Rabu, 19 November 2025

Kelas XI akidah akhlak contoh soal UAS Semester 1

 .

📝 50 Soal Pilihan Ganda (PG) Akidah Akhlak Kelas XI

Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling benar.

A. Materi: Ajaran Pokok Aliran Ilmu Kalam (No. Soal 1-20) 

| 1 | Pemicu utama munculnya aliran-aliran Ilmu Kalam dalam sejarah Islam adalah persoalan... | A. Kenabian dan Wahyu. B. Khilafah dan Status Pelaku Dosa Besar. C. Tata Cara Ibadah. D. Perkembangan Ilmu Pengetahuan. E. Ekonomi dan Politik. | B |

| 2 | Menurut pandangan Khawarij, pelaku dosa besar seperti berzina atau mencuri dianggap... | A. Tetap Mukmin. B. Fasik. C. Munafik. D. Kafir. E. Mukmin yang kurang imannya. | D |

| 3 | Doktrin utama yang menyatakan bahwa manusia memiliki kebebasan penuh dalam menentukan perbuatannya adalah ajaran dari aliran... | A. Jabariyah. B. Qadariyah. C. Asy'ariyah. D. Maturidiyah. E. Mu'tazilah. | B |

| 4 | Aliran Ilmu Kalam yang dikenal dengan lima ajaran pokoknya (al-Ushul al-Khamsah) adalah... | A. Khawarij. B. Murji'ah. C. Mu'tazilah. D. Jabariyah. E. Syi'ah. | C |

| 5 | Pendiri aliran Mu'tazilah yang dikenal sebagai "Bapak Mu'tazilah" adalah... | A. Abu Hasan Al-Asy'ari. B. Abu Mansur Al-Maturidi. C. Washil bin Atha'. D. Hasan Al-Bashri. E. Imam Ahmad bin Hanbal. | C |

| 6 | Salah satu pokok ajaran Mu'tazilah, Al-Manzilah Baina Al-Manzilatain, memiliki arti... | A. Keimanan harus didahulukan. B. Posisi di antara dua posisi (tidak mukmin dan tidak kafir). C. Menetapkan keadilan Allah. D. Janji dan ancaman Allah. E. Amar makruf nahi munkar. | B |

| 7 | Pokok ajaran Mu'tazilah yang menekankan bahwa Allah tidak mungkin mengingkari janji-Nya untuk memberi pahala kepada yang taat dan siksa kepada yang durhaka disebut... | A. At-Tauhid. B. Al-'Adl. C. Al-Wa'du wa Al-Wa'id. D. Al-Manzilah Baina Al-Manzilatain. E. Al-Amr bi Al-Ma'ruf wa An-Nahy 'an Al-Munkar. | C |

| 8 | Bentuk sikap yang mencerminkan ajaran At-Tauhid (Keesaan Allah) dalam kehidupan sehari-hari adalah... | A. Hanya beribadah saat ada kesulitan. B. Mempercayai dukun untuk mencari kekayaan. C. Hanya menyembah dan memohon pertolongan kepada Allah. D. Menganggap semua agama sama benarnya. E. Melakukan syirik kecil. | C |

| 9 | Aliran yang berpandangan bahwa perbuatan manusia ditentukan seluruhnya oleh takdir Allah (fatalisme) tanpa ada peran kehendak manusia adalah... | A. Qadariyah. B. Mu'tazilah. C. Asy'ariyah. D. Jabariyah. E. Murji'ah. | D |

| 10 | Tokoh yang mula-mula mengajarkan faham fatalisme (Jabariyah) yang ekstrem adalah... | A. Ja'ad bin Dirham. B. Jahm bin Shafwan. C. Abu Musa Al-Asy'ari. D. Ahmad bin Hanbal. E. Gailan Ad-Dimasyqi. | B |

| 11 | Doktrin Kasb dalam aliran Asy'ariyah mengandung arti bahwa... | A. Manusia menciptakan perbuatannya sendiri. B. Allah menciptakan perbuatan, dan manusia mengusahakannya. C. Manusia tidak memiliki kehendak sama sekali. D. Allah hanya menciptakan perbuatan baik. E. Perbuatan manusia tidak ada hubungannya dengan kehendak Allah. | B |

| 12 | Pendiri utama aliran Asy'ariyah yang menjadi rujukan utama Ahlussunnah wal Jama'ah adalah... | A. Hasan Al-Bashri. B. Imam Hanafi. C. Abu Hasan Al-Asy'ari. D. Abu Mansur Al-Maturidi. E. Imam Syafi'i. | C |

| 13 | Salah satu perbedaan pandangan antara Asy'ariyah dan Maturidiyah (Samarkand) adalah mengenai... | A. Sifat wajib bagi Allah. B. Kehendak bebas manusia dalam menentukan perbuatan. C. Qadha dan Qadar. D. Kebolehan melihat Allah di akhirat. E. Ajaran Tauhid. | B |

| 14 | Aliran Maturidiyah yang berpendapat bahwa akal dapat mengetahui kebaikan dan keburukan (baik-buruk) suatu perbuatan sebelum adanya wahyu adalah Maturidiyah dari wilayah... | A. Baghdad. B. Syam. C. Bukhara. D. Samarkand. E. Khurasan. | D |

| 15 | Ajaran pokok dalam aliran Murji'ah terkait pelaku dosa besar adalah... | A. Mereka adalah kafir. B. Mereka masuk neraka. C. Mereka berada di posisi di antara dua posisi. D. Penentuan nasib mereka ditangguhkan (di-irja') ke hadapan Allah. E. Mereka segera bertaubat agar imannya kembali. | D |

| 16 | Pandangan umum dari aliran Ahlussunnah wal Jama'ah (Asy'ariyah dan Maturidiyah) terkait pelaku dosa besar adalah... | A. Kafir mutlak. B. Munafik. C. Fasik, namun masih mukmin. D. Langsung masuk neraka selamanya. E. Fasik, status keimanannya ditangguhkan, bisa diampuni atau dihukum sementara di neraka. | E |

| 17 | Tokoh yang terkenal sebagai pendiri aliran Maturidiyah adalah... | A. Al-Ghazali. B. Muhammad Abduh. C. Abu Mansur Al-Maturidi. D. Ibnu Taimiyah. E. Washil bin Atha'. | C |

| 18 | Ilmu Kalam disebut juga dengan Ilmu Tauhid karena kajian utamanya berfokus pada... | A. Sejarah Islam. B. Etika dan moral. C. Keesaan dan sifat-sifat Allah. D. Fiqih dan hukum. E. Politik dan kepemimpinan. | C |

| 19 | Sikap yang harus dipegang teguh dalam menyikapi perbedaan aliran Ilmu Kalam adalah... | A. Membenarkan satu aliran dan menyalahkan semua aliran lain. B. Menganggap semua aliran sama. C. Toleransi dan memegang teguh akidah yang benar (Ahlussunnah wal Jama'ah). D. Berdiam diri dan tidak mempelajari Ilmu Kalam. E. Memilih aliran yang paling mudah. | C |

| 20 | Manfaat mempelajari Ilmu Kalam adalah untuk... | A. Menghafal seluruh nama ulama. B. Menguasai ilmu politik. C. Memperkuat keyakinan dan mempertahankan akidah dari keraguan. D. Mencari perdebatan. E. Mengetahui perbedaan mazhab fikih. | C |

B. Materi: Adab yang Baik (No. Soal 21-36)

| No. | Soal | Pilihan Jawaban | Jawaban |

|---|---|---|---|

| 21 | Pengertian adab secara bahasa berarti... | A. Hukum. B. Sopan santun atau tata krama. C. Ibadah. D. Keyakinan. E. Kebaikan. | B |

| 22 | Adab merupakan perwujudan dari... | A. Ilmu pengetahuan. B. Harta kekayaan. C. Akhlak yang mulia. D. Keturunan bangsawan. E. Kecerdasan otak. | C |

| 23 | Hadits Nabi Muhammad SAW yang mendorong umatnya untuk menyebarkan salam sebagai bentuk adab adalah... | A. Innama al-a'malu bin-niyyat. B. Al-muslimu man salima al-muslimuna min lisanihi wa yadihi. C. ** Afshu as-salam baina-kum. ** D. Thalabul 'ilmi faridhatun 'ala kulli muslim. E. Man sanna fil-Islami sunnatan hasanatan. | C |

| 24 | Berikut ini adalah manfaat utama dari membiasakan diri memiliki adab yang baik, kecuali... | A. Menciptakan kedamaian dalam masyarakat. B. Mendapatkan pujian dari sesama manusia. C. Memperoleh pahala dan keridhaan Allah SWT. D. Menghindari permusuhan. E. Mempererat tali silaturahim. | B |

| 25 | Adab seorang muslim kepada orang tua yang sudah meninggal adalah dengan cara... | A. Tidak mendoakannya. B. Menjual semua harta peninggalannya. C. Melanjutkan silaturahim dengan kerabat dan teman dekat orang tua. D. Setiap hari berziarah ke makamnya. E. Mengabaikan wasiatnya. | C |

| 26 | Ketika bertemu dengan orang yang lebih tua di jalan, adab yang paling sesuai bagi kita adalah... | A. Berlari melewatinya. B. Berjalan cepat mendahuluinya. C. Menyapa dan memberi salam dengan sopan. D. Berpura-pura tidak melihat. E. Meminta orang tua tersebut memberi salam duluan. | C |

| 27 | Dalam majelis ilmu, adab yang harus dijaga oleh seorang penuntut ilmu adalah... | A. Banyak berbicara dan bertanya di luar materi. B. Mendengarkan guru dengan penuh perhatian dan mencatat. C. Menggunakan handphone selama pelajaran. D. Tidur atau mengobrol dengan teman. E. Memanggil guru dengan sebutan yang kurang sopan. | B |

| 28 | Adab terhadap lingkungan yang paling benar adalah... | A. Membuang sampah di sungai agar cepat hilang. B. Menjaga kebersihan dan tidak merusak alam. C. Menebang pohon sebanyak-banyaknya untuk kebutuhan pribadi. D. Membiarkan sampah berserakan di sekitar rumah. E. Menggunakan air dan listrik secara berlebihan. | B |

| 29 | Manfaat dari adab berbicara yang baik, seperti berkata jujur dan lemah lembut, adalah... | A. Disegani oleh atasan. B. Memperoleh kepercayaan dari orang lain. C. Menghindari kewajiban membayar hutang. D. Selalu memenangkan perdebatan. E. Menjadi populer di media sosial. | B |

| 30 | Hadits Nabi yang berbunyi: "Tidaklah kalian beriman sehingga kalian mencintai untuk saudaranya, apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri" mengajarkan adab... | A. Bersedekah. B. Bertoleransi. C. Berbicara. D. Tolong-menolong dan empati. E. Menjaga lisan. | D |

| 31 | Adab makan dan minum yang diajarkan Islam adalah... | A. Makan sambil berdiri. B. Makan dengan tergesa-gesa. C. Tidak mencuci tangan sebelum makan. D. Membaca Basmalah di awal dan Hamdalah di akhir. E. Makan sambil berbicara keras. | D |

| 32 | Manfaat dari adab bergaul yang baik di masyarakat adalah... | A. Dihormati karena jabatan. B. Terciptanya kerukunan dan keharmonisan sosial. C. Memperoleh kekayaan. D. Tidak perlu ikut gotong royong. E. Disukai oleh lawan jenis. | B |

| 33 | Jika seorang muslim bersin, maka adab yang benar baginya adalah mengucapkan... | A. Subhanallah. B. Astaghfirullah. C. ** Alhamdulillah. ** D. Laa Haula wa Laa Quwwata illa billah. E. Masya Allah. | C |

| 34 | Adab yang paling mendasar dalam berinteraksi dengan sesama muslim adalah... | A. Memberi hadiah mahal. B. Mengucapkan selamat ulang tahun. C. Memberi dan menjawab salam. D. Meminjamkan uang. E. Memuji penampilan. | C |

| 35 | Kandungan hadits yang membahas larangan meremehkan kebaikan sekecil apapun adalah anjuran untuk... | A. Ikhlas dalam beramal. B. Berbuat baik sekecil apapun (termasuk senyum). C. Menjaga lisan. D. Tidak mencari pujian. E. Menjauhi dosa besar. | B |

| 36 | Pernyataan yang menunjukkan manfaat dari adab yang baik dalam lingkungan sekolah adalah... | A. Mendapatkan nilai tinggi tanpa belajar. B. Menciptakan suasana belajar yang nyaman dan saling menghormati. C. Selalu memenangkan lomba. D. Mendapat izin bolos. E. Terhindar dari sanksi administrasi. | B |

C. Materi: Kisah Fatimah az-Zahra dan Uwais al-Qarni (No. Soal 37-50)

| No. | Soal | Pilihan Jawaban | Jawaban |

|---|---|---|---|

| 37 | Fatimah az-Zahra adalah putri bungsu dari Nabi Muhammad SAW dan... | A. Aisyah binti Abu Bakar. B. Hafshah binti Umar. C. Khadijah binti Khuwailid. D. Saudah binti Zam'ah. E. Zainab binti Khuzaimah. | C |

| 38 | Julukan yang disematkan kepada Fatimah az-Zahra karena sifatnya yang suci, menjauhi maksiat, dan memiliki ketenangan adalah... | A. Az-Zahra' (Yang Berseri/Bercahaya). B. Al-Kubra (Yang Besar). C. Ummul Mukminin. D. As-Shiddiqah (Yang Jujur). E. Al-Adawiyah. | A |

| 39 | Uwais al-Qarni berasal dari daerah... | A. Thaif. B. Madinah. C. Mekkah. D. Qarn di Yaman. E. Syam. | D |

| 40 | Tokoh keteladanan yang terkenal karena baktinya yang luar biasa kepada ibunya yang lumpuh dan buta, sehingga namanya dikenal oleh penduduk langit, adalah... | A. Ali bin Abi Thalib. B. Salman Al-Farisi. C. Uwais Al-Qarni. D. Bilal bin Rabah. E. Zaid bin Haritsah. | C |

| 41 | Suami dari Fatimah az-Zahra, yang juga merupakan sepupu Nabi Muhammad SAW dan khalifah keempat, adalah... | A. Utsman bin Affan. B. Abu Bakar Ash-Shiddiq. C. Umar bin Khattab. D. Ali bin Abi Thalib. E. Zaid bin Tsabit. | D |

| 42 | Salah satu ciri khas Uwais al-Qarni yang diceritakan oleh Nabi adalah... | A. Memiliki banyak harta. B. Seorang panglima perang. C. Pakaiannya lusuh, miskin, dan tidak dikenal di bumi. D. Sering mengikuti majelis ilmu Nabi. E. Tinggal di kota Madinah. | C |

| 43 | Perkataan Nabi Muhammad SAW tentang Uwais al-Qarni adalah bahwa ia adalah sebaik-baiknya Tabi'in dan jika bertemu dengannya, carilah... | A. Nasehat. B. Ilmu. C. Harta. D. Doanya (agar dimintakan ampunan). E. Pakaiannya. | D |

| 44 | Sifat kedermawanan Fatimah az-Zahra tampak jelas dalam kisahnya ketika... | A. Membagi-bagikan emas kepada fakir miskin. B. Memberikan makanan iftar miliknya kepada orang miskin, yatim, dan tawanan, padahal ia sendiri lapar. C. Menyumbang seluruh hartanya untuk perang. D. Selalu memberi pakaian terbaik kepada budaknya. E. Membangun banyak masjid. | B |

| 45 | Hikmah dari kisah Fatimah az-Zahra dalam memegang prinsip menegakkan amar ma'ruf nahi munkar adalah... | A. Berani berdebat dengan siapa saja. B. Melakukannya dengan cara keras. C. Menyampaikannya dengan hikmah dan tetap menjaga harmoni. D. Mengabaikan perbedaan. E. Mencari popularitas. | C |

| 46 | Teladan kesetiaan yang ditunjukkan oleh Fatimah az-Zahra kepada suaminya Ali bin Abi Thalib adalah... | A. Selalu menuntut harta benda. B. Tidak pernah cemburu. C. Mendukung Ali dalam suka maupun duka, dan membantu urusan rumah tangga. D. Selalu mengikutinya dalam peperangan. E. Tidak pernah bekerja. | C |

| 47 | Meskipun miskin, Uwais Al-Qarni menunjukkan sifat kedermawanan dengan... | A. Menyumbangkan hartanya yang banyak. B. Memberikan seluruh tenaganya untuk mengurus ibunya. C. Meminjamkan uang kepada orang kaya. D. Memberikan makanan mewah kepada tetangga. E. Selalu berpakaian bersih dan rapi. | B |

| 48 | Salah satu inspirasi yang dapat diambil dari kisah Uwais al-Qarni terkait tantangan kehidupan adalah... | A. Kekayaan adalah kunci kebahagiaan. B. Pentingnya bakti kepada orang tua (birrul walidain) di atas segalanya. C. Harus menjadi terkenal agar doanya dikabulkan. D. Tidak perlu bekerja keras. E. Ilmu pengetahuan lebih penting dari adab. | B |

| 49 | Sikap Fatimah az-Zahra yang paling menonjol dan patut diteladani dalam menjaga harmoni kehidupan yang majemuk adalah... | A. Suka menyendiri. B. Berakhlak mulia dan santun kepada siapa saja, bahkan kepada yang berbeda pandangan. C. Menghindari keramaian. D. Selalu menonjolkan pendapatnya. E. Hanya bergaul dengan kalangan bangsawan. | B |

| 50 | Uwais al-Qarni tidak pernah bertemu langsung dengan Nabi Muhammad SAW sehingga digolongkan sebagai... | A. Sahabat. B. Tabi'in. C. Tabi'ut Tabi'in. D. Wali. E. Mujtahid. | B |

📝 5 Soal Uraian (Essay)

A. Materi: Ajaran Pokok Aliran Ilmu Kalam

 * Jelaskan perbedaan mendasar antara pandangan aliran Jabariyah (ekstrem) dan Qadariyah mengenai perbuatan manusia. Bagaimana pandangan aliran Asy'ariyah berusaha menjembatani kedua pandangan tersebut?

