Makna Iqra' tidak terbatas pada membaca wahyu yang tertulis (ayat qauliyah), tetapi juga mencakup membaca, mengamati, dan meneliti fenomena alam semesta (ayat kauniyah) sebagai tanda-tanda kebesaran Allah.
  3. Pengakuan akan Keterbatasan Manusia: Ayat ini menekankan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan lemah (dari segumpal darah) dan hanya Allah yang Maha Mengajar "dengan pena" dan "mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." Ini mendorong manusia untuk rendah hati dan terus mencari ilmu.

Kaitan dengan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK):

​Perintah Iqra' secara langsung menjadi sumber inspirasi dan legitimasi bagi pengembangan IPTEK dalam peradaban Islam:

  • Pentingnya Ilmu Pengetahuan: Iqra' mewajibkan umat Islam untuk aktif mencari, mengumpulkan, dan menganalisis pengetahuan, yang merupakan pra-syarat mutlak bagi lahirnya sains.
  • Pena sebagai Simbol Teknologi/Literasi: Penyebutan pena (al-qalam) dalam ayat kedua (Allazi 'allama bil-qalam) adalah simbol dari teknologi literasi, komunikasi, dan transfer ilmu. Ini mendorong pengembangan teknologi yang mendukung pencatatan, penelitian, dan penyebaran ilmu.
  • Tujuan IPTEK: Pengembangan IPTEK harus diarahkan pada pemahaman yang lebih baik terhadap ciptaan Allah (alam semesta) dan pemanfaatan sumber daya untuk kemaslahatan (kebaikan) umat manusia, sesuai dengan tujuan risalah Islam.

​55. Hadis Riwayat Huzaifah

Hadis riwayat Huzaifah mengisyaratkan tentang pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak. Berikan 3 contoh penerapan teknologi yang sesuai dengan nilai-nilai etika Islam dalam kehidupan sehari-hari!

Catatan: Hadis Riwayat Huzaifah seringkali berkaitan dengan 'amanah' (kepercayaan) yang hilang dari hati manusia secara bertahap akibat fitnah (ujian/kesulitan), yang dapat diinterpretasikan sebagai hilangnya etika dan moral. Pemanfaatan teknologi secara bijak didasarkan pada prinsip Amanah, Maslahah (manfaat), dan Keadilan dalam Islam.

3 Contoh Penerapan Teknologi yang Sesuai dengan Nilai-nilai Etika Islam:

  1. Pemanfaatan Media Sosial untuk Edukasi dan Kebaikan (Amanah dan Maslahah):
    • Penerapan: Menggunakan platform digital (media sosial, blog) untuk menyebarkan konten edukasi Islam, ilmu pengetahuan yang bermanfaat, dakwah, atau kegiatan filantropi.
    • Etika Islam: Menghindari penyebaran hoax, ghibah (gosip), namimah (adu domba), dan ujaran kebencian. Setiap informasi yang disebarkan harus diverifikasi (tabayyun) sebagai wujud pertanggungjawaban (Amanah) di dunia nyata dan di hadapan Allah.
  2. Penggunaan dan Pengembangan Teknologi Keuangan Syariah (Fintech Syariah) (Keadilan):
    • Penerapan: Menggunakan aplikasi Fintech (Teknologi Keuangan) untuk transaksi pembayaran, investasi, atau pinjaman mikro yang menerapkan prinsip-prinsip syariah, seperti menghindari riba (bunga/interest) dan gharar (ketidakjelasan/spekulasi).
    • Etika Islam: Menerapkan transparansi, bagi hasil yang adil, dan memastikan bahwa teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan ekonomi umat tanpa menzalimi pihak manapun (sesuai prinsip Keadilan Ekonomi).
  3. Penggunaan dan Pengembangan Kecerdasan Buatan (AI) yang Berbasis Etika (Adamul Dharar dan Maslahah):
    • Penerapan: Mengembangkan dan menggunakan AI untuk keperluan yang membawa manfaat umum, seperti diagnostik kesehatan, pertanian cerdas, atau layanan publik.
    • Etika Islam: Memastikan bahwa AI/robotik yang dikembangkan tidak melanggar hak asasi manusia, menjaga privasi data individu, tidak digunakan untuk tujuan diskriminasi, dan tidak menciptakan kerusakan moral atau sosial (Adamul Dharar).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar