Minggu, 16 November 2025

LATIHAN SOAL UAS AA KLS XII SEMESTER 1 2025-2026

 Soal Ujian Akhir Semester (UAS) 1

A. Pilihan Ganda (50 Soal)

Pilih salah satu jawaban yang paling tepat (A, B, C, D, atau E)!

Bab I: Cerminan dan Nilai Mulia Al-Asmā` al-Ḥusna (Soal 1-10)

 1. Salah satu sifat Allah SWT adalah Al-'Afuww. Makna yang paling tepat untuk sifat ini adalah...

   A. Allah Maha Pemberi Rezeki.

   B. Allah Maha Merajai.

   C. Allah Maha Pemaaf.

   D. Allah Maha Penghitung.

   E. Allah Maha Pencipta.

 2. Meneladani sifat Al-'Afuww dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan cara...

   A. Selalu meminta perhitungan yang adil atas perbuatan orang lain.

   B. Membalas kejahatan orang lain dengan balasan yang setimpal.

   C. Mengutamakan sikap memaafkan kesalahan orang lain meskipun mampu membalas.

   D. Bersikap dermawan dengan memberikan rezeki kepada fakir miskin.

   E. Selalu bersikap hati-hati dalam berinteraksi agar tidak berbuat salah.

 3. Sebagai muslim yang meyakini Ar-Razzaq, sikap yang paling tepat dalam mencari nafkah adalah...

   A. Bekerja keras tanpa memperhatikan cara mendapatkannya (halal/haram).

   B. Duduk berdiam diri menunggu rezeki datang dari langit.

   C. Bekerja dengan tekun, cerdas, dan jujur, disertai tawakal kepada Allah.

   D. Hanya mengandalkan pemberian dan bantuan dari orang lain.

   E. Berhenti bekerja karena rezeki sudah dijamin oleh Allah.

 4. Mengapa Allah disebut Al-Malik?

   A. Karena Allah menciptakan segala sesuatu.

   B. Karena Allah memberikan petunjuk kepada semua makhluk.

   C. Karena Allah memiliki dan menguasai seluruh alam semesta.

   D. Karena Allah Maha Bijaksana dalam menetapkan hukum.

   E. Karena Allah Maha Mencukupi segala kebutuhan makhluk-Nya.

 5. Sikap disiplin dalam menjaga amal perbuatan karena meyakini bahwa segala sesuatu akan dihitung dan dibalas, merupakan cerminan dari keyakinan terhadap asmaul husna...

   A. Al-Hadi

   B. Al-Khaliq

   C. Al-Malik

   D. Al-Hasīb

   E. Ar-Razzaq

 6. Seseorang yang tersesat kemudian mendapatkan petunjuk menuju jalan yang benar, sejatinya ia sedang merasakan pengamalan dari Asmā` al-Ḥusna...

   A. Al-Malik

   B. Al-Hadi

   C. Al-'Afuww

   D. Al-Khaliq

   E. Al-Hakim

 7. Keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini memiliki keteraturan dan tujuan yang jelas adalah buah dari pengakuan terhadap sifat Allah...

   A. Al-Hakim

   B. Al-Hasīb

   C. Al-'Afuww

   D. Al-Rozzāq

   E. Al-Malik

 8. Konsekuensi logis dari meyakini bahwa Allah adalah Al-Khālik (Maha Pencipta) adalah...

   A. Merasa bahwa manusia bebas melakukan apa saja di bumi.

   B. Menggunakan ciptaan Allah untuk kepentingan pribadi tanpa batas.

   C. Menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan perlu menyembah-Nya.

   D. Menghitung setiap nikmat yang diterima.

   E. Bersikap moderat dalam beragama.

 9. Seorang pemimpin yang selalu bertindak adil, cermat, dan penuh pertimbangan dalam mengambil keputusan, sejatinya ia sedang meneladani sifat Allah, yaitu...

   A. Al-Malik dan Al-Hadi.

   B. Ar-Razzaq dan Al-Khaliq.

   C. Al-Malik dan Al-Hakim.

   D. Al-'Afuww dan Al-Hasīb.

   E. Al-Hadi dan Al-Khaliq.

 10. Sifat yang menunjukkan bahwa Allah memiliki kekuasaan mutlak untuk memberi pahala atau siksa sesuai dengan amal perbuatan manusia adalah gabungan dari sifat...