B. Materi: Adab yang Baik

 * Sebutkan dan jelaskan tiga (3) adab yang harus dimiliki seorang siswa terhadap gurunya di dalam maupun di luar lingkungan sekolah!

 * Jelaskan manfaat dari adab yang baik (minimal 3 manfaat) yang dapat dirasakan oleh individu dalam kehidupan sosialnya.

C. Materi: Kisah Fatimah az-Zahra dan Uwais al-Qarni

 * Uraikan sifat-sifat keteladanan Fatimah az-Zahra yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh seorang muslimah modern! (Minimal 3 sifat).

 * Jelaskan profil singkat tokoh Uwais al-Qarni dan mengapa ia menjadi teladan utama dalam hal birrul walidain (berbakti kepada orang tua).

🔑 Kunci Jawaban Soal Uraian

 * Perbedaan Pandangan Ilmu Kalam tentang Perbuatan Manusia:

   * Jabariyah (Ekstrem): Berpendapat bahwa manusia tidak memiliki kehendak bebas; seluruh perbuatan, baik maupun buruk, telah ditentukan dan dipaksa oleh Allah (fatalisme). Manusia seperti boneka yang digerakkan oleh Tuhan.

   * Qadariyah: Berpendapat bahwa manusia memiliki kehendak bebas penuh (free will) dan menciptakan perbuatannya sendiri. Allah tidak campur tangan dalam perbuatan manusia.

   * Asy'ariyah (Menjembatani): Mengajarkan doktrin Kasb (usaha/akuisisi). Allah adalah pencipta perbuatan (baik dan buruk), tetapi manusia memiliki kehendak (ikhtiyar) untuk memilih dan mengusahakan (kasb) perbuatan tersebut. Manusia bertanggung jawab atas pilihan usahanya.

 * Tiga Adab Siswa terhadap Guru:

   * Mendengarkan dengan Penuh Perhatian: Saat guru menyampaikan pelajaran, siswa harus diam, menatap guru, dan fokus. Hal ini menunjukkan penghormatan terhadap ilmu yang disampaikan.

   * Berbicara dengan Sopan dan Santun: Menggunakan bahasa yang lembut, tidak memotong pembicaraan guru, dan memanggil guru dengan sebutan yang hormat (misalnya, Bapak/Ibu Guru).

   * Mengerjakan Tugas dan Nasehat Guru: Menerima dan melaksanakan nasihat serta tugas yang diberikan guru sebagai bentuk penghormatan dan pengamalan ilmu.

 * Tiga Manfaat Adab yang Baik dalam Kehidupan Sosial:

   * Menciptakan Kerukunan dan Keharmonisan Sosial: Adab yang baik (seperti salam, senyum, tolong-menolong) menghilangkan permusuhan dan mempererat tali silaturahim antar sesama.

   * Memperoleh Kepercayaan dan Dihargai: Orang yang beradab akan lebih mudah dipercaya dan dihormati oleh masyarakat karena sikapnya yang jujur, santun, dan bertanggung jawab.

   * Mencerminkan Akhlak Mulia: Adab adalah cerminan dari iman dan takwa seseorang. Dengan beradab baik, ia telah meneladani Rasulullah SAW dan mendapatkan pahala serta keridhaan Allah SWT.

 * Sifat-sifat Keteladanan Fatimah az-Zahra:

   * Kedermawanan (Itsar): Rela memberikan hartanya (bahkan makanan untuk berbuka puasa) kepada yang lebih membutuhkan, meski ia sendiri dalam kekurangan.

   * Kesetiaan dan Ketaatan Istri: Setia mendampingi dan mendukung suaminya (Ali bin Abi Thalib) dalam segala kondisi, serta membantu menyelesaikan urusan rumah tangga tanpa mengeluh.

   * Menjaga Iffah (Kesucian Diri): Dikenal dengan julukan Az-Zahra (yang berseri/bercahaya) karena menjaga kehormatan diri, menjauhi maksiat, dan memiliki ketenangan.

   * Keberanian Menegakkan Prinsip: Berani menyuarakan kebenaran (amar ma'ruf nahi munkar) namun tetap melakukannya dengan cara yang bijaksana dan santun, menjaga harmoni.

 * Profil Singkat dan Keteladanan Uwais al-Qarni:

   * Profil Singkat: Uwais al-Qarni adalah seorang Tabi'in (generasi setelah Sahabat) yang berasal dari daerah Qarn, Yaman. Ia hidup miskin, berpakaian lusuh, dan tidak dikenal oleh penduduk bumi, namun sangat dikenal oleh penduduk langit (para Malaikat).

   * Keteladanan Birrul Walidain: Uwais al-Qarni menjadi teladan utama karena bakti yang luar biasa kepada ibunya yang lumpuh dan buta. Ia merawat ibunya dengan sepenuh hati dan memenuhi semua keinginannya, termasuk menunaikan keinginan ibunya untuk berhaji meskipun ia miskin dan harus menempuh jarak yang sangat jauh dengan cara menggendong. Ketulusan bakti ini membuatnya mendapat gelar sebagai sebaik-baik Tabi'in dan secara khusus Nabi Muhammad SAW berpesan kepada Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib untuk meminta doanya.


Selasa, 18 November 2025

KLS X CONTOH SOAL QURAN HADITS UAS SMSTR GANJIL

ASESMEN AKHIR SEMESTER GANJIL KELAS X

Materi Pokok: Ilmu Hadis (Konsep Dasar, Klasifikasi, dan Kedudukan Hadis)

BAGIAN I: SOAL PILIHAN GANDA (50 SOAL)

Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat (A, B, C, D, atau E).

Konsep Dasar Ilmu Hadis (Soal No. 1 - 15)

 * Secara bahasa, Hadis memiliki arti...

   A. Sesuatu yang lama

   B. Sesuatu yang baru

   C. Perbuatan yang diulang

   D. Sumber hukum kedua

   E. Ucapan para Sahabat

   Kunci: B

 * Segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW berupa perkataan, perbuatan, persetujuan (taqrir), sifat fisik, atau sifat akhlak disebut...

   A. Atsar

   B. Khabar

   C. Sunnah

   D. Qiyas

   E. Ijma’

   Kunci: C

 * Persetujuan Nabi Muhammad SAW terhadap perkataan atau perbuatan Sahabat yang beliau ketahui dan tidak beliau ingkari dikenal sebagai Hadis...

   A. Qauliyah

   B. Fi’liyah

   C. Taqririyah

   D. Hammiyah

   E. Sifatiyah

   Kunci: C

 * Berikut ini adalah fungsi utama Hadis terhadap Al-Qur'an, kecuali...

   A. Bayan At-Taqrir (Memperkuat)

   B. Bayan At-Tafsir (Menjelaskan)

   C. Bayan At-Tasyri’ (Menetapkan Hukum Baru)

   D. Bayan An-Naskh (Menghapus Hukum)

   E. Bayan At-Takhshish (Mengkhususkan)

   Kunci: D

 * Hukum wajibnya salat ditetapkan secara global dalam Al-Qur’an. Penjelasan mengenai tata cara, jumlah rakaat, dan waktu-waktu salat dijelaskan oleh Hadis. Ini merupakan fungsi Hadis sebagai...

   A. Bayan At-Taqrir

   B. Bayan At-Tafsir

   C. Bayan At-Tasyri’

   D. Bayan An-Naskh

   E. Bayan At-Takhshish

   Kunci: B

 * Secara terminologi, ‘Sunnah’ sering kali diartikan lebih luas dari Hadis, mencakup tradisi, kebiasaan, dan perjalanan hidup Rasulullah SAW. Perbedaan utama antara Hadis dan Sunnah terletak pada...

   A. Sumber periwayatannya

   B. Objek kajiannya

   C. Kekuatan hukumnya

   D. Fokusnya pada aspek perbuatan atau perkataan

   E. Kelengkapan sanadnya

   Kunci: D

 * Istilah yang digunakan untuk segala sesuatu yang disandarkan kepada Sahabat atau Tabi’in disebut...

   A. Khabar

   B. Atsar

   C. Hadis Mauquf

   D. Hadis Maqthu’

   E. Hadis Marfu’

   Kunci: B

 * Seseorang yang menerima Hadis dari gurunya dan menyampaikannya kepada orang lain disebut...

   A. Matan

   B. Sanad

   C. Rawi

   D. Muhaddits

   E. Mudawwin

   Kunci: C

 * Rangkaian atau jalan para periwayat Hadis (Rawi) mulai dari Sahabat hingga sampai kepada kita disebut...

   A. Matan

   B. Sanad

   C. Rawi

   D. Syahid

   E. Mutaba’ah

   Kunci: B

 * Isi atau teks Hadis, yaitu redaksi sabda Nabi Muhammad SAW atau perbuatan beliau yang menjadi pokok pembicaraan, dinamakan...

   A. Matan

   B. Sanad

   C. Rawi

   D. Musnad

   E. Mu’allal

   Kunci: A

 * Ilmu yang mempelajari tentang kaidah-kaidah untuk mengetahui keadaan Sanad dan Matan Hadis, apakah diterima (maqbul) atau ditolak (mardud), adalah...

   A. Ilmu Fiqh

   B. Ilmu Tafsir

   C. Ilmu Kalam

   D. Ilmu Musthalah Hadis

   E. Ilmu Tarikh Tasyri’

   Kunci: D

 * Salah satu contoh fungsi Hadis sebagai Bayan At-Tasyri’ adalah penetapan hukum tentang...

   A. Tata cara wudu dan salat

   B. Rincian pembagian warisan

   C. Haramnya memakan binatang bertaring

   D. Jumlah rakaat salat

   E. Penjelasan larangan berzina

   Kunci: C

 * Tokoh yang dikenal sebagai penyusun kitab Hadis Shahih pertama, yang menjamin keaslian Hadis di dalamnya, adalah...

   A. Imam Muslim

   B. Imam At-Tirmidzi

   C. Imam Bukhari

   D. Imam Abu Daud

   E. Imam An-Nasa’i

   Kunci: C

 * Kedudukan Hadis sebagai sumber hukum Islam adalah setelah Al-Qur'an. Hal ini menunjukkan Hadis berfungsi sebagai...

   A. Penjelas (Bayan) dan Penguat (Taqrir)

   B. Sumber hukum kedua yang mandiri

   C. Pelengkap bagi hukum yang tidak ada

   D. Pengganti hukum Al-Qur'an

   E. Pembatal (Nasikh) hukum Al-Qur'an

   Kunci: B

 * Salah satu motivasi utama kodifikasi (pembukuan) Hadis pada masa Tabi'in adalah...

   A. Kebutuhan untuk menyusun kitab Fiqih

   B. Kekhawatiran akan hilangnya para ulama penghafal Hadis

   C. Perintah dari Khalifah Umar bin Khattab

   D. Adanya keraguan terhadap Al-Qur'an

   E. Semangat untuk membuat karya tulis

   Kunci: B

Klasifikasi Hadis Berdasarkan Kualitas (Soal No. 16 - 35)

 * Hadis yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh rawi yang adil dan dhabit (kuat hafalannya), serta tidak ada syadz (kejanggalan) dan ’illah (cacat tersembunyi) disebut Hadis...

   A. Hasan

   B. Dha’if

   C. Shahih

   D. Mutawatir

   E. Mursal

   Kunci: C

 * Syarat Hadis Shahih yang berkaitan dengan kejanggalan dalam Matan atau Sanad adalah...

   A. Sanadnya bersambung (Ittisal As-Sanad)

   B. Rawinya adil ('Adl Ar-Rawi)

   C. Rawinya dhabit (Dhabth Ar-Rawi)

   D. Tidak syadz (Ghairu Syadz)

   E. Tidak ber’illah (Ghairu Mu’allal)

   Kunci: D

 * Hadis yang rawi-rawinya kurang sempurna kedhabitannya (hafalannya), tetapi syarat-syarat lainnya terpenuhi, disebut Hadis...

   A. Shahih

   B. Dha’if

   C. Hasan

   D. Mursal

   E. Mudraj

   Kunci: C

 * Secara umum, ulama Hadis bersepakat bahwa Hadis Hasan dapat dijadikan sebagai...

   A. Sumber hukum kedua (Mutlak)

   B. Penguat bagi Hadis Dha’if

   C. Hujjah (Dalil) dalam masalah halal-haram

   D. Penguat Hadis Shahih

   E. Pedoman utama dalam masalah aqidah

   Kunci: C

 * Hadis yang tidak memenuhi salah satu atau lebih dari syarat-syarat Hadis Shahih atau Hasan disebut Hadis...

   A. Hasan Lighairihi

   B. Shahih Lighairihi

   C. Dha’if

   D. Maudu’

   E. Mu’allal

   Kunci: C

 * Hadis Dha’if (lemah) terbagi menjadi banyak macam. Jika kelemahan tersebut disebabkan oleh kedustaan (kebohongan) rawi, maka Hadis tersebut disebut...

   A. Mursal

   B. Munqathi’

   C. Maudu’ (Palsu)

   D. Syadz

   E. Mudallis

   Kunci: C

 * Hadis yang diriwayatkan oleh sekelompok Rawi yang banyak, mustahil mereka bersepakat untuk berbohong, dan mereka meriwayatkan dari Rawi yang jumlahnya sama pada setiap tingkatan Sanad, disebut Hadis...

   A. Ahad

   B. Masyhur

   C. Gharib

   D. Mutawatir

   E. Dha’if

   Kunci: D

 * Hadis yang diriwayatkan oleh Rawi yang jumlahnya tidak mencapai batas Mutawatir pada setiap tingkatan Sanad disebut Hadis...

   A. Mutawatir

   B. Ahad

   C. Maudu’

   D. Mursal

   E. Mu’allal

   Kunci: B

 * Salah satu ciri Rawi yang dianggap adil adalah...

   A. Memiliki hafalan yang kuat

   B. Tidak pernah melakukan dosa besar dan tidak terus-menerus melakukan dosa kecil

   C. Usianya sudah tua dan banyak berguru

   D. Tinggal di kota ulama Hadis

   E. Menulis banyak kitab Hadis

   Kunci: B

 * Hadis yang Rawi terakhirnya adalah seorang Tabi’in dan langsung menisbatkan Hadis tersebut kepada Nabi SAW (tanpa menyebut Sahabat) disebut Hadis...

   A. Maudu’

   B. Mudallas

   C. Munqathi’

   D. Mu’allal

   E. Mursal

   Kunci: E

 * Hadis yang Shahih Lighairihi adalah Hadis Hasan yang didukung oleh...

   A. Hadis Shahih lainnya

   B. Hadis Dha’if lainnya

   C. Riwayat Mutawatir

   D. Riwayat yang setara (Hasan)

   E. Riwayat yang lemah (Maudu’)

   Kunci: D

 * Hadis yang diriwayatkan oleh hanya satu Rawi pada setiap tingkatan Sanad disebut Hadis...

   A. Mutawatir

   B. Masyhur

   C. Aziz

   D. Gharib

   E. Munqathi’

   Kunci: D

 * Dalam klasifikasi Hadis Ahad, Hadis yang diriwayatkan oleh minimal dua orang Rawi pada setiap tingkatan Sanad disebut Hadis...

   A. Gharib

   B. Aziz

   C. Masyhur

   D. Mutawatir

   E. Munqathi’

   Kunci: B

 * Kedudukan Hadis Dha’if dalam syariat Islam adalah...

   A. Dapat dijadikan dalil dalam semua aspek hukum

   B. Tidak dapat dijadikan dalil sama sekali

   C. Boleh digunakan dalam fadhailul a’mal (keutamaan amal) dengan syarat ketat

   D. Hanya boleh digunakan oleh ulama tertentu

   E. Digunakan sebagai penguat bagi Hadis Shahih

   Kunci: C

 * Suatu Matan Hadis yang diriwayatkan bertentangan dengan riwayat yang lebih kuat (Hadis Shahih), sementara pertentangan itu tidak mungkin dikompromikan, dinamakan...

   A. Syadz (Kejanggalan)

   B. Maqthu’

   C. Mudallas

   D. Munqathi’

   E. Mu’allal

   Kunci: A

 * Salah satu penyebab utama Hadis dikategorikan Dha’if adalah...

   A. Jumlah Rawi yang terlalu banyak

   B. Rawi yang adil tetapi dhabit

   C. Rawi yang diketahui sering lupa dan salah

   D. Matan Hadis yang terlalu panjang

   E. Ditemukannya di kitab-kitab tertentu

   Kunci: C

 * Hadis yang Matannya disisipi oleh perkataan Rawi, padahal itu bukan sabda Nabi, disebut Hadis...

   A. Munqathi’

   B. Maqthu’

   C. Mudraj (Sisipan)

   D. Mu’allal

   E. Maudu’

   Kunci: C

 * Hadis Masyhur adalah Hadis yang diriwayatkan oleh tiga Rawi atau lebih pada setiap tingkatan Sanad, selama tidak mencapai batas...

   A. Maudu’

   B. Gharib

   C. Aziz

   D. Shahih

   E. Mutawatir

   Kunci: E

 * Hukum mengamalkan Hadis Maudu’ (palsu) adalah...

   A. Boleh, karena tujuannya baik

   B. Boleh, asalkan tidak menyangkut aqidah

   C. Haram secara mutlak

   D. Makruh, lebih baik ditinggalkan

   E. Sunnah jika untuk motivasi ibadah

   Kunci: C

 * Perbedaan antara Hadis Shahih dan Hasan terletak pada salah satu syarat Rawi, yaitu...

   A. Keadaan 'Adalah (Keadilan)

   B. Keadaan Dhabth (Kedhabitan/Kekuatan Hafalan)

   C. Ketiadaan Syadz

   D. Ketiadaan 'Illah

   E. Bersambungnya Sanad

   Kunci: B

Sanad dan Matan Hadis (Soal No. 36 - 50)

 * Pengkajian terhadap Sanad Hadis bertujuan untuk meneliti...

   A. Kesesuaian Matan dengan Al-Qur'an

   B. Kekuatan atau kelemahan Rawi

   C. Keterangan Hadis yang bertentangan

   D. Keberadaan makna tersirat dalam Hadis

   E. Konteks historis Hadis

   Kunci: B

 * Ilmu yang secara khusus mempelajari biografi Rawi Hadis (tanggal lahir, wafat, guru, murid, dan sifatnya) adalah...

   A. Ilmu Fiqh

   B. Ilmu Jarh wa Ta’dil

   C. Ilmu Rijalul Hadis

   D. Ilmu Gharib Hadis

   E. Ilmu Nasikh wa Mansukh

   Kunci: C

 * Sifat yang harus dimiliki oleh Rawi sehingga riwayatnya diterima disebut...

   A. Adalah dan Syadz

   B. Dhabth dan Illah

   C. Adalah dan Dhabth

   D. Dhabth dan Syadz

   E. Illah dan Syadz

   Kunci: C

 * Istilah "Jarh" dalam Ilmu Jarh wa Ta’dil berarti...

   A. Memuji atau menetapkan keadilan Rawi

   B. Menyebutkan cacat atau cela pada Rawi

   C. Mencocokkan Matan dengan Al-Qur'an

   D. Membandingkan Sanad Hadis

   E. Mengumpulkan riwayat yang berbeda

   Kunci: B

 * Istilah "Ta'dil" dalam Ilmu Jarh wa Ta’dil berarti...

   A. Mengkritik Rawi Hadis

   B. Menyebutkan cacat pada Rawi

   C. Menetapkan keadilan dan pujian pada Rawi

   D. Menetapkan suatu Hadis sebagai Dha’if

   E. Memperkuat Hadis Ahad dengan Hadis Mutawatir

   Kunci: C

 * Salah satu bentuk cacat pada Rawi yang menyebabkan Hadisnya ditolak adalah...

   A. Kedhabitan yang sempurna

   B. Keadilan yang baik

   C. Dikenal sebagai pendusta (kadzib)

   D. Sangat terkenal dengan hafalannya

   E. Berguru kepada banyak ulama

   Kunci: C

 * Jika Sanad suatu Hadis mengalami putus di tengah-tengah (dua Rawi berturut-turut gugur), maka Hadis tersebut termasuk jenis...

   A. Mu’allaq

   B. Munqathi’

   C. Mu’dhal

   D. Mudallas

   E. Maqthu’

   Kunci: C

 * Seseorang yang meriwayatkan Hadis dengan menutupi cacat Sanadnya, misalnya menggunakan kata-kata yang tidak jelas maknanya, disebut Rawi yang...

   A. Mu’allal

   B. Mudallis (Tadlis)

   C. Munqathi’

   D. Mursal

   E. Maqthu’

   Kunci: B

 * Kesalahan atau cacat tersembunyi yang merusak keabsahan Hadis, padahal sekilas Hadis tersebut tampak Shahih, dinamakan...

   A. Syadz

   B. Maudu’

   C. Mu’allal (Ber’illah)

   D. Mudraj

   E. Munqathi’

   Kunci: C

 * Dalam kritik Matan, Hadis yang bertentangan dengan akal sehat, kaidah agama yang pasti, atau fakta sejarah yang jelas, umumnya dianggap...

   A. Shahih

   B. Dha’if Maudu’ (Palsu)

   C. Hasan Lighairihi

   D. Syadz

   E. Mursal

   Kunci: B

 * Salah satu syarat penting dalam pengujian Matan Hadis adalah...

   A. Jumlah Rawi harus mencapai batas Mutawatir

   B. Rawi terakhir harus dari kalangan Sahabat

   C. Tidak bertentangan dengan Al-Qur’an

   D. Rawi harus seorang Tabi’in

   E. Ditemukan di kitab Hadis tertentu

   Kunci: C

 * Ilmu yang digunakan untuk membandingkan riwayat-riwayat Hadis yang tampak bertentangan guna mencari kompromi (jama') atau menentukan mana yang lebih kuat (tarjih) disebut...

   A. Ilmu Jarh wa Ta’dil

   B. Ilmu Nasikh wa Mansukh

   C. Ilmu Mukhtalif Al-Hadis

   D. Ilmu Rijalul Hadis

   E. Ilmu Gharib Hadis

   Kunci: C

 * Hadis yang ditinggalkan oleh Rawi pada awal Sanad (gugur satu Rawi atau lebih secara berturut-turut dari awal) disebut...

   A. Mu’allal

   B. Maqthu’

   C. Munqathi’

   D. Mu’allaq

   E. Mursal

   Kunci: D

 * Jika suatu Hadis memiliki lebih dari satu jalur Sanad yang berbeda, Sanad-sanad tersebut berfungsi sebagai...

   A. Pengganti Matan

   B. Penguat Matan

   C. Penentu hukum

   D. Penghapus hukum

   E. Pembatal Hadis

   Kunci: B

 * Hadis tentang anjuran menuntut ilmu hingga ke negeri China, meskipun populer, sering dikategorikan sebagai Hadis...

   A. Shahih

   B. Hasan

   C. Dha’if (Lemah)

   D. Mutawatir

   E. Masyhur

   Kunci: C

BAGIAN II: SOAL ESAI (5 SOAL)

 * Jelaskan secara komprehensif kedudukan Hadis (Sunnah) sebagai sumber hukum Islam. Sebutkan dan jelaskan tiga fungsi Hadis terhadap Al-Qur'an (Bayan At-Taqrir, Bayan At-Tafsir, dan Bayan At-Tasyri’).

 * Sebutkan dan jelaskan secara singkat lima syarat sebuah Hadis dapat dikategorikan sebagai Hadis Shahih. Mengapa kriteria Ghairu Syadz (tidak janggal) dan Ghairu Mu’allal (tidak ber’illah) dianggap sebagai penentu kualitas tertinggi Hadis?

 * Jelaskan perbedaan mendasar antara Sanad, Matan, dan Rawi dalam struktur sebuah Hadis. Berikan contoh singkat bagaimana ketiga komponen ini saling terkait dalam sebuah riwayat.

 * Jelaskan mengapa Hadis Mutawatir memiliki kedudukan yang lebih tinggi dan diyakini keotentikannya daripada Hadis Ahad. Sebutkan dua syarat utama Hadis Mutawatir.

 * Dalam konteks Ilmu Jarh wa Ta’dil, jelaskan apa yang dimaksud dengan sifat 'Adalah (Keadilan) dan Dhabth (Kedhabitan/Kuat Hafalan) pada seorang Rawi. Mengapa kedua sifat ini menjadi kunci utama dalam menentukan kualitas Hadis?

KUNCI JAWABAN DAN PEDOMAN PENILAIAN

Kunci Jawaban Pilihan Ganda

| No. | Jawaban | No. | Jawaban | No. | Jawaban | No. | Jawaban | No. | Jawaban |

|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|

| 1 | B | 11 | D | 21 | C | 31 | C | 41 | C |

| 2 | C | 12 | C | 22 | D | 32 | C | 42 | C |

| 3 | C | 13 | C | 23 | B | 33 | E | 43 | B |

| 4 | D | 14 | B | 24 | B | 34 | C | 44 | C |

| 5 | B | 15 | B | 25 | E | 35 | B | 45 | B |

| 6 | D | 16 | C | 26 | D | 36 | B | 46 | C |

| 7 | B | 17 | D | 27 | D | 37 | C | 47 | C |

| 8 | C | 18 | C | 28 | B | 38 | C | 48 | D |

| 9 | B | 19 | C | 29 | C | 39 | B | 49 | B |

| 10 | A | 20 | C | 30 | A | 40 | C | 50 | C |

Kunci Jawaban Esai

| No. | Jawaban Esai |

|---|---|

| 1 | Kedudukan Hadis: Hadis adalah sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur'an. Ia berfungsi sebagai penjelas (bayan) terhadap hukum-hukum Al-Qur'an yang bersifat umum dan sebagai sumber penetap hukum baru (tasyri') yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur'an. Fungsi Hadis: (1) Bayan At-Taqrir (Memperkuat): Memperkuat dan menguatkan hukum yang sudah ditetapkan Al-Qur'an (cth: wajibnya shalat). (2) Bayan At-Tafsir (Menjelaskan/Merinci): Menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an yang masih global (cth: tata cara shalat, puasa). (3) Bayan At-Tasyri’ (Menetapkan Hukum Baru): Menetapkan hukum atau aturan yang belum ada ketentuannya dalam Al-Qur'an (cth: haramnya emas bagi laki-laki). |

| 2 | Lima Syarat Hadis Shahih: (1) Ittisal As-Sanad (Sanad Bersambung): Setiap Rawi mendengar langsung dari guru sebelumnya. (2) 'Adl Ar-Rawi (Rawi Adil): Rawi memiliki integritas moral (tidak fasik, tidak dusta, dll.). (3) Dhabth Ar-Rawi (Rawi Dhabit/Kuat Hafalan): Rawi memiliki ingatan yang kuat, teliti, dan hafalannya akurat. (4) Ghairu Syadz (Tidak Janggal): Matan atau Sanad tidak bertentangan dengan riwayat Rawi yang lebih kuat. (5) Ghairu Mu’allal (Tidak Ber’illah): Tidak terdapat cacat tersembunyi yang merusak Hadis. Alasan Syadz dan Illah Penentu Kualitas: Kedua kriteria ini menunjukkan Hadis telah melalui proses kritik Matan dan Sanad yang mendalam. Suatu Hadis bisa tampak Shahih berdasarkan 3 syarat pertama, tetapi jika ada kejanggalan (Syadz) atau cacat tersembunyi (Illah), kualitas Hadis tersebut akan runtuh. |

| 3 | Perbedaan Komponen Hadis: (1) Sanad: Rangkaian nama-nama Rawi (jalur periwayatan) yang menyampaikan Hadis dari Nabi SAW hingga sampai kepada kita. (2) Matan: Isi atau teks Hadis itu sendiri (redaksi sabda/perbuatan Nabi). (3) Rawi: Orang yang meriwayatkan atau menyampaikan Hadis. Contoh Keterkaitan: [Rawi A] menerima dari [Rawi B] dari [Rawi C] dari Rasulullah SAW bersabda, [Matan Hadis]. Di sini, A, B, dan C adalah Rawi; rangkaian A-B-C adalah Sanad; dan ucapan Rasulullah adalah Matan. |

| 4 | Perbandingan Mutawatir dan Ahad: Hadis Mutawatir memiliki kedudukan yang lebih tinggi karena diriwayatkan oleh Rawi yang sangat banyak pada setiap tingkatan Sanad, yang mana akal menetapkan mustahil mereka bersepakat untuk berdusta. Oleh karena itu, Mutawatir menghasilkan ilmu yaqin (keyakinan pasti). Hadis Ahad (Gharib, Aziz, Masyhur) diriwayatkan oleh Rawi yang jumlahnya tidak mencapai batas Mutawatir, sehingga hanya menghasilkan ilmu dzann (dugaan kuat) dan memerlukan penelitian ketat terhadap Rawi. Dua Syarat Utama Mutawatir: (1) Diriwayatkan oleh sejumlah besar Rawi (biasanya lebih dari sepuluh) pada setiap tingkatan Sanad. (2) Jumlah Rawi tersebut mustahil bersepakat untuk berdusta menurut akal sehat. |

| 5 | Adalah ('Adl/Keadilan): Berkaitan dengan integritas moral dan agama seorang Rawi, yaitu Rawi harus seorang Muslim, baligh, berakal, tidak fasik (tidak melakukan dosa besar dan tidak terus-menerus melakukan dosa kecil), serta tidak memiliki muru’ah (kehormatan) yang tercela. Dhabth (Kedhabitan/Kuat Hafalan): Berkaitan dengan kemampuan intelektual dan akurasi ingatan seorang Rawi, yaitu Rawi harus memiliki hafalan yang kuat dan teliti, sehingga kecil kemungkinannya salah saat menyampaikan riwayat. Alasan Kunci: Kedua sifat ini adalah penentu utama kualitas Hadis. Adalah memastikan Rawi tidak berbohong atau memalsukan Hadis. Dhabth memastikan Rawi menyampaikan Hadis sesuai dengan yang ia dengar tanpa salah, lupa, atau keliru. Hadis yang shahih harus diriwayatkan oleh Rawi yang Adil dan Dhabit. |


Contoh soal Quran hadis semester 1 kelas XI

  50 soal pilihan ganda dan 5 soal esai beserta kunci jawabannya.

SOAL ASESMEN AKHIR SEMESTER GASAL

Mata Pelajaran: Al-Qur’an Hadis | Kelas: XI

A. SOAL PILIHAN GANDA (50 Soal)

I. HAKIKAT PENCIPTAAN MANUSIA (No. 1-10)

 * (PG 1) Fase penciptaan manusia dalam QS. al-Mu'minun [23]: 12-14 dimulai dari saripati tanah (Sulālatun min Ṭīn). Fase berikutnya setelah itu adalah...

   A. 'Alaqah (segumpal darah)

   B. Mudhghah (segumpal daging)

   C. Nutfah (air mani)

   D. 'Iẓāman (tulang belulang)

   E. Khalqan ākhar (makhluk yang lain)

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 2) Terjemahan yang tepat untuk lafaz ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً dalam QS. al-Mu'minun [23]: 14 adalah...

   A. Kemudian Kami jadikan air mani itu segumpal darah.

   B. Lalu Kami jadikan segumpal darah itu segumpal daging.

   C. Lalu Kami jadikan segumpal daging itu tulang belulang.

   D. Kemudian Kami jadikan tulang belulang itu makhluk yang lain.

   E. Sungguh Kami telah menciptakan manusia dari saripati (tanah).

   Kunci Jawaban: A

 * (PG 3) Dalam QS. An-Nahl [16]: 78, Allah SWT menganugerahkan potensi utama kepada manusia sebagai modal untuk mengenal dan mencintai-Nya, yaitu...

   A. Fisik yang sempurna, akal, dan nafsu

   B. Pendengaran (Sam'u), penglihatan (Abṣār), dan hati (Af'idah)

   C. Kekuatan, kekayaan, dan kekuasaan

   D. Akal, ruh, dan jasad

   E. Ilmu, hikmah, dan kebijaksanaan

   Kunci Jawaban: B

 * (PG 4) Makna dasar dari istilah khalifah yang disandang oleh manusia di bumi, sebagaimana disinggung dalam QS. Al-Baqarah [2]: 30, adalah...

   A. Makhluk yang paling mulia di antara seluruh ciptaan.

   B. Sosok yang wajib beribadah kepada Allah SWT.

   C. Pemimpin dan pengelola yang bertugas memakmurkan bumi.

   D. Manusia yang paling beriman dan bertakwa.

   E. Umat yang terbaik (Khairu Ummah).

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 5) Tujuan utama penciptaan jin dan manusia, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Az-Zariyat [51]: 56, adalah...

   A. Menjadi khalifah di bumi.

   B. Membangun peradaban yang maju.

   C. Beribadah (Liya'budūn) kepada Allah SWT.

   D. Mendapatkan ilmu pengetahuan.

   E. Memperoleh kemuliaan di sisi Allah.

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 6) Ayat yang menjadi dalil paling utama yang menjelaskan bahwa tujuan hidup manusia adalah untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah SWT adalah...