   A. Al-Hadi dan Al-Khaliq.

   B. Al-Malik dan Al-Hasīb.

   C. Ar-Razzaq dan Al-'Afuww.

   D. Al-Hakim dan Al-Hadi.

   E. Al-'Afuww dan Al-Hakim.

Bab II: Kunci Kerukunan (Soal 11-20)

 11. Sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan, baik perbedaan agama, suku, ras, maupun pendapat, disebut...

   A. Musāwah

   B. Tawasuth

   C. Tasāmuh

   D. Ukhuwwah

   E. Takāful

 12. Prinsip kerukunan yang menegaskan bahwa semua manusia memiliki harkat, martabat, dan hak yang sama di hadapan hukum dan sosial, tanpa membedakan latar belakang, adalah...

   A. Ukhuwwah

   B. Tasāmuh

   C. Tawasuth

   D. Musāwah

   E. Ta’āwun

 13. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia yang majemuk, sikap yang menempatkan diri pada posisi tengah, tidak ekstrem kanan atau ekstrem kiri, serta menjauhi sikap berlebihan dalam beragama adalah...

   A. Musāwah

   B. Tasāmuh

   C. Tawasuth

   D. Ukhuwwah

   E. Ta’āruf

 14. Salah satu jenis Ukhuwwah (persaudaraan) yang mengikat sesama manusia secara universal, tanpa memandang agama atau ras, adalah...

   A. Ukhuwwah Islamiyah

   B. Ukhuwwah Wathaniyah

   C. Ukhuwwah Insaniyah/Basyariyah

   D. Ukhuwwah Diniyah

   E. Ukhuwwah Khāṣṣah

 15. Ketika seorang muslim berinteraksi dengan pemeluk agama lain, sikap yang harus dipegang teguh sesuai prinsip Tasāmuh adalah...

   A. Ikut serta dalam peribadatan mereka.

   B. Memaksa mereka untuk masuk Islam.

   C. Menghormati keberadaan dan keyakinan mereka.

   D. Menganggap semua agama sama.

   E. Mengisolasi diri dari pergaulan antarumat beragama.

 16. Implementasi dari sikap Tawasuth dalam konteks hukum adalah...

   A. Cenderung keras dalam menerapkan hukuman.

   B. Memberikan keringanan tanpa dasar yang kuat.

   C. Menegakkan hukum secara adil dan proporsional.

   D. Mengabaikan hukum demi menjaga kerukunan.

   E. Mengutamakan kepentingan kelompok sendiri.

 17. Sikap mengutamakan semangat persatuan dan kesatuan di antara warga negara Indonesia, meskipun berbeda suku, budaya, dan agama, dikenal sebagai...

   A. Ukhuwwah Islamiyah

   B. Ukhuwwah Insaniyah

   C. Ukhuwwah 'Ammah

   D. Ukhuwwah Wathaniyah

   E. Ukhuwwah Diniyah

 18. Manfaat utama dari menerapkan sikap Musāwah dalam masyarakat adalah...

   A. Terciptanya kebebasan tanpa batas bagi setiap individu.

   B. Menghilangkan diskriminasi dan kesenjangan sosial.

   C. Menyebabkan hilangnya identitas kelompok minoritas.

   D. Menjamin keseragaman dalam pemikiran dan keyakinan.

   E. Mendorong persaingan yang tidak sehat antar golongan.

 19. Contoh nyata dari sikap yang dapat merusak Ukhuwwah adalah...

   A. Saling menasihati dalam kebaikan.

   B. Saling mengunjungi saat sakit.

   C. Saling mencela dan mencari-cari kesalahan.

   D. Saling membantu dalam kesulitan.

   E. Saling mendoakan.

 20. Pentingnya sikap Tasāmuh, Musāwah, Tawasuth, dan Ukhuwwah bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah karena sikap-sikap tersebut berfungsi sebagai...

   A. Penegak kekuasaan absolut.

   B. Landasan persatuan di tengah keberagaman.

   C. Cara untuk memaksakan satu pandangan.

   D. Alat untuk mengendalikan ekonomi negara.

   E. Sumber pemecah belah bangsa.

Bab III: Ragam Penyakit Hati (Soal 21-30)

 21. Sifat tercela yang menunjukkan ketidaksesuaian antara lisan (ucapan) dan hati (keyakinan/perbuatan), adalah definisi dari...