   A. QS. An-Nahl [16]: 78

   B. QS. Al-Baqarah [2]: 30

   C. QS. Az-Zariyat [51]: 56

   D. QS. al-Mu'minun [23]: 12

   E. QS. Al-Baqarah [2]: 32

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 7) Lafaz نُشُزُهَا dalam HR. Bukhari tentang penciptaan manusia, secara terminologi fikih sering diterjemahkan sebagai...

   A. Segumpal darah

   B. Tulang belulang

   C. Daging

   D. Ditiupkannya ruh

   E. Saripati tanah

   Kunci Jawaban: D

 * (PG 8) Dalam konteks tugas manusia sebagai khalifah di bumi, salah satu bentuk tanggung jawab yang paling mendasar adalah...

   A. Memelihara diri dari perbuatan dosa.

   B. Melaksanakan shalat lima waktu tepat pada waktunya.

   C. Menjaga keseimbangan dan kelestarian alam serta lingkungan.

   D. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

   E. Memerangi semua bentuk kemungkaran.

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 9) Konsekuensi logis dari tujuan penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah SWT adalah bahwa setiap aktivitas yang dilakukan seorang muslim seharusnya bernilai...

   A. Sosial

   B. Ekonomi

   C. Ibadah

   D. Budaya

   E. Politik

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 10) Bentuk ibadah yang paling utama yang menjadi puncak dari segala tujuan penciptaan manusia adalah...

   A. Zikir dan membaca Al-Qur'an.

   B. Shalat dan puasa.

   C. Pengakuan total (Taslim) terhadap keesaan Allah (Tauhid).

   D. Berbuat baik kepada sesama manusia.

   E. Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW.

   Kunci Jawaban: C

II. BERBAKTI PADA KEDUA ORANG TUA DAN GURU (No. 11-20)

 * (PG 11) Terjemahan yang benar untuk potongan ayat وَلَا تَنْهَرْهُمَا dalam QS. Al-Isra’ [17]: 23 adalah...

   A. Dan hendaklah kamu merendahkan diri kepada keduanya.

   B. Dan janganlah kamu membentak keduanya.

   C. Dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia.

   D. Dan janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah".

   E. Sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku.

   Kunci Jawaban: B

 * (PG 12) Kalimat يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ dalam nasihat Luqman kepada anaknya di QS. Luqman [31]: 13 memiliki arti...

   A. Wahai anakku, dirikanlah shalat.

   B. Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah.

   C. Wahai anakku, berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu.

   D. Wahai anakku, bersabarlah atas apa yang menimpamu.

   E. Wahai anakku, sesungguhnya Allah Maha Melihat.

   Kunci Jawaban: B

 * (PG 13) Lafaz كَلِمَةً كَرِيمَةً dalam QS. Al-Isra’ [17]: 23 mengajarkan kita untuk berbicara kepada orang tua dengan...

   A. Suara yang pelan dan teratur.

   B. Kalimat yang mulia dan hormat.

   C. Kalimat yang mengandung pujian.

   D. Kalimat yang singkat dan jelas.

   E. Kalimat yang mengandung kebenaran.

   Kunci Jawaban: B

 * (PG 14) Pernyataan berikut yang sesuai dengan isi kandungan QS. Luqman [31]: 14 tentang anjuran berbuat baik kepada orang tua adalah...

   A. Perintah untuk menyembah Allah adalah yang utama, diikuti berbuat baik kepada orang tua.

   B. Ditegaskan tentang perjuangan ibu mengandung dalam keadaan lemah dan menyusui selama dua tahun.

   C. Kewajiban berbakti kepada orang tua gugur apabila mereka menyuruh berbuat syirik.

   D. Perintah bersyukur kepada Allah dan kepada kedua orang tua.

   E. Anjuran untuk merendahkan diri kepada orang tua dengan penuh kasih sayang.

   Kunci Jawaban: B

 * (PG 15) Nasihat Luqman dalam QS. Luqman [31]: 16 yang berkaitan dengan sifat Allah SWT yang Maha Mengetahui meskipun perbuatan itu sekecil biji sawi adalah...

   A. Allah adalah tempat kembali.

   B. Allah Mahabesar dan Mahamulia.

   C. Allah Maha Halus dan Maha Mengetahui.

   D. Allah Maha Pengampun dan Penyayang.

   E. Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 16) Makna dari وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ dalam QS. Al-Isra’ [17]: 24 adalah perintah untuk...

   A. Mendoakan orang tua setiap selesai shalat.

   B. Selalu mentaati perintah orang tua.

   C. Menginfakkan sebagian harta kepada orang tua.

   D. Merendahkan diri dan bersikap lemah lembut penuh kasih sayang kepada keduanya.

   E. Mengurus orang tua saat mereka tua dan lemah.

   Kunci Jawaban: D

 * (PG 17) Meskipun wajib berbakti kepada orang tua, Luqman menegaskan bahwa perintah pertama dan paling utama yang harus dipegang teguh oleh anak adalah...

   A. Mendirikan shalat.

   B. Mencegah kemungkaran.

   C. Tidak berbuat syirik kepada Allah.

   D. Berbuat baik kepada sesama manusia.

   E. Sabar terhadap musibah.

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 18) Hadis dari HR. Muslim dari Abu Hurairah ra. menyebutkan keutamaan berbakti kepada orang tua sebagai sebab masuk surga. Ungkapan yang diulang oleh Rasulullah SAW yang menegaskan hal ini adalah...

   A. "Ridha Allah terletak pada ridha orang tua."

   B. "Dia akan celaka." (diulang tiga kali)

   C. "Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu."

   D. "Jihadmu adalah berbakti kepada keduanya."

   E. "Surga di bawah telapak kaki ibu."

   Kunci Jawaban: B

 * (PG 19) Bentuk perilaku hormat dan patuh kepada guru di lingkungan madrasah yang paling tepat adalah...

   A. Memberi hadiah mahal setiap kenaikan kelas.

   B. Selalu menyetujui pendapat guru meskipun dalam hati tidak setuju.

   C. Berbicara dengan bahasa yang santun, menundukkan pandangan saat bertemu, dan mendengarkan nasihatnya.

   D. Berusaha mendapatkan nilai tertinggi di setiap mata pelajaran.

   E. Mengutamakan perintah guru di atas perintah orang tua.

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 20) Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dari Abdullah bin Amr ra. menunjukkan bahwa berbakti dan merawat kedua orang tua dapat menyamai bahkan melebihi pahala...

   A. Shalat sunnah

   B. Puasa sunnah

   C. Haji dan umrah

   D. Jihad di jalan Allah

   E. Mencari ilmu

   Kunci Jawaban: D

III. MENGHINDARI PERGAULAN BEBAS DAN PERBUATAN KEJI (No. 21-30)

 * (PG 21) Terjemahan yang tepat untuk lafaz وَلَا تَقْرَبُوا dalam QS. Al-Isra’ [17]: 32 adalah...

   A. Dan janganlah kamu melakukannya

   B. Dan jauhilah

   C. Dan tinggalkanlah

   D. Dan janganlah kamu mendekati

   E. Dan hindarilah

   Kunci Jawaban: D

 * (PG 22) Lanjutan yang benar dari potongan ayat وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً adalah...

   A. وَّسَآءَ سَبِيْلًا

   B. فَاجْلِدُوْا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ

   C. وَّلَا تَاْخُذْكُمْ بِهِمَا رَاْفَةٌ فِى دِيْنِ اللّٰهِ

   D. وَاِنْ كَانَ لَكُمْ عَلَيْهِمْ مِّنَ الدِّيْنِ شَيْءٌ

   E. فَلَا تَقُلْ لَهُمَآ اُفٍّ

   Kunci Jawaban: A

 * (PG 23) Potongan ayat فَاجْلِدُوْا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ adalah bagian dari QS. An-Nur [24]: 2 yang membahas tentang...

   A. Ancaman bagi pelaku zina

   B. Larangan mendekati zina

   C. Hukuman bagi pelaku zina ghairu muhshan (belum menikah)

   D. Kewajiban memberikan kesaksian atas perbuatan zina

   E. Larangan bergaul dengan orang yang berzina

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 24) Dalam ajaran Islam, segala perbuatan atau perilaku yang dapat merusak keturunan, tatanan sosial, dan moralitas, termasuk perzinaan, dikategorikan sebagai...

   A. Dharūrah (Kebutuhan mendesak)

   B. Faḥisyah (Perbuatan keji/zina)

   C. Kabā’ir (Dosa besar)

   D. Mu'āmalat (Hubungan sosial)

   E. Mukhalafāt (Pelanggaran)

   Kunci Jawaban: B

 * (PG 25) Konsep "Pergaulan Bebas" dalam Islam secara umum didefinisikan sebagai...

   A. Interaksi tanpa batas antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.

   B. Kebebasan berpendapat dan berekspresi.

   C. Kebebasan memilih keyakinan agama.

   D. Interaksi sosial dalam batas-batas yang disyariatkan.

   E. Pergaulan antar sesama jenis yang melanggar norma.

   Kunci Jawaban: A

 * (PG 26) Berikut ini yang termasuk perbuatan yang tergolong "mendekati zina" (Wa Lā Taqrabuz Zinā) adalah...

   A. Memandang lawan jenis tanpa syahwat dalam batas wajar.

   B. Belajar kelompok dengan teman yang berlainan jenis di tempat terbuka.

   C. Berpacaran, berkhalwat (berdua-duaan), dan sentuhan fisik yang mengundang syahwat.

   D. Saling sapa dan tegur antar lawan jenis.

   E. Melakukan ikhtilāt (campur baur) dalam kegiatan umum yang tidak terpisah.

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 27) Hukuman bagi pelaku zina muḥṣan (sudah menikah) sesuai dengan ketentuan syariat adalah...

   A. Cambuk 100 kali

   B. Penjara seumur hidup

   C. Dera 50 kali dan diasingkan

   D. Rajam (dilempari batu sampai meninggal)

   E. Diasingkan selama satu tahun

   Kunci Jawaban: D

 * (PG 28) Salah satu hikmah terbesar dari ditetapkannya hukuman yang berat bagi pelaku zina (seperti rajam atau cambuk) adalah untuk...

   A. Membalas dendam kepada pelaku

   B. Menjaga keturunan (Hifẓ an-Nasl) dan tatanan sosial

   C. Memberi kesempatan kepada pelaku untuk bertaubat

   D. Membuktikan kekuasaan Allah di muka bumi

   E. Mendorong masyarakat untuk menikah muda

   Kunci Jawaban: B

 * (PG 29) Potongan ayat QS. Al-Isra’ [17]: 32, وَسَآءَ سَبِيْلًا, mengandung makna bahwa perbuatan zina merupakan...

   A. Jalan yang penuh cobaan

   B. Jalan yang jahat

   C. Jalan yang terang

   D. Seburuk-buruk jalan

   E. Sebaik-baiknya perbuatan

   Kunci Jawaban: D

 * (PG 30) Berdasarkan Hadis Riwayat Bukhari dari Abu Hurairah ra. tentang iman, hubungan antara kuatnya iman dengan kemampuan menghindari maksiat seperti zina adalah...

   A. Zina tidak akan terjadi jika seseorang sedang shalat.

   B. Zina tidak akan terjadi jika seseorang sedang berpuasa.

   C. Orang yang berzina tidak akan berzina ketika ia dalam keadaan beriman.

   D. Iman akan meningkat setelah seseorang melakukan taubat dari zina.

   E. Iman hanya akan sempurna jika tidak pernah melakukan dosa besar.

   Kunci Jawaban: C

IV. TOLERANSI BERAGAMA (No. 31-40)

 * (PG 31) Terjemahan yang tepat untuk lafaz لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ dalam QS. Al-Kafirun [109]: 6 adalah...

   A. Bagi kalian agama kalian, dan bagiku agamaku.

   B. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

   C. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

   D. Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama.

   E. Jika Allah menghendaki, niscaya mereka tidak menyembah.

   Kunci Jawaban: A

 * (PG 32) Inti dari isi kandungan QS. Al-Kafirun [109] adalah penegasan tentang...

   A. Keharusan beribadah hanya kepada Allah.

   B. Larangan mencampurkan akidah dan ritual ibadah antar agama.

   C. Kewajiban berbuat baik kepada tetangga non-muslim.

   D. Batasan-batasan dalam pergaulan sosial antar umat beragama.

   E. Keutamaan beriman dan bertakwa.

   Kunci Jawaban: B

 * (PG 33) Isi kandungan QS. Yunus [10]: 40-41 menegaskan bahwa manusia terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang beriman dan kelompok yang ingkar. Fokus QS. Yunus [10]: 40 adalah tentang...

   A. Orang yang beriman tidak akan disakiti oleh orang yang ingkar.

   B. Allah lebih mengetahui orang yang berbuat kerusakan.

   C. Ada sebagian dari mereka yang beriman kepada Al-Qur'an dan ada yang tidak.

   D. Nabi Muhammad SAW adalah saksi atas amal perbuatan umatnya.

   E. Tiap-tiap golongan memiliki jalannya sendiri-sendiri.

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 34) Kandungan utama QS. Yunus [10]: 41 yang merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya adalah penegasan tentang...

   A. Adanya pertanggungjawaban amal perbuatan masing-masing.

   B. Kewajiban berdakwah kepada semua golongan.

   C. Perintah untuk bersabar dalam menghadapi ujian.

   D. Larangan mencampuradukkan kebenaran dan kebatilan.

   E. Keputusan akhir ada di tangan Allah SWT.

   Kunci Jawaban: A

 * (PG 35) Potongan ayat dalam QS. Al-Kahfi [18]: 29 yang menggarisbawahi kebebasan manusia dalam memilih iman atau kafir adalah...

   A. فَمَن شَآءَ فَلْيُؤْمِن وَمَن شَآءَ فَلْيَكْفُرْ

   B. وَمَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْ

   C. لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِ

   D. اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ

   E. وَاِنْ عَادُوْا فَعَادُوْا

   Kunci Jawaban: A

 * (PG 36) Isi kandungan QS. Al-Kahfi [18]: 29 adalah bahwa kebenaran datang dari Tuhanmu dan barang siapa yang ingin beriman silakan, dan barang siapa yang ingin kafir silakan. Ayat ini menjelaskan prinsip toleransi dalam konteks...

   A. Hubungan sosial

   B. Aqidah dan kebebasan beragama

   C. Hukum muamalah

   D. Politik dan pemerintahan

   E. Kebudayaan

   Kunci Jawaban: B

 * (PG 37) Perilaku yang sesuai dengan ajaran toleransi dalam QS. Al-Kahfi [18]: 29 adalah...

   A. Membiarkan orang lain melakukan ibadah sesuai keyakinan mereka, meskipun kita meyakini kebenaran Islam.

   B. Mengajak non-muslim untuk mengikuti ibadah kita.

   C. Mendebat keyakinan non-muslim dengan cara keras.

   D. Memaksa orang lain masuk Islam dengan ancaman.

   E. Menganggap semua agama sama baiknya.

   Kunci Jawaban: A

 * (PG 38) Lanjutan yang tepat dari potongan ayat QS. Al-Hujurat [49]: 13, يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا... adalah...

   A. لَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ

   B. اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ

   C. وَاَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ

   D. وَلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطٰنِ

   E. فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِ

   Kunci Jawaban: B

 * (PG 39) Menghindari sikap saling mencela (Lā Yaṣkhar) dan berprasangka buruk (Ijtinābu Kathīran minaẓ Ẓann) adalah perilaku yang secara spesifik ditekankan dalam...

   A. QS. Al-Kafirun [109]: 6

   B. QS. Yunus [10]: 40

   C. QS. Al-Hujurat [49]: 11-12

   D. QS. Al-Kahfi [18]: 29

   E. HR. Ahmad tentang akhlak

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 40) Isi kandungan QS. Al-Hujurat [49]: 10-13 secara umum adalah tentang...

   A. Toleransi antar umat beragama dan kebebasan memilih keyakinan.

   B. Kewajiban menuntut ilmu dan keutamaan ulama.

   C. Pentingnya persaudaraan (Ukhuwwah), etika sosial (tidak mengolok), dan prinsip kesetaraan berdasarkan takwa.

   D. Hukuman bagi pelaku maksiat dan pentingnya menjaga kehormatan.

   E. Tahapan penciptaan manusia dan tugasnya sebagai khalifah.

   Kunci Jawaban: C

V. ADAB MENCARI ILMU (No. 41-50)

 * (PG 41) Asbabunnuzul (sebab turunnya) QS. Al-Mujadalah [58]: 11 adalah ketika para sahabat senior yang ikut Perang Badar merasa tersinggung karena...

   A. Mereka tidak mendapat tempat duduk di majelis Rasulullah SAW.

   B. Mereka merasa tidak dihargai setelah kembali dari medan perang.

   C. Ada perbedaan pendapat yang tajam tentang hukum peperangan.

   D. Mereka disuruh kembali oleh Rasulullah SAW saat datang terlambat.

   E. Mereka merasa orang yang baru memeluk Islam lebih diutamakan.

   Kunci Jawaban: A

 * (PG 42) Inti dari isi kandungan QS. At-Taubah [9]: 122 adalah perintah bagi sebagian orang untuk tidak ikut berperang, tetapi hendaknya pergi untuk...

   A. Berdagang dan mencari harta.

   B. Mengawasi keamanan wilayah.

   C. Memperdalam pengetahuan agama (Tafaqquh Fiddin) dan mengajarkannya.

   D. Menjadi duta dan menyebarkan Islam.

   E. Menghimpun dana untuk kepentingan umat.

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 43) Dalil perilaku yang mengamalkan QS. At-Taubah [9]: 122 adalah...

   A. Menghadiri majelis ilmu agama secara rutin di masjid.

   B. Melakukan perjalanan jauh untuk berdagang.

   C. Berangkat ke medan perang tanpa menunggu perintah.

   D. Mencari pekerjaan dengan gaji yang tinggi.

   E. Berdakwah tanpa bekal ilmu yang memadai.

   Kunci Jawaban: A

 * (PG 44) Berdasarkan QS. At-Taubah [9]: 122, hukum asal berperang saat ada panggilan jihad dan ada sebagian kelompok yang diinstruksikan untuk tetap belajar adalah...

   A. Fardhu 'Ain

   B. Sunnah Muakkad

   C. Fardhu Kifayah

   D. Mubah

   E. Makruh

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 45) Inti ajaran QS. Ali Imran [3]: 190-191 adalah bahwa orang yang berakal (Ulul Albāb) adalah mereka yang selalu...

   A. Memperbanyak puasa dan shalat.

   B. Mengingat Allah (Zikru) dan memikirkan (Tafakkur) penciptaan langit dan bumi.

   C. Mencari rezeki yang halal di muka bumi.

   D. Berbuat adil dalam setiap keputusan.

   E. Berhijrah dari tempat yang buruk ke tempat yang baik.

   Kunci Jawaban: B

 * (PG 46) Terjemahan yang benar untuk lafaz يَرْفَعِ اللّٰهُ dalam QS. Al-Mujadalah [58]: 11 adalah...

   A. Allah akan memberi pahala

   B. Allah akan memasukkan

   C. Allah akan mengangkat/meninggikan

   D. Allah akan memberi petunjuk

   E. Allah akan memberi rezeki

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 47) Isi kandungan QS. Al-Mujadalah [58]: 11 adalah Allah SWT akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan...

   A. Berhijrah di jalan Allah

   B. Berharta banyak

   C. Diberi ilmu pengetahuan

   D. Bersikap adil dan jujur

   E. Berjuang melawan hawa nafsu

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 48) Berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, maka hukum mencari ilmu (agama dan umum yang bermanfaat) adalah...

   A. Fardhu Kifayah

   B. Sunnah

   C. Fardhu 'Ain

   D. Makruh

   E. Haram

   Kunci Jawaban: C

 * (PG 49) Kelanjutan dari potongan hadis dari HR. Ibnu Majah dari Anas bin Malik ra., طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ... adalah...

   A. وَمُسْلِمَةٍ

   B. فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِ

   C. وَّسَآءَ سَبِيْلًا

   D. وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ

   E. وَّارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا

   Kunci Jawaban: A

 * (PG 50) Perilaku yang mencerminkan pengamalan QS. Al-Mujadalah [58]: 11 adalah...

   A. Mengutamakan harta benda daripada ilmu pengetahuan.

   B. Ikhlas dalam menerima dan memberikan tempat duduk bagi orang lain di majelis ilmu.

   C. Merasa sombong karena memiliki derajat ilmu yang tinggi.

   D. Hanya mempelajari ilmu dunia dan meninggalkan ilmu agama.

   E. Menghafal seluruh Al-Qur'an tanpa memahami maknanya.

   Kunci Jawaban: B

B. SOAL ESAY (5 Soal)

I. HAKIKAT PENCIPTAAN MANUSIA (No. 51)

51. (LK 2) QS. Az-Zariyat [51]: 56 menegaskan bahwa tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Jelaskan minimal dua contoh perilaku syukur dan dua contoh perilaku tanggung jawab sebagai implementasi pemahaman Anda tentang hakikat penciptaan tersebut!

| Aspek | Contoh Perilaku |

|---|---|

| Syukur | 1. Menggunakan potensi pendengaran, penglihatan, dan hati (akal) untuk mendekatkan diri kepada Allah (misalnya: mendengar kajian agama, membaca Al-Qur'an). |

|  | 2. Memanfaatkan rezeki dan nikmat sehat yang diberikan untuk beribadah dan beramal saleh (misalnya: mengeluarkan zakat, bersedekah). |

| Tanggung Jawab | 1. Menjaga dan melestarikan alam serta lingkungan, tidak melakukan kerusakan di bumi sebagai tugas khalifah. |

|  | 2. Menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta bertanggung jawab terhadap amal perbuatannya di dunia. |

II. BERBAKTI PADA KEDUA ORANG TUA DAN GURU (No. 52)

52. (LK 3) Di sebuah madrasah, terdapat seorang siswa bernama Ahmad yang sangat cerdas tetapi sering menunjukkan sikap kurang hormat kepada gurunya, misalnya memotong pembicaraan guru di kelas dan menggunakan panggilan yang kurang sopan di luar jam pelajaran. Analisislah studi kasus tersebut berdasarkan ajaran Islam tentang berbakti kepada guru dan berikan saran solusi untuk Ahmad!

| Aspek Analisis | Penjelasan |

|---|---|

| Analisis Kasus | Perilaku Ahmad melanggar adab Ta'ẓim (menghormati) guru dalam Islam. Dalam ajaran Islam, guru ditempatkan pada posisi mulia setelah orang tua. Memotong pembicaraan guru dan panggilan tidak sopan menunjukkan ketidakhormatan yang dapat menghilangkan keberkahan ilmu yang didapat. Ilmu yang didapat tanpa adab yang baik rentan tidak bermanfaat (LK 3). |

| Saran Solusi | 1. Perubahan Sikap Verbal: Ahmad harus segera mengubah tutur katanya, menggunakan bahasa yang karīmah (mulia) dan sopan, serta tidak memotong pembicaraan guru. |

|  | 2. Perubahan Sikap Non-Verbal: Ahmad harus menunjukkan sikap merendah (Tawāḍu') di hadapan guru (misalnya dengan menundukkan pandangan dan mendengarkan dengan penuh perhatian) sebagai implementasi Akhlak Islami. |

III. MENGHINDARI PERGAULAN BEBAS DAN PERBUATAN KEJI (No. 53)

53. (LK 2) Sebagai seorang pelajar muslim, Anda diminta untuk menyajikan gagasan tentang cara mempromosikan pergaulan yang sehat dan terhormat di lingkungan sekolah. Sebutkan minimal tiga gagasan yang bersifat preventif dan konstruktif!

 * Mengaktifkan Forum dan Kegiatan Positif: Mengadakan kegiatan ekstrakurikuler berbasis keagamaan (seperti Rohis, LDK) dan keterampilan (seperti klub jurnalistik, olahraga) yang menyediakan ruang interaksi positif dan terawasi.

 * Menerapkan Batasan Ikhtilat (Pergaulan Campur): Membuat kebijakan sekolah yang jelas tentang batasan interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram (misalnya, melarang khalwat / berdua-duaan, menjaga jarak fisik, dan membatasi interaksi pada hal-hal yang bersifat darurat atau kepentingan umum).

 * Kampanye Edukasi Adab dan Bahaya Zina: Secara berkala mengadakan seminar, lokakarya, atau majelis ilmu yang fokus pada penjelasan mendalam tentang Faḥisyah (perbuatan keji) serta dampak buruk pergaulan bebas, dengan mengacu pada QS. Al-Isra’ [17]: 32 dan Hadis terkait.

IV. TOLERANSI BERAGAMA (No. 54)

54. (LK 2) Jelaskan isi kandungan HR. Ahmad dari Ibnu Abbas ra. yang membahas tentang toleransi dan etika dalam pergaulan, khususnya yang berkaitan dengan akhlak kepada orang yang lebih tua dan yang lebih muda!

Hadis riwayat Ahmad dari Ibnu Abbas ra. umumnya berisi tentang anjuran untuk menyayangi dan menghormati sesama. Isi kandungan yang relevan dengan etika pergaulan adalah:

 * Akhlak kepada yang Lebih Tua: Hadis ini mengajarkan agar yang muda menghormati, memuliakan, dan menghargai yang lebih tua. Penghormatan ini mencakup bersikap sopan, mendahulukan mereka, dan menggunakan bahasa yang santun. Hal ini penting untuk menjaga tatanan sosial dan hierarki kehormatan dalam masyarakat.

 * Akhlak kepada yang Lebih Muda: Hadis ini mengajarkan agar yang lebih tua menyayangi, membimbing, dan memberikan teladan kepada yang lebih muda. Kasih sayang ini diwujudkan dengan mendidik, mengayomi, dan tidak bersikap keras atau sombong. Hal ini bertujuan untuk menciptakan persaudaraan (Ukhuwwah) yang harmonis dan penuh kasih.

V. ADAB MENCARI ILMU (No. 55)

55. (LK 3) Salinlah (tulis ulang) QS. Al-Mujadalah [58]: 11 (bagian yang memerintahkan untuk berlapang-lapang dan meninggikan derajat) dan terjemahkan potongan ayat tersebut ke dalam bahasa Indonesia!

Ayat (QS. Al-Mujadalah [58]: 11):

> يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Terjemahan Bahasa Indonesia:

> "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berlapang-lapanglah dalam majelis," maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."


Minggu, 16 November 2025

KISI UAS AA KLS XII SMSTR 1

 

No.

Bab

Materi Pokok (KD Pengetahuan 3.x)

Indikator Pencapaian Kompetensi

Bentuk Soal

Jumlah Soal

1

Bab I: Cerminan dan Nilai Mulia Al-Asmā` al-Ḥusna

Menganalisis makna dan upaya meneladani: Al-'Afuww, Al-Rozzāq, Al-Malik, Al-Hasīb, Al-Hādi, Al-Khālik, dan Al-Hakīm.

Mengidentifikasi makna setiap Asmā` al-Ḥusna. Menganalisis contoh perilaku yang meneladani sifat-sifat Allah tersebut.

PG, Esai

10 PG, 1 Esai

2

Bab II: Kunci Kerukunan

Menganalisis makna, pentingnya, dan upaya memiliki sikap: Tasāmuh (toleransi), Musāwah (persamaan derajat), Tawasuth (moderat), dan Ukhuwwah (persaudaraan).

Menjelaskan konsep dan urgensi setiap sikap kerukunan. Menganalisis dampak positif implementasi sikap kerukunan.

PG, Esai

10 PG, 1 Esai

3

Bab III: Ragam Penyakit Hati

Menganalisis konsep, penyebab, dan cara menghindari sifat tercela: Nifāq (munafik), Gaḍab (marah), dan Qaswah al-Qalb (keras hati).

Menguraikan definisi dan ciri-ciri setiap penyakit hati. Menganalisis penyebab dan cara-cara efektif menghindarinya.

PG, Esai

10 PG, 1 Esai

4

Bab IV: Etika Bergaul dalam Islam

Menganalisis etika Islam dalam bergaul dengan: Sebaya, yang lebih tua, yang lebih muda, dan lawan jenis.

Menjelaskan prinsip dasar etika bergaul (adab). Menganalisis aplikasi etika bergaul sesuai syariat Islam untuk setiap kelompok usia dan jenis kelamin.

PG, Esai

10 PG, 1 Esai

5

Bab V: Suri Teladan Empat Imam Mazhab Fikih

Mengevaluasi kisah kesufian dan meneladani sifat-sifat sufistik: Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hanbal.

Mengidentifikasi biografi singkat dan metodologi fikih para Imam. Mengevaluasi sifat-sifat takwa, wara', zuhud, sabar, dan ikhlas dari para Imam.

PG, Esai

10 PG, 1 Esai

TOTAL

50 PG, 5 Esai

LATIHAN SOAL UAS AA KLS XII SEMESTER 1 2025-2026

 Soal Ujian Akhir Semester (UAS) 1

A. Pilihan Ganda (50 Soal)

Pilih salah satu jawaban yang paling tepat (A, B, C, D, atau E)!

Bab I: Cerminan dan Nilai Mulia Al-Asmā` al-Ḥusna (Soal 1-10)

 1. Salah satu sifat Allah SWT adalah Al-'Afuww. Makna yang paling tepat untuk sifat ini adalah...

   A. Allah Maha Pemberi Rezeki.

   B. Allah Maha Merajai.

   C. Allah Maha Pemaaf.

   D. Allah Maha Penghitung.

   E. Allah Maha Pencipta.

 2. Meneladani sifat Al-'Afuww dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan cara...

   A. Selalu meminta perhitungan yang adil atas perbuatan orang lain.

   B. Membalas kejahatan orang lain dengan balasan yang setimpal.

   C. Mengutamakan sikap memaafkan kesalahan orang lain meskipun mampu membalas.

   D. Bersikap dermawan dengan memberikan rezeki kepada fakir miskin.

   E. Selalu bersikap hati-hati dalam berinteraksi agar tidak berbuat salah.

 3. Sebagai muslim yang meyakini Ar-Razzaq, sikap yang paling tepat dalam mencari nafkah adalah...

   A. Bekerja keras tanpa memperhatikan cara mendapatkannya (halal/haram).

   B. Duduk berdiam diri menunggu rezeki datang dari langit.

   C. Bekerja dengan tekun, cerdas, dan jujur, disertai tawakal kepada Allah.

   D. Hanya mengandalkan pemberian dan bantuan dari orang lain.

   E. Berhenti bekerja karena rezeki sudah dijamin oleh Allah.

 4. Mengapa Allah disebut Al-Malik?

   A. Karena Allah menciptakan segala sesuatu.

   B. Karena Allah memberikan petunjuk kepada semua makhluk.

   C. Karena Allah memiliki dan menguasai seluruh alam semesta.

   D. Karena Allah Maha Bijaksana dalam menetapkan hukum.

   E. Karena Allah Maha Mencukupi segala kebutuhan makhluk-Nya.

 5. Sikap disiplin dalam menjaga amal perbuatan karena meyakini bahwa segala sesuatu akan dihitung dan dibalas, merupakan cerminan dari keyakinan terhadap asmaul husna...

   A. Al-Hadi

   B. Al-Khaliq

   C. Al-Malik

   D. Al-Hasīb

   E. Ar-Razzaq

 6. Seseorang yang tersesat kemudian mendapatkan petunjuk menuju jalan yang benar, sejatinya ia sedang merasakan pengamalan dari Asmā` al-Ḥusna...

   A. Al-Malik

   B. Al-Hadi

   C. Al-'Afuww

   D. Al-Khaliq

   E. Al-Hakim

 7. Keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini memiliki keteraturan dan tujuan yang jelas adalah buah dari pengakuan terhadap sifat Allah...

   A. Al-Hakim

   B. Al-Hasīb

   C. Al-'Afuww

   D. Al-Rozzāq

   E. Al-Malik

 8. Konsekuensi logis dari meyakini bahwa Allah adalah Al-Khālik (Maha Pencipta) adalah...

   A. Merasa bahwa manusia bebas melakukan apa saja di bumi.

   B. Menggunakan ciptaan Allah untuk kepentingan pribadi tanpa batas.

   C. Menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan perlu menyembah-Nya.

   D. Menghitung setiap nikmat yang diterima.

   E. Bersikap moderat dalam beragama.

 9. Seorang pemimpin yang selalu bertindak adil, cermat, dan penuh pertimbangan dalam mengambil keputusan, sejatinya ia sedang meneladani sifat Allah, yaitu...

   A. Al-Malik dan Al-Hadi.

   B. Ar-Razzaq dan Al-Khaliq.

   C. Al-Malik dan Al-Hakim.

   D. Al-'Afuww dan Al-Hasīb.

   E. Al-Hadi dan Al-Khaliq.

 10. Sifat yang menunjukkan bahwa Allah memiliki kekuasaan mutlak untuk memberi pahala atau siksa sesuai dengan amal perbuatan manusia adalah gabungan dari sifat...

   A. Al-Hadi dan Al-Khaliq.

   B. Al-Malik dan Al-Hasīb.

   C. Ar-Razzaq dan Al-'Afuww.

   D. Al-Hakim dan Al-Hadi.

   E. Al-'Afuww dan Al-Hakim.

Bab II: Kunci Kerukunan (Soal 11-20)

 11. Sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan, baik perbedaan agama, suku, ras, maupun pendapat, disebut...

   A. Musāwah

   B. Tawasuth

   C. Tasāmuh

   D. Ukhuwwah

   E. Takāful

 12. Prinsip kerukunan yang menegaskan bahwa semua manusia memiliki harkat, martabat, dan hak yang sama di hadapan hukum dan sosial, tanpa membedakan latar belakang, adalah...