   A. Gaḍab

   B. Nifāq

   C. Ghibah

   D. Qaswah al-Qalb

   E. Hasad

 22. Salah satu ciri orang munafik (nifāq) yang disebutkan dalam hadis adalah...

   A. Jika berjanji selalu ditepati.

   B. Jika berkata selalu jujur.

   C. Jika diberi amanah ia khianat.

   D. Jika berdebat selalu santun.

   E. Jika bergaul selalu ramah.

 23. Dampak paling buruk dari sifat Nifāq bagi pelakunya di akhirat adalah...

   A. Mendapat siksa ringan.

   B. Ditempatkan di surga tingkat terendah.

   C. Ditempatkan di kerak neraka (asfala sāfilīn).

   D. Mendapat pengampunan dari Allah.

   E. Amalnya diterima dengan penundaan.

 24. Tindakan praktis yang paling efektif untuk menghindari sifat Nifāq adalah...

   A. Selalu menyendiri dan menghindari interaksi sosial.

   B. Mengucapkan sumpah setia berkali-kali.

   C. Membiasakan berkata jujur dan menepati janji dalam segala kondisi.

   D. Berpakaian layaknya orang saleh.

   E. Mengabaikan semua urusan duniawi.

 25. Secara istilah, Gaḍab (marah) diartikan sebagai...

   A. Perasaan sedih mendalam karena kehilangan.

   B. Perasaan iri atas nikmat orang lain.

   C. Perubahan emosi yang memuncak dan tidak terkendali.

   D. Keengganan untuk memaafkan kesalahan.

   E. Sikap apatis terhadap lingkungan sekitar.

 26. Dalam rangka mengendalikan amarah (Gaḍab), Rasulullah SAW menganjurkan untuk...

   A. Segera membalas perbuatan yang memicu amarah.

   B. Menyampaikan semua unek-unek dengan nada tinggi.

   C. Mengubah posisi (dari berdiri menjadi duduk, atau duduk menjadi berbaring) dan berwudu.

   D. Mencari kambing hitam untuk melampiaskan emosi.

   E. Menyalahkan diri sendiri tanpa henti.

 27. Penyakit hati yang ditandai dengan sulitnya menerima nasihat kebaikan, tidak tergerak hatinya oleh ayat-ayat Allah, dan minimnya rasa takut akan dosa adalah...

   A. Nifāq

   B. Gaḍab

   C. Hasad

   D. Qaswah al-Qalb

   E. Riya'

 28. Berdasarkan analisis, salah satu penyebab utama dari Qaswah al-Qalb (keras hati) adalah...

   A. Sering beramal saleh.

   B. Banyak bersilaturahmi.

   C. Terlalu sering berbuat maksiat atau dosa.

   D. Mengucapkan kata-kata yang menyejukkan.

   E. Membaca Al-Qur'an secara rutin.

 29. Cara yang dianjurkan untuk melembutkan hati yang keras (Qaswah al-Qalb) adalah...

   A. Mendengarkan musik yang melankolis.

   B. Menjauhi pergaulan sama sekali.

   C. Memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an dengan tadabbur, dan mengingat mati.

   D. Mengkritik orang lain yang keras hati.

   E. Memperbanyak harta benda.

 30. Hikmah dari menghindari penyakit hati seperti Nifāq, Gaḍab, dan Qaswah al-Qalb adalah...

   A. Semakin dikagumi oleh manusia.

   B. Dapat menguasai dunia.

   C. Mencapai ketenangan jiwa dan keluhuran budi.

   D. Hidup menjadi abadi.

   E. Terbebas dari semua ujian hidup.

Bab IV: Etika Bergaul dalam Islam (Soal 31-40)