   A. Ukhuwwah

   B. Tasāmuh

   C. Tawasuth

   D. Musāwah

   E. Ta’āwun

 13. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia yang majemuk, sikap yang menempatkan diri pada posisi tengah, tidak ekstrem kanan atau ekstrem kiri, serta menjauhi sikap berlebihan dalam beragama adalah...

   A. Musāwah

   B. Tasāmuh

   C. Tawasuth

   D. Ukhuwwah

   E. Ta’āruf

 14. Salah satu jenis Ukhuwwah (persaudaraan) yang mengikat sesama manusia secara universal, tanpa memandang agama atau ras, adalah...

   A. Ukhuwwah Islamiyah

   B. Ukhuwwah Wathaniyah

   C. Ukhuwwah Insaniyah/Basyariyah

   D. Ukhuwwah Diniyah

   E. Ukhuwwah Khāṣṣah

 15. Ketika seorang muslim berinteraksi dengan pemeluk agama lain, sikap yang harus dipegang teguh sesuai prinsip Tasāmuh adalah...

   A. Ikut serta dalam peribadatan mereka.

   B. Memaksa mereka untuk masuk Islam.

   C. Menghormati keberadaan dan keyakinan mereka.

   D. Menganggap semua agama sama.

   E. Mengisolasi diri dari pergaulan antarumat beragama.

 16. Implementasi dari sikap Tawasuth dalam konteks hukum adalah...

   A. Cenderung keras dalam menerapkan hukuman.

   B. Memberikan keringanan tanpa dasar yang kuat.

   C. Menegakkan hukum secara adil dan proporsional.

   D. Mengabaikan hukum demi menjaga kerukunan.

   E. Mengutamakan kepentingan kelompok sendiri.

 17. Sikap mengutamakan semangat persatuan dan kesatuan di antara warga negara Indonesia, meskipun berbeda suku, budaya, dan agama, dikenal sebagai...

   A. Ukhuwwah Islamiyah

   B. Ukhuwwah Insaniyah

   C. Ukhuwwah 'Ammah

   D. Ukhuwwah Wathaniyah

   E. Ukhuwwah Diniyah

 18. Manfaat utama dari menerapkan sikap Musāwah dalam masyarakat adalah...

   A. Terciptanya kebebasan tanpa batas bagi setiap individu.

   B. Menghilangkan diskriminasi dan kesenjangan sosial.

   C. Menyebabkan hilangnya identitas kelompok minoritas.

   D. Menjamin keseragaman dalam pemikiran dan keyakinan.

   E. Mendorong persaingan yang tidak sehat antar golongan.

 19. Contoh nyata dari sikap yang dapat merusak Ukhuwwah adalah...

   A. Saling menasihati dalam kebaikan.

   B. Saling mengunjungi saat sakit.

   C. Saling mencela dan mencari-cari kesalahan.

   D. Saling membantu dalam kesulitan.

   E. Saling mendoakan.

 20. Pentingnya sikap Tasāmuh, Musāwah, Tawasuth, dan Ukhuwwah bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah karena sikap-sikap tersebut berfungsi sebagai...

   A. Penegak kekuasaan absolut.

   B. Landasan persatuan di tengah keberagaman.

   C. Cara untuk memaksakan satu pandangan.

   D. Alat untuk mengendalikan ekonomi negara.

   E. Sumber pemecah belah bangsa.

Bab III: Ragam Penyakit Hati (Soal 21-30)

 21. Sifat tercela yang menunjukkan ketidaksesuaian antara lisan (ucapan) dan hati (keyakinan/perbuatan), adalah definisi dari...

   A. Gaḍab

   B. Nifāq

   C. Ghibah

   D. Qaswah al-Qalb

   E. Hasad

 22. Salah satu ciri orang munafik (nifāq) yang disebutkan dalam hadis adalah...

   A. Jika berjanji selalu ditepati.

   B. Jika berkata selalu jujur.

   C. Jika diberi amanah ia khianat.

   D. Jika berdebat selalu santun.

   E. Jika bergaul selalu ramah.

 23. Dampak paling buruk dari sifat Nifāq bagi pelakunya di akhirat adalah...

   A. Mendapat siksa ringan.

   B. Ditempatkan di surga tingkat terendah.

   C. Ditempatkan di kerak neraka (asfala sāfilīn).

   D. Mendapat pengampunan dari Allah.

   E. Amalnya diterima dengan penundaan.

 24. Tindakan praktis yang paling efektif untuk menghindari sifat Nifāq adalah...

   A. Selalu menyendiri dan menghindari interaksi sosial.

   B. Mengucapkan sumpah setia berkali-kali.

   C. Membiasakan berkata jujur dan menepati janji dalam segala kondisi.

   D. Berpakaian layaknya orang saleh.

   E. Mengabaikan semua urusan duniawi.

 25. Secara istilah, Gaḍab (marah) diartikan sebagai...

   A. Perasaan sedih mendalam karena kehilangan.

   B. Perasaan iri atas nikmat orang lain.

   C. Perubahan emosi yang memuncak dan tidak terkendali.

   D. Keengganan untuk memaafkan kesalahan.

   E. Sikap apatis terhadap lingkungan sekitar.

 26. Dalam rangka mengendalikan amarah (Gaḍab), Rasulullah SAW menganjurkan untuk...

   A. Segera membalas perbuatan yang memicu amarah.

   B. Menyampaikan semua unek-unek dengan nada tinggi.

   C. Mengubah posisi (dari berdiri menjadi duduk, atau duduk menjadi berbaring) dan berwudu.

   D. Mencari kambing hitam untuk melampiaskan emosi.

   E. Menyalahkan diri sendiri tanpa henti.

 27. Penyakit hati yang ditandai dengan sulitnya menerima nasihat kebaikan, tidak tergerak hatinya oleh ayat-ayat Allah, dan minimnya rasa takut akan dosa adalah...

   A. Nifāq

   B. Gaḍab

   C. Hasad

   D. Qaswah al-Qalb

   E. Riya'

 28. Berdasarkan analisis, salah satu penyebab utama dari Qaswah al-Qalb (keras hati) adalah...

   A. Sering beramal saleh.

   B. Banyak bersilaturahmi.

   C. Terlalu sering berbuat maksiat atau dosa.

   D. Mengucapkan kata-kata yang menyejukkan.

   E. Membaca Al-Qur'an secara rutin.

 29. Cara yang dianjurkan untuk melembutkan hati yang keras (Qaswah al-Qalb) adalah...

   A. Mendengarkan musik yang melankolis.

   B. Menjauhi pergaulan sama sekali.

   C. Memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an dengan tadabbur, dan mengingat mati.

   D. Mengkritik orang lain yang keras hati.

   E. Memperbanyak harta benda.

 30. Hikmah dari menghindari penyakit hati seperti Nifāq, Gaḍab, dan Qaswah al-Qalb adalah...

   A. Semakin dikagumi oleh manusia.

   B. Dapat menguasai dunia.

   C. Mencapai ketenangan jiwa dan keluhuran budi.

   D. Hidup menjadi abadi.

   E. Terbebas dari semua ujian hidup.

Bab IV: Etika Bergaul dalam Islam (Soal 31-40)

 31. Secara etimologi, etika dalam bahasa Arab sering disebut dengan adab. Menurut Al-Jurjani, adab adalah...

   A. Keinginan untuk bersikap sopan.

   B. Aturan tingkah laku dalam masyarakat.

   C. Pengetahuan yang dapat menjauhkan seseorang dari kelalaian.

   D. Kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

   E. Sifat bawaan manusia sejak lahir.

 32. Prinsip utama dalam bergaul dengan orang yang lebih tua dalam Islam adalah...

   A. Memberikan nasihat tanpa diminta.

   B. Menyamakan kedudukan dan hak.

   C. Menghormati, bersikap sopan, dan bertutur kata lembut.

   D. Selalu mendominasi percakapan.

   E. Mengutamakan pendapat pribadi.

 33. Berikut ini adalah contoh etika bergaul yang benar dengan teman sebaya, kecuali...

   A. Saling menasihati dalam kebaikan.

   B. Saling tolong-menolong (Ta'āwun).

   C. Membicarakan aib teman di belakangnya (Ghibah).

   D. Menjaga rahasia teman.

   E. Saling memahami (Tafāhum).

 34. Dalam bergaul dengan orang yang lebih muda, sikap yang dianjurkan dalam Islam adalah...

   A. Memerintah mereka untuk melakukan semua pekerjaan.

   B. Bersikap acuh tak acuh dan tidak peduli.

   C. Menganggap mereka tidak berpengalaman.

   D. Menyayangi, membimbing, dan menjadi teladan yang baik.

   E. Selalu menuntut mereka untuk menghormati.

 35. Etika Islam mengatur interaksi dengan lawan jenis untuk menjaga kehormatan diri. Salah satu etika penting yang harus dijaga adalah...

   A. Sering melakukan khalwat (berdua-duaan di tempat sepi).

   B. Menjaga pandangan (Ghaḍḍul Baṣar) dan menghindari sentuhan yang tidak perlu.

   C. Berbicara dengan nada suara yang dibuat-buat.

   D. Mengabaikan semua interaksi.

   E. Bersikap terbuka tanpa batasan.

 36. Hikmah dari penerapan etika bergaul (Adab) dalam kehidupan sosial adalah...

   A. Agar disegani dan ditakuti oleh orang lain.

   B. Agar mendapatkan keuntungan materi.

   C. Terciptanya hubungan harmonis dan kasih sayang antar sesama.

   D. Memudahkan untuk mendapatkan jabatan.

   E. Agar dapat memaksakan kehendak.

 37. Etika bergaul juga mencakup cara berpakaian. Dalam Islam, etika berpakaian yang utama adalah...

   A. Sesuai mode terbaru.

   B. Menarik perhatian lawan jenis.

   C. Menutup aurat dan tidak berlebihan (tabarruj).

   D. Berwarna cerah dan mencolok.

   E. Sesuai dengan keinginan pribadi tanpa batas.

 38. Ketika bertemu orang yang dikenal, etika Islam mengajarkan untuk...

   A. Menunggu orang lain yang menyapa terlebih dahulu.

   B. Mengucapkan salam (assalamu'alaikum) dengan wajah ceria.

   C. Berjalan cepat tanpa melihat ke arahnya.

   D. Mengucapkan sapaan yang tidak jelas.

   E. Langsung meminta pertolongan.

 39. Ketika berada dalam suatu majelis (perkumpulan), etika yang benar adalah...

   A. Berbicara dengan suara paling keras agar didengar.

   B. Menyela pembicaraan orang lain.

   C. Memberi kesempatan orang lain untuk berbicara dan mendengarkan dengan baik.

   D. Menempati posisi paling depan.

   E. Mengambil alih kepemimpinan.

 40. Dalam menyikapi perbedaan pendapat saat bergaul dengan teman sebaya, etika yang paling baik adalah...

   A. Memaksakan pendapat sendiri.

   B. Memutuskan hubungan pertemanan.

   C. Menghargai, berdiskusi dengan santun, dan mencari titik temu (toleran).

   D. Menganggap remeh pendapat teman.

   E. Mengadu domba kelompok teman.

Bab V: Suri Teladan Empat Imam Mazhab Fikih (Soal 41-50)

 41. Imam mazhab fikih yang dikenal sangat mengedepankan akal (ra'yu) dalam menetapkan hukum, sehingga mazhabnya juga dikenal sebagai Ahlur-Ra'yi, adalah...

   A. Imam Malik bin Anas

   B. Imam Syafi'i

   C. Imam Ahmad bin Hanbal

   D. Imam Abu Hanifah

   E. Imam Ghazali

 42. Kitab fikih monumental yang disusun oleh Imam Malik bin Anas yang berisi riwayat-riwayat hadis dan fatwa para ulama Madinah adalah...

   A. Al-Umm

   B. Al-Musnad

   C. Al-Fiqh al-Akbar

   D. Al-Muwaṭṭa'

   E. Ar-Risalah

 43. Imam Syafi'i memiliki dua periode ijtihad. Ijtihadnya yang dilakukan di Baghdad disebut Qaul Qadim, sedangkan ijtihadnya yang dilakukan di Mesir disebut...

   A. Qaul Al-Atsar

   B. Qaul Al-Ra'yi

   C. Qaul Jadīd

   D. Qaul Mu'tabar

   E. Qaul Azhar

 44. Salah satu sifat sufistik yang menonjol dari Imam Ahmad bin Hanbal yang membuatnya terkenal menolak hadiah dari penguasa adalah sikap...

   A. Tawadhu'

   B. Sabar

   C. Takwa

   D. Wara'

   E. Ikhlas

 45. Perbedaan mendasar dalam metodologi antara Imam Abu Hanifah yang Ahlur-Ra'yi dan Imam Malik yang Ahlul-Atsar terletak pada...

   A. Jumlah murid mereka.

   B. Prioritas penggunaan akal (ra'yu) versus riwayat (atsar ulama Madinah).

   C. Tempat kelahiran mereka.

   D. Jenis ibadah yang mereka tekuni.

   E. Kemampuan mereka dalam menghafal Al-Qur'an.

 46. Gelar yang diberikan kepada Imam Malik bin Anas sebagai penghormatan atas ketekunan dan kesahihan riwayatnya di Madinah adalah...

   A. Sulthanul Ulama'

   B. As-Syaikh al-Akbar

   C. Imam Daril Hijrah

   D. Abu Ra'yi

   E. Nashir as-Sunnah

 47. Kesamaan sifat sufistik yang dimiliki oleh keempat Imam Mazhab adalah...

   A. Menghindari semua urusan politik.

   B. Selalu memakai pakaian yang lusuh.

   C. Sikap takwa, wara', zuhud, sabar, dan ikhlas dalam mencari ilmu.

   D. Hanya berpegang pada pendapat sendiri.

   E. Berasal dari keturunan saudagar kaya.

 48. Meskipun dikenal sebagai ahli hadis (Muhaddits), Imam Ahmad bin Hanbal juga memiliki keteguhan luar biasa dalam mempertahankan akidah di hadapan penguasa. Sikap ini mencerminkan sifat...

   A. Zuhud

   B. Ikhlas

   C. Wara'

   D. Sabar dan ketakwaan

   E. Rendah hati

 49. Tokoh yang dikenal mampu menggabungkan metode Ahlur-Ra'yi dan Ahlul-Atsar dengan porsi tertentu sehingga metodenya dianggap paling komprehensif adalah...

   A. Imam Abu Hanifah

   B. Imam Malik bin Anas

   C. Imam Syafi'i

   D. Imam Ahmad bin Hanbal

   E. Imam Ats-Tsauri

 50. Teladan yang dapat diambil dari kisah keempat Imam Mazhab fikih dalam konteks kehidupan modern adalah...

   A. Mengutamakan perdebatan metodologi.

   B. Menolak semua ilmu pengetahuan modern.

   C. Semangat keilmuan, ketekunan, dan integritas moral (takwa, wara') yang tinggi.

   D. Mengisolasi diri dari masyarakat luas.

   E. Hanya fokus pada masalah fikih.

B. Esai (5 Soal)

 51. Jelaskan makna Al-'Afuww dan berikan tiga (3) contoh nyata bagaimana seorang muslim dapat meneladani sifat ini dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam interaksi sosial.

 52. Analisislah perbedaan mendasar antara konsep Tasāmuh (Toleransi) dan Tawasuth (Moderat) dalam Islam. Mengapa kedua sikap ini sangat penting untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)?

 53. Jelaskan konsep Qaswah al-Qalb (Keras Hati), sebutkan dua (2) penyebabnya, dan uraikan tiga (3) cara praktis yang efektif untuk menghindarinya.

 54. Etika bergaul dengan lawan jenis memiliki batasan dalam Islam. Jelaskan dua (2) prinsip utama etika bergaul dengan lawan jenis yang sesuai dengan ajaran Islam, serta berikan contoh aplikasinya bagi remaja sekolah.

 55. Imam Abu Hanifah dikenal mengedepankan akal (ra'yu) dan Imam Malik dikenal mengedepankan riwayat (Atsar ulama Madinah) dalam penetapan hukum fikih. Jelaskan perbedaan latar belakang yang mungkin memengaruhi perbedaan metodologi (istinbath) keduanya dan bagaimana sikap keteladanan para Imam ini dapat diterapkan dalam kehidupan modern.



Rabu, 12 November 2025

SOAL UAS QH KELAS XII BAB 1-4

 Bagian A: Rendah Hati, Sederhana, dan Berinfak (Berdasarkan QS Al-Furqan: 67, QS Al-Isra': 26-27, 29-30, QS Al-Qashash: 79-82, QS Al-Ma'un: 1-7, dan Hadis)

 1. Potongan ayat QS. Al-Furqan: 67 yang memiliki arti "...dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian." adalah...

   A. وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا

   B. وَلَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا

   C. اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا

   D. لَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً

   E. وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ

   

 2. Lafadz مَغْلُوْلَةً dalam QS. Al-Isra' [17]: 29 memiliki arti...

   A. Tangan yang di atas

   B. Tangan yang terikat (kikir)

   C. Terlalu boros

   D. Orang yang menolong

   E. Keluarga dekat

   

 3. Pesan utama yang terkandung dalam QS. Al-Isra' [17]: 26-27 adalah perintah untuk berinfak kepada keluarga dekat, orang miskin, musafir, dan larangan untuk...

   A. Berpaling dari orang miskin

   B. Menyombongkan diri

   C. Melakukan pemborosan

   D. Meminta-minta

   E. Berbuat riya'

   

 4. Potongan ayat yang melarang berbuat boros dalam QS. Al-Isra' [17]: 26 adalah...

   A. وَلَا تَبْذِرْ تَبْذِيْرًا

   B. لَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً

   C. وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ

   D. وَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ

   E. اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ

   

 5. Kosa kata Arab yang berarti "orang-orang yang menghambur-hamburkan (harta)" dalam QS. Al-Isra' [17]: 27 adalah...

   A. ذَا الْقُرْبٰى

   B. الْمُبَذِّرِيْنَ

   C. الْمَسَاكِيْنِ

   D. الشَّيٰطِيْنِ

   E. السَّبِيْلِ

   

 6. Terjemahan yang tepat untuk potongan ayat: اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا adalah...

   A. Orang-orang yang tidak kikir

   B. Orang-orang yang tidak boros

   C. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta)

   D. Dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah

   E. Mereka adalah saudara setan

   

 7. Kisah Qorun dalam ayat tersebut mengajarkan tentang bahaya...

   A. Sifat kikir dan tamak

   B. Keraguan dan kemunafikan

   C. Kesombongan karena harta dan kekayaan

   D. Sikap boros dan suka pamer

   E. Mendustakan hari akhir

   

 8. Potongan ayat dalam QS. Al-Qashash: 81 yang menceritakan nasib Qorun adalah...

   A. عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى الْقُرْبٰى

   B. فَخَسَفْنَا بِهِۦ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ

   C. فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ فِى زِينَتِهِۦ

   D. وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

   E. وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ

 9. Terjemahan dari potongan ayat يَدَعُّ الْيَتِيْمَ dalam QS. Al-Ma'un: 2 adalah...

   A. Menghardik orang miskin

   B. Menghardik anak yatim

   C. Tidak menganjurkan memberi makan

   D. Orang-orang yang berbuat riya'

   E. Celakalah orang yang shalat

  

 10. Orang yang disebut mendustakan agama menurut surat Al-Ma'un ditandai dengan sifat-sifat berikut, kecuali...

   A. Menghardik anak yatim

   B. Tidak mendorong memberi makan orang miskin

   C. Lalai dari salat

   D. Berbuat riya'

   E. Berlebihan dalam berinfak

   

 11. Menyimpulkan kandungan hadis:

   Hadis riwayat Muslim dari Iyadh bin Himar tentang larangan berbangga diri mengajarkan pentingnya sifat...

   A. Sabar

   B. Syukur

   C. Rendah hati (Tawadhu')

   D. Sederhana (Iqtishad)

   E. Jujur

   

 12. Mengkorelasikan ayat dengan hadis:

   Sikap yang paling tepat sebagai pengamalan dari QS. Al-Furqan: 67 dan hadis riwayat Bukhari tentang tidak berlebihan dalam membelanjakan harta adalah...

   A. Memiliki mobil mewah untuk keluarga

   B. Membantu fakir miskin dengan berlebihan

   C. Membelanjakan harta secara sederhana dan seimbang

   D. Menahan semua harta untuk tabungan masa depan

   E. Mengutamakan infak daripada kebutuhan pokok

 


Bagian B: Iman dan Ujian/Cobaan (Berdasarkan QS Al-Baqarah: 177, QS Ali Imran: 155-157, dan Hadis)

 13. Menganalisis arti lafadz:

   Lafadz الْيَتٰمٰى dalam QS. Al-Baqarah [2]: 177 memiliki arti...

   A. Orang-orang miskin

   B. Anak-anak yatim

   C. Para musafir

   D. Orang-orang yang meminta

   E. Kaum kerabat

   

 14  Menerjemahkan kandungan QS. Al-Baqarah: 177:

   Kebajikan sejati menurut QS. Al-Baqarah [2]: 177, salah satunya adalah...

   A. Menghadap ke arah timur dan barat saat salat.

   B. Membangun masjid dan tempat ibadah yang megah.

   C. Beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab, dan para nabi.

   D. Memberikan harta yang dicintai hanya kepada kerabat.

   E. Menghindari zakat dan fokus pada sedekah.

  

 15. Menyebutkan potongan ayat:

   Potongan ayat dalam QS. Ali Imran [3]: 155 yang menjelaskan bahwa Allah telah memaafkan para sahabat yang lari saat perang Uhud adalah...

   A. وَلَقَدْ عَزَمَ اُولُوا الْعَزْمِ

   B. وَلِيَبْتَلِيَكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِيْ قُلُوْبِكُمْ

   C. وَلَقَدْ عَفَا اللّٰهُ عَنْهُمْ

   D. ثُمَّ اَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ الْغَمِّ

   E. وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

   

 16. Menyimpulkan maksud ayat:

   Kandungan QS. Ali Imran [3]: 155-157 menjelaskan bahwa kemenangan atau kekalahan (seperti pada Perang Uhud) adalah bagian dari ujian (cobaan) yang bertujuan untuk...

   A. Menambah kesenangan bagi orang Mukmin.

   B. Menghilangkan penderitaan selamanya.

   C. Membersihkan (memurnikan) keimanan yang ada di hati.

   D. Menunjukkan siapa yang paling kaya.

   E. Membuat musuh merasa takut.

 

 17. Menyebutkan penggalan hadis:

   Hadis riwayat Muslim yang menjelaskan bahwa jika seseorang ditimpa kesusahan, ia akan bersabar (صَبَرَ), maka itu adalah kebaikan baginya, terdapat lafadz...

   A. إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ

   B. وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ

   C. وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللّٰهُ

   D. وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا

   E. كُلُّهُ خَيْرٌ

   

 18. Menunjukkan kalimat dalam ayat:

   Dalam QS. Ali Imran [3]: 157, kalimat yang menegaskan bahwa semua manusia pasti akan kembali kepada Allah (mati syahid atau meninggal biasa) adalah...

   A. لَئِنْ مُّتُّمْ اَوْ قُتِلْتُمْ لَاِلَى اللّٰهِ تُحْشَرُوْنَ

   B. وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى

   C. فَمَا اسْتَكَانُوْا لِرَبِّهِمْ

   D. وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

   E. فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ

   

 19. Menjelaskan macam-macam sabar:

   Sabar dalam menghadapi musibah atau cobaan disebut juga dengan sabar...

   A. Sabar 'alal-amr (atas perintah)

   B. Sabar 'anil-ma'shiyah (menjauhi maksiat)

   C. Sabar 'alal-musiibah (atas musibah)

   D. Sabar 'alal-hawa (atas hawa nafsu)

   E. Sabar 'alal-syukur (atas syukur)

   

 20. Mengkorelasikan ayat dengan hadis:

   Sikap yang paling sesuai untuk mengamalkan hadis riwayat Muslim tentang keutamaan orang Mukmin yang bersyukur saat senang dan bersabar saat susah adalah...

   A. Mengeluh kepada Allah saat ditimpa musibah.

   B. Berprasangka buruk terhadap takdir Allah.

   C. Bersabar dan mengambil hikmah dari setiap cobaan.

   D. Menyalahkan orang lain atas kegagalan.

   E. Meninggalkan ibadah karena merasa putus asa.


Bagian C: Pelestarian Lingkungan (Berdasarkan QS Ar-Ruum: 41-42, QS Al-A'raf: 56-58, QS Shad: 27, QS Al-Furqan: 45-50, QS Al-Baqarah: 204-206, dan Hadis)

 21. Mengurutkan ayat:

   QS. Ar-Ruum [30]: 41-42 diawali dengan lafadz...

   A. وَلَقَدْ صَدَقَهُمُ اللّٰهُ

   B. وَقُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ

   C. ظَهَرَ الْفَسَادُ

   D. سَيِّدُ الْقَوْمِ

   E. اَلَمْ تَرَ

   

 22. Menerjemahkan lafadz:

   Kata الْفَسَادُ dalam QS. Ar-Ruum [30]: 41 berarti...

   A. Kebaikan

   B. Keselamatan

   C. Kerusakan

   D. Kekeringan

   E. Kemakmuran

   

 23. Menjelaskan kandungan ayat:

   Penyebab utama munculnya kerusakan di darat dan di laut menurut QS. Ar-Ruum [30]: 41 adalah...

   A. Bencana alam yang tidak terhindarkan

   B. Sinar matahari yang terik

   C. Perbuatan tangan manusia

   D. Keputusan dari pemimpin

   E. Siklus alami bumi

   

 24. Menyimpulkan kandungan QS. Al-A'raf: 56:

   Perintah utama yang ditekankan dalam QS. Al-A'raf [7]: 56 adalah larangan...

   A. Menghadapkan wajah ke timur dan barat

   B. Berdoa hanya kepada Allah

   C. Berbuat kerusakan di bumi sesudah (diciptakan) dengan baik

   D. Menghardik anak yatim

   E. Kikir dan berlebihan dalam berinfak

  

 25. Mengurai lafadz:

   Lafadz سَبَبِ dalam QS. Ar-Ruum [30]: 41 berarti...

   A. Akibat

   B. Perbuatan

   C. Sebab

   D. Manusia

   E. Bumi

   

 26. Menerjemahkan lafadz:

   Terjemahan dari kata لِيُذِيْقَهُمْ dalam QS. Ar-Ruum [30]: 41 adalah...

   A. Agar mereka kembali

   B. Agar Allah merasakan kepada mereka

   C. Dari perbuatan mereka

   D. Di darat dan di laut

   E. Telah nampak

 

 27. Menyimpulkan kandungan QS. Shad: 27:

   Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya tidak dengan sia-sia (bāṭilan), yang demikian itu adalah anggapan orang-orang...

   A. Beriman

   B. Musyrik

   C. Kafir

   D. Munafik

   E. Fasik

  

 28.Menjelaskan hikmah di balik ayat:

   Hikmah dari penciptaan bayang-bayang dan fungsinya sebagai penunjuk (QS. Al-Furqan: 45-46) adalah agar manusia...

   A. Dapat mengetahui waktu salat.

   B. Mengenali kebesaran Allah yang Mahakuasa.

   C. Tidak berjalan di bawah terik matahari.

   D. Lebih mudah menentukan arah kiblat.

   E. Berhemat dalam menggunakan listrik.

   

 29. Menyimpulkan kandungan QS. Al-Baqarah: 204-206:

   Ayat ini menggambarkan ciri-ciri orang yang ucapannya mengagumkan tentang dunia, namun ketika diberi nasihat tentang kerusakan yang ditimbulkannya, ia...

   A. Langsung bertaubat dan menyesal.

   B. Menambah dosa karena kesombongannya.

   C. Memberikan infak dan sedekah.

   D. Menganggapnya sebagai ujian.

   E. Memperbaiki pertanian dan peternakan.

   

 30. Menerangkan maksud suatu kata dalam ayat:

   Dalam QS. Al-Baqarah [2]: 205, orang fasik yang merusak akan يُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ. Maksud dari الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ adalah...

   A. Harta dan jabatan

   B. Pertanian dan keturunan (ternak)

   C. Kehidupan dan kematian

   D. Angin dan awan

   E. Kerabat dan anak yatim

   

 31. Menjelaskan kandungan hadis:

   Hadis tentang pelestarian lingkungan, seperti anjuran menanam pohon meskipun hari kiamat akan terjadi, menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai...

   A. Kekuatan amal yang besar

   B. Ketaatan terhadap sunah Nabi

   C. Peran manusia sebagai khalifah di bumi

   D. Pentingnya menanam kurma

   E. Penggunaan air secara berlebihan

   

 32. Menerapkan perilaku yang sesuai:

   Salah satu bentuk perilaku yang sesuai dengan kandungan QS. Ar-Ruum [30]: 41 dan hadis tentang larangan merusak alam adalah...

   A. Menggunakan pupuk kimia berlebihan untuk hasil cepat.

   B. Membuang sampah di sungai karena dianggap akan hanyut.

   C. Melakukan reboisasi hutan yang gundul.

   D. Membangun pabrik tanpa memikirkan limbahnya.

   E. Menebang pohon besar tanpa izin.

  

Bagian D: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Berdasarkan QS Al-Alaq: 1-5, QS An-Naba': 1-16 & 17-30, QS Yunus: 101, QS Al-Baqarah: 164, dan Hadis)

 33. Mengartikan kosa kata:

   Kata اِقْرَأْ dalam QS. Al-Alaq [96]: 1 berarti...

   A. Menciptakan

   B. Membaca

   C. Mengajar

   D. Pena

   E. Mulia

  

 * Menyimpulkan ayat:

 34. Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad saw. (QS. Al-Alaq: 1-5) mengandung perintah fundamental untuk...

   A. Bersyukur atas rezeki.

   B. Beribadah di Gua Hira.

   C. Menunaikan salat.

   D. Membaca dan menuntut ilmu.

   E. Berjuang melawan kekufuran.

 

 * Menjelaskan maksud QS. Al-Alaq: 4:

 35. Potongan ayat اَلَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ menjelaskan bahwa salah satu cara Allah mengajarkan manusia adalah dengan perantaraan...

   A. Alam semesta

   B. Malaikat

   C. Pena (menulis)

   D. Wahyu

   E. Segumpal darah

   

 * Mengurutkan potongan QS. An-Naba':

 36. Potongan ayat yang menjelaskan tentang fungsi gunung adalah...

   A. وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا

   B. أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا

   C. وَّالْجِبَالَ أَوْتَادًا

   D. وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا

   E. أَيَّانَ يَوْمُ الْفَصْلِ

   

 * Menjelaskan kandungan QS. An-Naba' 1-16:

  37. Ayat-ayat ini menyajikan berbagai tanda kebesaran Allah (Ayat-ayat Kauniyyah) yang dapat dikaji melalui Ilmu Pengetahuan, kecuali...

   A. Bumi sebagai hamparan.

   B. Gunung sebagai pasak.

   C. Penciptaan manusia berpasang-pasangan.

   D. Neraka Jahannam sebagai tempat kembali.

   E. Tujuh langit yang kokoh.

  

 * Menyimpulkan ayat:

   38. QS. Yunus [10]: 101 mengajak manusia untuk memperhatikan apa yang ada di langit dan di bumi. Hal ini merupakan dorongan untuk...

   A. Meratapi nasib.

   B. Menjadi penguasa.

   C. Melakukan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

   D. Berharta banyak.

   E. Tidak peduli dengan dunia.

  

 * Menerjemahkan lafadz:

  39. Terjemahan lafadz اَلْمُعْصِرٰتِ dalam QS. An-Naba' [78]: 14 adalah...

   A. Dari awan yang tebal (memancurkan air)

   B. Pelita yang terang benderang

   C. Biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan

   D. Kebun-kebun yang lebat

   E. Gunung yang menjadi fatamorgana

   

 * Menyimpulkan kandungan QS. Al-Baqarah: 164:

  40. QS. Al-Baqarah [2]: 164 menyebutkan berbagai fenomena alam sebagai tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berakal, salah satunya adalah pergantian malam dan siang (اِخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ). Hal ini berkaitan erat dengan ilmu...

   A. Sosiologi

   B. Arkeologi

   C. Astronomi

   D. Geografi

   E. Biologi

  

 * Melanjutkan ayat:

 41. Lanjutan dari QS. Al-Baqarah [2]: 164 potongan: وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ...

   A. وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ

   B. وَالْفُلْكِ الَّتِيْ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ

   C. الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ

   D. وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً

   E. وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا

   

 * Menjelaskan perilaku yang sesuai:

  42. Sebagai pengamalan QS. Al-Alaq: 1-5, seorang pelajar seharusnya...

   A. Menghafal Al-Qur'an tanpa memahami maknanya.

   B. Malas belajar karena sudah takdir Allah.

   C. Rajin membaca, meneliti, dan mengembangkan potensi akal.

   D. Mengandalkan teknologi tanpa belajar dasar ilmu.

   E. Berdoa saja tanpa berusaha.

  

 * Menjelaskan kandungan hadis (Hadis Nawawi Hujjat 6):

  43 Hadis yang berkaitan dengan niat (Arba'in Nawawi ke-1) mengajarkan bahwa amal perbuatan akan dinilai berdasarkan...

   A. Keinginan orang lain

   B. Tujuan duniawi

   C. Niatnya (karena Allah)

   D. Jumlah kekayaan

   E. Usaha yang keras

Soal Pilihan Ganda Tambahan untuk Mencapai 55 Butir

A. Rendah Hati, Sederhana, dan Berinfak (Tambahan)

 44. Menelaah arti lafadz: Lafadz يَقْتُرُوْا dalam QS. Al-Furqan: 67 artinya...

   A. Berlebihan (boros)

   B. Kikir (pelit)

   C. Sedang-sedang

   D. Membelanjakan

   E. Pertengahan

   

 45. Menyebutkan potongan ayat: Lafadz yang menggambarkan bahwa orang yang boros adalah saudara setan (QS. Al-Isra': 27) adalah...