 31. Secara etimologi, etika dalam bahasa Arab sering disebut dengan adab. Menurut Al-Jurjani, adab adalah...

   A. Keinginan untuk bersikap sopan.

   B. Aturan tingkah laku dalam masyarakat.

   C. Pengetahuan yang dapat menjauhkan seseorang dari kelalaian.

   D. Kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

   E. Sifat bawaan manusia sejak lahir.

 32. Prinsip utama dalam bergaul dengan orang yang lebih tua dalam Islam adalah...

   A. Memberikan nasihat tanpa diminta.

   B. Menyamakan kedudukan dan hak.

   C. Menghormati, bersikap sopan, dan bertutur kata lembut.

   D. Selalu mendominasi percakapan.

   E. Mengutamakan pendapat pribadi.

 33. Berikut ini adalah contoh etika bergaul yang benar dengan teman sebaya, kecuali...

   A. Saling menasihati dalam kebaikan.

   B. Saling tolong-menolong (Ta'āwun).

   C. Membicarakan aib teman di belakangnya (Ghibah).

   D. Menjaga rahasia teman.

   E. Saling memahami (Tafāhum).

 34. Dalam bergaul dengan orang yang lebih muda, sikap yang dianjurkan dalam Islam adalah...

   A. Memerintah mereka untuk melakukan semua pekerjaan.

   B. Bersikap acuh tak acuh dan tidak peduli.

   C. Menganggap mereka tidak berpengalaman.

   D. Menyayangi, membimbing, dan menjadi teladan yang baik.

   E. Selalu menuntut mereka untuk menghormati.

 35. Etika Islam mengatur interaksi dengan lawan jenis untuk menjaga kehormatan diri. Salah satu etika penting yang harus dijaga adalah...

   A. Sering melakukan khalwat (berdua-duaan di tempat sepi).

   B. Menjaga pandangan (Ghaḍḍul Baṣar) dan menghindari sentuhan yang tidak perlu.

   C. Berbicara dengan nada suara yang dibuat-buat.

   D. Mengabaikan semua interaksi.

   E. Bersikap terbuka tanpa batasan.

 36. Hikmah dari penerapan etika bergaul (Adab) dalam kehidupan sosial adalah...

   A. Agar disegani dan ditakuti oleh orang lain.

   B. Agar mendapatkan keuntungan materi.

   C. Terciptanya hubungan harmonis dan kasih sayang antar sesama.

   D. Memudahkan untuk mendapatkan jabatan.

   E. Agar dapat memaksakan kehendak.

 37. Etika bergaul juga mencakup cara berpakaian. Dalam Islam, etika berpakaian yang utama adalah...

   A. Sesuai mode terbaru.

   B. Menarik perhatian lawan jenis.

   C. Menutup aurat dan tidak berlebihan (tabarruj).

   D. Berwarna cerah dan mencolok.

   E. Sesuai dengan keinginan pribadi tanpa batas.

 38. Ketika bertemu orang yang dikenal, etika Islam mengajarkan untuk...

   A. Menunggu orang lain yang menyapa terlebih dahulu.

   B. Mengucapkan salam (assalamu'alaikum) dengan wajah ceria.

   C. Berjalan cepat tanpa melihat ke arahnya.

   D. Mengucapkan sapaan yang tidak jelas.

   E. Langsung meminta pertolongan.

 39. Ketika berada dalam suatu majelis (perkumpulan), etika yang benar adalah...

   A. Berbicara dengan suara paling keras agar didengar.

   B. Menyela pembicaraan orang lain.

   C. Memberi kesempatan orang lain untuk berbicara dan mendengarkan dengan baik.

   D. Menempati posisi paling depan.

   E. Mengambil alih kepemimpinan.

 40. Dalam menyikapi perbedaan pendapat saat bergaul dengan teman sebaya, etika yang paling baik adalah...

   A. Memaksakan pendapat sendiri.

   B. Memutuskan hubungan pertemanan.

   C. Menghargai, berdiskusi dengan santun, dan mencari titik temu (toleran).

   D. Menganggap remeh pendapat teman.

   E. Mengadu domba kelompok teman.

Bab V: Suri Teladan Empat Imam Mazhab Fikih (Soal 41-50)

 41. Imam mazhab fikih yang dikenal sangat mengedepankan akal (ra'yu) dalam menetapkan hukum, sehingga mazhabnya juga dikenal sebagai Ahlur-Ra'yi, adalah...

   A. Imam Malik bin Anas

   B. Imam Syafi'i

   C. Imam Ahmad bin Hanbal

   D. Imam Abu Hanifah

   E. Imam Ghazali

 42. Kitab fikih monumental yang disusun oleh Imam Malik bin Anas yang berisi riwayat-riwayat hadis dan fatwa para ulama Madinah adalah...

   A. Al-Umm

   B. Al-Musnad

   C. Al-Fiqh al-Akbar

   D. Al-Muwaṭṭa'

   E. Ar-Risalah

 43. Imam Syafi'i memiliki dua periode ijtihad. Ijtihadnya yang dilakukan di Baghdad disebut Qaul Qadim, sedangkan ijtihadnya yang dilakukan di Mesir disebut...