   A. وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا

   B. إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

   C. وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً

   D. وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ

   E. فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ

   

 46. Menerapkan perilaku: Menginfakkan harta yang dicintai kepada kaum kerabat, anak yatim, dan orang miskin adalah implementasi dari kebajikan yang disebutkan dalam...

   A. QS. Al-Qashash: 79

   B. QS. Al-Isra': 29

   C. QS. Al-Baqarah: 177

   D. QS. Al-Ma'un: 7

   E. QS. Al-Furqan: 67

   

B. Iman dan Ujian/Cobaan (Tambahan)

 47. Menganalisis arti lafadz: Lafadz الْبَأْسَاء dalam QS. Al-Baqarah: 177 berarti...

   A. Dalam peperangan

   B. Dalam kesenangan

   C. Dalam kesempitan/kesulitan

   D. Dalam kemarahan

   E. Dalam perjalanan

  

 48. Menyimpulkan kandungan ayat: Salah satu tujuan Allah memberikan cobaan dan ujian (fitnah) kepada manusia adalah untuk...

   A. Membuat manusia putus asa.

   B. Menambah dosa manusia.

   C. Menghancurkan kehidupan manusia.

   D. Menguji keimanan mereka yang tulus.

   E. Menghilangkan rezeki mereka.

   

 49. Menjelaskan macam-macam sabar: Menjaga diri dari perbuatan dosa dan maksiat disebut sabar...

   A. 'alal-amr

   B. 'anil-ma'shiyah

   C. 'alal-musiibah

   D. 'alal-syukur

   E. 'alal-ni'mat

   

C. Pelestarian Lingkungan (Tambahan)

 50. Mengurai lafadz: Lafadz يَرْجِعُوْنَ dalam QS. Ar-Ruum: 41 berarti...

   A. Agar mereka merasakan

   B. Kerusakan di darat

   C. Agar mereka kembali

   D. Tangan manusia

   E. Di laut

  

 51. Menjelaskan perilaku: Anjuran Rasulullah untuk menyayangi makhluk hidup di bumi (HR. Tirmidzi) merupakan dorongan untuk menjaga...

   A. Kebersihan diri

   B. Keseimbangan ekosistem

   C. Hubungan kekeluargaan

   D. Kesabaran dan tawakal

   E. Amalan sunah

   

 52.Menerapkan perilaku: Sikap orang yang sombong ketika diberi nasihat tentang kerusakan lingkungan dan menolaknya (QS. Al-Baqarah: 206) disebut...

   A. Kikir

   B. Tawadhu'

   C. Isti'faaf

   D. Al-Izzu bil-ithmi (sombong dengan dosa)

   E. Al-Iqtishad

  

D. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Tambahan)

 53. Menyimpulkan kandungan QS. An-Naba' 17-30: Ayat ini menjelaskan tentang kedatangan Hari Pembalasan (kiamat) yang merupakan janji Allah. Tanda-tanda kiamat yang disebutkan (ayat 17-20) dapat dikaitkan dengan...

   A. Penemuan teknologi baru.

   B. Fenomena astronomi dan geologi.

   C. Perang besar antar negara.

   D. Kehancuran kekayaan.

   E. Peningkatan hasil panen.

 

 54. Menerapkan perilaku: Dalam konteks etika ilmu dan teknologi, pengamalan Hadis Nawawi Hujjat 6 tentang niat (Hadis no. 1) mengajarkan bahwa penelitian dan pengembangan IPTEK harus didasarkan pada...

   A. Mencari popularitas.

   B. Kepentingan pribadi dan kelompok.

   C. Niat tulus untuk kemaslahatan umat (karena Allah).

   D. Menyaingi negara lain.

   E. Keuntungan finansial semata.

  

 55. Menyimpulkan ayat: Kandungan QS. Al-Baqarah: 164 mengajarkan bahwa di balik fenomena alam (penciptaan langit, bumi, kapal, air hujan, dll.), terdapat tanda-tanda kebesaran Allah (Ayatullah) bagi...

   A. Setiap manusia

   B. Orang-orang yang berilmu dan berakal

   C. Pemimpin yang bijaksana

   D. Anak-anak yatim dan miskin

   E. Para pedagang di laut

  

✅ Kunci Jawaban (55 Soal)

| No. Soal | Kunci Jawaban | No. Soal | Kunci Jawaban | No. Soal | Kunci Jawaban |

|---|---|---|---|---|---|

| 1 | A | 17 | B | 33 | B |

| 2 | B | 18 | A | 34 | D |

| 3 | C | 19 | C | 35 | C |

| 4 | A | 20 | C | 36 | C |

| 5 | B | 21 | C | 37 | D |

| 6 | C | 22 | C | 38 | C |

| 7 | C | 23 | C | 39 | A |

| 8 | B | 24 | C | 40 | C |

| 9 | B | 25 | C | 41 | B |

| 10 | E | 26 | B | 42 | C |

| 11 | C | 27 | C | 43 | C |

| 12 | C | 28 | B | 44 | B |

| 13 | B | 29 | B | 45 | B |

| 14 | C | 30 | B | 46 | C |

| 15 | C | 31 | C | 47 | C |

| 16 | C | 32 | C | 48 | D |

| 49 | B | 50 | C | 51 | B |

| 52 | D | 53 | B | 54 | C |

| 55 | B |  |  |  |  |


51. Q.S. Al-Ma'un 1-7

Jelaskan ciri-ciri pendusta agama (orang yang mendustakan hari pembalasan) berdasarkan kandungan Q.S. Al-Ma'un!

Kandungan Q.S. Al-Ma'un:

Surah Al-Ma'un (Barang-barang yang Berguna) menjelaskan tentang hakikat pendusta agama, yaitu orang yang secara lahiriah mungkin tampak beribadah, tetapi hatinya mendustakan Hari Pembalasan (akhirat) yang diwujudkan melalui perilaku sosial dan ibadah yang buruk. Ayat ini menghubungkan antara kesalehan ritual dan kesalehan sosial.

Ciri-ciri Pendusta Agama Berdasarkan Q.S. Al-Ma'un (Ayat 2-7):

  1. Menghardik Anak Yatim (Ayat 2): Yaitu bersikap keras, menzalimi, merendahkan, atau tidak memberikan hak-hak anak yatim. Hal ini mencerminkan ketiadaan rasa kasih sayang dan empati sosial.
  2. Tidak Menganjurkan Memberi Makan Orang Miskin (Ayat 3): Mereka tidak memiliki kepedulian sosial, bahkan untuk sekadar mendorong orang lain agar memberi makan fakir miskin, apalagi melakukannya sendiri.
  3. Lalai dalam Salatnya (Ayat 4-5): "Lalai dari salatnya" berarti mereka melaksanakan salat tanpa kesadaran akan makna dan tujuan salat, sering menunda-nunda hingga keluar waktu, atau tidak memenuhi syarat dan rukunnya dengan baik. Ini menunjukkan lemahnya hubungan mereka dengan Allah SWT.
  4. Berbuat Riya' (Ayat 6): Melakukan ibadah (terutama salat) hanya untuk dilihat dan dipuji oleh manusia, bukan karena keikhlasan kepada Allah SWT.
  5. Enggan (Menolong dengan) Barang Berguna (Ayat 7): Kikir atau pelit, menahan-nahan bantuan, atau enggan meminjamkan barang-barang kecil yang bermanfaat bagi orang lain, meskipun barang tersebut tidak akan berkurang nilainya.

​52. Q.S. Al-Baqarah 177

Jelaskan konsep kebajikan yang sempurna menurut Q.S. Al-Baqarah ayat 177 (tentang Birr), dan sebutkan 3 pilar utamanya!

Konsep Kebajikan yang Sempurna (Al-Birr):

Q.S. Al-Baqarah ayat 177 menjelaskan bahwa kebajikan (Al-Birr) yang sempurna bukanlah sekadar ritual formal atau mengikuti arah kiblat, melainkan sebuah integritas iman yang mendalam yang diwujudkan melalui amal saleh yang mencakup aspek akidah, ibadah, dan muamalah (sosial). Kebajikan yang sempurna adalah ketaatan yang menyeluruh kepada Allah, yang membuahkan keimanan sejati dan kepedulian sosial.

3 Pilar Utama Kebajikan Sempurna (Al-Birr):

​Ayat ini mengurutkan dan menekankan tiga kategori utama amal saleh yang menjadi pilar kesempurnaan kebajikan:

  1. Pilar Keimanan (Aqidah/Tauhid): Merupakan landasan utama. Meliputi iman kepada Allah, Hari Akhir, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab suci, dan Nabi-nabi. Keimanan yang kokoh adalah pondasi bagi semua perbuatan baik.
  2. Pilar Kedermawanan/Amal Sosial (Infak): Merupakan wujud nyata dari iman kepada sesama. Meliputi memberikan harta yang dicintai (walaupun berat) kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir (ibnu sabil), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya (atau kepentingan sosial sejenis).
  3. Pilar Ketaatan Ritual dan Karakter (Ibadah dan Akhlak): Meliputi pelaksanaan ibadah wajib dan pembentukan mental spiritual. Melaksanakan salat, menunaikan zakat, menepati janji apabila berjanji, dan bersabar (dalam kesempitan, penderitaan, dan peperangan).

​53. Q.S. Ar-Ruum 41-42

Q.S. Ar-Ruum ayat 41 menyebutkan "telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia." Berikan 3 contoh konkrit kerusakan lingkungan akibat perbuatan manusia, serta jelaskan bagaimana Islam melalui hadis menganjurkan pelestarian lingkungan!

3 Contoh Konkrit Kerusakan Lingkungan Akibat Perbuatan Manusia:

  1. Deforestasi dan Penebangan Liar: Penggundulan hutan secara masif dan tidak bertanggung jawab menyebabkan hilangnya fungsi hutan sebagai penyerap karbon dioksida dan penahan air. Akibatnya timbul bencana seperti tanah longsor, banjir, dan kekeringan.
  2. Pencemaran Air dan Udara (Polusi Industri): Pembuangan limbah industri atau domestik tanpa pengolahan ke sungai, laut, atau udara. Hal ini merusak ekosistem akuatik, membahayakan kesehatan manusia dan hewan, serta menyebabkan hujan asam atau pemanasan global.
  3. Penggunaan Plastik dan Sampah Anorganik Berlebihan: Sampah, terutama plastik, yang sulit terurai menumpuk di tempat pembuangan akhir, mencemari tanah, dan berakhir di lautan, membahayakan kehidupan laut.

Anjuran Islam melalui Hadis tentang Pelestarian Lingkungan:

​Islam memandang alam sebagai amanah (titipan) dari Allah SWT yang harus dijaga (khalifah fil ard). Pelestarian lingkungan dalam Islam berlandaskan prinsip maslahah (kebaikan umum) dan adamul dharar (tidak berbuat kerusakan).

  1. Anjuran Menanam dan Menghijaukan Bumi:
    • Hadis Riwayat Anas bin Malik: "Tidaklah seorang Muslim menanam suatu tanaman atau menabur suatu biji-bijian, lalu tanaman atau biji-bijian itu dimakan oleh burung, manusia, atau binatang, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya." (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menjadikan penghijauan dan pertanian sebagai amal ibadah yang berpahala.
  2. Larangan Merusak dan Prinsip Konservasi:
    • Hadis Riwayat Ahmad: Nabi Muhammad SAW bersabda: "Janganlah kamu berbuat bahaya dan janganlah pula kamu membahayakan orang lain." (Hadis ini mencakup larangan merusak lingkungan yang akan berdampak buruk pada manusia dan makhluk lain).
    • Prinsip Hemat Air (Anti-Israf): Nabi SAW melarang pemborosan air, bahkan saat berwudu di sungai yang mengalir deras, menunjukkan pentingnya konservasi sumber daya alam.

​54. Q.S. Al-Alaq 1-5

Jelaskan mengapa perintah "Iqra'" (Bacalah) menjadi wahyu pertama dalam Islam, dan kaitkan maknanya dengan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi!

Signifikansi Perintah "Iqra'" sebagai Wahyu Pertama:

​Perintah "Iqra'" (Bacalah/Telitilah/Pelajarilah) yang diterima Nabi Muhammad SAW merupakan fondasi dasar dari seluruh ajaran Islam. Ayat ini menegaskan bahwa:

  1. Ilmu adalah Dasar Agama: Islam adalah agama yang dibangun di atas ilmu, bukan takhayul, kebodohan, atau dogma buta. Perintah pertama ini menuntut setiap Muslim untuk menjadi masyarakat yang literat, kritis, dan berilmu.
  2. Membaca Teks dan Alam: Makna Iqra' tidak terbatas pada membaca wahyu yang tertulis (ayat qauliyah), tetapi juga mencakup membaca, mengamati, dan meneliti fenomena alam semesta (ayat kauniyah) sebagai tanda-tanda kebesaran Allah.
  3. Pengakuan akan Keterbatasan Manusia: Ayat ini menekankan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan lemah (dari segumpal darah) dan hanya Allah yang Maha Mengajar "dengan pena" dan "mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." Ini mendorong manusia untuk rendah hati dan terus mencari ilmu.

Kaitan dengan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK):

​Perintah Iqra' secara langsung menjadi sumber inspirasi dan legitimasi bagi pengembangan IPTEK dalam peradaban Islam:

  • Pentingnya Ilmu Pengetahuan: Iqra' mewajibkan umat Islam untuk aktif mencari, mengumpulkan, dan menganalisis pengetahuan, yang merupakan pra-syarat mutlak bagi lahirnya sains.
  • Pena sebagai Simbol Teknologi/Literasi: Penyebutan pena (al-qalam) dalam ayat kedua (Allazi 'allama bil-qalam) adalah simbol dari teknologi literasi, komunikasi, dan transfer ilmu. Ini mendorong pengembangan teknologi yang mendukung pencatatan, penelitian, dan penyebaran ilmu.
  • Tujuan IPTEK: Pengembangan IPTEK harus diarahkan pada pemahaman yang lebih baik terhadap ciptaan Allah (alam semesta) dan pemanfaatan sumber daya untuk kemaslahatan (kebaikan) umat manusia, sesuai dengan tujuan risalah Islam.

​55. Hadis Riwayat Huzaifah

Hadis riwayat Huzaifah mengisyaratkan tentang pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak. Berikan 3 contoh penerapan teknologi yang sesuai dengan nilai-nilai etika Islam dalam kehidupan sehari-hari!

Catatan: Hadis Riwayat Huzaifah seringkali berkaitan dengan 'amanah' (kepercayaan) yang hilang dari hati manusia secara bertahap akibat fitnah (ujian/kesulitan), yang dapat diinterpretasikan sebagai hilangnya etika dan moral. Pemanfaatan teknologi secara bijak didasarkan pada prinsip Amanah, Maslahah (manfaat), dan Keadilan dalam Islam.

3 Contoh Penerapan Teknologi yang Sesuai dengan Nilai-nilai Etika Islam:

  1. Pemanfaatan Media Sosial untuk Edukasi dan Kebaikan (Amanah dan Maslahah):
    • Penerapan: Menggunakan platform digital (media sosial, blog) untuk menyebarkan konten edukasi Islam, ilmu pengetahuan yang bermanfaat, dakwah, atau kegiatan filantropi.
    • Etika Islam: Menghindari penyebaran hoax, ghibah (gosip), namimah (adu domba), dan ujaran kebencian. Setiap informasi yang disebarkan harus diverifikasi (tabayyun) sebagai wujud pertanggungjawaban (Amanah) di dunia nyata dan di hadapan Allah.
  2. Penggunaan dan Pengembangan Teknologi Keuangan Syariah (Fintech Syariah) (Keadilan):
    • Penerapan: Menggunakan aplikasi Fintech (Teknologi Keuangan) untuk transaksi pembayaran, investasi, atau pinjaman mikro yang menerapkan prinsip-prinsip syariah, seperti menghindari riba (bunga/interest) dan gharar (ketidakjelasan/spekulasi).
    • Etika Islam: Menerapkan transparansi, bagi hasil yang adil, dan memastikan bahwa teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan ekonomi umat tanpa menzalimi pihak manapun (sesuai prinsip Keadilan Ekonomi).
  3. Penggunaan dan Pengembangan Kecerdasan Buatan (AI) yang Berbasis Etika (Adamul Dharar dan Maslahah):
    • Penerapan: Mengembangkan dan menggunakan AI untuk keperluan yang membawa manfaat umum, seperti diagnostik kesehatan, pertanian cerdas, atau layanan publik.
    • Etika Islam: Memastikan bahwa AI/robotik yang dikembangkan tidak melanggar hak asasi manusia, menjaga privasi data individu, tidak digunakan untuk tujuan diskriminasi, dan tidak menciptakan kerusakan moral atau sosial (Adamul Dharar).