   A. Qaul Al-Atsar

   B. Qaul Al-Ra'yi

   C. Qaul Jadīd

   D. Qaul Mu'tabar

   E. Qaul Azhar

 44. Salah satu sifat sufistik yang menonjol dari Imam Ahmad bin Hanbal yang membuatnya terkenal menolak hadiah dari penguasa adalah sikap...

   A. Tawadhu'

   B. Sabar

   C. Takwa

   D. Wara'

   E. Ikhlas

 45. Perbedaan mendasar dalam metodologi antara Imam Abu Hanifah yang Ahlur-Ra'yi dan Imam Malik yang Ahlul-Atsar terletak pada...

   A. Jumlah murid mereka.

   B. Prioritas penggunaan akal (ra'yu) versus riwayat (atsar ulama Madinah).

   C. Tempat kelahiran mereka.

   D. Jenis ibadah yang mereka tekuni.

   E. Kemampuan mereka dalam menghafal Al-Qur'an.

 46. Gelar yang diberikan kepada Imam Malik bin Anas sebagai penghormatan atas ketekunan dan kesahihan riwayatnya di Madinah adalah...

   A. Sulthanul Ulama'

   B. As-Syaikh al-Akbar

   C. Imam Daril Hijrah

   D. Abu Ra'yi

   E. Nashir as-Sunnah

 47. Kesamaan sifat sufistik yang dimiliki oleh keempat Imam Mazhab adalah...

   A. Menghindari semua urusan politik.

   B. Selalu memakai pakaian yang lusuh.

   C. Sikap takwa, wara', zuhud, sabar, dan ikhlas dalam mencari ilmu.

   D. Hanya berpegang pada pendapat sendiri.

   E. Berasal dari keturunan saudagar kaya.

 48. Meskipun dikenal sebagai ahli hadis (Muhaddits), Imam Ahmad bin Hanbal juga memiliki keteguhan luar biasa dalam mempertahankan akidah di hadapan penguasa. Sikap ini mencerminkan sifat...

   A. Zuhud

   B. Ikhlas

   C. Wara'

   D. Sabar dan ketakwaan

   E. Rendah hati

 49. Tokoh yang dikenal mampu menggabungkan metode Ahlur-Ra'yi dan Ahlul-Atsar dengan porsi tertentu sehingga metodenya dianggap paling komprehensif adalah...

   A. Imam Abu Hanifah

   B. Imam Malik bin Anas

   C. Imam Syafi'i

   D. Imam Ahmad bin Hanbal

   E. Imam Ats-Tsauri

 50. Teladan yang dapat diambil dari kisah keempat Imam Mazhab fikih dalam konteks kehidupan modern adalah...

   A. Mengutamakan perdebatan metodologi.

   B. Menolak semua ilmu pengetahuan modern.

   C. Semangat keilmuan, ketekunan, dan integritas moral (takwa, wara') yang tinggi.

   D. Mengisolasi diri dari masyarakat luas.

   E. Hanya fokus pada masalah fikih.

B. Esai (5 Soal)

 51. Jelaskan makna Al-'Afuww dan berikan tiga (3) contoh nyata bagaimana seorang muslim dapat meneladani sifat ini dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam interaksi sosial.

 52. Analisislah perbedaan mendasar antara konsep Tasāmuh (Toleransi) dan Tawasuth (Moderat) dalam Islam. Mengapa kedua sikap ini sangat penting untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)?

 53. Jelaskan konsep Qaswah al-Qalb (Keras Hati), sebutkan dua (2) penyebabnya, dan uraikan tiga (3) cara praktis yang efektif untuk menghindarinya.

 54. Etika bergaul dengan lawan jenis memiliki batasan dalam Islam. Jelaskan dua (2) prinsip utama etika bergaul dengan lawan jenis yang sesuai dengan ajaran Islam, serta berikan contoh aplikasinya bagi remaja sekolah.

 55. Imam Abu Hanifah dikenal mengedepankan akal (ra'yu) dan Imam Malik dikenal mengedepankan riwayat (Atsar ulama Madinah) dalam penetapan hukum fikih. Jelaskan perbedaan latar belakang yang mungkin memengaruhi perbedaan metodologi (istinbath) keduanya dan bagaimana sikap keteladanan para Imam ini dapat diterapkan dalam kehidupan modern.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar